TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
VIDEO CALL DENGAN BABANG TAMVAN



YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.


Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


\===================================


Julia sedang sibuk keliling pusat belanja di Singapore, dia meneliti semua harga dan mencatatnya dengan cermat. Dia belum belanja,  nanti di apartemen kakaknya dia akan membandingkan semua harga barang itu. Kemudian baru memutuskan membeli yang mana. Julia sangat teliti bila mengenai angka selisih. Dade yang memang sedang off dengan telaten menemani sang adik. Di banyak tempat pastinya Dade dan Julia berfoto. Untuk kegiatannya selama 3 hari ini di Singapore Julia memang tak pernah memposting di media sosialnya. Dia sengaja menyembunyikan posisinya saat ini. Sayang Julia tak memberitahu Dade soal ini. Dan Bastian sangat kaget melihat media sosial Julia yang di tag foto oleh seorang lelaki tampan dengan tulisan “third day with my lovely princess.” di foto terlihat saat Julia di depan patung singa sendirian, lalu saat mereka selfie dengan tawa bahagia serta foto ke tiga saat Julia disalah satu toko pakaian merek terkenal di pusat perbelanjaan Singapore.


‘Acchhhhhhhhh …, aku lupa memberitahu kang Dade untuk tidak memposting semua kegiatanku di sini sebelum aku pulang ke Jakarta. Kalau sekarang aku minta dia hapus postingan itu tentu dia akan banyak bertanya.’ Julia baru mengetahui kang Dade posting saat ponselnya banyak notif masuk dari genksnya menanyakan siapa cowoq ganteng yang sedang bersamanya.


Dan sedihnya lagi Julia mengetahui Bastian memberi tanda suka pada postingan itu. Dia yakin Bastian sangat cemburu. Dia hafal karakter lelaki yang sangat egois seperti Bastian. Lelaki yang sangat ekspresif dan meledak-ledak bila cemburu. Bahkan kepada dua keponakan kembarnya saja Bastian cemburu. Berbeda dengan August nan lembut. Tak pernah marah. Kalau menegur juga lembut.  ‘Andai bisa, aku ingin kembali dengan kak August. Sayang moral kak August sangat mengecewakan. Walau A’ Tian juga pernah hidup bersama, setidaknya dia bukan tukang selingkuh seperti kak August.’


Julia segera menepis semua pikiran itu. Dia tak ingin mengingat kedua lelaki itu. Dia hanya akan memulai langkah baru. Dia langsung memberi emoticon love sebagai komentar di postingan kang Dade. Hanya emoticon tanpa kata-kata tapi itu lebih bermakna dari kata-kata gombal. Bastian yang melihat komentar Julia hanya bisa memendam amarah. ‘Kamu berdua dengan lelaki itu di Singapore tanpa orang lain? Kapan kalian menjalin kasih? Apa selama bersama denganku kamu sudah mendua?’ Dan banyak tanya di benak Bastian yang membuatnya tambah emosi. Akhirnya yang menjadi sasaran adalah anak-anak marketing yang kurang greget promonya. Di meeting kali ini singa podium kembali ngamuk tanpa ada yang tahu pencetus kemarahan big boss mereka.


‘Kamu enak-enakan piknik, kami di sini kena damprat di meeting! Big boss ngamuk di meeting marketing!’ Yuni mengirim pesan di group dengan mention nama Julia. Tentu saja  Fanny dan Nia tidak ikut meeting anak marketing dengan big boss. Vita sebagai kepala divisi marketing jelas melihat kemarahan Bastian.


‘Kayaknya dia salah nelan biji kedondong, jadi ngamuk seperti itu,’ sahut Vita.


‘Biji duku kali, kan biji duku kalau kegigit pahit,’ jawab Fanny.


‘Au ah. Serem bangeeet kalau lihat dia ngamuk,’ kembali Vita menjawab.


‘Apa seperti waktu dia marah-marah pagi-pagi dulu itu?’ tanya Fanny. Dia ingat saat dikumpulkan pagi-pagi di ruang meeting.


‘Itu belum seberapanya,’ kembali Vita menjawab.


‘Kalau yang dulu aku lihat aja udah nyeremin dan itu kamu bilang enggak seberapa, aku enggak bisa ngebayangin ngamuknya dia kali ini,’ sahut Fanny.


Julia baru baca chat itu malam ketika hendak tidur. Karena sejak tadi dia membuat tabel untuk membanding-bandingkan harga tiap toko. ‘Bestieeeeeeeeeeeeee … sorry menyori baru buka chat, eyke lagi sibuk ama babang tamvan yang tadi kalian ributin,’ Julia berharap malam ini genks LIMA SEKAWAN masih pada pegang ponsel.


‘Tadi aku round-round di negeri Singa ini. Jadi mangapkeun ya telat nimbrung,’ Julia kembali minta maaf karena siang tadi tak bisa ikut komentar.


‘Kenalin ama babang tamvannya dong,’ Yuni langsung ikut nimbrung.


Julia langsung memanggil dengan video call di group. Yuni, Nia dan Vita langsung mengangkat, sementara Fanny absent, mungkin sudah tidur.


“Kangeeeeeeeeeeeeeen,” teriak mereka hampir berbarengan.


“Kamu kapan pulang?” tanya Vita.


“Mungkin 4 atau 5 hari lagi,” jawab Julia santai sambil berjalan keluar kamar. “Yang pengen kenal ama babang tamvan jangan kabur ya karena kalian penampakannya seperti itu. Saat itu Vita sedang pakai masker dan semua tentu dengan piyama tidurnya. Bukan sedang dandan cantik.


“Akang, ada yang mau kenalan,” Julia memindah kamera video call menjadi kamera depan. Diarahkan ke wajah Dade yang sedang santai di depan TV. Saat itu Dade mengenakan kaos santai dan celana pendek selutut dengan kaki diangkat ke kursi didepannya. Terlihat cangkir teh serta camilan di meja depan televisi.


“Hai, sapa Dade sambil melambaikan tangannya tanpa malu. Julia kembali memindah camera ke belakang dan sekarang di ponsel teman-temannya terlihat wajah Dade berdekatan dengan wajah Julia karena Julia sengaja berdiri di belakang kursi yang Dade duduki. Tentu saja ketiga teman Julia malu dan kaget melihat lelaki tampan tadi tinggal serumah dengan Julia di Singapore.


“Kenapa pada diem?” Julia sengaja menggoda ketiga sahabatnya. Dan ketiga sahabatnya mengalihkan tampilan layar mereka kearah lain agar Dade tak bisa melihat mereka lagi. Julia tertawa dan kembali masuk kamarnya. “Aku sudah sendirian, ayok ngobrol lagi,” setelah puas tertawa Julia memberitahu ketiga sahabatnya agar kembali ngobrol.


“Kamu jahat banget sih, awas ya kamu. Tahu mau dikenalin ama babang tamvan ‘kan aku dandan dikit, bukan lagi pake masker gini,” Vita yang paling duluan ngomel atas keisengan Julia barusan.


“Sengajaaaaaaa … biar si Akang enggak naksir kalian, karena dia hanya milikku,” Julia membalas omelan Vita.


“Koq kalian serumah?” tanya Nia, dia penasaran.


“Di sini biasa,” jawab Julia santai. Dia senang bisa menggoda para sahabatnya.


“Iyaaa, di mana pun hal seperti itu biasa. Tapi itu tak biasa buat kita. Kita punya agama,” sekarang ustadzah Yuni yang mengingatkan. Diantara mereka berlima memang Yuni paling kuat agamanya.


“Tenang aja, aku tidak melakukan yang melanggar hukum agama dan negara. Aku masih punya batasan,” jawab Julia kalem. Selanjutnya mereka ngobrol tentang liburan Julia tanpa membahas kerjaan, Bastian atau rencana usaha Julia karena memang itu masih dirahasiakan oleh Julia. Semua teman dan kerabatnya hanya tahu Julia sedang liburan. Hanya Dade seorang yang tahu tujuan Julia lama di Singapore. Bahkan bubu dan yayah juga tidak diberitahu oleh Julia.