TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
DIA ANAKNYA "MACAN PERSIDANGAN"



Hai hai, sehat selalu 'kan?  YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.  Jangan lupa tinggalin komen manisnya 


Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


\=============================================================================


Senin pagi di Bogor, Namira menyiapkan sarapan membantu bik Iyah dan kakaknya. Dia juga menggoreng donut beku yang sengaja dia bawa. Lalu dia siapkan toppingnya dan dia siapkan juga di meja makan untuk Galang, Gilang dan Nindi. Mungkin Gilang mau membawa sebagai bekal sekolah. Gilang sudah 5 tahun dan Galang sang adik berusia 3 tahun.


“Beli dimana donut ini?” tanya Novia saat melihat ada donut dimeja makan.


“Itu Neng Mira yang bikin. Selain risol, dia juga menjual donut dan puding Non,” sahut bik Iyah yang memang sedang mengatur piring untuk sarapan pagi.


“Bentuknya cantik dan persis donut mahal itu,” Novia memberi komentar tentang penampilan donut bikinan calon adik iparnya.


“Cicipin atuh Neng Pia ( Novia ), rasanya juga enak banget padahal harga murah. Makanya kue neng Mira mah laku banget,” bik Iyah memuji kue Namira.


Karena penasaran, Novia mengambil sebuah isi selai strawberry, dan memang rasanya tidak kalah dengan donut buatan dua nama besar yang biasa di mall. “Ini enak bangeeeeet Bik,” Novia pun mengambil sebuah donut coklat untuk dia masukkan di kotak bekal sekolah Gilang.


***


Senin pagi di rumah Laura, pagi ini Laura akan segera berangkat ke pengadilan negeri Bandung untuk menghadiri sidang pencurian design miliknya. Tadi pagi dia mendapat chat manis dari Syahrul : ‘Semangat ya cantik. Abang tunggu info selesai sidangnya.’


Memang hanya dua kalimat yang dikirim Syahrul. Tapi itu sanggup memompa semangat Laura. Karena papanya, opa, mama, adik, maminya Tommy dan August yang tahu dia akan menghadapi persidangan tak ada yang mengirim attensi.


“Berangkat ya Wak,” pamit Laura pada uwaknya. Dia sengaja membawa sussu coklat dingin dalam kemasan botol kesukaannya. Dia butuh itu untuk meredakan emosinya. Bukan takut atau tak percaya diri. Dia justru meredam amarahnya mengingat pencurian itu.


'De, aku off. Hari ini team ku yang bertugas ya,’ chat Assyfa masuk ke ponsel Laura saat gadis itu akan menyalakan mesin mobilnya.


‘Siyaaaaap kakak cantik. Aku on the way nih,’ balas Laura. Dia akan membuat Seruni bungkam dengan bukti rekaman CCTV di ruangannya


Sidang pertama adalah pembacaan biodata pelaku, korban dan juga kronologis kejadian perkara. Semua yang hadir kaget saat mengetahui biodata Laura. Selama ini masyarakat hanya tahu dia designer. Tapi tak berpikir dia seorang sarjana bidang design. Orang hanya tahu dia designer karena hobby. Karena banyak designer besar yang memang karena kemampuannya tak perlu diragukan hingga karyanya bisa mendunia.


Dan selain itu Laura juga seorang sarjana hukum dari universitas negeri di Jakarta dengan nilai prestasi mencengangkan. Laura sengaja mengisi data itu agar tidak dipandang sebelah mata oleh master hukum Seruni Baharsyah!


‘Sia_lan, ternyata dia anak hukum!’  Seruni hanya bisa membatin kesal. Dia tak mengira Laura punya background tersembunyi. Orang mungkin akan lebih terpukau bila tahu siapa Gregorius Hopmas  -opanya Laura-  adalah seorang pensiunan hakim agung di Belanda. Walau asli German tapi sejak SMA memang Greg tinggal di Belanda. Dan mama Laura juga seorang pengacara sebelum dia berhenti kerja karena ingin fokus mengurus anak-anaknya.


Claudia Steffany Hopmans -mama Laura, anak tunggal Greg- terkenal sebagai pengacara pembela perempuan yang sangat terkenal. Perempuan bule asal German-Belanda itu sangat tajam lidah dan otaknya saat membela kasus yang ditanganinya. Saat ini walau sudah tidak praktek, dirinya masih sering membantu pengacara muda yang butuh bantuan pemikirannya.


Tak ada yang menarik pada sidang pertama kali ini. Belum ada letupan karena baru memperlihatkan bukti, belum ada pembukaan bantahan mau pun memperlihatkan detil bukti rekaman yang Laura buat. Sidang akan digelar lagi hari Kamis minggu yang sama.


“Selamat pagi jelang siang ibu pembela. Dapat salam manis dari ibu Claudia Steffany Hopmans. Hari ini beliau belum perlu hadir karena baru pembacaan biodata saja,” Laura sengaja melempar umpan pada Seruni saat sidang ditutup dan saksi serta pembela dipersilakan berjabat tangan dengan hakim sebelum hakim meninggalkan ruang sidang.


Laura memang tidak memakai nama keluarga Hopmans. Karena dia menggunakan nama keluarga papanya yang asli Bandung. Anjasmara Kesuma, seorang advokat yang terjun di bidang bisnis otomotive. Anjas dan Claudia bertemu saat mereka kuliah di Den Hag. Satu kampus, satu jurusan study hanya beda angkatan. Anjas lebih tua tiga tahun dari Claudia. Anjas sedang konsultasi untuk disertasinya pada prof Gregorius yang tanpa sengaja putrinya datang kekantor Greg. Sehingga Anjas berkenalan dengan anak profesornya itu.


Itu alasan sang papa dan opa bertanya apa Laura butuh bantuan pengacara. Karena mereka akan turun sendiri bila Laura membutuhkannya.


‘Apa gadis menyebalkan itu kenal dengan Claudia Hopmans? Mau apa macan persidangan itu datang?’ Seruni berpikir keras. Semua pengacara perempuan saling tahu siapa nama besar sesama pengacara perempuan disetiap kota. Walau tidak kenal sekali pun. Tetap nama besar itu merupakan tolok ukur untuk belajar dalam berkiprah di dunia hukum.


‘Bukankah Claudia menikah dengan Anjasmara Kesuma. Kesuma!  What the fu-ck! Gadis sia_lan itu anak Anjas dan Claudia pakar hukum dari Jakarta. Juga cucu dari hakim besar di Belanda. Poor Laras! Dia mencari lawan yang salah.’ Seruni langsung lemas menyadari siapa lawannya kali ini.


Seruni mengaku kalah sebelum berperang. Tanpa nama besar keluarga Laura saja dia sulit membebaskan putrinya. Apalagi sekarang dia mengetahui latar belakang keluarga Laura. ‘Apa yang bisa aku lakukan untuk anakku? Sedang kekuatan uang pun tak ditengok oleh gadis sia_lan itu.’


***


'Aku sudah selesai. Abang mau aku kemana?’  tanya Laura via chat yang dia kirim untuk Syahrul. Dia mendatangi crew televisi yang bertugas.


“Terima kasih. Sampaikan salam saya untuk Ibu Assyfa ya,” dengan manis Laura menyampaikan salam resmi untuk Assyfa. Walau tadi secara personal dia sudah mengirim ucapan terima kasih via chat.


“Iya Bu. Sampai jumpa diliputan berikutnya,” seorang perempuan manis berhijab menjawab pernyataan Laura. Dia yang bertugas sebagai pembawa acara dan membaca narasi pada liputan itu.


“Sama-sama Geulis. Sampai bertemu di hari Kamis pagi ya,” balas Laura dan dia langsung menuju area parkir.


‘Di rumah makan Mamah Koneng aja,’ chat balasan dari Syahrul Laura terima. Dia langsung menjalankan mobilnya ke rumah makan itu setelah menjawab chat Syahrul dengan tiga huruf : OTW.


Syahrul sampai di parkiran rumah makan yang memang terletak antara rumah sakit tempatnya bekerja dengan gedung pengadilan tempat Laura berperkara. Dia memesan juice sirsak dua gelas. Karena tahu Laura menyukai juice itu. Sedang untuk makanan biar menunggu kedatangan Laura saja.


“Yang satu esnya sedikit saja ya,” Syahrul mengingatkan pramusaji yang menerima pesanannya. Dia hafal Laura tak suka banyak es.


\============================================================


Sambil nunggu Yanktie update bab berikut, coba mampir ke cerita milik teman baik yanktie ini ya.


Napennya : HILMIATH


Judul cerita : ATMOSPHERE


Cerita singkatnya seperti ini :


Adhara Andromeda, seperti namanya yang berarti bintang paling terang di antara rasi bintang. Adhara adalah gadis ceria yang selalu menerangi orang di sekitarnya. Adhara bukanlah gadis dari keluarga kaya, ia hanya gadis biasa yang berhasil masuk dalam sekolah elit. Namun, di hari pertamanya sekolah ia malah harus terjebak pada tiga laki-laki tampan yang di sebut pangeran sekolah. Masalah tak pernah henti melibatkannya pada ketiga pangeran tersebut. Hingga rasa sayang menjebak mereka, ketiga pangeran tersebut perlahan menyayangi Adhara dengan rasa yang berbeda. Sedangkan Adhara juga mulai menyayangi mereka delam berbagai arti menyayangi. Bagaimana Adhara akan menghadapi setiap masalahnya bersama tiga pangeran tersebut? Baca ceritanya agar kalian tidak penasaran siapa yang kira-kira akan menarik hati Adhara dan menjadi pelabuhan untuk gadis itu. Arche dengan sikap hangat nya, Chan dengan sikap dinginnya, Atau Antariksa dengan sikap kasarnya?