TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
BERJANJI DI DEPAN ORANG TUA



DENGAN SENYUM MANIS, YANKTIE UCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI



Hari ini di panti asuhan agak rame, karena ada  tumpengan yang dibuat bu Clara, sebagai ungkapan terima kasih karena Daren dan Carla hari ini bisa dibawa pulang ke Jakarta. Dipta dan Franda berhasil lolos seleksi sebagai orang tua angkat.


Laura senang dua anak asuhnya berhasil diadopsi oleh keluarga yang baik. Saat tumpengan ini, selain team dokter dan notaris juga hadir para tetangga dan perangkat desa.


Dan merupakan kebanggan buat Laura, dia berhasil memberikan satu payung pada dua anak batita bersaudara. Karena banyak yayasan lain yang memisahkan antara kakak dan adik. Bahkan ada juga yang memisahkan anak kembar. Ini yang Laura hindari. Dia tak ingin ada pemisahan bila terjadi kasus seperti Carla dan Daren.


Selain sumbangan untuk yayasan, pagi ini bu Clara juga memberi amplop kepada bibi kedua cucunya. Dia juga menyatakan kalau sang bibi kangen pada keponakannya silakan dia dihubungi. Bu Clara tidak ingin memutus tali silaturahmi keluarga itu.


Yayasan yang dipimpin Laura memang selalu transparan pada warga sekitar. Dia tak ingin beredar info yang salah kalau dia melakukan jual beli bayi atau anak. Mulut nyinyir tetangga yang tidak suka bisa jadi selalu ada saja di mana pun. Itu sebabnya Laura juga menjalin hubungan baik dengan perangkat desa. Dia selalu melaporkan bila ada tambahan penghuni baru datang atau penghuni yang keluar karena di adopsi. Semua data dia laporkan dengan jelas.


Dalam masyarakat, berbuat baik saja sering dipandang salah. Apalagi berbuat salah. Itu sebabnya Laura sangat berhati-hati bila berurusan dengan yayasan yang dia pimpin ini. Dia tak ingin mengecewakan uwaknya sebagai pendiri yayasan


***


Kembali ke cerita Julia dan August semalam. “Selamat ulang tahun ya sayank,” August mengulurkan tangan kanannya akan memberi selamat pada Julia.


Tanpa ragu Julia menanggapi uluran tangan August. “Terima kasih Kak, tapi maaf, jangan sebut sayank lagi. Kita sudah tutup buku.”


August memberikan kado yang sudah dia siapkan, sebagai orang Timur, Julia tidak menolak kado itu. Dia hanya meletakkannya di meja. “Aku ingin kita kembali bersama. Aku ingin minta maaf atas semua kesalahan yang aku perbuat.” August berkata dengan jelas minta mereka balikan.


‘Dia egois, dia mengucap ‘ingin kembali bersama’  lebih dahulu daripada ‘meminta maaf’ , aku tak ingin hidup bersama dengan manusia egois seperti dia,’ Julia langsung bisa menilai, bagaimana karakter sosok yang pernah dua tahun menjadi tunangannya.


Selama ini dia selalu tak bisa menilai dengan jernih. Semua kesalahan August bisa dia tolerir karena alasan cinta. Namun sekarang dia tak mau jatuh kembali di lubang yang sama. “Apa Kakak lupa, saat Kakak mengakui kesalahan Kakak yang tidak menceritakan tentang teman serumah tanpa nikah, aku sudah memberi ultimatum yang Kakak terima dengan kesadaran penuh? Aku rasa itu sudah jadi pagar yang tak bisa ditembus dengan apa pun. Dan ingat, saat itu Kakak berjanji di depan mami dan papimu ‘kan?”


FLASH BACK ON


”Maaf, Kakak mengakui Kakak salah. Sengaja hal ini Kakak sembunyikan darimu, karena Kakak takut kamu menolakku. Jujur ini yang Kakak takutkan, Kakak teramat mencintaimu,” August memohon maaf dari Julia.


Dia jujur memang khawatir akan ditolak gadis itu bila sudah jujur sejak dulu sebelum mereka bertunangan.


“Kita selesaikan besok malam di rumah orang tua Kakak. Besok sepulang kerja aku langsung ke sana. Kakak tak perlu khawatir aku tidak datang. Dan tak perlu ngejemput aku di kantor. Sekarang silakan pulang aku ingin istirahat,” Julia tak peduli besok malam August ada jadwal terbang atau tidak. Gadis itu teramat sakit hati. Selama ini dia sudah sangat mengerti tentang kesibukan tunangannya itu.


Esoknya Julia mandi di kantor dan mengganti baju kerja dengan baju santai lalu langsung membawa mobilnya menuju rumah orang tua August. Sengaja dia ingin masalah ini diselesaikan dengan ada saksi. Karena dia tak ingin kejadian terulang dan dia tak punya kekuatan apa pun untuk melawannya.


Setelah selesai basa basi dan makan malam bersama Julia langsung membuka inti pembicaraannya. Dia perempuan lembut tapi sangat tegas.


“Mami, Papi, aku ke sini mau kasih tau. Aku kecewa karena baru tahu masa lalu Kak August yang dia sembunyikan ke aku. Sejak awal ingin serius berkali-kali aku tanya tentang mantannya. Bukan karena aku cemburu, tapi aku enggak ingin suatu saat ada yang bilang aku ngerebut dia atau ada cerita lain yang dituduhkan padaku. Kak August menceritakan semua mantannya sejak SMA hingga kuliah, namanya, berapa lama mereka pacaran, kenapa mereka putus dan ada beberapa yang kak August kasih tahu tinggal di mana dan kapan mereka terakhir bertemu.”


“Tapi yang paling mengecewakanku kak August enggak cerita tentang mantan teman hidup satu rumah tanpa nikah yang dia jalani lebih dari satu tahun. Apa aku salah kalau aku minta pertunangan ini dibatalkan saja?” tanya Julia pada kedua orang tua tunangannya.


Pak Prabu dan bu Nenden hanya diam dan saling pandang. Mereka malu terhadap kelakuan August yang sangat jauh dari norma agama. Mereka merasa salah mendidik anaknya. Mereka tidak akan mencampuri keputusan yang akan diambil Julia.


“Kemarin aku sudah minta maaf dan aku sudah kasih tau kalau aku takut kehilanganmu bila kamu tahu betapa kotornya aku sebelum bertemu denganmu.” August menyela omongan Julia.


August tak ingin pertunangan ini dibatalkan. Dia sangat mencintai perempuan lembut ini. Sejak pacaran hingga tunangan dengan Julia, August tak pernah sekali pun making love dengan siapa pun. Dia sangat menghormati Julia dan ingin hidup bersama dengannya.


“Apa Kakak pikir aku tidak lebih sakit hati bila tahu dibohongi seperti ini?” balas Julia. “Apa bisa dipastikan kalian tidak sembunyi-sembunyi tidur bersama sedang kalian masih satu maskapai dan bahkan satu team yang otomatis sering perjalanan dinas ke luar negeri menginap di hotel yang sama?” cecar Julia saat itu. Dia sangat sakit akan kenyataan dibohongi oleh August.


“Dia sudah di PHK, karena ketahuan selingkuh dengan pilot beristri. Dan istri pilot itu lapor ke maskapai. Aku juga tak mau berhubungan dengan sampah seperti dia lagi,” jelas August.


“Sampah? Bukankah kalian sama-sama sampah?” Julia langsung menembak August dengan pedas. Dia tak takut Nenden dan Prabu marah atas kata-kata yaang dia lontarkan.


Setelah debat lama antara Julia dan August yang disaksikan kedua orang tua August, Julia memutuskan akan memberi August satu kesempatan. Bila dikemudian hari August membuat kesalahan lagi, maka itu sudah final. Tak akan ada maaf, tak akan ada kata kembali menjalin hubungan. Semua langsung game over. Langsung END.


FLASH BACK OFF


\=============================================================================


SAMBIL TUNGGU BAB SELANJUTNYA, MAMPIR KE CERITA YANKTI LAINNYA YANG BERJUDUL WANTI TO MARRY YOU YAAA



==================================


YANKTIE   mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.


Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta