TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
SYARAT MUTLAK : AKU ENGGAK MAU DISELINGKUHI!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


“Bayinya sehat ya Pak. Panjang dan berat sangat baik. Usia hari ini delapan belas minggu Pak. Ibu ada keluhan?” tanya dokter itu ramah. Dia menjelaskan pada August mengira lelaki itu adalah suami Wulan.


August takjub melihat calon anak Wulan yang akan menjadi anaknya. Dia melihat gerakan dilayar monitor. Juga mendengar denyut jantung bayi itu. “Jenis kelamin sudah terlihat Dok?” tanya August antusias melihat calon bayinya.


“Belum Pak. Ini masih sembunyi,” dokter menunjuk sebuah titik tempat untuk mendeteksi kelamin bayi.


“Saya beri resep vitamin ya Bu. Banyak makan serat dan protein tinggi juga makanan yang mengandung zat kapur. Walau vitamin yang saya beri banyak mengandung kalk. Tapi kalau dari asupan segar akan lebih bagus,” dokter menasihati Wulan.


August menerima resep yang diberikan. Dia juga yang menyimpan hasil USG bayi Wulan dalam sling bag yang dia gunakan.


“Semoga bulan depan jenis kelamin bisa dilihat ya Pak. Kunjungan rutin bulan depan,” dokter berkata sebelum pasangan itu keluar ruangannya berganti dengan pasien berikutnya.


***


“Mas salah hitung saat isi data. Waktu Mas tanya kamu bilang ‘kan 13 minggu. Koq sekarang usianya sudah 18 minggu?” August bingung sendiri.


“Mas tanya usia kehamilan itu saat aku cerita tentang kehamilanku ke paklek. Saat baru pengumuman SMA. Aku enggak berani cerita ke paklek kalau belum lulus. Nah itu sudah sebulan lebih. Wong sekarang aku sudah kuliah koq,” jawab Wulan tenang. Wulan ingat pertama kali August tak sengaja tahu tentang kehamilannya di bengkel dulu.


“Rasanya baru kemaren ya,” jawab August tanpa merasa bersalah.


***


“Kita cari rumah makan yang asri dan sekalian bisa kita booking buat hari Senin Yud,” August memberi tahu Yudha. Mereka sudah menebus vitamin untuk Wulan.


“Kita butuh private room aja ‘kan? Bukan seluruh rumah makan?” Yudha memastikan, agar tidak salah mencari rumah makan untuk kebutuhan bosnya.


“Iya, private room yang agak besar agar bisa gampang ambil foto. Kita ‘kan cuma sepuluh sampe lima belas orang aja,” balas August. Dia ingin moment lamaran mempunyai dokumentasi yanag sangat baik.


“Ya sudah, kita b**ooking private room untuk lima belas orang aja. Tadi sambil nunggu saya sudah tanya-tanya resto yang bagus,” sahut Yudha dengaan pedenya.


Yudha langsung melajukan mobil kearah resto yang tadi dia sudah catat nama dan alamatnya. “Ini boss, kalau enggak cocok ada dua resto lain yang tadi direkomendasikan orang kantin rumah sakit,” Yudha menghentikan mobil disebuah resto besar yang terlihat asri.


“Kita makan siang disini sekalian lihat. Kalau memang cukup besar ya enggak perlu rewel cari yang lain. Waktu mepet enggak perlu rewel lah,” Wulan memberi saran pada August saat mereka berjalan berdampingan masuk ke resto.


“Sakit tau Yank,” rajuk August pada Wulan. Karena perempuan itu mencubit perutnya. Wulan merasa bersalah dan dia menggenggam erat tangan August sebagai permohonan maaf. August yang tahu Wulan masih sulit menerima dirinya, mengambil tangan Wulan dan mencium sekilas.


Seperti yang Wulan mau, akhirnya August setuju langsung membooking ruang private di resto tempat mereka makan siang.  Acara lamaran akan diadakan di hari Senin malam. Awalnya August ingin Senin siang tapi Wulan ada mid test jadi tak ingin membolos kuliah.


Selain tempatnya bagus, menu di resto ini juga banyak ragamnya dan rasanya enak. Wulan senang satu poin sudah selesai. Tinggal cari rumah tinggal dan membeli cincin nikah.


“Sweety, sebelum jauh melangkah, kamu harus tahu pantanganku. Aku takut hal ini membuatmu merasa bersalah bila Mas enggak kasih tahu kamu,” August sedang menikmati makan siang mereka kali ini.


“Kenapa Mas?” tanya Wulan cemas.


“Mas alergi udang. Jadi kerupuk udang, terasi atau apa pun yang terkait dengan udang. Mas takut suatu saat kamu masak lalu mas anfal karena enggak tahu kamu pakai bahan itu,” jelas August.


“Atau kamu jadi marah karena mengira Mas enggak doyan masakanmu, saat Mas tahu itu berbahan udang dan tidak memakannya.”


“Akan aku inget Mas. Makasih udah ngasih tau aku,” jawab Wulan. Dia akan catat dalam benaknya dan diberi bold agar tidak lupa. Dia tak akan membeli terasi dan kerupuk udang. Dia tak akan memasak menggunakan bumbu ebi atau udang kering.


“Mas, kita belum saling tahu. Aku mau kita saling terbuka agar enggak salah paham. Dan satu yang aku minta dari Mas. Satuuuuuuuuu aja. Aku enggak mau diselingkuhi!” itu syarat mutlak dari perempuan polos yang belum pernah satu kali pun pacaran.


August sadar, siapa pun tak mau diselingkuhi. Dia saja dulu diselingkuhi June merasa sangat sakit. Padahal dia dan June hanya hidup bersama tanpa menikah.tanpa kekuatan hukum agama dan negara.


Dan August juga ingat Julia yang tak pernah mau memaafkannya saat August selingkuh dengan April. Maka dikehidupan selanjutnya dia bertekad tak ingin melakukan kesalahan lagi. Dia berjanji akan menjadi lebih baik setiap harinya.


“Mas sadar, selama ini Mas sering salah langkah. Mas tahu sakitnya diselingkuhi. Dan Mas berjanji akan selalu setia. Mas sudah berubah dan tak mau jatuh dilubang yang sama,” jawab August pasti.


Sesungguhnya dia baru sekali selingkuh yaitu saat dengan April. August sosok yang selalu setia pada pasangannya. Sejak pacaran di SMA atau kuliah, atau saat hidup bersama dengan seorang peermpuan  memang August selalu setia.dia punya pasangan baru setelah berpisah dengan pasangan sebelumnya. Bodohnya dia terjebak oleh April saja sehingga dia selingkuh.


“Mas pernah janji akan terbuka tentang masa lalu Mas. Sebaiknya itu sedikit demi sedikit Mas beritahu ke aku. Agar aku enggak salah memandang Mas, bila dapat info dari orang yang enggak suka ama Mas,” Wulan kembali terlihat lebih dewasa dari August. Biasanya cerita orang sering berbumbu vetcin.


“Iya sayank, Mas akan ceritakan semuanya. Sekarang sudah selesai makannya? Bisa lanjut perjalanan?” tanya August. Yudha sengaja duduk memisahkan diri karena dia tahu August ingin bicara banak dengan Wulan.


“Ayo,” Wulan langsung berdiri. Augus membayar makanan hari ini dan juga membayar biaya booking tempat untuk hari Senin.


***


“Ini aja Mas,” Wulan menunjuk cincin pipih ada salurnya. Cincin yang sangat sederhana.


August suka akan pilihan Wulan. Simple! Sama seperti karakter perempuan itu. Dia pun menyetujuinya dan mereka mengukur jari mereka agar pas cincin yang mereka beli.


Mereka menunggu beberapa saat untuk ukir nama dan tanggal pernikahan dibagian dalam cincin. Selesai membayar mereka langsung keluar karena hendak mencari rumah untuk tempat tinggal mereka nanti.


***