
YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.
Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
\===============================================================================
“Aku mendengar dengan jelas semua ceritamu. Tentang kelakuan bibimu hingga kamu takut ijazahmu ditahan bila ketahuan hamil! Seharusnya, kalau mau cerita tentang rahasia, cari tempat terbuka. Di mana kamu bisa menjaga jarak dengan orang yang tidak kita inginkan bisa mendengar cerita kita. Karena bicara di mana pun akan bisa tersebar pada orang lain. Karena dibalik dinding kada tetap tidak aman karena dinding bertelinga. Yang teraman bercerita di lapangan sehingga kita bisa melihat siapa yang mendekat,” jelas August.
Dia mengingat kasusnya dengan June. Saat dengan santainya June bercerita dengan Grace tentang pergulatannya dengan lelaki lain selain dirinya. Kasus yang membuatnya putus dengan teman seranjang selama satu tahun. August tak menyangka bisa ditipu dan tidak mengetahui bila pasangannya berselingkuh padahal mereka tinggal satu apartemen.
“Jadi apa mau Bapak?” tanya Wulan lirih. Ada penyesalan sampai orang lain tahu tentang latar belakang kehamilannya. Dia bukan malu terhadap kondisinya. Dia hanya takut cita-citanya terhambat sebelum memegang ijazah SMA
“Seperti Laura, aku akan menolongmu. Kamu tak perlu berpikir yaang buruk. Kamu bisa terus mengejar cita-citamu. Kalau ada kesulitan, katakan saja padaku atau Laura. Masukkan nomor ponselmu disini,” perintah August sambil memberikan ponselnya pada Wulan. August membelokkan mobilnya ke sebuah rumah makan, tanpa bertanya.
“Kita makan dulu ya, saya sangat kelaparan. Dari pagi belum sempat sarapan karena enggak tahu bakal ganti ban,” tanpa meminta pertimbangan August turun. “Kamu pesan sendiri ya.” August mengambil nasi yang sudah disiapkan dan dia memilih lauk yang dia inginkan.
“Uda, minta juice alpokat dan teh hangat tawar ya,” pinta August pada pramusaji didekatnya. Wulan yang juga lapar segera mengambil lauk yang dia inginkan, tapi sebelumnya dia minta agar nasinya dikurangi karena nasi yang diambilkan pramusaji terlalu banyak.
“Saya minumnya lemon tea hangat saja,” pinta Wulan.
“Siapa nama lengkapmu?” tanya August penasaran. Karena tadi dia mendengar Wulan menyebut dirinya dengan nama Ndari.
“Wulandari. Ayah, ibu dan paklek serta simbah memanggil saya Ndari,” jawab Wulan.
“Mengapa kamu tinggal dengan Paklekmu?” tanya August.
“Ayah dan ibu saya meninggal saat saya kelas 3 SMP. Lalu saya ikut satu-satunya adik ibu. Hanya selama 7 bulan di kelas 3 SMP itu bibi menanggung uang sekolah saya. Sejak masuk SMA bibi tidak mau menanggung lagi. Dia bilang perempuan tak perlu sekolah tinggi-tingi. Nantinya toh ke dapur juga. Itulah sebabnya sejak SMA saya kerja untuk makan ongkos dan SPP. Kadang juga buat makan. Karena di rumah saya harus menyelesaikan semua pekerjaan sehingga tidak sempat makan. Sering saya membawa bekal sedikit yang sempat saya masak,” tanpa malu Wulan menceritakan kondisinya saat menumpang di rumah bibinya.
“Kamu belum jawab, berapa usia kehamilanmu?” desak August.
“Tiga belas minggu,” kemarin baru periksa diantar tehh Sukma,” jawab Wulan
“Dimana bea siswa yaang kamu dapatkan?” tanya August.
“Yang kebidanan di Jakarta, daerah Cempaka Putih. Yang fak Hukum di Bandung,” jawab Wulan.
“Kamu akan ambil yang mana?” cecar August.
“Inginnya di kebidanan, tapi kalau ambil itu, akan sulit karena pindah ke kota asing. Dan harus cari kerja. Sedang siapa yang akan memberi dispensasi pada pegawai baru yang sedang hamil? Bu Laura bilang saya disuruh istikharah. Kalau harus tinggal di Jakarta, nanti disuruh tinggal di rumah orang tua bu Laura atau rumah calon suaminya. Kedua orang tuanya juga bersedia memberi gaji pada saya,” jelas Wulan.
‘Dia memang benar bidadari dalam wujud manusia. Bahkan dia bersedia menampung ibu hamil yang ingin kuliah dan masih tetap memberi gaji,’ August makin kagum pada sifat Laura.
Selesai makan August membeli 2 macam lauk dalam jumlah cukup banyak untuk dibungkus. Kali ini dia juga tidak membeli su5u bayi dan diapers. Dia hanya mengirim dana ke rekening yayasan saja. “Ini, nanti buat di panti,” August menyerahkan lauk yang dia beli untuk dibawa oleh Wulan.
August perlahan menghentikan mobilnya dan mobil dia mundurkan perlahan sehingga mendekati tukang rujak bebeg itu. “Beli lah.”
“Hehe … walau sedang hamil saya enggak ngidam Pak. Bu Laura selalu memesan rujak bebeg atau rujak serut bila kami keluar rumah. Itu kesukaan bu Laura,” jawab Wulan.
“Tapi ini sudah berhenti. Beli lah untuk dimakan yang ada di panti. Tak enak dengan August yang sudah sengaja berhenti walau sudah kelewatan sehingga harus memundurkan mobilnya, maka Wulan pun membeli 5 cup yang pedes dan 5 cup yang tidak pedas. Tukang rujak sekarang memang menyediakan gelas mika kecil sebagai tempat jualannya. Tidak menggunakan pincuk daun pisang lagi.
‘Ternyata bidadari kecilku menyukai rujak bebeg. Ups … sejak kapan dia jadi milikku?’ August malah menerawang terlalu jauh.
***
“Assalamu’alaykum,” sapa 4 perempuan cantik saat memasuki ruangan ketika ketukan pintu yang mereka lakukan dijawab dengan izin untuk masuk.
“Selamat sore Pak,” hampir bersamaan Yuni, Nia, Vita dan Fanny memberi salam pada Bastian. Saat itu tak terlihat Julia di ruangan besar itu. Kelas VVIP memang berisi bed cukup besar untuk pasien, bukan brankar standart, bed penunggu, sofa juga ada meja makan serta kulkas kecil dan lemari serba guna tentunya.
“Sore,” jawab Bastian ramah. “Silakan duduk,” di ruang itu ada 3 kursi untuk pengunjung selain sofa.
“Julia pulang Pak?” tanya Yuni.
“Enggak, sedang di toilet. Baru mandi,” jawab Bastian.
“Betah ya Pak nginep sini?” goda Fanny, dia memang paling berani terhadap Bastian. Sesungguhnya Julia juga baru mengakui ada hubungan dengan Bastian saat dia sedang berada di Singapore dulu.
“Boro-boro betah. Punggung pegal. Untung sahabat kalian membuat saya agak nyaman menerima kejadian ini. Sebenarnya awalnya Topan sakit, disusul Guntur. Mereka 7 hari di rawat. Hari ke 4 saya tumbang juga. Dan baru semalam Julia tidur sini karena ayah dan ibu saya enggak bisa menemani. Mereka sibuk di rumah menemani si kecil dan kantor juga butuh pengganti selama saya terbaring,” tumben Bastian bercerita panjang lebar pada para pegawainya itu. Ke empat gadis itu tentu baru kali ini ngobrol dengan bigboss mereka. Biasanya mereka terlibat percakapan hanya formal di jam kantor. Yuni memang prnah satu kali ikut dengan bigboss meeting. Tapi tetap saja mereka bicara seperlunya.
“Hai, udah lama?” tanya Julia yang terlihat fresh sehabis mandi, rambutnya masih basah ditutup handuk yang digulung ke atas.
“Baru koq,” balas Nia.
“Aku tinggal sebentar ya, aku baru aja keramas, jadi mau salat ashar dulu,” pamit Julia pada keempat sahabatnya.
\===========================================================================
Sambil nunggu Yanktie update, baca cerita TAMAT milik yanktie ya
Judulnya CINTA KECILNYA MAZ
Bercerita tentang cinta tulus 2 anak kecil yang masih malu-malu mengakui. dan akhirnya cinta mereka terpaksa kandas karena sang perempuan harus nikah karena hamil diperkosa
Takdir akhirnya mempertemukan mereka kembali. akankah bisa Dini menghapus trauma berumah tangga dan menerima kekasih masa kecilnya?