
“Bisa ketemuan?” tanya Santi. Dia menelepon Ilyas menggunakan nomor baru, karena bila menggunakan nomor aslinya ilyas tak mau manerimanya.
“Maaf, saya sedang di Bogor hingga hari Minggu,” jawab Ilyas. Entah bagaimana caranya dia menghindar dari perempuan cantik ini. Buat apa cantik bila tebal muka? Sudah ditolak berkali-kali tetap saja mengejarnya.
Sejak hari Kamis memang ilyas tetirah di Bogor, di rumah keluarga almarhum ibunya. Dia merindukan sosok lembut sang ibu. Perempuan tangguh yang sukses mendidik dirinya menjadi pria sukses seorang diri. Sejak ayahnya meninggal ketika ilyas berusia 10 tahun, sang ibu tak mau menikah lagi. Sendirian dia membesarkan anak-anaknya hingga Ilyas dan Novia sukses seperti sekarang. Rumah ini ditinggali oleh Novia dan suaminya serta kedua anak mereka. Sebenarnya Kusdi suami Novia memiliki rumah di Cibeureum. Namun karena Kusdi bekerja di bank Raya Bogor, maka Ilyas meminta mereka mengisi rumah peninggalan orang tua mereka. Sedang Novia sendiri kepala sekolah di SMP di Pasir Kuda Bogor. Hari Rabu malam Laura jelas kembali menolak dirinya. Sehingga Ilyas memutuskan ingin refreshing. Dia sudah memutuskan tak akan lagi mengejar cinta Laura. Dia akan menata hatinya untuk menerima kekalahan yang dia hadapi. Tapi dia juga tak ingin menerima Santi atau siapa pun yang mengejar dirinya.
Sementara Laura santai saja sejak kemarin Ilyas kembali menyatakan cintanya. Dia suka Ilyas sebagai teman. Tapi bila untuk menjadi pendamping hidup, ilyas bukan sosok yang tepat. “Aku masih seperti saat kamu minta dulu, jawabanku masih sama dan akan selalu sama. Aku suka kamu sebagai teman, tapi tak bisa bila harus menjadi pendamping hidup. Please jangan menyiksaku dengan permintaanmu,” itu yang Laura sampaikan kemarin ketika malam-malam Ilyas datang ke rumah bibi Ganis.
***
Masih pukul 05.05 ketika Julia mengeluarkan mobilnya. Dia menuju kantornya. Diletakkan file-file berkas kerjanya. Julia juga memberikan password file di komputer mejanya bila Bastian ingin mencari data di sana. Lalu dia kembali ke rumah dan bersiap menunggu taksi ke bandara. Julia akan menikmati liburannya.
Semalam dia pamit pada bubu dan yayahnya akan liburan karena ambil cuti tahunan. Pada teh imah, Julia berpesan bila Bastian mencarinya bilang Julia sedang liburan. Julia memang mengambil trip 3 negara di sebuah biro perjalanan. Berjuta wacana berkelebat di benak Julia yang saat ini baru saja berkumpul dengan rombongan biro wisata yang diikutinya. Dia baru daftar mendadak kemarin sesampainya di rumah. Langsung membayar dan sekarang sudah berada dalam rombongan ini.
***
Pagi ini Bastian berangkat lebih pagi, dia ingin menyelesaikan masalahnya dengan Julia kemarin siang. Dia paling tak bisa bila tidak berkomunikasi dengan perempuan itu. Di meja ruangannya sudah tersedia file-file baru. Tanpa membuka, dia hanya melihat judul file dari atas ke bawah. Saat itulah dia melihat sebuah amplop coklat polos di tumpukan paling bawah.
“Astagfirullaaaaah, apa yang kamu lakukan YA?” Bastian terpaku melihat isi amplop coklat itu. Bastian segera menghubungi extension personalia, tapi belum ada yang mengangkat karena saat ini belum masuk jam kerja. Tak kehilangan akal, Bastian segera menghubungi satpam dan recepsionis. Dia meminta begitu Fanny datang, perempuan itu diminta langsung ke ruangannya.
‘Angkat Yank,’ pinta Bastian dalam hatinya saat terhubung dengan ponsel Julia. Tapi gadis itu tak mengangkatnya. “Masuk.” Bastian menjawab ketukan di pintu ruang kerjanya.
“Bapak memanggil saya?” tanya perempuan cantik di depannya seakan tanpa dosa.
“Kenapa kamu menandatangai surat resign Julia tanpa konsultasi dengan saya?” tanya Bastian geram.
“Selama ini prosedur surat pengunduran diri ‘kan tidak mewajibkan konsultasi dengan Bapak? Kalau dalam administrasi kepegawaian dia tidak bermasalah dan dalam administrasi keuangan dia tak memiliki hutang terhadap perusahaan, siapa pun ber hak mengundurkan diri ‘kan Pak?” jawab Fanny tenang. Sebenarnya Fanny tidak tenang, hanya berupaya terlihat tenang. Kemarin Julia sudah menceritakan semuanya. Sejak dia ditembak Bastian di depan kedua orang tua lelaki itu di Jogja.
“Dam_n” maki Bastian kesal. Dia memang tak pernah berpikir Julia akan semarah ini karena tak di jawab pertanyaannya dan tak membuka mulut saat akan disuapi. ‘Kamu kemana Yank?’ tanya Bastian dalam hati kecilnya.
“Saya tidak tahu Pak, tapi barusan saya lihat Julia bikin status kalau dia ingin melepas semua kepenatan dan fotonya berada di bandara penerbangan ke luar negeri,” jawab Fanny yang baru saja melihat ig_storry Julia. Padahal selain status di IG, Julia mengirim chat di group 5 sekawan kalau dia akan liburan ke 3 negara yaitu Singapore, Malaysia dan Thailand.
“Baiklah, kamu boleh keluar,” Bastian mengusir Fanny dengan halus.
***
‘Kamu koq enggak bilang-bilang mau liburan?’ tanya Yuni di group chat
‘Iya, bukan bikin planning liburan bareng ber 5,’ cetus Vita.
‘Idem, enak kali kalau kita bisa liburan bareng ber 5,’ Nia ikut nimbrung.
Hanya Fanny yang tak berkomentar. Dia tahu alasan Julia berlibur, dan baru dia serta pak Bastian yang tahu Julia resign. Dia japri ke 4 temannya. ‘Makan siang wajib kumpul! Aku mau kasih tau soal kepergian Julia. Dan jangan bahas ini group karena di sana ada Julia.’
***
Fanny memandang ke 3 temannya dengan sendu. Dia menceritakan semua tentang Julia dan meminta semua keep silent. Berita mundurnya Julia tak boleh ada yang tahu, karena pak Bastian akan berupaya menarik kembali kekasih hatinya itu. Tadi memang Bastian berpesan tak boleh ada yang tahu soal resignnya Julia. Tentu saja ke 3 temannya tak percaya kalau selama ini Julia sudah menjadi kekasih Bastian bahkan dua hari lalu Bastian sudah minta akan melamarnya resmi. “Ingat, bila berita mundurnya Julia bocor, kita ber empat tersangka utamanya,” ancam Fanny.
Tak ada yang menjawab, mereka sedih karena team mereka berkurang. Mereka juga sedih karena tahu, Julia baru saja disakiti oleh tunangannya, sekarang harus sakit hati lagi oleh lelaki.
\=============================
YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.
Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta