
YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.
Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
***\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= ***
“Abang juga enggak ngajak dia ke kamar Nazwa. Saat itu Abang baru saja memberi Nazwa obat. Saat itu Faiza Abang tinggal di ruang tamu. Lalu dengan tak tahu malunya dia menyusul Abang ke kamar Nazwa tanpa peduli atau bertanya pada Nazwa tentang sakitnya. Tak ada attensi sama sekali melihat Nazwa sakit. Tentu Abang bisa menilai dia bukan calon ibu yang baik. Kalau dia ingin Abang menjadi suaminya, seharusnya dia berbasa basi pada calon anaknya. Tapi itu tidak dia lakukan. Dia hanya bergayut dilengan Abang seperti yang kamu lihat saat kamu masuk kamar Nazwa. Melihat kalian ingin bercerita, Abang mengajak Fahri dan Faiza keluar. Eh Abang malah dapat kejutan karena dengan seenaknya dia meminta si bibik atur makan malam untuknya. Dia bertindak seakan dia sudah menjadi nyonya rumah. Tadinya Abang pikir dia akan mengajak Fahri dan Nazwa makan bersama, ternyata dia tak peduli. Kamu lihat sendiri ‘kan selanjutnya. Itu sebabnya Abang tidak memanggil Fahri dan Nazwa ikut makan bersama dia. Karena Abang tahu anak-anak akan makin terluka melihat kelakuannya. Abang saat itu sedang mencari cara bagaimana bisa menendangnya. Bukan Abang diam karena membenarkan kelakuannya. Abang tidak seburuk itu. Selama ini Abang hidup untuk anak-anak. Tak mungkin Abang berubah hanya karena kedatangan seorang perempuan.” hampir tuntas cerita Syahrul.
“Malamnya sehabis kamu pulang, tak lama dia juga pulang. Dia tidak bertanya kamu siapa, koq bisa dekat dengan anak-anak atau apa pun. Kalau dia emang ingin jadi istri Abang, setidaknya dia bertanya karena cemburu. Ini sama sekali tidak dia lakukan. Saat Abang ke atas untuk melihat kondisi Nazwa, saat itu Nazwa hanya bilang : segitu cintanya daddy sama tante itu, sampai ngasih tahu alamat rumah ini. Sedang sama mommy aja daddy enggak pernah bawa kesini! Tentu Abang enggak berpikir untuk diskusi dengan Nazwa saat itu. Dia sedang sakit, jadi Abang akan bicara nanti ketika dia sembuh. Ternyata Nazwa malah nekat kabur sebelum Abang cerita kalau Abang sudah mengetahui kebusukan neneknya dan Faiza,” jelas Syahrul.
“Kebusukan macam apa? Saya boleh tahu?” tanya Laura
***
Bik Iyah memberi catatan yang harus Namira beli esok hari, juga uang belanjanya. Dia juga memberikan kunci motor. “Ingat Neng, hati-hati. Dan jangan pernah melawan Aden. Dia enggak suka dibantah. Dia sudah berpesan jangan bawa Ilham kalau antar dan jemput neng Nindi. Jadi jangan pernah ngerasa enggak enak ama bibik. Kita semua sama di mata den Ilyas. Kita wajib ngikutin perintah den ilyas.” Bik Iyah adalah seorang perempuan separuh baya yang sudah ikut ibunya ilyas sejak muda. Dia dan kakaknya yang sekarang ikut Novia. Mereka pernah berumah tangga, tapi bik Iyah belum pernah punya anak sehingga suaminya menduakan lalu meninggalkannya tanpa surat cerai. Sedang kakaknya bisa berumah tangga dengan suaminya hingga sang suami meninggal. Sang kakak punya 2 anak dan 3 cucu. Tapi dia tetap lebih senang ikut Novia dari pada tinggal dengan anaknya.
“Iya Bik, saya sudah sangat bersyukur dibantu seperti ini oleh den Ilyas. Tak pernah terpikir bisa melihat Nindi sekolah lagi dan saya tak perlu repot mencari uang untuk makan kami serta untuk bayar kamar. Saya akan selalu menurut juga akan membantu apa pun yang bibik butuhkan. Bibik saya mohon mau membimbing saya agar saya tidak salah langkah. Saya juga mohon bibik sabar membantu saya,” sahut Namira.
“Memang keluarga Aden seperti itu. Dulu bibik dan kakak juga diambil ibunya Aden saat kami masih seumur Nindi dan ibunya Aden belum berumah tangga. Jadi maaf, jangan pernah berpikir dia membantu karena suka dengan kita. Karena memang sudah watak Aden dan keluarganya seperti itu,” jelas bi Iyah.
“Mana mungkin kepikir Aden menolong saya karena suka. Bahkan Aden menolong sebelum bertemu saya Bik. Dia menolong Nindi dan ilham yang sedang menangis karena saya tinggal mencuci. Karena saat itu saya sudah tak punya uang sama sekali untuk kami makan.” Namira menerangkan kenyataan saat Ilyas menolong dirinya.
***
“Ibu tiri saya sengaja menjodohkan keponakan jauhnya agar bisa menjadi istri saya. Dia bilang Faiza seorang gadis yang bekerja sebagai guru TK dan sarjana pendidikan yang baru datang ke Bandung saat akan berkenalan dengan saya. Padahal kenyataannya dia seorang janda anak 1 yang sudah 4 tahun tinggal di Bandung dan hanya tamat SMK,” jelas Syahrul menjawab pertanyaan Laura.
“Abang enggak persoalkan dia seorang janda atau hanya lulusan SMK. Tapi Abang enggak suka dibohongi. Sepertinya ibu dan dia ingin mengeruk harta Abang seperti yang ibu lakukan pada almarhum ayah. Untungnya ayah dulu sadar sehingga ibu hanya dapat rumah type 21 yang jadi mahar pernikahan. Serta sebuah motor matik yang biasa digunakan untuk operasional ayah sehari-hari. Selebihnya semua tidak diubah. Masih atas nama mama kandung saya dan kami anak-anak ayah,” jelas Syahrul selanjutnya.
“Kan sudah Abang bilang. Abang sedang cari peluru untuk meredam. Tapi Nazwa sudah kabur duluan. Sedang semua data itu Abang dapat setelah malam kamu pulang dari rumah Abang. Abang keqi kamu blokir nomor Abang, maka Abang percepat bergerak. Baru dapat datanya, eh Nazwa malah kabur. Bikin Abang tambah bingung aja,” Syahrul mencoba mengajuk hati Laura.
“Lalu sudah malam seperti ini dan Nazwa belum ketemu kenapa kamu malah asyik bercerita di sini? Mengapa tidak terus mencari?” Laura baru sadar sudah cukup lama mereka bertukar cerita.
“Enggak perlu dicari. Saat melihat kamu enggak kaget ketika Abang tanya keberadaan Nazwa, Abang tahu, kamu pasti sudah tahu di mana Nazwa berada. Kamu akan panik dan langsung mengajak Abang mencari bila memang kamu tidak tahu di mana Nazwa!” dengan santai Syahrul memakan kacang yang ada dalam sekotengnya. Laura baru sadar, benar dia pasti akan panik dan mengajak Syahrul segera mencari keberadaan Nazwa bila dia tidak tahu di mana gadis kecil itu.
‘Aaah, dia bisa menduga sangat tepat,’ batin Laura sambil tersipu malu. “Tadi kamu bilang, kamu keqi karena saya blokir nomormu sehingga kamu mempercepat bergerak. Memang kenapa? Apa kalau saya enggak blokir kamu akan santai aja cari cara untuk menyingkirkan perempuan yang sudah membuat Nazwa demam dan Fahri marah?”
“Dari mana kamu tahu Fahri marah? Apa dia juga bilang?” tanya Syahrul putus asa. Dia tak menyangka kedua anaknya sebegitu terlukanya karena dia membiarkan Faiza mengacak-acak tatanan hati mereka.
“Saat mengantarku ke mobil Fahri bilang dia bilang benci daddy dan perempuan itu. Aku sudah menasehatinya. Tapi enggak tahu bagaimana kelanjutan sikapnya,” tanpa sadar Laura mulai ber AKU lagi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sambil nungggu yanktie update bab baru, baca cerita milik teman yangktie ini yaaaaaa
judul cerita WANITA BAAHU LAWEYAN, penulis HARYANI pastinya hanya di NOVELTOON/MANGATOON ya
Cerita singkatnya seperti ini : Terlahir sebagai putri seorang ningrat, terbiasa dengan aturan yang begitu ketat membuatnya susah didekati kaum Adam.
Terpaksa menikah karena perjodohan, tetapi sebelum pernikahan terjadi sang mempelai pria justru meninggal karena hal mistik.
Konon karena ia adalah perempuan spesial dengan sebutan "Bahu Laweyan". Akankah ia mampu bertahan di atas kutukan yang tidak pernah ia minta?