
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Apa kita enggak boleh kalau hanya melihat aja Oma?” tanya Nazwa.
“Enggak boleh sayang, kata orang nanti enggak manglingi. Kita enggak akan kaget terpesona akan perubahan yang terjadi.
“Abang, apa nanti bisa menjalankan ritual sungkeman?” bisik Gerhard. Karena sebelum ijab akan ada sungkeman terlebih dahulu.
“Bisa Pi. Tolong bantu saat saya harus mengawali jongkok saja, lalu nanti ke orang berikut saya akan berjalan dengan lutut, hingga di orang terakhir. Baru bantu lagi saya berdiri,” sahut Syahrul. Karena memang yang luka adalah tulang keringnya, sehingga untuk prosesi sungkem dia masih bisa lakukan.
“Baik, nanti biar Papi yang akan bantu kamu. Karena Papi dan Mami kan bukan yang termasuk disungkemi,” sahut Gerhard.
***
Musik Sunda mulai mengalun di luar, suasana sakrla pengantin adat Sunda mulai terasa. Waktu masih pikul 09.00. sudah ada beberapa tamu yang hadir karena mereka ingin melihat acara sakral ijabnya. Bukan hanya sekedar datang.
Pukul 09.34, Ariano dan Shanum datang hampir bersamaan dengan Ilyas dan Namira. Rekan-rekan dokter di rumah sakit Syahrul sudah banyak yang datang. Tentu saja beberapa Ilyas kenal. Dan semua dokter yang bekerja sama dengan panti asuhan juga sudah lengkap.
Notaris, lurah, polisi dan banyak jajaran pemerintahan yang diundang Laura dan wak Ganis juga mulai datang. Ada sebuah layar besar di depan agar semua tamu bisa melihat prosesi ijab nanti.
Wulan datang dengan wak Jum dan Kemuning. Detik-detik terakhir sang satpam lingkungan bilang tak bisa mengantar karena sakit perut bersamaan dengan chat Kemuning. Wulan langsung bertanya apa Kemuning bisa mengantarkan dirinya karena August tak membolehkan dirinya pergi dengan taksi online padahal yang menikah adalah mantan bossnya di panti asuhan.
Untungnya Kemuning bisa, dia segera berganti baju agar pantas datang ke kondangan lalu menjemput Wulan dan menemani sahabatnya itu.
‘Mas, saat aku sudah siap berangkat, pak Satpam ngasih tau enggak bisa antar. Jadi aku dan wak Jum ditemani Kemuning. Saat ini kami sedang di jalan,’ Wulan langsung melaporkan kondisi terakhir pada August. Dia tak mau suaminya marah bila mengetahui dari orang lain.
“Para tamu yang terhormat, pertama kami sampaikan Assalamu’alaykum dan salam sejahtera bagi kita semua. Saya MC khusus acara pagi ini mewakili tuan rumah mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua di acara akad nikah dokter Syahrul Wirawan Alamsyah dengan Laura Maheswari Dewi Kesuma.”
“Pertam-tama tentu kita panjatkan syukur pada sang Pencipta karena kita diberi kesehatan hingga bisa hadir di acara kali ini. Saya bacakan rangkaian acara yang akan kita lakukan pagi ini ya. Pertama kedua calon pengantin akan menghaturkan sungkem pada kedua orang tua pengantin putri dan sesepuh lainnya, lalu langsung ke acara pokok yaitu akad nikah dan selanjutnya langsung ramah tamah dan makan siang.”
“Bismillah, acara pertama akan kita mulai. Kita lihat semua orang tua sudah bersiap masuk ke lokasi sungkeman. Semoga semua hadirin yang di luar bisa jelas melihat dari layar lebar yang sudah disediakan ya. Yang pertama masuk adalah bapak Gerhard Wijaya yang akan mewakili keluarga dokter Syahrul. Beliau diikuti oleh ibu Mieske yang pagi ini bertindak sebagai ibu mempelai lelaki,” rupanya ada perubahan.
Gerhard dan Mieske Syahrul minta sebagai pengganti kedua orang tuanya yang telah tiada.
FLASH BACK ON
“Abang, apa nanti bisa menjalankan ritual sungkeman?” bisik Gerhard. Karena sebelum ijab akan ada sungkeman terlebih dahulu.
“Bisa Pi. Tolong bantu saat saya harus mengawali jongkok saja, lalu nanti ke orang berikut saya akan berjalan dengan lutut, hingga di orang terakhir. Baru bantu lagi saya berdiri,” sahut Syahrul. Karena memang yang luka adalah tulang keringnya, sehingga untuk prosesi sungkem dia masih bisa lakukan.
“Baik, nanti biar Papi yang akan bantu kamu. Karena Papi dan Mami kan bukan yang termasuk disungkemi,” sahut Gerhard.
“Pi, apa saya bisa minta tolong?” tanya Syahrul lirih.
“Katakan, kalau Papi bisa akan Papi lakukan untukmu,” sahut Gerhard tulus.
“Saya tahu siapa Papi dan Mami bagi Laura. Dan kedua orang tua kandung saya telah tiada. Bisa kah pagi ini Papi dan Mami yang bertindak sebagai orang tua saya dan kami sungkem pada mami dan papi?” pinta Syahrul.
Gerhard tak bisa berkata-kata. Dia memeluk erat Syahrul dan mereka terisak bersama. Sepeninggal Tommy tiga tahun lalu, baru kali ini Gerhard kembali menangis haru. Bukan sedih, tapi bahagia. Dia langsung memberitahu Mieske juga Anjas dan Claudia.
FLASH BACK OFF
“Di belakang ibu Mieske, selanjutnya masuk opa Greg, beliau adalah opa kandung calon mempelai perempuan dari garis mamanya. Diikuti oleh ibu Harini Kesuma yaitu nenek mempelai perempuan dari garis papanya,” Mc memberitahu siapa yang mulai masuk ke lokasi sungkeman berikutnya.
“Yang kini anda lihat adalah uwak Ganis Kesuma, kakak perempuan dari ayahnya mempelai perempuan diikuti oleh pasangan Anjasmara Kesuma dan Claudia Hopmans orang tua pengantin perempuan,” MC kembali memberitahu semua hadirin sosok yang telah duduk rapih di kursi yang telah disiapkan untuk acara sungkeman sebelum prosesi akad nikah.
Terlihat Laura dan Syahrul jalan berdampingan dengan senyum manisnya. Tak ada yang tidak terpesona melihat Laura pagi ini. Gadis cantik keturunan Belanda German Sunda yang memang sudah sangat cantik tanpa riasan, kali ini tampil memukau dengan pakaian pengantin adat Sunda. Disebelahnya berdiri pria mapan dan gagah dengan pakaian pengantin pria adat Sunda juga. Sangat serasi. Keduanya cukup lama berdiri untuk memberi kesempatan para juru foto membuat foto pertama penampilan merka pagi ini.
Nazwa dan Fahri yang duduk paling depan di ruangan itu tak bisa bicara apa pun saat melihat mimpi mereka sebentar lagi akan menjadi kenyataan. The dream come true,” itu yang ada di benak polos mereka kali ini.
Mereka akan mempunyai mommy yang sangat mereka sayangi dengan real dan tidak ketakutan batal lagi karena sudah akan sah. Kalau dulu mereka selalu was-was apakah Laura bisa menjadi ibu mereka sesungguhnya. Mereka tak akan takut diambil oleh Ida ibu kandung yang telah membuang mereka sejak sebelum bercerai dengan ayah mereka.
‘Dia teramat manis, aku bahkan tak rela dia menjadi milik orang lain,’ batin Ariano
‘Aku akui dia sangat cantik. Pantas dulu aku tergila-gila padanya. Untung aku bisa segera sadar cinta tak mungkin terjadi bila hanya sebelah pihak saja. Buktinya banyak yang mengejar diriku dan aku menolaknya. Syukur aku bisa menemui belahan jiwaku saat ini,’ Ilyas memandangi layar lebar dimana Laura terlihat sangat cantik.
***
“SAH?” tanya penghulu pada dua saksi dari masing-masing pihak. Sebelum kedua saksi menjawab, para hadirin sudah berteriak SAH!
“SAH!” jawab saksi pihak pengantin perempuan.
“SAH!” begitu pun saksi pihak lelaki menjawab pertanyaan penghulu.
Bastian mengucap syukur. Semua yang dia takutkan selama satu minggu tak terjadi. Dia telah berhasil mengucap janji suci dengan Julia. Saat ini istrinya sedang berjalan keluar dari kamarnya menuju ke ruang akad nikah untuk salim padanya dan juga memasang cincin pernikahan mereka serta tentu saja menanda tangani buku nikah mereka.
Bastian tak percaya melihat Julia dibalut kebaya Biru muda dan kain biru tua keluar menghampirinya. Aura kecantikan istrinya sangat memancar. Ya. Sekarang dia bisa menepuk da-da dan mengatakan kalau Julia adalah istrinya.
Bastian sendiri juga mengenakan kemeja biru muda dan celana bahan biru tdonker. Nuasa biru memang pilihan Julia dan Bastian untuk acara akad nikah mereka pagi ini. Seluruh keluarga besar juga menggunakan seragam biru. Acara akad dimulai sejak jam delapan pagi tadi.
Kharisma atau Risma sejak tadi melihat acara sakral itu. Disebelahnya Dade mentranlate semua prosesi yang memang menggunakan bahasa Sunda. Kalau menggunakan bahasa Indonesia, Risma masih mengerti sedikit-sedikit karena ibunya adalah keturunan India Melayu.
Bastian memang meminta agar acara akad nikahnya menggunakan bahasa pengantar bahasa Sunda sepenuhnya. Nanti di gedung baru akan menggunakan bahasa Indonesia bercampur Sunda.
“Akhirnyaaaaaaaaaaaaa, genks kita pecah telur,” Vita langsung berbisik tapi cukup keras sih. Ketiga temannya jelas mendengar. Mereka berlima dan hari ini satu rekan mereka sudah menikah dan satu lagi akan meyusul dua minggu lagi Di Solok. Tinggal dirinya, Nia dan Yuni yang belum. Nia rasanya akan segera menyusul karena mamanya sudah menjodohkan teman mereka itu.
“Kamu cepat cari gebetan,” Harus langsung mengomentari kalimat Vita.
“Ih Bapak, mentang-mentang mau nyusul, sombong,” jawab Vita. Dia memang tetap memanggil Harun dengan sebutan Bapak walau lelaki itu sekarang cukup akrab dengan mereka.
“Ha ha ha … bener banget Vit, mentang-mentang sedang on going ya,” timpal Yuni.
Fanny hanya tersenyum melihat tunangannya di skak mat oleh Vita. Dia tak marah. Karena memang seperti itu persahabatan mereka selama ini.
“Ayok ah kita kasih ucapan selamat. Habis itu kita makan dan bersiap ke hotel tempat acara resepsi,” Nia mengajak teman-temannya untuk menghampiri pengantin baru itu.
Sore nanti mereka akan dirias oleh MUA dan malamnya akan bertugas menjadi penerima tamu. Tentu saja dengan pasangan masing-masing. Vita dan Yuni akan berpasangan dengan kerabat Bastian atau Julia. Sedang Nia akan berpasangan dengan calon yang telah dijodohkan oleh mamanya walau dia belum menerima. Hitung-hitung ajal saling kenal.
\=========================================================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL UNREQUITED LOVE YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta