TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
CINTA SEUJUNG KUKU



YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.


Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


\=====================================================================


 Bastian mengangkat dagu Julia agar bisa menatap matanya. “Maafin A’a. A’a enggak mau berjanji, tapi akan selalu berupaya merubah semua sifat buruk A’a. A’a minta kamu sabar dan selalu mau menegur bila A’a salah. Hanya kamu yang A’a mau dan A’a yakin hanya kamu yang bisa mendampingi A’a. Maafin ya?” pinta Bastian tulus.


Julia menatap mata elang didepannya yang terlihat seperti kalah perang. Dia melihat sorot kejujuran dan penyesalan di keteduhan mata itu. Dia hanya tersenyum dan mengecup kedua mata Bastian. Entah mengapa dia berani melakukan hal ini. Dulu dengan August dia belum pernah berani.


Bastian memeluk erat kekasihnya. Dia sadar banyak kesalahan yang telah dia lakukan. Dia tak ingin seperti August yang kehilangan Julia. Dia akan menjaga Julia dengan baik. “I love you honey,” bisik Bastian ditelinga Julia.


“Love U more,” balas Julia yang membuat Bastian kaget. Baru kali ini Julia berani menyatakan cinta padanya walau berupa jawaban dari pernyataan cintanya. Andai Bastian tahu perlakuan mencium pipi dan matanya pun baru Julia lakukan hanya pada dirinya. Tentu dia akan ke ge er an.


“Kamu tahu? Cintaku padamu hanya sebesar ujung kuku. Namun jangan pernah disepelekan! Karena biar dipotong sampai habis, dia akan tumbuh kembali!” balas Bastian.


***


‘Miss u so much,’ Syahrul mengirim reply chat di status yang Laura buat di WA nya. Laura memposting design baju nikah adat sebagai bahan promosi. Dilihatnya Laura membaca chat yang dia kirim tapi no respon. Sudah biasa hal ini dia rasakan. Tapi setidaknya dia sudah menyampaikan apa yang dia rasa. Syahrul memejamkan matanya, dia sudah menyelesaikan pemeriksaan hari ini.


Tanpa terduga dia dengar nada panggil masuk dari nomor special karena bunyi deringnya berbeda. “Assalamu’alaykum,” Syahrul langsung menggeser tombol terima dan memberikan salam.


“Wa’alaykum salam. Abang di mana?”


“Masih di rumah sakit. Baru selesai periksa pasien,” jawab Syahrul lembut. Dia tak menyangka mendapat panggilan telepon ini.


“Sudah makan?”


“Belumlah. ‘Kan baru selesai periksa. Keluar ruangan aja belum,” jawab Syahrul lugas. Tapi sambungan itu terputus. Syahrul memperhatikan ponselnya yanag tetiba mati karena lowbat.


“Aaarrrggggggh,” tentu saja Syahrul kesal karena kecerobohannya. Dia bergegas menyolokkan ponselnya untuk dicharge. Dia memang menyimpan satu charger di ruangannya ini.


“Masuk,” jawab Syahrul tegas karena sedang marah atas kebodohannya sendiri saat mendengar ada yang mengetuk pintu ruangan poli anak.


“Bang,” sapa seorang gadis yang masuk ruangan dokter Syahrul, tapi pemilik ruangan tak mempedulikannya.  Syahrul yang mendengar panggilan itu tentu saja kaget. Dia hampiri tamunya dan memeluknya erat.


“Tumben datang kesini,” Syahrul mengecup kening perempuan cantik dipelukkannya.


“Orang lain boleh datang ke sini tiap hari dan aku baru datang sekali ke sini lalu Abang bilang tumben? Apa aku enggak boleh datang ke sini?” protes perempuan itu.


“Aku bawakan makan siang buat Abang. Kita makan yok,” ajak tamu dokter Syahrul.


“Apa kamu pulang cepat dari butik?” tanya Syahrul. Perempuan itu adalah Laura yang memang sedang di kota Bandung. Jarak Cimahi ke Bandung memang hanya 14,2 KM. Tapi dengan kondisi kemacetan Bandung tentu malas bagi yang tidak berkepentingan untuk ikut terjebak di jalan raya. Lewat tol pun butuh waktu minimal 35 menit untuk sampai dari Cimahi ke Bandung. Belum lagi jika sudah keluar dari tol dan menapaki jalan bukan tol.  Hari ini Laura memang sedang di Bandung, tapi entah mengapa tetiba dia ingin bertemu dengan Syahrul. Dia sudah di depan rumah sakit ketika chat Syahrul masuk ke ponselnya. Untuk memastikan posisi Syahrul dia sengaja menghubunginya. Sayang belum selesai pembicaraan sambungan telepon terputus. Ketika dia masuk ruangan dia tahu mengapa tadi terhenti. Karena dilihatnya Syahrul sejak mengisi daya ponselnya.


Laura mengeluarkan nasi dan ayam geprek dan nasi ayam bumbu lada hitam yang dia beli di depan butiknya. Sengaja pula dia beli ayam bumbu lada dan ayam geprek yang tanpa nasi beberapa porsi untuk tambah lauk bila Syahrul kurang ayamnya. Juga untuk dibawa pulang bagi Nazwa dan Fahri.


‘Kamu memang beda, kamu datang membawakan aku makan siang dan selalu bawa buat Nazwa dan Fahri. Sedang Faiza datang selalu minta dibayari makan siang dan tak pernah peduli anak-anakku,’ Syahrul pun mengambil kotak nasi yang sudah Laura buka untuknya.


“Mau tambah ayamnya? Ini aku sengaja beli yang tanpa nasi. Selebihnya tolong bawakan untuk kakak dan ade di rumah,” cetus Laura.


‘Kamu enggak tahu, sejak tadi aku minta driver mengantar anak-anak ke sini sepulang sekolah,’ batin Syahrul sambil tersenyum mendengar kata-kata Laura barusan. Dilihatnya Laura mengambil sepertiga nasi dikotak ang dia beli dan dipindah ke piring dan sisanya dia tutup kembali agar tidak tercampur dengan bumbu ayam. Laura memang tak ingin membuang-buang makanan. Mereka hanya bercerita tentang hal umum. Tak ada pembicaraan tentang kedekatan mereka atau tentang anak-anak Syahrul. Pembicaraan dua hal itu tentu akan memicu pertikaian dan pada kesempatan kali ini Laura mau pun Syahrul sengaja menghindari dua topik rawan itu.


Laura baru saja mencuci tangan selesai makan saat terdengar ketukan di pintu. “Masuk,” sahut Syahrul.


“Assalamu’alaykum,” sapa seorang gadis kecil dengan ceria. Dia menghampiri sang ayah dan mencium tangannya. “Mommy ……,” pekiknya. Karena tak menyangka melihat ada sosok pujaan hatinya sedang mencuci tangan di wastafel.


“Cantiknya Mommy,” Laura pun tak kalah kaget ternyata ke dua anak Syahrul menyusul kemari.


“Apa kamu menyuruh mereka datang karena ada aku?” tanya Laura saat dia memeluk Fahri.


“Aku sudah menyuruh mereka datang sejak tadi. Itu lihat ponselku belum aku nyalakan. Dia lowbat saat kamu hubungi aku sehingga kita enggak selesai bicara tadi,” Syahrul menunjuk ponselnya yang masih di charge.


‘Iya juga sih, sejak aku datang dia sama sekali tak memegang ponselnya sama sekali,’ batin Laura. “Kalian sudah makan belum? Mommy banyak beli lauk untuk kalian. Tapi enggak ada nasinya,” Laura bertanya pada Fahri dan Nazwa.


“Nasimu tadi kan enggak diacak-acak. Itu bisa dimakan koq. Dan ada nasi jatah makan siangku dari rumah sakit yang tadi aku suruh antar ke ruangan karena aku malas jalan ke cafe rumah sakit,” Syahrul memberi solusi untuk makan siang kali ini.


Laura menyiapkan makan kedua anak Syahrul dengan telaten. “Ade mau tambah ini enggak?” tanya Laura, karena jatah makan Syahrul sudah lengkap ada sayur dan lauknya.


“Pengen sih ayam bumbu lada hitamnya. Tapi nanti aja Mom. Aku tambah sambal gepreknya aja dulu,” sahut Fahri. Lelaki kecil ini darah Padangnya sangat kuat, dia penyuka pedas.


“Kakak mau ayam geprek atau ayam bumbu lada hitam?” tanya Laura pada Nazwa.


\=================================================================


Sambil nungggu yanktie update bab baru, baca cerita milik teman yangktie ini yaaaaaa


judul cerita  TERPAKSA MENIKAHI MANTAN NAPI  penulis UNCHI   pastinya hanya di NOVELTOON/MANGATOON ya