TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
DUA POIN KUNCI



YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.


Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


\=============================================================================


Tapi sejak Fahri umur satu tahun aku mulai melihat Ida berubah. Itu berawal saat dia aku ajak ke pertemuan rekan sejawat. Sejak Fahri usia 2 tahun Ida benar-benar sudah “tak ada” lagi di rumah. Badannya ada, tapi tidak dengan pikiran dan cintanya. Saat itu aku mulai memintanya “kembali”. Setidaknya untuk Nazwa dan Fahri. Tapi dia tetap bergeming sehingga aku memutuskan menggunakan 2 baby sitter agar anak-anak terurus dengan baik,” lanjut Syahrul.


“Kamu belum pernah tahu cerita ini sejak awal ‘kan?” tanya Syahrul dan Laura hanya menjawab dengan gelengan kepala.


“Tak disangka, saat Fahri berusia 2,5 tahun Ida melayangkan gugat cerai. Aku berupaya menahan dengan tidak menandatangani berkas cerainya. Tapi sayang hanya bisa 5 bulan. Diusia Fahri 3 tahun Ida keluar dari rumah dan menggugat cerai tanpa kehadiranku. Saat itu aku diputus cerai tanpa pernah hadir. Dalam hasil keputusan disebut anak-anak diasuh bersama. Aku banding dan meminta hak asuh jatuh ke tanganku. Dengan alasan Ida meninggalkan rumah tanpa anak-anak, dengan bantuan KPAI, aku perjuangkan nasib anak-anakku. Karena sejak Ida masih di rumah saja dia tak peduli dengan anak-anak. Akhirnya saat Fahri berusia 4 tahun keputusan resmi keluar. Anak-anak dalam asuhanku,” jelas Syahrul.


“Alasan ida minta cerai dariku adalah aku terlalu sibuk sehingga tak punya waktu untuknya. Ternyata yang sebenarnya adalah dia kembali ke mantan pacarnya, cinta sejatinya. Pria yang membuatnya cuti di semester ke 3 karena hamil di luar nikah! Aku baru tahu tentang hal ini 2 tahun lalu. Aku baru tahu ternyata Ida pernah hamil duluan ketika masih mahasiswa!” keluh Syahrul.


Laura merasakan ‘sakit’ yang Syahrul alami. Mengetahui kebohongan demi kebohongan dari mantan istrinya.


“Sejak itu aku tak pernah sekali pun bertemu Ida, setahuku dia tinggal di Lampung bersama keluarga barunya, dan yang aku tahu dia punya bayi sekitar 3 tahun lalu. Jadi dia langsung hamil sejak perceraian kami,” lanjut Syahrul. Laura masih bersabar menunggu cerita Syahrul tentang hubungannya dengan Ida terakhir ini.


“Dan aku baru bertemu lagi dengannya di rumah makan saung bunda selepas kami dari panti ketika itu. Di depan anak-anak dia minta hak asuh mereka. Aku jawab silakan dia maju ke pengadilan, aku akan meladeninya. Hanya itu pertemuan kami terakhir,” Syahrul menyudahi cerita hidupnya dengan sangat berat.


“Serius sesudah itu Abang enggak pernah bertemu lagi?” selidik Laura.


“Demi Allah, memang itu yang terjadi. Apa dia menemui anak-anak? Apa dia mendekati mereka?” Syahrul bertanya dengan geram.


“Aku akan cerita. Tapi Abang harus tahan emosi dan jangan memutus ceritaku. Sama seperti aku yang sabar dan tidak memutus cerita Abang tadi. Bisa?” tantang Laura dengan sabar. Dia tahu Syahrul geram karena mantannya mendekati anak-anak mereka.


“Iya, aku akan diam,” janji Syahrul.


“Waktu di rumah sakit Nazwa cerita, ibunya datang ke sekolahnya dan meminta Nazwa hidup dengannya. Menurut Nazwa sang ibu sudah kehilangan anaknya dan sudah tidak bisa punya anak lagi. Itu dari beberapa kali pertemuan yang dilakukan Ida ke Nazwa tiap Nazwa pulang sekolah. Ida menemui Nazwa di depan gerbang sebelum gadis itu naik ke mobil. Tidak seperti Fahri yang menghindar bila di temui Ida. Nazwa sengaja menerima Ida untuk mengorek apa maksud ibunya datang setelah lama meninggalkannya,” Laura memulai ceritanya. Dia melihat wajah geram Syahrul.


“Awalnya Fahri lari saat pertama kali Ida datang menemuinya. Tapi Ida tak kurang akal, dia mendatangi Fahri di kantin saat istirahat. Sehingga terpaksa Fahri bertemu. Ida minta nomor ponsel pada Fahri dan Fahri bilang kamu enggak ngasih ponsel. Esoknya ida memberikan Fahri ponsel. Dan ponsel itu hanya Fahri simpan di laci mejanya saja. Karena tak bisa menghubungi ponsel Fahri, maka Ida kembali datang ke sekolah. Sejak itu Fahri seperti hidup dalam teror. Setiap bel istirahat dia langsung sembunyi di perpustakaan atau UKS agar Ida tak bisa menemuinya,” Laura menyelesaikan cerita versi anak-anak Syahrul.


“Aku merasa anak-anak akan depresi kalau Ida terus mengunjungi mereka. Aku takut mereka kabur tidak masuk sekolah begitu sopir pulang dari menurunkan mereka di gerbang sekolah. Terlebih Fahri. Aku minta Abang segera bertindak. Aku enggak ingin anak-anak kembali trauma seperti kasus dengan Faiza kemarin,” Laura mulai mengutarakan pikirannya.


“Mengapa Nazwa tidak langsung cerita padaku? Bukankah kasus Faiza terjadi karena kami terlambat terbuka? Mengapa anak-anak tak belajar dari kejadian Faiza. Aku belum membuka pembicaraan karena aku tidak tahu Ida mengunjungi mereka berkali-kali. Ida sama sekali tak pernah datang padaku lagi karena saat itu aku menantangnya ke pengadilan,” Syahrul bingung mengapa anak-anaknya tak berani cerita padanya.


“Aku hanya menggaris bawahi 2 poin penting yang mungkin bisa kamu jadikan senjata kalau memang Ida berani bertarung denganmu di pengadilan. Yang pertama, anak Ida dan suaminya telah meninggal dan poin kedua yang terpenting adalah Ida tak bisa punya anak lagi. Sehingga aku pikir itu alasan Ida mencari dua anaknya. Aku tak tahu mengapa Ida tak bisa punya anak lagi. Tapi Ida mengatakan itu pada Nazwa,” Laura memberi bekal pada Syahrul.


“Sekarang yang terpenting adalah mencegah Ida kembali datang menemui anak-anak di sekolah atau di mana pun. Dan kamu harus mendekap anak-anak agar mereka merasa daddynya selalu ada buatnya. Jangan membuat anak-anak kembali melayang-layang tanpa arah!” pesan Laura.


***


Wulan menghadap Laura pagi-pagi sekali saat Laura baru saja masuk ke panti. “Bu, saya ingin bicara,” pinta Wulan pada Laura.


“Silakan, kita langsung ke ruangan saya saja. Karena pagi ini saya harus memeriksa laporan keuangan,” ajak Laura ramah.


Laura segera menyalakan pendingin ruangannya. Karena tidak setiap hari dia berada di ruangan ini, maka pendingin ruangan pun tidak nyala sepanjang hari. Beda dengan kamar tidur anak penghuni panti. “Ada berita apa?” tanya Laura. Dia tahu Wulan ingin bicara karena ada sesuatu yang ingin di bahas dengannya.


“Kemarin saya dipanggil kepala sekolah,” jawab Wulan.


“Apa kamu ketahuan hamil dan dikeluarkan?” Laura langsung memutus cerita Wulan. Bila itu terjadi dia akan membantu memperjuangkan Wulan untuk dapat ijasah sesuai tekadnya.


“Tidak Bu. Bukan seperti itu. Saya dipanggil karena termasuk yang mendapat beasiswa,” Wulan menyerahkan 2 amplop kepada Laura.


“Alhamdulillaaaaaah,” Laura membuka kedua amplop yang menggunakan kop dari yayasan berbeda. Di sana tertera Wulan diterima di 2 kampus berbeda dengan 2 pilihan berbeda. Yang pertama di fakultas hukum dan yang ke dua di kebidanan.


Sambil nungggu yanktie update bab baru, baca cerita milik  yangktie yang sudah TAMAT ini yaaaaaa


*judul cerita   CINTA KECILNYA MAZ  pastinya hanya di NOVELTOON/MANGATOON ya *


Anto dan Dini saling mencinta dalam diam sejak kelas 1 SMP, sayang cinta mereka terbentur kendala Dini harus menikah akibat hamil diperkosa


Anto yang frustasi menikah dengan Shinta, namun tanpa dia ketahui Shinta sedang hamil entah oleh siapa


Anto dan Dini bertemu kembali saat masing-masing sudah sendiri, namun Dini sudah tak ingin terikat dalam ikatan pernikahan


Akankah cinta suci mereka dapat bersatu?