
Teriakan Cia begitu sangat keras membelah kerumunan membuat murid-murid yang berkerumun di depan mading kini menjauh memberi jalan kepada Cia yang memegan erat pergelangan tangan Fika membelah kerumunan.
Fika hanya tersenyum bangga melihat para murid-murid yang kini memberi jalan untuknya. Sebenarnya Fika sudah beberapa kali berniat masuk ke kerumunan ini untuk melihat kertas yang terpampang di mading, tetapi mereka semua tak memberi jalan kepadanya. Tapi sekarang dengan mudahnya ia bisa masuk dan menyingkirkan para murid-murid itu hanya dengan teriakan Cia.Yah teriakan Cia memang sangat menakutkan.
"Huuuuu!!!" sorak mereka lalu pergi meninggalkan Cia dan Fika.
Mereka paling malas untuk meladeni Cia yang menang selalu membuat onar dan bahkan tak mau diatur. Jika pun mereka ingin melawan, itu pun tak ada gunanya, karena Cia selalu menang dalam itu.
Cia dan Fika mengkerutkan alisnya menatap mading yang memperlihatkan sebuah kertas berwarna merah bertuliskan kalimat panjang.
...Pengumuman...
...Disampaikan kepada seluruh siswa dan siswi SMA Garuda Bangsa....
...Terkait dengan hari ulang tahun putri kepala sekolah SMA Garuda bangsa, yaitu...
...Loli, maka akan diadakan acara pesta ulang tahun pada ;...
...Hari : Sabtu...
...Pukul: 7.00 - selesai...
...Tempat : kediaman rumah kepala sekolah SMA Garuda bangsa....
...syarat dan ketentuan ;...
...1. Setiap tamu wajib membawa hadiah untuk Loli putri Rarjo...
...2. Datang tepat waktu...
...3. Acara ulang tahun akan di hibur oleh penampilan spesial band Torak...
...4. Tamu akan mendapat tanda tangan dari vokalis band Torak yaitu Ogi pangeran sekolah SMA Garuda bangsa...
...5. Di wajibkan membawa pacar ke acara ulang tahun, jika tidak punya pacar tamu tidak di biarkan masuk...
...Sekian dan terima kasih....
Cia tersenyum kegirangan ketika membaca syarat dan ketentuan pada nomor tiga dan empat. Jika Cia datang ke acara ulang tahun Loli pasti di sana ada Ogi, terlebih lagi Cia bisa melihat penampilan band Torak dan mendapat tanda tangan Ogi. Hal ini memang tidak bisa Cia sia-siakan.
Cia mengkerutkan alisnya membaca isi pengumuman syarat dan ketentuan pada nomor empat. Apa ini serius?
"Ya ampun!" Ujar Fika tak menyangka.
Cia melirik Fika cepat, pasti sekarang Fika sedang memikirkan isi syarat dan ketentuan pada nomor lima itu. Ini semua sumber penghalang bagi kaum jomblo seperti Cia dan Fika.
"Kok gini sih?" Tatap Fika tak setuju.
"Ya udah yuk kita ke kelas!" ajak Cia dengan malas.
"Tapi-"
Belum selesai ujaran Fika tiba-tiba Cia melangkah pergi meninggalkan Fika yang kini menoleh menatap Cia dengan wajah kebingungan.
"Cia!!!" teriak Fika yang kemudian berlari menyusul kepergian Cia.
"Ci!" ujar Fika ketika ia telah berada di samping Cia yang hanya memandangi jalannya.
"Gue yakin deh, yang buat pengumuman itu bukan pak kepala sekolah."
"Kenapa lo bisa mikir kayak gitu?" Tatap Cia sembari mengkerutkan kedua alisnya.
"Yah kalimatnya ngaco ajah gitu."
Cia kini hanya terdiam disusul Fika yang juga ikut terdiam. Sepertinya berujar tanpa respon terasa menyakitkan.
"Eh, Ci! Gue baru buka chat lo, beneran lo ketemu balck pink?" Tatap Fika dengan wajah yang kegirangan.
Cia yang mendengar hal tersebut dengan lepasnya tertawa. Cia ingat betul dengan montir-montir konyol itu yang menirukan tarian black pink yang berakhir mengenaskan, karena bau kentut Tara.
"Kok ketawa?"
"Nggak ada black pink!!!" teriaknya tepat di arah wajah Fika.
"Loh katanya-"
"Black pink bohongan," jawab Cia lalu mempercepat langkahnya.
"Bohongan?" Fika terheran menghentikan langkahnya melongo menatap Cia yang semakin menjauh.
Cia masih melangkah memikirkan syarat dan ketentuan itu. Cia ingin sekali ke acara itu dan bertemu dan menyaksikan band Torak serta Ogi yang bernyanyi di atas panggung dan mendapatkan tanda tangan Ogi adalah hal yang paling Cia impikan di dunia ini.
"Cia!!!" teriak Fika.
"Ya ampun, dari tadi loh gue teriak."
"Iya Fika, apa?!!!" teriaknya tak mau kalah.
"Ih, Cia galak banget sih!"
"Ya, Lo mau apa? kenapa sih lo?" ujarnya memperlembut suaranya sembari tersenyum paksa membuat Fika ikut tersenyum.
"Yah gue mau nanya, lo mau datang ke acara ulang tahun Loli?"
Cia kini terdiam tak tau harus menjawab apa.
"Tau ah."
Cia menghempaskan tasnya ke meja membuat Adelio serta murid-murid lain terkejut menatap lalu menatap Cia dengan serius.
Cia meghempaskan tubuhnya ke kursi tepat di samping Adelio yang masih terkejut di sana.
"Adelio kamu datang nggak?" tanya Fika dengan berbinar.
"Datang kemana?" tanyanya dengan nada lembut membuat Fika gemas sendiri.
Fika tersenyum mendengar pertanyaan Adelio, dengan sangat semangat Fika duduk di atas meja setelah menyingkirkan tas hitam Cia.
"Woy!!! pelan-pelon dong!!! Tas baru nih!!!" teriaknya dengan kedua matanya yang terbelalak membuat semua orang terbelalak kaget.
"Ih galak banget sih? Cuman tas doang kok," ujar Fika cemberut.
Cia hanya menghembuskan nafasnya kasar lalu meraih tas dan memeluknya. Sementara Fika kini kembali menatap Adelio lalu tersenyum manis.
"Jadi, Adelio akan diadakan-"
"Gue mau ulang tahun," potong Loli yang tiba-tiba muncul menghampiri mereka.
Loli menghentikan langkahnya lalu berdiri membelakangi Marisa dan Medika yang berdiri di kedua sisi Loli.
Cia, Fika dan Adelio menoleh menatap mereka dengan tatapan serius. Fika kini tersenyum girang lalu berlari menghampiri Loli.
"Selamat Loli," ujar Fika.
Loli hanya tersenyum sinis membuat senyum Fika sirna.
"Undangannya," Ujar loli.
Marisa melangkah maju lalu menjulurkan tiga undangan berwarna pink dengan pita berwarna merah ke arah Fika.
Fika meraih pelan undangan itu lalu menatap cia yang nampak tertunduk di sana.
"Makasih, yah, Loli" Fika tersenyum.
"Adelio!" Panggil Loli.
Adelio menoleh menatap Loli yang nampak tersenyum manis di sana.
"Gue harap lo bisa datang di acara ulang tahun gue yang ke tujuh belas, yah nggak apa-apa sih, kalau lo nggak bawa pacar, karena jujur pintu rumah gue terbuka buat lo!" Jelas Loli.
Fika menjulurkan undangan pink itu ke Adelio, Dengan pelan Adelio meraih undangan itu lalu mengangguk mengiyakan.
"Buat lo Fika, Gue tunggu kedatangan lo di acara ulang tahun gue!"
"Gue mau banget, tapi gue nggak punya pacar," ujar Fika cemberut
"Itu urusan lo bukan urusan gue."
"Dan lo!" Loli menunjuk Cia.
Cia menatap tajam jari telunjuk loli yang mengarah ke arahnya, sebenarnya Cia sangat membenci Loli, karena Loli pernah menjalin hubungan yang spesial dengan Ogi, yah idola Cia.
"Gue tau lo nggak bakalan dateng ke acara ulang tahun gue, yah semua orang tau, kalau lo itu egois, pemarah, suka ngomong kasar jadi, pastinya nggak ada cowok yang mau sama lo," Jelas Loli tersenyum sinis.
Fika terbelalak mendengar ucapan Loli yang berani mengatakan hal itu, yah sebenarnya yang diucapkan Loli itu benar. Fika menoleh menatap Cia yang masih tertunduk memastikan cia baik-baik saja.
"Lo tenang ajah kok, gue sama Cia nggak bakalan dateng ke acara ulang tahun lo, yah kan, Ci?" Fika tersenyum ragu.
"Udah gue duga." Loli tersenyum sinis.
Loli kini berpaling membelakangi ketiganya lalu mulai melangkahkan kakinya berniat untuk pergi bersama Marisa dan Medika.
"Gue bakalan dateng," Ujar Cia lalu bangkit dari kursi.
Fika membulatkan matanya seakan terkejut melihat Cia yang bangkit dari kursi, Fika hanya tak mau jika Cia memukul loli dan masuk ruang BK lagi.