Father Or Boyfriend ?

Father Or Boyfriend ?
Bab 21



Deon bangkit dari lantai dengan pelan lalu melangkah ke arah ruangan tamu. Deon menelan ludahnya seakan tak berani melangkahkan kakinya.


Dengan pelan Deon mengerakkan kain gorden berwarna merah dengan telunjuknya.


Mata Deon terbelalak seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


Sekitar 18 motor terparkir tak beraturan di depan bengkel. Deon tak mampu mengenali warna motor tersebut karena suasana agak gelap tetapi Deon masih bisa melihat apa yang terjadi disana karena, terdapat cahaya lampu jalan yang menerangi sekitar area bengkel.


Beberapa pria nampak sedang mengguncang pagar bengkel yang berdiri kokoh seakan berusaha untuk masuk ke dalam bengkel. Api nampak berkobar ketika pria dengan baju hitam serta celana sobek-sobek itu menuangkan bensin ke permukaan ban hingga menghasilkan nyala api yang berkobar.


"Hahaha."


Mereka tertawa seakan puas dengan apa yang ia lakukan saat ini.


"Hancurkan semua !!!" Teriak salah satu pria yang berdiri di atas motor mungkin, pria itu adalah ketua geng motor tersebut yah, itu yang terlintas di pikiran Deon saat melihatnya.


Deon menutup gorden itu dengan cepat lalu berlari keruangan tv, ini semua tidak boleh dibiarkan jika, dibiarkan maka bengkel akan rusak parah karena, ulah mereka.


"Bos, Bos, Ceo !!!" Teriak Deon sambil mengguncang tubuh Devan cepat.


"Bos, bangun bos !!!" Teriak Deon lagi ketika Devan tak kunjung bangun dari tidurnya.


"Dam, Adam bangun, Dam !" Deon mengguncang tubuh Adam yang masih bertelungkup di belakang tubuh Devan.


Adam mengkerutkan dahinya menatap heran pada Deon yang mengguncang tubuhnya.


"Emmm, apa ?" Adam mengeliat di atas karpet lalu menguap cukup lebar.


"A...a...ada yang mau bakar bengkel !" ujarnya gugup.


"Astagfirullah."


Adam bangkit dari karpet lalu menatap Deon yang masih mengguncang tubuh Devan.


"Apa tadi ? Kenapa Deon ?" tanyanya syok.


"Bengkel ada yang mau bakar. Bangunin yang lain, Dam !!!" jawab Deon cepat membuat Adam mengangguk lalu menepuk pelan Yuang yang ada di belakangnya.


"Bos! bos Ceo ! ada yang mau bakar bengkel !" teriak Deon sembari mengguncang tubuh Devan yang mulai tersadar dari tidurnya.


Devan mengkerutkan dahinya dan segera bangkit menatap Deon dengan wajah syoknya.


"Kenapa ?"


"Bos, bengkel, Bos !"


"Kenapa ?"


"Ada yang mau rusakin dan bakar bengkel, Bos," jelasnya.


"Aaah ?!!?" Teriak Devan.


"Hust !" Deon meletakkan telunjuknya didepan bibirnya.


"Kenapa, Deon ?"


"Banyak orang di depan bengkel, Bos terus bakar ban, ada api!" Ujarnya histeris.


 


"Yang bener Deon ?"


"Bener, Bos."


Devan terdiam sejenak. Siapa yang telah berani melakukan hal ini. Dengan cepat Devan bangkit dan menatap para montir.


"Bangunin semuanya !!!" teriak Devan.


Adam terperanjat dari karpet dan tanpa aba-aba ia melayangkan pukulan pada bokong Yuang.


Yuang yang merasakan pukulan itu dengan cepat bangkit menatap Adam yang nampak sangat berdosa.


"Kenapa lu bangunin oe, hah?" Ujar Yuang menggaruk perutnya yang agak gatal.


"Sadar Yuang sadar !" guncang Deon yang geram membuat Adam menatap iba pada Yuang.


"Apa hah?" Tatap Yuang dengan mata yang memerah.


"Bengkel ada yang serang !!!" teriak Deon.


"Bangunin yang lain !!!" Teriak Devan panik membuat Deon berlari kearah Jojon dan Mamat.


"Mat, bangun, Mat !!!"


"Jon, Jon, Jojon !!!" Deon mengguncang tubuh Jojon dan Mamat secara bersamaan.


"Tar, Haikal, Tara?!!!" Teriak adam.


Jojon bangkit dari karpet lalu menggaruk kepalnya yang tak gatal sementara Mamat terdiam bersandar di dinding sambil menguap lebar.


"Kenapa Deon?" Tanya Mamat yang masih mengantuk.


"Bengkel ada yang mau bakar !"


"Dimana, Deon?" Teriak Tara dengan sangat bersemangat.


"Ehh, berisik banget sih!" Gerutuh Haikal kesal lalu bangkit dari karpet.


"Eh, pucuk jahe bengkel tuh ada yang mau bakar !" jelas Jojon membuat Haikal membulatkan matanya yang masih memerah.


"Cepetan si bos Ceo udah mau keluar!" Teriak Adam lalu berlari menyusul Devan.


Tara ikut bangkit disusul Deon, Yuang, Haikal, Jojon dan Mamat yang ikut berlari menyusul langkah Adam.


Jojon menghentikan larinya lalu menatap Baby yang masih tertidur di atas kursi panjang dengan masker putih di wajahnya yang sudah mengering.


"Eh, si Baby tuh," ujar Jojon sambil menunjuk Baby yang masih tertidur.


"Baby, ei, Baby!" Mamat mengguncang tubuh baby membuat irisan mentimun di kedua kelopak mata baby bergeser cepat.


"Mati kali, nih," ujar Mamat putus asah.


"Eh, bencong bangun Lo, woy !!!" Teriak Jojon.


"Halo!"


Jojon menatap Mamat heran yang nampak merapatkan handphonenya ke telinga seakan menghubungi seseorang.


"Siapa tuh, Mat ?


"Husst !!!" Ujar Mamat cepat membuat Jojon mengguncang kembali tubuh Baby yang masih tertidur.


"Gila nih orang. Nih orang beneran mati kali yah ?" kesal Jojon.


 


"Angkat ajah !" pintah Mamat.


"Aa ?"


"Iya angkat !"


"Serius Lo Jon ?"


Devan berlari keluar rumah menatap kerumunan di depan bengkel. Benar saja terdapat api yang berkobar di sana. Rahang Devan seakan bergetar keras seakan tak mampu menahan kekesalannya. Entah apa kesalahan yang ia telah perbuat sehingga para orang-orang itu tega melakukannya. Mereka benar-benar harus diberi pelajaran oleh Devan agar mereka semua tau jika mereka sedang berhadapan dengan ketua geng exoplanet.


Bruk


Pria yang berdiri di dekat ban yang masih terbakar itu terhempas ke aspal setelah ditendang oleh Devan dengan sangat keras.


Devan sengaja tak berteriak di saat mereka sibuk dengan urusannya agar mereka bisa dilawan secara tiba-tiba.


Pria dengan pengikat kepala berwarna hitam itu nampak terkejut melihat sahabatnya terjatuh di aspal. Ia mulai menatap cepat ke arah Devan yang nampak memukul satu persatu sahabatnya itu yang berjuang merobohkan pagar bengkel.


"Eh Anji-"


Plak!


Tendangan keras mendarat tepat di kaki pria yang berdiri di atas motor itu setelah Tara yang telah emosi menendangnya dengan sangat keras.


Pria itu terhempas ke aspal setelah tak berhasil berteriak karena telah lebih dulu terjatuh ke aspal. Pria yang ternyata ketua geng motor itu menatap Tara yang memang memiliki tubuh yang lumayan tinggi, besar dan berotot membuat nyalinya menciut.


"Ngapain, Lu tail, hah?!!!" teriak Deon menarik baju pria itu yang nampak bergelantung di pagar dengan kuat.


"Bajingan, Lu Yah !!!" Teriak Haikal sambil memukul wajah pria yang telah berada di bawahnya, tiba-tiba tiga pria menarik baju Haikal kasar dan menyeretnya di permukaan aspal yang kasar. Haikal berusaha melawan namun, tubuhnya dengan kuat ditahan oleh pria-pria itu.


Buk!


Wajah Haikal dipukul bertubi-tubi oleh pria-pria itu. Haikal menjerit kesakitan lalu kembali diinjak berulang kali oleh 4 orang pria itu secara kasar dan tampah ampun.


"Astagfirullah!!!" Teriak Adam ketika melihat Haikal yang sudah diinjak habis-habisan oleh 4 orang pria. Haikal meringis kesakitan ditambah lagi darah yang mengalir dari mulutnya cukup banyak.


Adam gemetar menatap Haikal yang terlihat sedang dianiaya. Adam melangkah maju tapi, ia kembali mundur ketika bisikan hati mengenai dosa dalam berkelahi terlintas.


Adam menelan ludah dengan rasa bimbang. Ia tak mungkin melihat Haikal seperti ini.


"Ampuni hamba, ya Allah!" Teriak Adam lalu menendang pria itu dengan keras membuat pria itu terhempas ke aspal.


"Allahu Akbar!" Adam memukul wajah pria berambut keriting itu membuatnya terhempas ke aspal.


Kedua pria yang telah menginjak Haikal mulai menghentikan injakannya lalu menatap Adam dengan sinis.


"Lo mau cari masalah sama gue ?!!!" Teriak pria itu.


"Astagfirullah saya tidak berniat !" jawab Adam lalu sedikit melangkah maju mendekati Haikal.


"Anjing Lo Yah!" teriak pria itu.


"Eh, Astagfirullah jaga yah mulutnya! dosa loh itu!" Ujar Adam lagi.


"Bacot, Lo !" Teriak pria itu lagi lalu melayangkan sabit dari celananya.


"Aaaaaa !" Teriak pria itu lalu melompat berniat untuk membacok Adam dengan sabitnya yang lumayan panjang.