Father Or Boyfriend ?

Father Or Boyfriend ?
Bab 195



Cia melangkah mendekati kerumunan yang kini sedang menatapnya. Cia yang telah tiba kini menatap ke seluruh penghuni bengkel berusaha mencari sosok pria yang sedari tadi membuatnya bersemangat di depan cermin, tak ada Adelio di sana.


Cia melirik jam tangannya, kini waktu baru menunjukkan pukul 7 : 53 yah belum jam delapan, mungkin beberapa menit lagi Adelio akan datang.


Cia menarik kursi lalu duduk sambil menatap kesibukan para montir yang kini telah terdiam. Yah sedari tadi sebelum ia ke bengkel, Cia sempat mendengar suara keributan dan Cia tahu jika itu hanyalah masalah sepele apalagi suara Tara yang paling besar.


"Dek Cia!" teriak Jojon yang sudah kesekian kalinya memanggil nama Cia yang kini menoleh menatap tajam pada Jojon.


"Apa sih?" Tatap Cia kesal.


"Dek Cia jangan galak-galak dong! Nanti Jojon sedih," ujar Jojon.


"Biarin," jawab Cia tak peduli.


"Dek Cia!" panggil Jojon.


"Dek Ciaaa!!!" panggil Jojon lagi.


"Apa lagi sih?"


"Jojon cuman mau bilang kalau Dek Cia hari ini cantik banget," ujar Jojon malu-malu.


"Huuuuuuuu!!!" sorak semuanya dengan kompak kecuali Haikal dan Adam yang kini saling bertatapan. Keduanya tahu jika sebenarnya Cia dan Devan itu pacaran, itu yang mereka dengar disaat mereka menjadi pelayan di ulang tahun Loli.


"Gombal terus!" teriak Mamat.


Haikal bangkit dari karpet lalu menarik Adam yang sedari tadi sibuk mengobrak-abrik kabel TV dan membawanya ke luar agak jauh dari keramaian. Haikal menoleh ke belakang berusaha memastikan jika tak ada yang melihatnya bersama dengan Adam.


"Heh, Dam! Ingat jangan kasih tahu siapa-siapa kalau Bos Ceo itu pacarnya si Cia!" bisik Haikal sambil menunjuk ke arah Adam yang kini mengangguk.


"Tapi Kal, kalau misalnya selama ini Cia dan Bos Ceo itu tinggal serumah berarti mereka berdua selama ini sudah-"


"Huuust!!!" ujar Haikal sambil menutup mulut Adam dengan cepat.


"Lo jangan sembarang ngomong dulu!"


Adam menjauhkan telapak tangan Haikal dari mulutnya lalu kembali menoleh menatap orang-orang yang masih terlihat sibuk.


"Mereka kira-kira berbuat mesum tidak yah?" tanya Adam.


"Jangan dulu! Kita nggak tahu apa-apa. Nanti ada waktunya kita bongkar semua kebenaran ini!" bisik Haikal.


"Ok ok," jawab Adam setuju sambil mengangguk.


"Yah udah kita lanjut dan kita bersikap seolah-olah kita nggak tahu kalau Bos Ceo dan Cia itu pacaran," bisik Haikal membuat Adam kembali mengangguk.


Haikal ikut mengangguk lalu menepuk bahu Adam dan melangkah pergi meninggalkan Adam yang kini terlihat gelisah.


...___****___...


Di satu sisi lain Cia kini masih tak peduli dengan ujaran Jojon membuat Cia bangkit dari kursi lalu melangkah ke arah Mamat.


"Masih lama?" tanya Cia yang kini ikut jongkok di samping Mamat yang kini tengah mengipas ikan menggunakan kipas yang setengah hangus itu.


"Loh kok kipasnya kayak gini?" tanya Cia dengan wajahnya yang terlihat terkejut.


"Noh gara-gara si Deon yang bakar, dia kira dia disuruh bakar kipas padahal dia disuruh bakar ikan," jelas Mamat.


Cia menggeleng setelah mendengarnya.


"Jangan percaya Kak Cia, saya memang tidak suka durian," sahut Deon.


"Heh!!! Lo ngomong lagi gue cekik lo yah!" teriak Tara sambil menarik kerah baju Deon membuat para montir berteriak dan segera memisahkan Tara dan Deon.


Suara motor kini terdengar membuat semuanya menoleh menatap pria berhelm hitam yang tengah melajukan motornya masuk ke bengkel.


Cia yang mendengar suara motor itu kini menoleh menatap ke arah sumber suara. Cia tersenyum sejenak lalu kembali tertunduk, itu Adelio.


Para montir kini terdiam lalu menatap Adelio yang kini melangkah turun dari motornya setelah melepas helmnya membuat semuanya menatap heran ke arah Adelio. Ini pertama kalinya bagi para montir melihat pria berwajah tampan ini kecuali Haikal dan Adam yang pernah melihatnya di acara ulang tahun itu.


Mereka semua bangkit seakan menyambut Adelio seperti seorang musuh bebuyutan membuat Adelio terdiam kaku dengan wajahnya yang sedikit takut.


"Se...se...selamat malam," ujar Adelio lalu kemudian ia tersenyum menatap orang-orang yang masih menatapnya.


"Tuh siapa tuh?" tanya Jojon sambil menatap satu-persatu montir yang kini membalas pertanyaan Jojon dengan gelengan.


"Nyasar kali," tebak Mamat.


Baby mengkerutkan alisnya setelah merasakan kesunyian di bengkel tak seperti tadi yang penuh kebisingan. Baby menoleh dan kedua matanya terbelalak setelah melihat pria yang kini menjadi sorotan semua orang. Pria berwajah tampan dengan pakaian serba hitam.


"Ya ampyuuuun calon imhaaaaan ekye!!!" jerit Baby lalu segera bangkit dari kursi dan menutup bedak yang sedari tadi ia gunakan.


"Heh! Heh!" Tarik Yuang cepat ke pergelangan tangan Baby. Yuang tahu jika Baby berniat untuk berlari dan mengeliat manja di pria berwajah tampan itu.


"Duduk lu!" Tarik Yuang secara paksa membuat Baby terhempas ke tempat duduknya.


"Aaaah, shakit!!!" jeritnya.


"Apaan sih? Ekye kan cuman mau kenalan sama Babang tampan," jelas Baby dengan wajah cemberutnya.


"Hah, nggak ada!" ujar Mamat sambil melambai.


Devan yang sedari tadi terdiam kini melirik Cia secara diam-diam. Dari sini Devan bisa melihat Cia yang nampak tersenyum membuat Devan menggeleng pelan. Devan tahu jika gadis kecilnya itu sedang bahagia karena ada Adelio di sini.


Devan bangkit lalu segera berdiri di samping Adelio yang kini masih tersenyum sembari menatap para montir yang kini masih menatapnya.


"Perkenalkan ini Adelio temannya si Cia," ujar Devan sambil menyentuh bahu Adelio membuat semuanya mengangguk.


"Adelio."


"Iya Bang," sahut Adelio.


"Selamat datang di bengkel Mobepan, Adelio. Mereka adalah geng Exoplanet," ujar Devan sambil menunjuk ke arah gerombolan orang-orang dengan pakaian serba hitam.


"Hay," sapa mereka dengan kompak membuat Adelio tersenyum lalu mengangguk.


"Dan mereka adalah para montir-montir di bengkel ini. Dia Jojon!" Tunjuk Devan ke arah Jojon yang kini terlihat tak senang dengan kedatangan Adelio, yah Jojon merasa jika ketampanannya akan dikalahkan oleh Adelio.


"Salam kenal," ujar Adelio sambil tersenyum ke arah Jojon.


"Em, salam balik dari orang yang paling ganteng di bengkel ini," sahut Jojon dengan wajah judesnya.


"Nah yang itu, Mamat." Tunjuk Devan.


"Yang paling pintar di sini," bisik Devan membuat Adelio mengangguk.


"Hidup buku tri sakti!!!" teriak Mamat.


"Itu Yuang!" Tunjuk Devan ke arah Yuang yang kini tersenyum.


"Orang Cina," sahut Jojon.


"Nah yang itu Tara."


Adelio tersenyum menatap Tara yang kini hanya terdiam dengan wajah sangarnya membuat Adelio menghentikan senyumnya. Wajah Tara terlihat seperti seorang pembunuh.


"Jangan diambil hati, mukanya emang dari sononya begitu. Bidan nya aja dulu pinsang pas liat muka si Tara," jelas Jojon.


"Yang itu Deon sama Adam." Tunjuk Devan ke arah Deon dan Adam yang terlihat tersenyum.


"Assalamualaikum," ujar Adam.


"Waalaikumsalam," sahut semuanya dengan kompak.


Jojon mengkerutkan alisnya lalu menoleh menatap semua orang.


"Entah mengapa tempat ini seperti tempat pengajian," sahut Jojon membuat semua orang tertawa.


Devan terdiam sejenak menatap Baby yang kini terlihat melompat-lompat kegirangan sambil memukul dadanya.


"Yayang Bos, sebut ekye juga!!!" jerit Baby yang tak sabar.


Adelio melongo menatap pria bertubuh lumayan berotot dengan makeup tebal serta pakaian yang terlihat sangat seksi.


"Jangan Bos! Ini bikin malu nama bengkel!" larang Jojon.


"Heh!!!" jerit Baby dengan sangat marah membuat Jojon terdiam dengan wajah takutnya.


Devan menghela nafas lalu menunjuk Baby yang kini semakin melompat kegirangan.


"Itu Baby," ujar Devan sambil menunjuk ke arah Baby.


"Hay gwanteng sayang kuuuuu!!! Welcome to behengkel mobephan!!!" jerit Baby dengan suara des*hannya sambil merentangkan kedua tangannya berniat untuk lari dan memeluk Adelio.


"Heh!!!" Tarik Yuang lagi membuat bibir merah merona Baby nampak cemberut.


"Kegatelan lu," ujar Yuang.


"Bos Ceo, saya nggak dikenalin?" tanya Haikal sambil mengangkat tangan kananya.


"Yee, lo mah bukan montir di sini," cerocos Jojon membuat Haikal mendecapkan bibirnya kesal.


"Terus ngapain dia ke sini bos ?" Tatap Jojon heran.


"Dia orang Makassar," ujar Devan.


Semuanya tersenyum pasalnya ini akan menjadi pertarungan yang seru antara pendukung sejak bola Jakarta dan Makassar.


"Wah sini! Sini!" ujar Jojon merangkul bahu Adelio lalu menuntunnya ke arah kursi.


Kini para montir nampak mengerumuni Adelio membuat Adelio hanya mampu tersenyum dengan tatapan polosnya ditambah lagi Baby yang sedari berusaha mengeliat di bahu Adelio.