
PLAK
Pukulan keras kini mendarat di kaki Jojon membuat Jojon meringis sedangkan pelakunya yang tak lain adalah Haikal langsung terbaring di atas tubuh Jojon.
"Aduuuuuu!!!" teriak Jojon berusaha menyingkirkan Haikal dari tubuhnya yang kurus itu.
"Tahan aja!" ujar Haikal dengan santai.
"Tuh rasain tuh. Tindih aja terus Kal biar taiknya keluar!" teriak Baby sambil melompat-lompat bahagia.
"Ah dasar bencong lo!!!" teriak Jojon sementara Baby tertawa seakan begitu sangat bahagia melihat Jojon menderita.
"Heh!!! Kal!!! Lo ngapain sih ke sini?" tanya Jojon sambil berusaha mendorong tubuh bugar Haikal dari atas tubuhnya.
"Terserah gue dong," jawab Haikal santai.
"Terserah, enak aja lo. Bos!!! Si Haikal juga dateng Bos!!!" teriak Jojon lalu bangkit dari karpet setelah mendorong tubuh Haikal yang dengan keras terhempas ke karpet.
"Aaaaa!!!" teriak Haikal kesakitan.
Jojon menoleh menatap Haikal sambil tersenyum geli.
"Eh teriak, lembek banget. Pantas aja nggak lulus tentara," cerocos Jojon lalu tertawa.
"Bos Ceo!!!" teriak Jojon membuat Devan yang kini terbaring menatap langit malam menoleh menatap Jojon yang sedari tidak berhenti berbicara.
"Bos, kalau nggak kerja di sini nggak boleh datang ke sini kan Bos Ceo?" tanya Jojon menatap ke arah Devan yang kini masih asik menatap bintang.
Devan terdiam tak menanggapi ujaran Jojon yang kini terdiam menanti Devan bicara.
"Yah Bos Ceo nggak seru," kesal Jojon.
Jojon kini menoleh menatap Mamat yang kini sibuk mencuci ikan yang nantinya akan dibakar.
"Mat!" panggil Jojon menatap Mamat yang kini masih terdiam tanpa memperdulikan ujaran Jojon.
"Oi Mamat monyet!!!" teriak Jojon.
"Emmm," sahut Mamat dengan rasa malas.
"Mamat, si Haikal nggak boleh kan datang ke bengkel kan, Mat? Soalnya Haikal bukan montir di sini. Iya kan Mat?" tanya Jojon sambil tertawa semetara yang lain hanya terdiam.
"Mat!!!" teriak Jojon.
Mamat masih terdiam seakan tak peduli dengan Jojon.
"Mamat!!! Ah gitu amat sih?" kesal Jojon.
"Apa sih?" tanya Mamat dengan wajah malasnya.
"Iya nih si Jojon belisik, Oe itung uang jadi nggak benel," sahut Yuang.
"Diam lo Cina!!!" teriak Jojon membuat Yuang bungkam.
"Mamat!!!" teriak Jojon lagi.
"Apa lagi?" tanya Mamat dengan malas.
"Si Haikal nggak boleh kan datang ke sini? Kan Si Haikal bukan montir di sini."
"Boleh kok," jawab Mamat singkat, Tanpa menoleh menatap Jojon yang kini melongo.
"Tuh kan boleh, hahaha," tawa Haikal lalu kembali melompat dan menindih tubuh Jojon yang kini kembali berteriak.
"Loh kok gitu?" tanya Jojon sambil berusaha mendorong Haikal yang masih menindih tubuhnya yang kurus.
Haikal terbahak begitu keras tepat di wajah Jojon yang ia tindih.
"Ih malah batuk, minggir lo!!!" teriak Jojon yang agak emosi itu dengan cepat mendorong tubuh Haikal membuat Haikal kembali terhempas ke permukaan karpet.
"Tuh lo dengar," ujar Haikal dengan bangganya karena telah dibela oleh Mamat.
"Ah kok gitu sih Mat?" kesal Jojon membuat wajahnya sesedih mungkin seakan begitu sangat kecewa dengan jawaban Mamat.
"Si Haikal boleh datang tapi nggak boleh makan ikan, hahahaha," ujar Mamat lalu tertawa.
Ucapan Mamat kini membuat Jojon tertawa terpingkal-pingkal sambil meninju-ninju lengan Haikal membuat Haikal meringis walau jujur pukulan dari Jojon itu tak sakit.
"Denger tuh!!!" teriak Jojon.
Mamat menggeleng lalu kembali melangkah mendekati Deon. Kedua mata Mamat terbelalak setelah apa yang Deon lakukan.
"Ya bego!!!" teriak Mamat ketika menatap Deon yang begitu asyik membakar kipas yang seharusnya dipakai untuk mengipas ikan yang akan di bakar.
Semuanya yang mendengar suara teriakan Mamat langsung menoleh menatap Mamat yang kini masih terbalalak kaget menatap Deon yang kini terdiam dengan wajah polosnya.
"Kenapa Mat?" tanya Jojon.
"Nih si Deon otak dongonya kambuh lagi," cerocos Mamat.
"Kenapa Mas Mamat?" tanya Deon kebingungan.
"Malah nanya lagi lo. Eh, lo ngapain bakar kipasnya?" tanya Mamat sambil mengeluarkan kipas yang setengahnya sudah hangus terbakar menggunakan penjepit membuat para montir yang melihat hal tersebut langsung menggelengkan kepala.
"Loh katanya mau di bakar, yah udah saya bakar," jawab Deon dengan santainya.
"Aduh gila nih bocah. Kalau kipasnya lu bakar terus yang lo pakai kipas apaan? Hah? Ikannya yang mau dijadiin kipas? Heh siapa yang nyuruh?" cerocos Mamat.
"Loh si Mas Tara yang nyuruh," jawab Deon tanpa dosa sambil menunjuk ke arah Tara.
Tara mengkerutkan alisnya ketika kalimat bodoh Deon terdengar. Tara masih ingat jika ia menyuruh Deon untuk membakar ikan bukan membakar kipas.
"Heh!!! Jangan ngefitnah yah!!!" teriak Tara dengan kedua matanya yang melotot.
"Loh Mas Tara yang bilang sendiri ke saya. Loh masa saya bohong?" jelas Deon.
"Iya gue tahu, Lo nggak bohong tapi otak lu yang bohong!!!" teriak Tara.
"Loh kok gitu sih?" tanya Deon dengan wajah kebingungannya.
"Apa yang kok gitu?" tanya Tara.
"Masa mau bakar singkong, orang singkongnya nggak ada," jawab Deon membuat para montir menggeleng.
Tara menarik nafas panjang lalu mengusap dahinya yang terasa berkeringat seakan tak tahan untuk segera memukul kepala Deon.
"Adam, bunuh orang dosa nggak sih?!!" teriak Tara menatap Adam yang kini sibuk memperbaiki TV yang rusak.
Adam menoleh menatap para montir yang kini sedang menatapnya dengan sangat serius.
"Ada apa?" tanya Adam.
"Tolong jawab! Apakah membunuh orang itu dosa atau tidak!!!" teriak Tara lalu melangkah maju berniat untuk memukul Deon.
"Eh sabar! Sabar!" teriak Jojon sambil memeluk tubuh kekar Tara.
"Huuuuu!!! Tiap hari ribut terus!!!" teriak Mamat yang kini sibuk membakar ikan di atas bara api yang menyala.
"Namanya juga hidup, kalau nggak belantem nggak selu. Oe juga suka belantem," sahut Yuang.
"Yah lo mah kalau berantem mainannya kungfu," sahut Haikal.
"Namanya juga Cina," sahut Baby membuat Yuang, Mamat dan Haikal menoleh.
"Aaah, ngomong juga lo. Tuh Leher lo nggak kena bedak." Tunjuk Jojon ke arah leher Baby yang berwarna sawo matang.
"Ih ini mah emang sengaja. Nanti ekye mau suruh Yayang Bos Ceo yang bedakin, Iya kan Yayang Bos?" tanya Baby sambil menatap Devan dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Ih jijik gue!!!" teriak Haikal lalu berlari dan mencubit-cubit perut Baby membuat Baby menjerit lalu tertawa membuat para montir yang melihat hal tersebut ikut tertawa kecuali Tara yang masih menatap tajam ke arah Deon.
"Udah Tara! Nggak usah dipikirin! Nih Adam dosa nggak kalau bunuh orang?" tanya Jojon.
Adam yang mendengar hal tersebut mulai menarik nafas panjang, naluri ceramahnya itu mengeliat di mulutnya.
"Eits, udah! udah!!!" teriak Tara cepat. Ceramah Adam lumayan membosankan baginya.