Father Or Boyfriend ?

Father Or Boyfriend ?
Bab 19



"Heh, Lo punya masalah apa sih sama gue?"


Cia menghentikan bersih-bersihnya sambil menopang pinggang menatap serius ke arah pria itu yang tetap menyapu lantai.


"Gila Lo, Yah?" Tambah cia lalu memutar tubuhnya membelakangi pria itu yang sama sekali tak menanggapi ucapannya.


"Dok ganteng, Lo!" Ujar cia lagi.


"Lo kira, Lo ganteng ?"


"Lo belum tau siapa yang paling ganteng di sekolah ini."


"Ogi, si ogi. Cowok paling ganteng disini jadi, Lo nggak usah sok ganteng !"


Cia menatap sinis pria itu yang sama sekali tak menanggapi ucapanya.


Adelio tak peduli dengan ocehan gadis itu. Adelio juga tak peduli dengan nama Ogi yang gadis itu sebut. Yang sekarang Adelio pikirkan adalah bagaimana gudang ini cepat bersih agar ia bisa segera membersihkan toilet sekolah dan guru sesuai dengan pak Yanto perintahkan.


Cia kini terdiam memikirkan pria yang ia cintai itu, dari tadi ia tak pernah melihat Ogi. Apakah dia sakit atau bagaimana?. Baru kali ini Cia tak melihat Ogi padahal setiap harinya pasti gadis-gadis sibuk meneriaki nama pria itu. Cia menatap pria yang merupakan satu kelas Ogi yang nampak melintas di depan pintu masuk gudang.


"Fahrul!!!" Teriak cia lalu berlari keluar gudang mengejar pria bernama Fahrul itu.


"Eh Cia, kenapa, Ci ?"


"Si Ogi mana ?"


"Nggak tau, Ci. kayaknya gue nggak ngeliat dia di sekolah bahkan di kelas."


"Dia sakit, yah ?"


"Nggak tau, Ci."


"Emm oh gitu."


"Cia !"


Suara teriakan itu. sudah jelas itu adalah suara pak Yanto. Cia dan Fahrul dengan cepat menoleh menatap kesumber suara.


Betul saja pak Yanto melangkah bersama dengan Andi dan kedua temannya itu, Novan dan tegar. Entah apa yang terjadi dengan mereka sehingga bisa melangkah dengan pak Yanto.


"Gu, gue cabut dulu yah, Ci !" Fahrul melangkah pergi meninggalkan Cia ketika melihat kedatangan pak Yanto.


"Ngapain kamu keluar ?" Bentak pak Yanto ketika sudah berdiri di hadapan cia.


"Nggak kok pak ?"


"Andi, Novan dan Tegar bersihkan gudang ini !!! dan kamu-"


"iya, Pak," ujar Cia cepat sambil menatap telunjuk pak Yanto yang menunjuk ke arahnya.


"Bersihkan toilet seperti apa yang saya perintahkan tadi!" Pak Yanto kini melangkah pergi meninggalkan Cia serta Andi dan kedua temannya itu.


"Lo ketahan ngerokok di belakang yah ?"


Cia memukul bahu Andi pelan ketika pak Yanto sudah menjauh.


"Nggak enak ajah !"


"Terus ?"


"Kita ketahuan lompat di dinding sekolah," tambah Novan jujur.


"Emm, betul tuh udah gue bilang nggak usah lompat dulu eh sih tegar ngeyel, nah kan ketahuan kan sama pak Yanto."


"Ah, gue Mulu yang di salahin!"


Tegar melangkah masuk kedalam gudang belum selangkah tegar melangkah kembali keluar ketika melihat pria yang nampak serius menyapu lantai.


"Eh, siapa tu di dalem ?"


"Siapa ?" Tatap Andi penasaran lalu mengintip menatap kedalam gudang disusul oleh Novan yang ikut mengintip.


"Siapa tu, Ci ?"


"Nggak tau, dah lah Lo masuk ajah sana nanti pak Yanto datang lagi!"


Tegar dan Novan hanya mengangguk lalu melangkah masuk kedalam gudang.


"Ndi !"


"Kenapa ci ?"


"Semalam Lo di mana ?"


"Lo kan anggota geng motor exoplanet jadi semalam Lo berantem ?"


"Berantem ?" Tatap Andi heran.


"Iya, berantem."


"Enggak gue nggak berantem," jawabnya jujur lalu menatap Cia yang terdiam entah apa yang dia pikirkan.


"Eh, semalam orang nontong bola kan di rumah Lo?"


"Emm iya."


"Siapa yang menang, Ci ?"


"Makassar menang 2-1."


"Seru banget tuh pasti, padahal kan kita satu geng motor udah kumpul loh di bengkel buat nonton tapi tiba-tiba tv nya rusak jadi yh bubar."


Cia menoleh menatap pria si irit ngomong itu lalu menatap Andi yang masih bicara di hadapannya.


"Gue cabut yah, Ndi gue mau bersihin toilet. Oh iya tu cowok yang di dalem lo suruh ke toilet!"


"Tuh, anak murid baru yah ?"


"Tau, ah."


Cia melangkah pergi meninggalkan Andi yang nampak menatapnya.


Cia menyikat lantai toilet yang cukup berkerak, bau busuk serta bau Pesing yang bergentayangan di ruangan toilet seakan menampar hidung Cia bertubi-tubi.


"Eh, bener-bener tuh orang makan apa sih sampai nih, toilet bau banget ?" Gerutuh cia kesal sambil menjepit hidungnya dengan jarinya.


Cia yang semakin kesal kini memukul lantai dengan sikat toilet yang ia pegang. Cia nampak menggeliat ketika wajahnya terkena cipratan dari sikat yang ia pukulankan ke lantai.


"Ihhhhh !!!" Cia menyapu wajahnya dengan air yang mengalir di kerang air lalu menatap wajahnya di cermin. Dahi Cia mengkerut menatap heran kepada pria yang nampak menatapnya dengan tatapan serius.


"Apa ? ngapain lo ngeliatin gue?" Bentak Cia menatap serius kearah pria itu yang nampak memegang pel.


Adelio dengan cepat menunduk ketika gadis pemarah itu menatapnya. Dasar bodoh entah apa yang merasuki pikiran Adelio sehingga harus menatap gadis itu.


"Heh, Lo emang pikun, yah ?" Bentak cia lagi.


Cia melangkah mendekati pria itu namun, tanpa sengaja kaki Cia terpeleset di lantai toilet yang licin. Tubuh cia terhempas ke lantai dengan keras membuat cia nampak meringis kesakitan.


"Aaawwww !!!" jerit cia.


Adelio yang melihat gadis pemarah itu yang terjatuh ke lantai segera berlari. Yah, niatnya untuk menolong gadis itu. Baru selangkah Adelio tiba-tiba terpeleset dan ikut terjatuh ke lantai yang memang sangat licin.


"Ahahahaha !!!!" Suara tawa cia terdegar menatap pria itu yang terjatuh di lantai.


Adelio terdiam sambil menatap gadis pemarah itu yang nampak tertawa seakan bahagia melihatnya terjatuh di lantai.


"Ahahahaha !!!!" Cia tertawa cekikikan sambil memukul lantai seakan tak kuasa menahan tawa.


Adelio berusaha menahan tawanya sambil menutup matanya. Suara tawa gadis itu seakan memancing Adelio untuk ikut terawat.


"Hahaha," Adelio ikut tertawa tak mampu menahan tawanya.


Kini Cia dan Adelio tertawa terbahak di dalam toilet cukup keras bahkan suaranya terdengar dari luar toilet membuat para murid-murid yang berada di sekitar toilet menghentikan langkahnya dan menatap heran kearah pintu toilet. Para murid-murid yang berniat masuk ke dalam toilet terdiam menatap heran cia dan Adelio yang duduk di lantai yang basah .


1 jam kemudian


Cia melirik pria itu yang nampak membasuh bajunya yang kotor karena, terjatuh di lantai dengan air mengalir. Setelah pria itu jatuh dan tertawa terbahak-bahak bersama dengan cia pria itu sudah tak bicara lagi dengannya.


Cia melangkah meninggalkan pria itu yang masih sibuk membasuh bajunya.


Adelio menoleh menatap di sekitarnya yang nampak kosong tak ada lagi gadis pemarah itu entah kemana dia pergi Mungkin, gadis itu sudah masuk ke dalam kelas.


Adelio melangkah masuk ke dalam kelas menatap wajah murid-murid yang menatapnya penuh serius.


"Hay Adelio!"


"Hay !"


"Kamu capek, yah ?"


Pertanyaan itu kini mendarat di telinga Adelio.


Adelio duduk di kursinya menatap tas gadis itu di meja tanpa memperdulikan pertanyaan para gadis-gadis itu. Entah kemana gadisĀ  pemarah itu pergi setelah membersihkan toilet mengapa ia tak kembali ke kelas setelah membersihkan.