Buhul ghaib

Buhul ghaib
Terjebak Perasaan -3



Rere dan Chakra melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Mereka harus menghindari pengejaran dari para orang-orang suruhan Andre. Rere yakin Andre masih mengincar chip yang yang menjadi bukti tindak kejahatannya


Disisi lain, Chakra terus berfikir tentang perasaannya yang begitu sangat berbeda saat bertemu dengan Pria paruh baya tadi.


"Siapa Dia..? Mengapa perasaanku berbeda dengannya..? Apakah ada hubunganku dengannya..?" semua pertanyaan itu terus merasuki alam fikirannya.


Rere menghentikan mobil yang dikemudikannya ditepi jalan. Lalu Ia menarik Chakra keluar dari mobil dengan paksa, karena Ia melihat pemuda itu sedang melamun.


Lalu mereka menukar mobil tersebut dengan mobil milik orang lain yang terparkir dijalanan. Lalu dengan sigap Rere melarikan mobil itu meski pemilliknya berteriak-teriak untuk menghentikannya.


Dengan keahliannya menyetir, mereka telah melaju jauh meninggalkan kota, menuju sebuah tempat tersembunyi.


Setelah beberapa lama kemudian, Keduanya sampai dipenghujung kota, melalui jalanan sepi dan sangat berbahaya.


"Heei.. Cepatlah.. Mengapa kau begitu sangat lamban..? Ujar Rere kepada Chakra, dengan nada sedikit kesal.


Chakra yang tersadar akan omelan gadis tomboy itu, lalu bergerak dengan cepat dan mengikuti pergerakan sang gadis.


Mereka menuju tepi laut, lalu mencari speedboat yang telah disembunyikan oleh gadis itu.


"Ayolah.. Cepat naik..!" titah Rere kepada Chakra dengan nada perintah.


Chakra melompat dari tepian laut, lalu naik keatas speedboat tersebut.


Rere menghidupkan mesinnya, lalu Mereka bergerak menuju markas utama.


Namun, belum sempat mereka menjauh ditengah lautan, tampak dikejauhan 2 buah speedboat sedang menuju kearah mereka dengan kecepatan tinggi.


"Sial..!!" Maki Rere dengan mengayunkan tangannya ke depan, meninju udara.


Chakra yang melihat Rere menggerutu mencoba mencari tau.."Ada apa..? Tanya Chakra dengan penasaran."


"Coba kau lihat itu, 2 speedboat yang sedang mengejar kita, itu adalah orang-orang Wei.. Mereka juga menginginkanku." ucap Rere semabari mengarahkan jari telunjuknya kearah dua speedboat yang mengejar mereka.


Rere menambah kecepatan speedboatnya, untuk menghindari kejaran para orang suruhan Wei.


"Mengapa begitu ada banyak musuh yang mengejarnya..? Siapa kamu sebenarnya..?" ujar Chakra dengan lirih.


Namun sepertinya sang gadis tak mendengarnya, Ia lebih fokus untuk menghindari kejaran para orang-orang suruhan mafia tersebut.


Hingga akhiranya, terdengar suara letusan senjata api yang ditujukan kepada mereka.


Wuuuuuush...


Sebuah peluru melintasi mereka lalu terbang melayang menuju sasaran angin.


Chakra yang menyadari akan hal bahaya telah mengincar mereka, lalu dengan sigap mengeluarkan sebilah pedang yang selama ini Ia sembunyikan di belakang punggungnya.


Duaaaaar.. Duaaaar...


Suara ledakan senjata api yang ditujukan kepada Chakra dan Rere.


Wuuuuush..tiiing...tiiiiing..


Suara dentingan benda besi beradu saat Chakra berhasil menangkis setiap peluru yang melesat menuju kearah mereka.


Seketika Rere terkesima dengan ketangkasan yang dimiliki oleh Chakra. Meskipun tampak bloon, namun dalam hal bela diri, Ia tampak begitu lihai. Hal lain yang membuatnya kagum Ialah Ia tak menyadari jika Chakra membawa sebilah pedang selama ini.


Namun kali ini mereka bernasib sial, mereka kehabisan bahan bakar minyak. Lalu nesin itu melambat dan mendadak berhenti.


Tanpa diduga, kedua speedboat itu sudah berhasil menysul mereka. Lalu dengam cepat beberapa orang sudah melompat masuk kedalam speedboat yang mereka tumpangi.


Lalu terjadi pertempuran yang sangat sengit. Beberapa orang berhasil chakra lumpuhkan, namun, belum lagi mereka selesai menghabisi para penjahat itu, speedboat yang satunya juga merapat dan orang-orangnya masuk kedalam speedboat yang ditumpangi Chakra dan Rere.


Seirang diantara mereka berhasil melumpuhkan Rere, lalu melintangnkan lengannya dileher gafis tomboy tersebut.


"Turunkan senjatamu..!! Jika tidak ingin temanmu mati sia-sia." Ancam seorang pria berbadan kekar dengan tatto seekor naga dilengannya yang saat ini sedang menawan Rere.


Seketika Chakra menoleh kearah suara tersebut, lalu tanpa diduga olehnya, sebuah pukulan menghujam perutnya, sehingga membuatnya Chakra tersungkur dan pedangnya terlempar kelaut.


Pedang itu melayang didalam air. Lalu dikedalaman air laut, tampak seekor predator berwarnah putih dengan cepat menyambut pedang itu dan menelannya.


Disisi lain, Rere yang sydah sangat terpojok, dipaksa bertekuk lutut. Ia meringis menyaksikan Chakra yang tampak kesakitan dan sedang ditahan oleh dua orang berbadan kekar lainnya.


"Serahkan bukti yang kau kumpulkan atas tindak kejahatan Bos kami." ucap Seorang diantara mereka.


Rere tampak tersenyum sinis menghadapi mereka. "Ciiih.. tak akan sudi aku memberikannya kepada kalian..!" ucap Rere sembari meludah kedepan. Hal ini membuat para pria itu semakin kesal.


Lalu..


Plaaaaaak...


Sebuah tamparan mendarat dipipi mulusnya. Lalu darah segar mengalir dari sudut bibirnya.


"Dasar wanita ******..!! Apakah kau ingin mati hanya demi chips itu..?" ujar seorang diantara mereka dengan nada kesal.


"Baiklah.. Jika kaubtak ingin memberikannya, maka aku akan membunuh temanmu yang ini.." ujar pria itu sembari mengarahkan senjata apinya dan siap menarik pelatuknya. Saat bersamaan, speedboat merasa terguncang, seperti ada sesuatu dibawah sana yang sedang mengguncang speedboat tersebut.


Seketika semuanya merasa panik. Dimana guncangannya membuat senjata api milik pria itu terlempar. Lalu tiba-tiba saja, seekor buaya putih muncul kepermukaan, dan melibaskan ekornya kepada kedua pria yang sedang menawan Chakra dengan senjata api.


Seketika kedua pria itu terjatuh kedalam laut dengan luka parah akibat sabetan ekor buaya putih tersebut, lalu tenggelam.


Seketika suasana menjadi tegang. Buaya putih naik keatas speedboat, lalu menatap tajam kepada pria yang sedang menahan Rere.


Tak hanya pria itu yang ketakutan, sang gadis dan juga Chakra sangat ketakutan. Mereka tidak menyangka akan kedatangan tamu yang lebih menyeramkan.


Empat orang suruhan mafia masih tersisa, lalu mereka melepaskan tembakan kepada buaya itu. Namun sepertinya kulit buaya itu sangat tebal dan keras, sehingga setiap peluru yang mengenai kulitnya akan berdenting dan tak mampu melukai buaya putih itu.


Buaya itu merayap maju dan mendekati priayang sedang menahan Rere.


Ia terus melepaskan tembakan peluru, namun tak mampu melukai kulit buaya itu. Hingga akhirnya pelurunyapun habis. Ia sedikit memucat. Lalu berjalan mundur dengan membawa Rere serta.


Ketiga pria lainnya mencoba memberikan perlawanan, namun buaya putih itu mengibaskan ekornya, lalu dengan sekali kibasan, ketiganya jatuh kedalam laut dengan luka robek dan tenggelam.


Pria yang saat ini sedang menahan Rere sangat ketakutan, namun Ia bingung, mengapa buaya itu hanya menyerang Ia dan kelompoknya, tidak untuk pemuda dan gadis itu.


Lalu pria itu tiba dipenghujung tepi speedboat, dan Ia membawa sang gadis menceburkan diri kelaut.


Lalu dengan sigap buaya itu ikut melompat kedalam laut. Chakra tercengang. Ia khawatir dengan kondisi sang gadis.


Sementara didalam laut, pria itu seolah ingin membawa sang gadis mati bersamanya. Namun buaya putih dengan segera menggigit lengan sang pria agar melepaskan cengkramannya terhadap sang gadis.


pria itu meringis kesakitan dan melepaskan gadis itu. Lalu buaya itu dengan segera menangkap gadis itu dan membawanya kepermukaan.


Buaya itu naik kepermukaan air laut. Tampak Chakra yang sedang menatapnya dengan wajah keheranan.


Lalu buaya itu menyodorkan tubuh Rere agar Chakra mengangkatnya.


Dengan sekuat tenaga, Chakra mengangkat tubuh Rere dan menaikkannya ketas speedboat.


Setelah berhasil menaikkan tubuh gadis itu. Chakra melihat kelaut, lalu tampak olehnya buaya itu hendak pergi, dan Ia berteriak."Heeei.. Terimakasih.." ucapnya.


Ia melihat buaya itu mengerjapkan kedua matanya lalu pergi menyelam dan menghilang.


"Mengapa aku seperti dekatnya, dan mata itu.. Sepertinya aku sering melihatnya..?" apakah itu Romo..?" ujarnya dengan oenasaran. Namun buaya itu sudah menghilang.