Buhul ghaib

Buhul ghaib
Gadis itu



Mobil yang dikendarai gadis itu melaju membelah keramaian. Chakra merasa ketakutan melihat gadis itu mengebut dan layaknya seperti seorang pembalap profesional.


Selama ini, Ia hanya tau satu kendaraan yaitu kuda. Dan kemarin saat datang kekota menaiki mobil pick up juga biasa saja, dengan kecepatan sedang, karena mengangkut banyak hasil bumi dan barang lainnya.


Tetapi, kali ini Ia berada didalam sebuah mobil mewah yag dikendarai seorang gadis yang tampak begitu lihai dalam mengendarainya.


Chakra membukatkan matanya, dadanya bergetar karena ketakutan saat gadis itu menyalip mobil didepannya dan hampir saja berbenturan dengan mobil didepan yang berlawanan arah dengan mobil sigadis.


Chakra merasakan saat ini Ia sedang sport jantung dan adrenalinnya berpacu dengam cepat.


----------♡♡♡♡--------


Keempat pria itu memasuki mobilnya. "ayo cepat..!! Jangan sampai gadis sialan itu lolos.!!" hardik Pria yang mendominan itu dengan kasar.


Ketiga rekannya terhuyunh-huyung karena masih merasakan pusing saat dihajar oleh Chakra tadi.


Tanpa mereka sadari, seekor kelinci ikut menyelinap masuk kedalam mobil, dan bersembunyi dibawa jok mobil tengah.


"Buruuann..!!" hardik pria itu menerintahkan kepada rekannya. Mobil itu melaju mengikuti arah petunjuk yang diarahkan oleh sebuah alat canggih pelacak, yang disebut chips gps.


"Mereka mengarah kearah pelabuhan, ayo kejar..!! titah pria itu dengan nada perintah.


mereka melajukan mobilnya mengejar pelabuhan.


--------------♡♡♡♡---------


Rere, gadis ramping yang mengendarai mobil bak seorang pembalap, telah samapa dipelabuhan.


Ia menghentikan mobilnya. Lalu keluar dengan segera.


Ia membuka pintu, lalu menarik Chakra keluar yang tampak pucat pasi karena mengalami syok berat akibat pengalamannya berbalap liar dengan gadis itu.


"buruan..!! Ntar kita ketangakap mereka bisa jadi perkedel.!" ajak gadis itu sembari menarik tangan Chakra keluar mobil.


Ia kini hanya menggunakan celana berbahan kain yang diberi oleh kakeknya. Karena saat Ia datang, pakaian Chakra sangatlah mengenaskan. Sehingga si kakek memberikan sepasang pakaiannya. tubuhnya yang tanpa penutup sangat jelas ter ekspos. Tubuh kekarnya selama dihutan yang sering berolahraga fisik tanpa sengaja membentuk otot-otot perutnya.


Dipelabuhan itu banyak sekali counteiner yang berjejeran mengantri untuk diangkut.


Chakra memandang kotak-kotak kontainer tersebut. Ia bingung mengapa mereka ada disini.


Sesaat, terdengar suara ban mobil berdecit mendekat kearah mereka. Lalu 4 orang pria turun dengan wajah penuh amarah. 3 diantaranya berjalan sembari terseok karena bebetapa luka saat terkena hantaman tongkat besi chakra tadi.


Gadis itu mengekuarkan pucuk senjata Api yang disimpannya di dalam saku celana kargo miliknya. Ia mengisi senjata api itu peluru.


Sepertinya si gadis terbiasa dengan senjata itu. Chakra terus memperhatikan cara gadis itu menggunakannya. Ia mencoba mengingatnya dan menyimpannya didalam memory.


Ke empat pria itu berjalan berpencar mencari keberadaan Chakra dan gadis bernama Rere tersebut.


Rere melihat salah seorang diatara pria itu sudah berada dekat dengan posisi mereka, Ia melihat Chakra yag masih berdiri tercengang. Rere segera menariknya merapat kedinding counteiner, lalu Ia menembakan senjata Apinya kepada pria yang berada didepannya.


Tembakan itu meleset. Lalu terjadi tembak menembak antara Rere dan pria itu.


Chakra yang merasa harus membantu, mengambil senjata api disaku celana gadis itu dan ikut membantunya. Pria itu tertembak dibagian betisnya, lalu ambruk.


Ketiga rekannya ikut menegejar Rere dan Chakra, mereka mengepung dari segalah arah. Chakra dan Rere saling memunggungibdan berputar untuk melihat dimana lawan mereka bersembunyi.


insting Chakra mengatakan jika musuh mereka bersembunyi di balik counteiner sisi sebelah kanannya, dengan gerakan cepat Ia melompat semabari melayang dan menembakkan pelurunya kepada lawannya. Pria itu roboh dan tersungkur.


Dua orang masih tersisa. Rere menarik Chakra agar menuju pelabuhan, disana ada speedboad yang sudah disiapkan. Pria yang mendominan, lalu mengetahui pergerakan Rere dan Chakra. Mereka mengejar dan melayangkan tembakannya.


Rere dan Chakra berhasil naik kepelabuhan. Seekor kelinci ikut mengejar ke dermaga, ia ingin ikut bersama, Chakara terperangah karena baru menyadari jika kelinci itu terlepas dari dirinya.


Dua orang pria sedang mengejar mereka menuju dermaga.


Rere berusaha untuk menghidupkan mesin speedboadnya. Namun belum juga dapat hidup.


Mereka berhasil kabur dari pengejaran kedua pria itu.


"Siaall..!! Dia berhasil kabur.!!" maki pria itu dengan kesal.


Rere membawa Chakra, pria yang bahkan Ia sendiri tidak mengenalnya.


kelinci Itu bergelayut manja pada Chakra, seolah-olah Ia tidak ingjn berpisah darinya.


"hei.. Teman kecil.. Hampir saja aku melupakanmu.. Mengapa kau keluar dari sarangmu." ucap Chakra khawatir, sembari membelai lembut bulu halus hewan tersebut.


---------♡♡♡♡-----


"Siaal..!!" mengapa kalian bisa kehilangan jejaknya..?! Jika saja Ia sampai membocorkan informasi ini kepada pihak inteligent, maka tamatlah riwayat bisnis kita.! Temukan gadis dan pemuda itu, jika perlu cincang dan jadikan santapan buaya.!!" ucap Andre dengan sangat penuh amarah.


"mereka membawa speed itu ke arah utara Bos.." ucap seorang diantara mereka menyaksikan kepergian gadis itu bersama seorang pemuda.


"kirimkan anak buah kesetiap dermaga, pastikan jika mereka berlabuh, tembak kepala mereka..!" titah Andre dengan berang.


"Baik Bos..! kami laksanakan.!!" ucap pria itu dengan tegas.


--------------♡♡♡--------


Rere mencari pelabuhan tikus untuk berlabuh. Ia tau jika mereka berlabuh dipelabuhan, maka anak buah Andre sudah menunggu mereka.


Rere melompat ketepian, lalu Chakra Menyusul yang juga melompat ketepian.


"Ayo..!!" ajak Rere kepada Chakra, yang sebenarnya Ia bingung dengan apa yang sedang dialaminya.


Mereka menyusuri jalanan setapak, dengan hanya bemodalkan cahaya rembulan, mereka menyusuri jalanan tersebut.


----------♡♡♡♡-------


Mereka sampai di sebuah gubuk kecil. Mereka beristirahat disana. Rere mencoba membaringkan tubuhnya yang lelah.


Lalu Ia menoleh kepada Chakra yang tampak seperti canggung dan bingung.


"apakah kamu agen yang dikirim oleh Tuan Alvan untuk membantuku..?" tanya Rere kepada Chakra.


Chakra yang ditanya malah bengong. " ha..? apa agen..?" tanya Chakra penasaran plus bingung.


Rere beranjak bangkit dari tidurnya. Lalu terduduk dan juga ikut bingung.


"jadi kamu bukan agen yang dikirim oleh tuan alvan.?" tanya Rere sekali lagi.


Chakra mengangkat kedua bahunya, Sembari membelai bulu halus Arini.


Rere menggelengkan kepalanya. "lalu kamu siapa..?" tanya Rere bingung.


"aku Chakra. Aku sedang mencari ibu an adik perempuanku, yang diculik oleh orang kota." jawab Chakra dengan polosnya.


Rere mengacak rambut pendek Bob nya. Ternyata Ia telah salah membawa orang dalam misinya.


"sebaiknya kita berpisah sampai disini. Aku tidak ingin membuatmu terlibat dalam masalahku. Pulanglah.." titah Rere kepada Chakra.


Chakra memandang gadis berambut pendek tersebut. "aku tidak tau harus pulang kemana. Aku tidak punya tempat tinggal. Lagipula kau sudah meminjam bajuku, apakah kau tidak lihat aku kedinginan..?" ucap Chakra polos.


Rere baru sadar jika Ia memakai pakaian pria itu. Gadis itu menarik nafas beratnya, lalu menghelanya. "baikalah.. Aku akan membawamu, untuk mengganti pakaianmu. Tetapi setelah itu menjauhlah dariku, karean kau akan menempuh bahaya besar jika terus bersamaku." ucap Rere menjelaskan.


Chakra mengangguk setuju.


Bersambung... Author angkat jemuran dulu.. Hujan..