
"Re.. Putar arah selatan, kita harus mengecoh perhatian mereka terlebih dahulu.." titah Lee dengan mencoba tenang.
Namun, 3 speedboat yang melaju kearah mereka semakin mendekat. Tanpa Lee sadari, sebuah anak panah melesat dari arah belakang kemudi melalaui kaca jendela dan mengenai pengemudi lawan mereka yang sudah hampir dekat.
Tampak terlihat seseorang terjatuh dari atas speedboat, dan hampir saja berbenturan dengan speednoat yang dikendarai oleh Lee dan timnya.
Seketika Lee menoleh kearah belakang, Ia melihat Chakra yang sedang membidik pengemudi lainnya dengan menggunakan anak panah yang sudah terpasang dibusurnya, dan siap melesat.
Lee terperangah akan apa yang dilihatnya. "Mengapa Ia memiliki kemampuan yang sama dengan Asih.. Siapa Dia..?" Lee berguman dalam hatinya. Namun Ia tak memiliki waktu untuk mempertanyakan hal itu, karena mereka dalam susasana yang sangat genting.
Satu persatu para musuh sudah bertumbangan, tersisa satu speedboat yang masih bertahan. Namun, Chakra kehabisan anak panahnya.
Speedboat itu meringsek menghampiri mereka. Rere mencoba menambah kecepatan laju speedboatnya. Ia mencoba menghindari kejaran para musuhnya.
Saat mereka mencoba menghindari kejaran tersebut, terdengar suara tembakan yang menyasar pada speedboat mereka.
Berulang kali mereka harus merundukkan kepalanya agar terhindar dari serangan itu.
Lee berusaha membalas serangan yang datang bertubi-tubi. Tanpa diduga, speedboat lawan sudah berhasil merapat kepada mereka. Tembakan demi tembakan terus dilancarkan, para musuh berusaha untuk dapa naik keatas speedboat mereka.
Saat seorang lawan bertubuh kekar berusaha menaiki speedboat mereka, Chakra mengeluarkan sebilah pedang yang selama ini terselip dipinggangnya. Tanpa menunggu lama, Ia melukai tangan pria bertubuh kekar itu, sehingga membuat sang musuh mengerang kesakitan.
Rere menambah kecepatan laju speedboatnya, mencoba menghindari musuhnya, sehingga sanga musuh yang berusaha naik tadi tercebur kelautan.
Lagi-lagi Lee terperangah melihat aksi Chakra, semua gerakan yang dilakukan oleh pemuda asing itu sangatlah mirip dengan gadisnya yang menghilang tanpa kabar.
Speedboat lawan terus mengejar mereka, suara tembakan terus terdengar, hingga menembus jendela kaca speedboat mereka.
Traaaaang...
Suara dentingan timah panas beradu dengan kaca jendela yang tertembus ileh peluru dan meninggalkan lubang kecil.
"Bagaimana ini Bos. ?" tanya Rere yang masih fokus terus membawa speedboat itu.
Kita pancing saja agar mereka terus menembak dan kehabisan peluru." ucap Lee menyarankan.
Ini beresiko menghabiskan bahan bakar kita.." Rere menyela.
"Jangan takut, aku membawa persediaan bahan bakar.." jawab Lee menegaskan.
Saat Rere akan berputar arah, sebuah timah panas kembali menembus kaca depan tempat kemudi, dan peluru itu melintasi telinganya. Jika saja tidak memiliki keberuntungan, maka dipastikan sudah menembus tulang pipinya.
Rasa kaget membuat Rere sedikit tersentak, namun Ia berusaha untuk terus fokus.
Speedboat lawan ikut berputar, namun diluar dugaan, speedboat lawan berputar berlawanan arah, hingga hampir berbenturan dqn mengakibatkan kecelakaan jika saja Rere tak mampu menghindarinya.
Namun, hal ini membuat Chakra mengambil kesempatan untuk melompat ke speedboat lawan. Ternyata Chakra keluar melalui jendela dan naik keatas speedboat, lalu melompat ke speedboat lawannya yang berjumlah 3 orang.
Berhasil masuk kedalam speedboat lawan yang terbuka jendelanya, lalu berhadapan dengan dua orang berbadan kekar.
Keduanya memegang senjata api, namun saat berusaha menembakkan kepada Chakra, mereka sudah kehabisan peluru.
Lalu mereka mencoba menghadapi Chakra dengan tangan kosong.
Keduanya memasang kuda-kuda pertahanan dan mulai menyerang Chakra secara bersamaan.
Untuk saat ini, Chakara hanya menggunakan serangan menghindar. Setelah merasa terpojok, Chakra melayangkan tendangan tepat di senjata pamungkas milik seorang lawannya.
Seketika Pria bernadan kekar itu meringis kesakitan. Wajahnya memucat menahan sakit sembari memegangi senjatanya yang terasa ngilu. Chakra mengambil kesempatan saat Pria itu merunduk memegang senjatanya yang ngilu, memberikan pukulan dengan sikunya, tepat dipunggung lawannya. Sehingga membuat lawannya tersungkur.
Lalu penyerang satunya memberikan serangan balasan kepada Chakra yang sudah melumpuhkan temannya.
Sebuah pukulan dilayangkan kepada pemuda itu, sehingga membuat Chakra terhuyung, karena mendapatkan serangan dengan tiba.
Bersamaan dengan itu, Lee juga masuk kedalam speedboat lawannya, lalu memberikan tembakan kepada pengemudi speedboat, dan juga pria yang berusaha menyerang Chakra.
Setelah itu, mereka meninggalkan para musuhnya yang terkapar tak bernyawa didalam speedboat.
"Ayo.. Kita keluar dari sini.." ucap Lee kepada Chakra, berusaha menerima kehadiran Pemuda asing itu.
Chakra mengikuti ajakan Lee, lalu mereka berpindah ke speedboat mereka.
Lee menhambil alih kemudi. "Re.. Tidurlah.. Karena kita harus bergantian mengemudikan soeedboat ini.. Kita harus dapat menyusul kapal yang membawa kontainer tempat penyekapan para gadis-gadis tersebut."Titah Lee, dengan nada perintah.
Rere menganggukkan kepalanya, mencoba menyetujui saran dari atasannya. Gadis tomboy itu mengambil tempat duduk disudut ruangan, mencoba memejamkan matanya, agar dapat bergantian dengan atasannya.
Melihat Rere mulai tertidur, Chakra menghampiri Lee, mencoba mendekati pria itu, karena selama ini Ia tidak memiliki sahabat pria selama dihutan.
Meskipun Lee terkesan sangat jutek, namun Chakra tahu, jika pria itu adalah pria yang sangat baik.
Lee tampak mengemudikan speedboat dengan dengan sangat fokus. Namun Ia menyadari kehadiran Chakra yang berdiri disisinya.
"Siapa namamu..?" tanya Lee tanpa menoleh kearah lawan bicaranya.
"Chakra.." jawab sang pemuda singkat.
"Apa tujuanmu mengukuti agen Rere..?" tanya Lee, sembari terus mengemudi.
"Tidak tahu, aku teesesat, dan bertemu dengannya, lalu kami melakukan perjalanan bersama." jawab Chakra dengan jujur.
Lee mengernyitkan keningnya. "Memangnya kamu hendak kemana..?" ta ya Lee penasaran.
Chakra mengehela nafasnya dengan berat. "Aku sedang mencari Ibu dan adik perempuanku yang berusia 19 tahun, keduanya menghilang dengan tiba-tiba.. Dan aku yakin orang kota yang menculiknya." jawab Chakra mencoba menerka.
"Diculik..?!" tanya Lee mulai penasaran.
"Ya..." jawab Chakra singkat.
Lee menyimpulkan, jika Ibu dan adik perempuan pemuda itu salah satu korban penculikan yqng dibawa kapal yang sedang mereka kejar.
"Semoga mereka dalam kondisi baik-baik saja dan ditemukan dalam kondisi selamat.." ucap Lee mencoba memberikan semangat kepada penuda yang sedang dirundung masalah tersebut.
Lee tidak menyangka jika pemuda itu sangatlah dalam kondisi menderita. Ia pasti merasakan rasa yang sangat gelisah karena kehilangan orang-orang yang begitu Ia sayangi.
Hal itu juga Ia rasakan saat kehilangan Asih, sanga gadis penakluk hati yang menghilang dengan tiba-tiba.
Namun Ia yakin dapat menemukan sang gadis, karena Ia telah memasang chip dilengan sang gadis.
Malam semakin beranjak tengah malam. Mereka harus segera mengejar ketertinggalan mereka yang tertinggal jauh dari kapal ekspor tersebut.
Setelah menempuh perjalanan dua hari, tampak dikejauhan sebuah kapal besar berada tak jauh didepan mereka. Rere yang kini bertugas sebagai pengemudi, mulai merapatkan speedboat mereka dibagian belakang, agar Chakra dan Lee dapat menyelinap masuk kedalam kapal.