Buhul ghaib

Buhul ghaib
Tamu-5



Sesaat seseorang tersebut memungut jepit rambut tersebut. Ia terperangah melihat seorang pria tampan berdiri dihadapannya.


Andre mencoba mengingat dimana Ia pernah pria tampan itu.


"Kau..?! Mengapa Kau bisa berada ditempat ini?!" tanya Andre dengan bingung.


Ingatannya kembali kemasa 21 tahun lalu saat pria itu menghajarnya dan juga mencuri koper berisi uang penjualan barang haramnya.


"Sialan, Kau..!! Kembalikan uangku yang sudah Kau curi waktu itu!" ucap Andre dengan geram.


Pria tampan yang tak luntur ketampanannya mwski dimakan usia tersebut, berjalan dengan santai menghampirinya.


"Lalu Bagaiamana dengan-Mu yang datang kerumahku, lalu mengacak-ngacak rumahku?" tanya Pria itu dengan santai, lalu menyimpan jepit rambut itu didalam saku celananya.


"Tunggu, mengapa jepit rambut itu ada bersamamu?" tanyanya dengan penasaran.


"Apa pentingnya jepit rambut ini bagimu, ini hanya sebuah jepit rambut, sedangka n sebuah kehormatan saja bisa Kau renggut lalu Kau campakkan begitu saja. Lalu apa pentingnya jepit rambut ini untukmu?" ujar Pria itu dengan tenang.


Andre seketika terdiam, Ia tidak lagi mampu mencernanya.


Namun tiba-tiba saja Ia mengingat akan Dina, Ia tiba-tiba sangat merindukan wanita itu. Ia masih menerka-nerka apakah Dina memiliki anak dari hasil hubungan terlarangnya waktu itu.


"Mengapa Kau harus mengingat masa lalumu? Sedangkan Engkau sengaja mencampakkannya" ucap Pria itu menyadarkan lamunan Andre.


"Siapa Kau sebenarnya? Mengapa Kau dapat mengetahui semua tentangku" tanya Andre penasaran.


Pria itu hanya tersenyum sinis, lalu menatapnya dengan tajam.


"Pergilah Kau dari sini, atau atau Kau akan merasakan kesakitan yang lebih dari sekedar pecah bola matamu" ucap Pria itu dengan nada ancaman.


Andre tertawa mengejek "Apakaah Kau Kira aku takut denganmu? Jangan menganggapku lemah" ucap Andre, lalu mengambil senjata apinya.


Lalu Ia menembakkannya tepat dikening pria tampan itu, dan...


Dooooor...


Suara tembakan terdengar membahana diruangan goa. Seketika peluru menembus kening pria itu, sehingga membuatnya tersentak dan mundur satu langkah kebelakang.


Andre tertawa menyaksikannya. Ia menngaggap Ia adalah pemenangnya.


Namun tawanya tiba-tiba terhenti, saat menyaksikan luka dari tembakan tersebut sudah kembali pulih seperti sedia kala, dan peluru itu kini berada digenggaman tangan pria itu.


Andre terperangah menyaksikannya. Ia tidak pernah menduga jika pria itu sungguh aneh.


"Siapa, Kau? Apakah Kau seorang robot?" tanya Andre dengan perasaan bingung. Kini nyalinya mulai menciut. Ia tak lagi menunjukkan sikap arogansinya.


Andre berjalan menyamping ke sisi Kanan. Sesaat Ia tersentak, saat tak menemukan pria tampan itu.


"Haahh.. Kemana Dia menghilang? Mengapa tidak ada?" Ia berguman lirih. Andre memutar tuburnya ke sisi belakang,Ia merasakan jika seseorang berada jelas dibelakangnya, namun tak menemui sesiapapun.


Andre mulai terlihat panik, Ia seakan melihat ada seseorang yang sedang mengikutinya "Keluarlah, jangan jadi pengecut" ucap Andre dengan kesal dan penuh amarah.


"Mengapa, Kau begitu tampak sangat tidak bersemangat bermain denganku" tanya Suara tanpa tubuh tersebut.


Andre semakin merasakan jika dirinya sudah sangat kacau.


Ia membutuhkan keberanian yang sangat besar untuk menghadapi pria misterius tersebut.


Seketika dengan mata membola, Andre melihat sosok pria yang dicarinya keluar dari dinding goa, seolah seperti bayangan.


"Haaaaah..."


Andre masih bingung dengan apa yang dilihatnya. Haruskah Ia mempercayai jika setan itu ada.


Semuanya sangat membuat Andre semakin frustasi.


"Siapa, Kau??!" tanya Andre lagi dengan bingung.


Pria itu hanya tersenyum senang "Dasar, manusia serakah, Kau sungguh sangat menjijikkan" cecar Pria itu dengan tatapan misterius.


Andre kembali melepaskan tembakannya. Lagi-lagi hanya menembak dinding goa dan tak dapat mengenai tubuh pria itu.


Sesaat pria itu menghilang kembali, dan Andre semakin kebingungan.


Sebuah desiran angin disertai sebuah bayangan berada disisi Andre, tepat diambang pintu, dengan cepat..


Dooooor....


Sebuah tembakan mengenai seseorang, dan..


Aaaaaarghhh...


Seseorang berteriak dan tersungkur dilanrai goa, lalu terkapar tak bergerak lagi.


Andre membeliakkan matanya, Ia melihat ternyata Black telah tertembus timah panas miliknya.


Ia juga tidak mengetahui sejak kapan bawahannya itu menyusul dan sampai ke goa ini.


Andre menghampiri Black yang sudah memuntahkan darah hitam dari mulutnya. Ia mengguncang tubuh itu yang penuh dengan banyak darah.


"Brengsek..! Keluarlah Kau pengecut!" teriak Andre dengan suara yang sangat lantang dan menggema didalam seluruh ruangan goa.


Hahahahhahaaha....


Hanya suara tawa yang terdengar begitu sangat mengerikan membahana disentero ruangan.


Andre semakin geram, Ia mencoba memeriksa kondisi Black, namun sudah tak benyawa lagi.


Sesaat Ia teringat akan Jodi, Ia mencoba memeriksa bawahannya itu, apakah Jack juga sudah berada disana.


Ia menyusuri lorong goa untuk menuju ruang utama.


"Bos.." ucapnya Jodi dan Jack, ternyata keduanya masih berada disana. Keduanya sedang berusaha menyungkit dan mengumpulkan batu-batu permata itu.


Sekitar beberapa menit yang lau Bos" jawab Jack.


Kedua bawahannya melihat tangan Andre penuh berlumuran dengan darah segar.


"Apa yang terjadi, Bos? Kemana Jack?" tanya keduanya hampir bersamaan.


Andre mencoba menghela nafasnya yang terasa berat.


"Tertembak, Ia salah sasaran. Goa ini sangat aneh, sepertinya ada sesuatu rahasia yang tersimpan didalam goa ini" Andre mencoba menuturkannya.


Nafasnya masih tersengal, Ia masih mengingat dengan jelas wajah pria itu. 21 tahun yang lalu, pria itu pernah datang untuk mengerjainya., dan kali ini mereka bertemu lagi.


"Apakah kalian percaya adanya setan?" tanya Andre kepada ke dua bawahannya.


Jodi dan Jack saling pandang, keduany merasa bingung dengan pertanyaan Bos mereka yang terkesan sangat aneh.


"Mengapa, Bos? Koq tiba-tiba mempertanyakan masalah setan?" tanya keduanya dengan pensaran juga bongung.


"Sudahlah... Percepat saja penyungkitan batu-batu itu. Bawa apa saja dari goa ini yang bisa kita bawa. Setelah helikopter datang Kita tinggalkan tempat ini" titah Andre kepada keduanya.


"Bagaimana dengan Edy, Sani dan juga Dori?" tanya Jodi mencoba mengingatkan si Bos.


Seketika Andre terdiam.


"Anak sialan..!! Kenapa juga Dia pakai menyelamatkan gadis itu, cari mati saja..!!" ucap Andre dengan kesal.


Ia merutuki anak lelakinya itu, Ia menganggap Edy lemah karena cinta dan juga wanita.


"Bagaimana Ia dapat menjadi penerusku, jika hanya karena Wanita saja Dia sudah selemah itu" Andre kembali mengomel.


"Lalu apa yang harus kita lakukan, Bos?" tanya Jodi dengan raut wajah meminta penjelasan.


Andre terdiam sejenak. Bagaimanapun Edy tetaplah anaknya, Ia harus membawa Edy kembali pulang dan menggemblengnya menjadi seorang pria yang tak lemah dan mudah goyah karena wanita.


"Aku akan mencarinya esok. Kita beristirahat saja sejenak malam ini, esok kita lanjutkan rencana berikutnya" titah Andre kepada keduanya.


" Baik, Bos.." ucap keduanya secara bersamaan, dan meletakkan alat-alat serta batu permata yang sudah berhasil mereka kumpulkan.


"Sejak kapan Kau dan Black