Buhul ghaib

Buhul ghaib
Perjalan Ghaib Lee



Lee kembali ke apartemen dengan membawa topeng dan makanan untuk Asih.


Namun sesampainya Ia didalam Apertemen, Ia tak lagi menemukan keberadaaan Asih. Gadis itu telah menghilang, bersama tas jorannya yang tak pernah Ia tinggalkan.


Suasana apertemen sangat kacau, barang-barang berserakan dimana-mana. Terdapat bercak darah yang sangat kental dan berceceran dimana-mana.


"Sepertinya ada orang yang menyatroninya. mengapa mereka bisa menemukanku disini..? Sepertinya ada sesuatu yang mencurigakan.


Lee mengambil phonselnya, lalu mengecek cctv yang ada didalam ruangan apertemen.


Tampak olehnya Asih yang baru saja keluar dari kamar mandi, bersembunyi didalam lemari pakaiannya. Lalu tampak 2 orang berbadan kekar dengan mudah memasuki apertemen Lee.


"siaall..!! Mereka menghack kata sandiku.." guman Lee dengan kesal.


Lalu Ia melihat ke dua pria itu memeriksa seluruh ruangan, dan Asih yang masih menggunakan handuk kepergok sedang bersembunyi didalam lemari.


Mereka menatap liar kepada Asih. Lalu Asih memberikan tendangan di area sensitif pria itu, sehingga pria itu mengerang kesakitan dan memegangi barang berharganya yang terasa ngilu.


Lalu rekannya datang menyerang, Asih meraih pintu lemari, lalu menutupnya dan kembali menghempasnya dengan sangat kuat kepada pria itu.


Pria itu meringis kesakitan, karena keningnya terkena hempasan pintu lemari.


Asih mengambil hanger, lalu menjadikannya senjata, hanger itu terbuat dari kayu..


"oh.. No.. Gadis nakal..!! Bahkan Ia mengacak-acak pakaianku.."


" haaah. Dia juga memakai jeans kesayanganku, meski terlihat begitu sangat ketat dipakainya.." Lee menggelengkan kepalanya.


Asih memukulkan hanger itu tepat di lutut, dan kepala kedua pria itu.


Dengan gerakan Salto, Ia dapat menghampiri tas jorannya, Ia mengeluarkan pedangnya. Lalu menghunuskan kepada keduanya.


Kedua pria itu mengambil senjata Apinya, lalu menembakkannya kepada Asih. Dengan lincah Asih menghalau seluruh peluru yang menyasar padanya dengan pedang ditangannya.


Merasa kehabisan peluru, kedua pria menggeram, lalu menyerang Asih dengan tangan kosong.


Asih Melukai lengan mereka dengan pedangnya , lalu berhasil kabur dan keluar dari apertemen.


Kedua pria itu juga ikut mengejar Asih, dengan tubuh penuh luka.


"aku harus melacaknya, apa dia fikir Ia dapat lari dariku. Aku sudah memasang Chips gps di lengannya yang terkena peluru itu. Kau sudah membuatku gila" ucap Lee tanpa ekpresi.


Ia memulai pelacakannya, Ia menemukan Asih berada disebuah hutan bakau disekitaran laut. Lee melakukan pengejaran kesana.


🐊🐊🐊🐊🐊🐊🐊


Asih memacu mobilnya menuju pelabuhan tikus yang pernah Ia lalui. Ia ingin mengambil speedboatnya. Perjalanannya selama bersama Lee telah membuatnya pintar mengemudi mobil, hanya dengan memperhatikan apa yang dibuat Lee.


namun tanpa Ia duga, kedua pria itu ikut mengejarnya. Lalu Ia menepikan mobilnya, Ia mencari speedboatnya, namun tak dapat ditemukan. Sepertinya sudah ada yang mengambilnya.


Asih melihat para pria itu masih mengejarnya. Ia mencoba menerobos hutan bakau untuk berlindung.


Ia memanjat salah satu hutan bakau dengan sangat ringan. Lalu bersembunyi di atas dahannya.


Kedua pria itu ikut memasuki hutan bakau, mereka berusaha untuk mendaptkan Asih apapun caranya. Mereka harus mendapatkan pink diamond tersebut. Batu permata senilai 1triliun itu telah membawa masalah bagi Asih.


Asih melihat kedua pria itu tepat berada dibawahnya, Ia lalu menjatuhkan dirinya, tepat diatas pundak pria yang berbadan kekar.itu seperti lompatan seekor hewan kukang.


belum hilang rasa terkejut pria itu, Asih memberikan pukulan dikepala pria itu dengan sikunya.


Pria itu meeasakan sempoyongan. Lalu Asih meloloskan diri dari pundak pria itu.


setelah melumpuhkan kedua pria itu, Asih meninggalkan keduanya ditengah hutan bakau.


Asih terus berlari meninggalkan kedua pria itu membelah semak belukar. Setelah merasa cukup jauh, Asih memilih sebuah pohon bakau untuk tempat berlindungnya.


Dengan gerakan ringan, Ia memanjat pohon bakau, lalu mencari dahan yang dapat untuknya bertengger.


Ia merasa sangat lelah, apalagi luka bekas peluru itu masih terasa nyeri di lengannya. Asih mencoba memegangnya, Ia merasakan ada sesutu yang aneh didalam lengannya. Namun saat ini Ia merasa sangat mengantuk. Lalu Ia tertidur.


🐊🐊🐊🐊🐊🐊


Lee terus mencari signal keberadaan Asih, meskipun malam gelap dan harus melewati medan yang gelap dan penuh semak belukar, namun tak membuatnya gentar. Ia begitu terobsesi dengan Asih, sehingga membutakan matanya.


Saat akan mendekati lokasi tempat Asih bersembunyi, Ia mendengar suara desisan ular yang sangat jelas.


Sssssssshhhhsstt...


Lee mencoba menajamkan pendengarannya. Matanya mulai awas untuk menghadapi segala sisi buruk kemungkinan yang akan terjadi.


Lee mengeluarkan senjata berupa double stick. Dalam kegelapan malam, Ia mulai mengandalkan pendengarannya. Ia merasakan sesuatu sedang berkelebat kesna kemari, mencoba menyamarkan kehadiranya.


Saat sosok itu akan menyerangnya, Lee menghantamkan double sticknya kepada makhluk yang berniat menyerangnya.


sesaat dari kejauhan tampak sebuah bola api berdesing mengarah padanya.


Seketika lee menyambutnya dengan hantaman double stick. Sosok itu melengking menahan sakit.


Sosok bola api kembali menyerangnya, dan kali ini membuatanya sedikit kewalahan, karen tiba-tiba saja bola api itu kembali menyerangnya, saat akan menghantamnya, Ia melayangkan double sticknya, namun naas, rantai pengikat double stick itu putus dan melayang jatuh kesemak.


Mengetahui double stiknya terlempar kedalam semak, membuat Lee merasa akan pasrah begitu saja saat bola api datang untuk menyeranganya.


Namun Lee merasakan ada sesosok bayangan yang melindunginya. ketika Ia membuka matanya, Ia melihat Asih sudah berada didepannya menghadapi lawan yang berupa bola api itu.


Dengan sangat lincahnya Asih membuat iblis itu kewalahan.


Setelah berhasil melumpuhkannya, Asih menoleh kepada Lee. Asih sangat bingung dengan pria itu.


"dari mana kamu dapat menemukan aku disini? "tanya Asih kepada Lee, dengan nada selidik


Lee tergagap mendapat pertanyaan dari Asih. "aku mengikuti kata hatiku." jawab Lee sekenanya.


Asih mendengus kesal. lalu berjalan membelah semak belukar.


"hei.. Perlambatlah jalanmu.." ucap Lee kepada Asih.


Asih hanya diam tak bergeming, tampak didepan mereka sesosok ular berkepala manusia yang sedang mendekati kepada mereka.


Seketika Lee bergetar tubuhnya. Jika menghadapi para penjahat dan mafia Ia sudah biasa, maka kali ini Ia sangatlah bergetar dan hampir saja tak mampu berdiri karena lututnya terasa lemah.


Bibirnya menggigil seperti orang yang sedang berada di kutub utara. Namun Asih sepertinya biasa dan tidak ada sedikitpun rasa takutnya.


Asih menghunuskan pedangnya, lalu memutar tubuhnya dan melayanga sedikit diudara, lalu menebaskan kepada tubuh Rekso yang sudah menghalangi jalannya.


Aaaarrrgghhh...


Suara erangan itu melengking membahana dikesunyian malam.


Seketika Ia menghilang, meninggalkan suara yang sangat menyayat hati. Ia memastikan jika Ristih akan membalas dendam kepadanya. Ia harus mencari tempat untuk berlindung malam ini. Ia masih mengantuk dan ingin menyambut mimpinya yang tertunda.