
Lukas masuk kedalam kamar kakaknya kasar "Kak.. Bagaimana dengan perempuan? Apa sudah diberi pelajaran?" tanya pria bertubuh kekar bernama Lukas.
Robert melirik ke arah sang adik yang tampak tubuhnya terluka lemparan peluru yang dikembalikan oleh Asih.
Sejenak Robert merenung, bagaimana seseorang dapat memiliki kemampuan menangkap peluru dengan menggunakan dua jarinya saja.
Robert menghela nafasnya tanpa menjawab pertanyaan dari sang adik.
"No.. No.. Jangan katakan jika Kau pun tertarik pada pesonanya" ucap Lukas dengan penuh selidik.
"Jangan sembarangan, Kamu..!! Aku bukan pria yang mudah terpesona dengan seorang wanita, namun Ia memiliki seni bela diri yang luar biasa dan sulit untuk ditaklukkan" tukas Robert beralibi.
"Sehebat apapun Ia, tidak mungkin mengalahkan kemampuan berpedangmu?!" pungkas Lukas.
"Keluarlah..!! Dan tinggalkan Aku sendiri" ucap Robert dengan lirih.
"Tetapi..?!"
"Keluaaar..!!!" Hardik Robert dengan nada tinggi, dan menatap Lukas dengan sarkas.
Seketika Lukas beranjak dari kamar kakaknya dengan wajah kesal lalu menutup pintu dengan cara membantingnya.
Robert menyingkap selimutnya, Ia Berjalan tertatih menuju cermin yang setinggi tegak dengannya.
Ia melihat luka lebam yang yang membekas didada kirinya, lalu menyentuhnya dengan lembut. Namun tiba-tiba Ia melihat bayangan wajah Asih saat cadarnya terlepas saat Robert menariknya.
"Siaaall..!! Mengapa wajah itu selalu hadir dalam benakku.." maki Robert pada dirinya sendiri.
Pria itu melayangkan tinjunya pada cermin tersebut hingga hancur berantakan dan serpihannya berhamburan dilantai.
Ia tak tahu mengapa wajah itu selalu mengusiknya.
Pria itu berjalan menuju meja nakasnya, lalu menarik laci dan mengambil phonselnya.
Ia menghubungi seseorang "Carikan gadis belia untukku sekarang.!!" titahnya dengan nada tinggi.
Lalu terdengar suara mengiyakan dari seberang telefon dan panggilan berakhir.
Pria itu duduk ditepian ranjang, menunggu yang Ia pesan datang. Setengah jam lamanya Ia menunggu, datang seorang bodyguard bersama gadis belia dengan rambut pirang dan bermata biru.
Setelah mengantarkan gadis itu masuk kedalam kamar sang pria, bodyguard itu segera meninggalkan kamar tersebut dan pergi menghilang.
Sang gadis pirang berjalan menghampiri pria bertubuh kekar yang sedang menatapnya.
"Tidakkah Kau dapat berjalan lebih cepat?!! terlalu lamban.!" Hardik Robert dengan kesal, sehingga membuat gadis tersentak kaget lalu mempercepat langkahnya.
Setelah jarak mereka cukup dekat, Roberf menatap sang gadis dengan tajam.
"Apakah Aku membayarmu hanya untuk menjadi patung?!! Lakukan tugasmu dengan benar..!!"
"Emmm.. Iya, Tuan" jawab Gadis pirang itu terbata, lalu melakukan tugasnya yang dengan sebaik mungkin.
Pandangan pria itu menatap lurus ke depan, tak ada hasrat yang muncul sedikitpun, dan membuat si gadis merasa lelah karena sudah berusaha semaksimal mungkin, namun sang senjata tak jua bangun.
Robert yang meyadari akan hal itu, merasa bingung, sebab selama ini senjatanya begitu sangat sensitif terhadap sentuhan wanita, namun mengapa Ia begitu hampa. Hatinya merasa kosong, tak ada hasrat yang datang.
Para bodyguard yang sedang berjaga dibawah tangga dilantai dasar merasa heran dan bingung, sebab gadis cantik pirang tersebut sudah keluar dengan begitu cepat dengan wajah ketakutan.
Mereka mengetahui jika selama ini Bos mereka akan menawan para gadis hingga pagi hari, dan jika Ia merasa cocok bisa hingga 3 hari lamanya.
Merasa ada yang aneh, seorang bodyguard yang merupakan kaki tangannya dan juga sangat mengenal kepribadian sang Bosnya itu mencoba menghampiri ke kamar si Bos.
Ketika memasuki kamar tersebut, Ia melihat serpihan kaca berhamburan dilantai. Ia memanggil asisten rumah tangga untuk membersihkan serpihan tersebut, lalu melihat sang Big Bos tak berada didalam kamarnya.
Bodyguard itu mendengar suara dikamar mandi. Lalu Ia mengetuk pintu kamar mandi dan mendengar suara perintah untuk masuk.
Bodyguard itu memasuki kamar mandi, dan melihat Big Bosnya sedang berendam didialam bauthtub dengan tanpa sehelai benangpun dengan hanya ditutupi busa yang menutupi tubuhnya.
"Ada apa?!" tanya Robert dengan ketus.
Sang bodygyuard berdiri didekat buthtub dan menatap sang Big Bos.."Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa sepertinya ada sesuatu yang kamu sembunyikan?" tanya bodyguard itu hati-hati.
Robert tampak diam, tatapnnya menatap lurus pada dinding kamar mandi. Ia menghela nafasnya dengan sangat dalam.
"Apakah Kau pernah merasakan jatuh cinta?" tanya Robert lirih, kali ini Ia menurunkan nada bicaranya.
Tentu saja hal itu membuat sang Bodyguard sangat tersentak, dan ini untuk pertama kalinya Ia mendengar kata itu keluar dari mulut sang Big Bos.
"A-Aku tidak pernah merasakannya" jawab bodyguard itu cepat.
" Jika Kau tidak pernah merasakannya, lalu bagaimana Kau akan memberikan solusi untukku?" tanya Robert dengan ketus.
"Siapa gadis yang sudah membuatmu jatuh cinta? Apakah salah satu dari ratusan wanita yang pernah tidur seranjang denganmu?" tanya sang bodyguard dengan penuh selidik.
Ia tahu jika sang Big Bos selalu mengganti wanitanya dalam setiap malam dan jumlahnya tentu mencapai ratusan.
Robert menggelengkan kepalanya "Dia berbeda.. Sorot matanya mampu menghipnotisku, Aku seakan gila dan tak berdaya dibuatnya" ucap Robert dengan tatapan nanar.
Sang bodyguard mengerutkan keningnya "Anda memiliki kekuasaan di negeri ini, Anda bisa mendapatkan apapun yang Anda Mau! Dan jika hanya seorang gadis, maka itu sangat mudah bagimu bukan?!!" tukas sang bodyguard yang membuat Robert semakin menghela nafasnya.
"Dia bukan wanita sembarangan, dan tidaklah mudah untuk menaklukkannya" jawab Robet menjelaskan.
"Itu adalah hal yang sangat mustahil, dan tidak yang tidak bisa Kau dapatkan, Anda tinggal mengancamnya atau mengintimidasinya, maka itu akan membuatnya menyerah!" ucap Bodyguard tersebut dengan penuh keyakinan.
"Jika kematian saja tak membuatnya takut, lalu apalah artinya sebuah ancaman dan intimidasi? Itu tidak berlaku padanya. Ia gadis tangguh dan penuh misteri, bahkan memiliki kekuatan yang liar biasa, Ia sungguh berbeda, bukan hanya sekedar cantik dan penuh pesona, namun juga sesuatu yang sangat luar biasa" ujar Robert dengan tatapan penuh makna.
Bodyguard itu menatap sang Big Bos "Jangan katakan jika gadis itu adalah sang pengacau itu?!" ucap Sang Bodyguard dengan penuh selidik.
Robert hanya diam dalam kebisuan, dan hal itu semakin memperkuat dugaan bagi sang bodyguard jika dugaannya adalah tepat.
"Tinggalkan Aku sendiri.. " ucap Robert dengan nada perintah.
Lalu tanpa jawaban apapun, sang bodyguard itu meninggalkan Robert yang terlihat kacau.
Pria berseragam hitam itu tak habis fikir, bagaimana mungkin bisa sang Big Bos yang terkenal dengan berganti wanita dan tidak pernah ada kata cinta dihatinya dihatinya tiba-tiba terperosok dalam perangkap yang dibuatnya sendiri.
"Sungguh ini tidak dapat dibiarkan, jangan karena urusan perasaan membuat bisnis yang sudah dibagun begitu sangat besar akan hancur hanya karena si Bos lemah akan perasaannya pada satu wanita.." guman sang bodyguard dengan lirih dalam hatinya.