
Lee tersengal karena menghadapi para mutan itu sendirian. Ia harus berusaha secepatnya memusnahkan para mutan tersebut, sebelum kapal dapat berangkat menuju negara tujuan.
Beberapa mutan telah musnah, dan tersisa 3 mutan yang mesih melayang diudara dan mendesing bagaikan lebah.
Lee mencoba menirukan Edy memutar katananya diatas kepala dan menghunuskan ujung pedang dengan sikap siaga untuk menanti serangan lawan.
Satu mutan menyerang dengan lidah menjulur layaknya ular pada umumnya.
Lalu dengan cepat Lee menahan serangan dengan menghunuskan pedangnya dan menggunakan kecepatan gerakan tangan Ia berhasil menusuk ubun-ubun mutan tersebut dengan mudah, sehingga mutan itu hancur menjadi serpihan.
Dua mutan lagi datang menyerang dan membuat Lee harus dapat waspada, dan Ia mendengar dikejauhan suara sirene keberangkatan kapal akan segera tiba.
Kapal sudah menarik jangkar dan siap berangkat.
Lee semakin ingin segera mengakhiri pertempurannya dengan mutan tersebut.
Lalu dengan cepat Lee menghidupkan pemantik api dan menyulutkannya kepada dua mutan tersebut.
Lalu keduanya terbakar dan hancur berderai.
Sementara itu, kapal sudah bergerak meninggalkan pelabuhan, dan Sudah sangat jauh.
Bara Sembarani berlari mengikuti sebuah jembatan panjang yang membentang diatas lautan dan nantinya kapal itu akan melintas dari bawah jembatan.
Kuda gagah itu terus berlari kencang agar Lee dapat melompat saat kapal itu melintas.
Tampak didepan sana kapal akan melintasi jembatan dan Bara semakin mempercepat larinya.
Saat bersamaan, Bara telah sampai diatas jembatan tempat dimana kapal itu melintas, lalu Lee melompat dari atas punggung Bara dan jatuh diatas buritan kapal, Ia berguling dan menyelinap untuk menghindari awak kapal tersebut.
Bara menatapnnya dari atas jembatan, lalu Lee menganggukkan kepalanya, dan berlari keluar dari jembatan.
Sedangkan Lee menyelinap turun keruangan bawah dan berusaha menghindari awak kapal.
Bara terus berlari dengan kecepatan tinggi, Ia menjadi pusat perhatian pengguna jembatan yang mana tidak mungkin ada hewan melintasi jemabatan tersebut.
Dengan kecepatan yang tak biasa, Bara terus berlari menuju tempat yang seharusnya.
Sementara itu Lee menuruni anak tangga untuk mencapai lantai bawah dan akan menemukan serum yang akan dibawa ke Negara yang telah memesannya untuk mengatasi wabah yang sedang melanda.
Tampak dua awak kapal sedang menuju kearahnya. Mereka membawa sebuah peti es yang diduga berisi serum yang akan dikirim.
Mereka membawanya ke sebuah ruangan yang diduga tempat menyimpan berbagai paket barang untuk dikirim.
Saat keduanya selesai membawa paket tersebut, salah seorangnya keluar terlebih dahulu, lalu Lee membekapnya, dan menotok jalan darahnya hingga tak sadarkan diri, lalu Lee melucuti pakaiannya dan memakainya.
Lee menyembunyikan tubuh awak kapal itu kelorong sempit yang tidak dilalui oleh awak kapal lainnya.
Lee menyelinap masuk kedalam ruangan tersebut, dan berpura-pura sebagai awak kapal.
Ia melihat seorang awak kapal sedang menata berbagai paket yang akan dikirim ke berbagai daerah. Saat awak kapal tersebut meliriknya, Lee berpura-pura juga menata kotak-kotak paket tersebut, sembari melirik berbagai paket tersebut.
Tanpa sengaja, Lee mendengar perbincangan dua orang yang berada diruangan tersebut.
"Serum ini akan membuat para pasien yang disuntikkan akan menjadi mutan dan Wei akan menjadi penguasa baru nantinya" ucap seseorang yang terdengar parau.
"Maka Kita harus mengawasi dan memastikan serum ini sampai dengan selamat" jawab seorangnya.
Seketika Lee tersentak, saat melihat jika dua orang yang berbincang itu adalah para mutan.
Lee merasa detak jantungnya berdegub lebih kencang, sebab Ia tak menduga jika serum itu dikirim dan diawasi oleh para mutan tersebut.
Ternyata mereka tidak dapat menyeberangi lautan dengan bebas, sebab hawa laut dapat membuat kekuatan mereka melemah, sebab itu mereka memilih menggunakan tranfortasi agar hawa laut tak mempengaruhi mereka.
Lee mencoba mencari dimana letak serum tersebut dan ingin segera memusnahkannya dan mencari cara melenyapkan dua mutan tersebut, lalu segera keluar dari ruangan tersebut.
Namun tanpa sengaja Ia menyenggol sebuah kotak didekatnya, dan terjatuh ke lantai sehingga memimbulkan suara yang membuat awak kapal dan dua mutan tersebut merasa curiga lalu mereka bergerak menghampiri sebuah paket minuman keras jatuh dengan botol kaca berserakan dan cairan alkohol itu pecah berantakan.
Kedua mutan saling pandang, lalu lidah mereka menjulur untuk mengenduskan aroma seseorang yang dicurigai.
Dan tanpa diduga, Lee menyerang dari arah balik peti kayu dan menusuk kepala salah satu mutan yang berada tepat dibelakangnya hingga menembus ke ubun-ubunnya. Dan mutan itu hancur menjadi serpihan.
Melihat hal itu, Mutan satunya menyerang Lee dengan cepat dan membuat Lee segera menangkis dan memberikan serangan balik kepada mutan tersebut.
Lee dengan cepat menyerang mutan itu menggunakan katana pemberian Edy. Ia menggores lengan mutan iti, namun luka tersebut kembali sembuh dengan sangat cepat.
Lee melompati peti kayu dan mutan itu ikut melompat, dan terbang melayang diudara. Dengan kecapatan tinggi, Lee menusuk mutan itu tepat dikepalanya yang kini melayang tepat diatas tubuh Lee dan membuat pria itu memgambil kesempataan untuk menusukkan katananya.
Mutan itu akhirnya hancur menjadi serpihan daging menghitam.
Saat beersamaan, awak kapal yang didalam ruangan itu memberondongkan senjata api dan membidik Lee dengan tembakan beruntun.
Lee kembali menggunakan jurus yang digunakan oleh Edy dalam menangkis setiap serangan yang dialncarkan oleh awak kapal tersebut menggunakan katanananya.
Setelah kehabisan pelurunya, pria itu membuka pakaiannya, memperlihatkan perutnya yang sixpack dengan otot dada, lengan dan juga kakinya yang dapat meremukkan Lee dalam satu gertakan saja.
Lee mengerutkan keningnya dan menatap lawannya yang berotot kekar tersebut.
Sementara itu, sang lawannya melompat mengahampiri Lew dengan melayangkan satu tendangan yang ditujukan kepada Lee.
Lee menghindar dan tendangan itu mengenai peti kayu yang berisi botol minuman keras dan membuat botol itu kembali jatuh dan berpecahan.
Pria kekar itu semakin kesal dan menyerang Lee dengan gerakan membabi buta.
Lee melompat keatas peti kayu dan terus naik hingga keatas, lalu memutar tubuhnya diudara dan melayangkan satu tendangan yang tepat mengenai leher pria kekar itu hingga membuatnya tersentak dan membolakan matanya, lalu ambruk ke lantai kapal.
Pria itu jatuh tanpa bergerak lagi, dan membuat Lee merasa lega.
Ia turun dari peti-peti kayu dan mencoba mencari letak dimana tempat mereka menyimpan peti itu.
Lee menyusuri setiap koridor yang didata sesuai jenisnya.
Sesaat matanya tertumpu pada kotak-kota peti yang ada disudut ruangan tersebut.
Lee menghampirinya dan menuju ke arahnya, Ia meyakini jika itu adalah benar serum-serum tersebut, dan setelah membukanya, ternyata dugaannya benar adanya.