Buhul ghaib

Buhul ghaib
Penyergapan



Edy terperangah melihat semuanya. Ia memandang kepada Asih. Lalu berlari menyurusiri trotoar sejauh 700 meter dari rumah Asih.


Asih yang merasa penasaran ikut berlari untuk melihat apa yang sedang terjadi.


Sementara itu, Tim Buser sudah mengepung rumah tersebut hingga tak memungkinkan para penghuninya dapat menyelamatkan diri.


Baku tembak antara Tim buser dan terjadi dengan para bodyguard Andre yang kini dipersenjatai senjata api laras panjang hasil dari penyeludupan mereka.


Beberapa orang terluka antara bodyguard Andre dan juga tim buser. Bahkan diantaranya ada yang tewas.


Pengepungan yang dilakukan membuat para bodyguard tak berkutik.


Baku tembak terus terjadi, namun Andre dan Dori sudah memperhitungkan segalanya. Mereka telah membuat jalan pintas untuk menyelamatkan diri yang mana sebuah lorong rahasia yang dapat menembus ke sebuah saluran pembuangan air.


Kedua pria itu merangkak menuju saluran air dan mencoba bertahan dipenghujung gorong-gorong menunggu saat malam telah tiba.


Sedangkan para bodyguardnya tengah berjuang mengalihkan penyelamatan mereka demi sebauh pengabdian.


Setelah suara tembakan mulai melemah, para tim buser masuk menerobos kedalam rumah mewah tersebut.


Edy yang melihat peristiwa tersebut hanya tercengang. "Papa" ucap Edy dengan nada lirih dan bingung. Bagaimana mungkin ini dapat terjadi, dan bagaimana kondisi papanya.


Edy ingin berlari masuk kedalam rumah tersebut, namun Asih mencegahnya dan menggelengkan kepalanya. Sebab Asih melihat banyak sniper yang sedang bersiaga dari berbagai sudut. Edy mengurungkan niatnya dan tak ingin mati konyol.


Seketika Edy teringat akan jalan rahasia yang menuju gorong-gorong saluran air.


Para tim Buser sudah meringsek masuk dan menguasai pertempuran. Mereka melihat beberapa bodyguard itu sudah sekarat dan juga tewas. Sebagian lagi masih bertahan dengan mencoba melarikan diri saat petugas menyergap mereka.


Sebagian petugas melakukan penggeledahan. Lalu mereka menemukan gudang penyimpanan pucuk senjata api didalam sebuah gudang yang masih tersisa dan belum sempat untuk dikirim.


Tim buser mengamankan senjata-senjata itu dan membawanya kedalam mobil untuk disita.


Lalu sebagian lagi masuk kedalam markas dan mesin untuk pembuatan uang palsu.


Alat itu juga disita untuk dijadikan barang bukti dan akan dimusnahkan.


Yang lebih mencengangkan, ada beberapa paket shabu dalam jumlah cukup fantastis. Jika diperkirakan sekitar 500 kg dalam sebuah gudang pengimpanan.


Petugas juga menyitanya dan akan menjadikan barang bukti lalu akan diserakan ke kepolisian dan untuk dimusnahkan.


Namun mereka tidak menemukan pemilik dari barang seludupan itu. para tim buser meyakin jika Andre telah melarikan diri saat sebelum kedatangan Tim penyergap.


Setelah menyita seluruhnya, mereka meminta bantuan Tim lain untuk membawa para bodyguard yang terluka untuk dilakukan perawatan dan dimintai keterangan.


Sementara itu, Lee dan Chakra menemukan sebuah jalan lorong rahasia dan tampak menuju kesebuah jalan penghujung.


Setalah Tim yang lain sudah pergi, Lee dan Chakra memasuki lorong itu. Lumayan sangat panjang dan tentunya juga sangat bau.


Saat hari mulai gelap, Andre dan Juga Dori merangkak naik keatas setelah membuka penutup gorong-gorong itu.


Tubuh mereka yang basah dan juga bau tentunya, tampak begitu sangat mengenaskan.


Mereka berjalan menyusuri gang sempit dalam kondisi yang sangat menjijikkan.


"Aku tau tempat persembunyian yang cocok, ayo ikuti aku, sebab para tim tersebut tidak mungkin mencurigai rumah itu" ucap Andre dengan wajah yang penuh noda kotor.


"tapi tubuh Kita kotor dan Bau, Bos" jawab Andre sembari mengenduskan hidungnya tubuh dan pakaiannya yang sangat kotor.


Lalu Andre membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, seteleh selesai lalu bergantian dengan Dori.


Saat Andre keluar dari toilet, Ia melihat jemuran pakaian pennghuni rumah digang itu yang belum diangkat, tanpa fikir panjang Andre langsung mengambilnya dan menukarnya dengan pakaian basahnya yang tentunya dengan harga yang sangat mahal.8


Dori yang melihat ulah Bosnya itu, juga mengikuti jejak tersebut. Setelah selesai mereka menuju sebuah tembok pembatas, lalu berusaha naik keatasnya dengan menggunakan sebatang kayu yang terdapat disekitar lokasi tersebut. Meski sedikit kesulitan, akhirnya keduanya dapat juga naik keatas tembok pembatas.


Setelah berhasil naik, lalu keduanya mengendap-endap masuk melalui pintu belakang rumah milik seorang wanita yang sedang sendirian saat ini.


Dengan menggunakan sebuah kawat, entah bagaimana caranya mereka dapat membuka pintu tersebut, lalu menyelinap masuk dan merasa jika itu adalah tempat paling aman bagi mereka.


Keduanya melihat gudang, lalu masuk kedalamnya, dan menunggu untuk beberapa saat agar merasa situasi aman terlebih dahulu.


Sementara itu, Lee dan Chakra yang mengikuti gorong-gorong tersebut merasa suasana semakin gelap, sebab pintu keluar tersebut sudah ditutup oleh Andre dan Dori.


Sedangkan Edy berlari menuju lorong sempit untuk melihat lubang penghubung.


Setelah berlari cukup jauh, Edy yang baru saja sampai memeriksa lokasi lubang penghujung saluran air tersebut.


Tampak jejak kaki yang kotor dan yang menuju ketoilet umum. Disana terdapat pakaian bekas ganti dua orang pria dewasa.


Edy memperkirakan jika itu milik papanya dan juga Dori yang mana mereka menukarnya dengan jemuran pakaian warga.


Asih yang mengekori Edy hanya berdiam diri saja, dan memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh Edy.


Pemuda itu memperkirakan jika Papanya melompat keatas pagar pembatas, dan..


"Sial.. Papa bersembunyi dirumah Asih, bagaimana ini?" guman Edy dengan panik. Ia menatap gadis itu dalam kegelapan.


Seketika Edy berlari kembali menyusuri lorong dan sampai didepan pagar rumah Asih.


"Ada apa?" tanya Asih penasaran.


Edy menatap gadis itu dengan bingung, lalu menggaruk kepalanya yang tak gatal. Pemuda itu tampak sangat kacau.


Edy memegang kedua pundak gadis itu "Asih.. Dapatkah Kau membantuku, please" ucap Edy sembari mengatupkan kedua tangannya didepan dada.


Asih menautkan kedua alisnya. "Apa yang harus ku bantu untukmu?" tanya Asih dengan penasaran.


Edy membisikkan sesuatu kepada Asih, lalu kembali mengatupkan kedua tangannya didepan dada dan membuat Asih menatap ragu.


Setelah lama berfikir, Ia akhirnya menyanggupinya.


"Baiklah.."Jawab Asih dengan singkat.


Seketika Edy mendekapnya, dan menyesap bibir gadis itu hingga membuat kedua mata Asih membola.


"Terimakasih sayang" ucap Edy lalu meminta Asih untuk membawanya masuk kedalam rumah tersebut.


Sementara itu, Lee dan juga Chakra sudah berada didalam ujung saluran air. Mereka tampak kotor dan juga bau.


Keduanya bersama-sama menggapai penutup pembuangan air itu dan menggesernya dengan sekuat tenaga.


Setelah berhasil tergeser, keduanya terus mendorongnya agar terbuka lebar dan mereka mulai naik keatas satu persatu.