
Sebuah cahaya menghampiri Asih yang masih dudum bersila, lalu tampak sebuah tas joran keramatnya sudah berada dipangkuanya.
Lalu cahaya itu menghilang, sepertinya itu adalah Sulira sang panglima perang dikerajaan Romonya.
Asih meraih tas jorannya dan mengenakan dipunggungnya.
Ia memejamkan matanya mencoba mengikuti kearah mana suaminya dibawa oleh para Mafia tersebut.
Sementara itu, Robert meraih sebuah phonsel dan memberikannya kepada Edy "Hubungi wanitamu!" Hardik Robert dengan penuh penekanan.
Edy tak menghiraukan apa yang diucapkan oleh Pria itu, dan Ia memalingkan wajahnya.
Lalu cengkraman dirahangnya begitu sangat kuat dan membuat Edy meringis. Ia berusaha berbalik mencengkram pergelengan tangan Robert, dan dengan wajah penuh amarah Ia menyikutkan siku kirinya ke dada Robert, sehingga membuat pria Itu terjerembab ke belakang.
Melihat Bos mereka di perlakukan seperti itu oleh Edy, para bodyguard menodongkan senjata apinya kepada Edy m, namun Robert mengacungkan tangannya keatas dengan Isyarat menahan tembakan.
Tiba-tiba seorang bodyguard memasuki ruangan tersebut, dan menghampiri Robert yang berusaha bangkit dari lantai.
Bodyguard itu datang tergesah-gesah dengan nafas tersengal.
"Bos.. Kami mendapatkan informasi jika wanita itu juga yang melumpuhkan orang-orang Kita didalam pesawat saat melakukan pembajakan" ucap Bodyguard tersebut memberikan informasi yang baru saja didapatnya.
Seketika Robert merasa semakin sangat penasaran dengan sosok Asih yang sudah membuat kekacacaun di oranisasinya.
"Sialan..!! Temukan wanita itu dan bawa segera kemari, Aku ingin melihat seberapa kuat Ia dapat menahan peluru yang akan menembus tubuhnya" ucap Robert dengan nada perintah dan penuh berapi-api.
"Baik, Bos" jawab bodyguard itu dengan cepat.
Suasana didepan mansion tampak begitu lengang, beberapa penjaga tampak mondar-mandir dengan persenjataan lengkap dan dengan tiba-tiba seorang wanita dengan menggunakan cadar berwarna hitam menerobos pagar masuk dengan kecepatan lari yang membuat para penjaga kebingungan.
Mereka dengan cepat menembakkan senjata apinya arah Asih, namun pedang yang masih dalam sarungnya dan berada ditangannya berhasil menghalau peluru yang datang dari berbagai arah.
Suara letusan tembakan membahana dan membuat penasaran penjaga yang berada didalam ruangan.
Mereka ikut keluar dan mencoba ikut membantu rekannya menghalau si penyusup. Beberapa di antaranya tampak menyerang Asih.
Mereka melayangkan pukulan dan tendangan kepada gadis ramping tersebut dengan secara beramai-ramai.
Asih terus memberikan perlawanan dengan segala kekuatan yang dimilikinya. Pedang ditangannya Ia gunakan untuk menangkis serangan yang datang.
Hingga seorang diantara para bodyguard itu melayangkan tinjunya dan menyasar pada perut Asih, namun Asih melengkungkan tubuhnya kebelakang dan menangkis kepalan tinju tersebut, dan memberikan serangan balik sebuah tendangan tepat diperut lawannya.
Dengan terpekik menahan sakit, bodyguard terpental kebelakang, lalu kembali sebuah serangan dari arah belakang yang melayangkan pukulannya kearah kepala Asih, dan wanita itu merundukkan kepalanya, lalu memutar tubuhnya menjepit tubuh lawannya menggunakan kedua kakinya lalu memutarnya berbalik hingga membentur lantai.
Tubuh pria itu terkapar dilantai.
Suasaa riuh dengan kehadiran Asih yang tiba-tiba menimbulkan kekacauan dan hal ini membuat para penjaga semakin bringas menyerang Asih.
Satu persatu bodyguard itu berhasil dilumpuhkan oleh Asih. Lalu Ia menerobos masuk kedalam ruangan mansion dan tampak ruangan itu begitu sangat mewah. Interior ruangan serta aksesoris yang ada di dalam ruangan tersebut menggambarkan pemiliknya adalah seorang yang kaya raya.
Namun bagi Asih itu tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan kerajaan yang dimiliki oleh Romonya, yang mana harga satu batu permatanya saja mencapai milyaran rupiah dalam harga jual alam nyata, bahkan triliunan rupiah.
Asih melihat ruangan itu tampak sepi, dan Ia memejamkan matanya, melihat sebuah pintu menuju ruangan lain yang menuju ke ruang bawah tanah.
Asih menyelinap ke arah pintu tersebut, dan tampak beberpa penjaga memasuki ruangan.
Asih bersembunyi dibalik didinding, dan tanpa sengaja menyenggol sebuah guci yang sangat mahal dan..
Praaaaaank..
Guci tersebut terjatuh ke lantai dan hancur berantakan.
Seketika penjaga yang baru tiba diruangan melihat ke arah asal suara benda terjatuh dan terpecah.
Mereka melihat sebuah lengan wanita berpakaian hitam sedang menyandar dibalik dinding menuju pintu ruangan rahasia.
Mereka berjalan berjinjit tanpa menimbulkan suara agar tidak terdengar oleh si penyusup dibalik dinding.
Asih menggunakan menggunakan kekuatan magicnya mengangkat beberapa pecahan keramik dan dengan kekuatan penuh melemparkan pecahan keramik itu ke arah para penjaga yang berjumlah 3 orang tersebut.
Wuuuuuussshh...ssst..
Pecahan kaca itu mengenai tubuh ketiga pria bertubuh kekar.
Ada yang tertancap dibagian dada, mata dan juga pundak.
Aaaaarrrgghhh...
Suara teriakan kesakitan penjaga tersebut didengar oleh Lukas yang melintas di diruangan tersebut dengan masih menggendong lengannya yang terpelintir dengan menopang dibahunya menggunakan kain berwarna putih.
Ia melihat para para penjaganya berteriak kesakitan dengan memegangi matanya yang berdarah karena tertancap pecahan keramik yang berasal dari guci.
Lukas terperangah dan membeliakkan matanya melihat apa yang sedang terjadi.
Lalu matanya menangkap sosok wanita berpakaian hitam dan juga bercadar hitam sedang berada didepan pintu ruangan rahasia.
"Fu..ck..!!" makinya dengan kasar.
Ia mengambil senjata apinya dan meberondongkan peluru tersebut kepada wanita bercadar tersebut.
Asih menangkisnya dengan menggunakan pedangnya yang masih bersarung.
Suara dentingan peluru yang beradu dengan sarung pedang Asih terdengar sangat nyaring.
Beberapa penjaga yang mendengar suara tembakan tersebut berdatangan dari arah lantai dua dan mereka juga memberondongkan peluru ke arah wanita bercadar yang tak lain Adalah Asih.
Setelah mereka kehabisan peluru, mereka menyerang Asih dengan menggunakan tangan kosong.
Layangan tinju dan tendangan menghujani Asih. Namun wanita itu dengan lincah dan gesit mencoba menangkis setiap serangan.
Hingga akhirnya sebuah tendangan yang sangat kuat menghujam seorang penjaga bertubuh kekar, hingga menabrak pintu ruangan rahasia dan merobohkannya.
Braaaaaaaak...
Suara pintu roboh dan tampak wanita ramping bercadar berada diatas tubuh penjaga yang jatuh terlentang dengan satu kaki berada diatas perut pria tersebut.
Semua orang yang berada didalam ruangan itu tersentak dengan apa yang terjadi.
Begitu halnya dengan Edy dan juga Robert yang saat ini sedang berada diruangan tersebut.
tampak Edy sedang diikat dengan cara digantung disebuah tiang.
Edy menggelengkan kepalanya melihat siapa datang, namun juga senang.
Berbeda Robert yang tampak mengerutkan keningnya melihat siapa yang menerobos masuk kedalam ruangannya.
Lalu para penjaga lainnya menyerang Asih, dan melihat hal itu, Robert justru beranjak dari tempatnya dan duduk dikursi kebesarannya.
Ia menonton aksi Asih yang berusaha melumpuhkan para penjaganya.
"Apakah Dia orangnya? Jika benar, maka nyalinya sangat dapat diacungi jempol" Guman Robert yang duduk dengan sembari menaikkan satu kakinya diatas lututnya.
Ia melihat wanita bercadar itu melumpuhkan para penjaganya dengan begitu mudah.
Hingga akhirnya Lukas masuk keruangan dan mencoba menyerang Asih dengan menggunakan senjata Api yang baru saja diamblinya dari kamarnya, dan dengan timah panas berbentuk runcing itu meluncur cepat menuju Asih, lalu dengan gerakan cepat Asih menangkapnya dengan kedua jarinya, dan mengembalikannya kepada Lukas yang meluncur cepat mengenai pundak Lukas yang berbungkus dengan kain karena terkilir waktu itu.
Aaaaarggh..
Erangan kesakitan dari Lukas hingga membuatnya mundur beberapa langkah ke belakang dan darah mengucur dari luka tersebut.
~Minta tolong bantu naikkan ratenya dengan tekan rate ⭐⭐⭐⭐⭐🙏🙏🙏 untuk kembali menaikkan level karya author.