Buhul ghaib

Buhul ghaib
episode 241



Andre mengigau setelah mendapat transfusi darah dari Chakra.


Dalam bayangannya, Ia melihat Dina berlari ditengah kabut asap yang sangat tebal.


Andre berlari mengejar Dina yang jauh meninggalkannya dengan menyibak kabut asap yang tebal dan menghalangi pandangannya.


"Din..Dina.. Tunggu aku.. Maafkan Aku.." igaunya dalam mata tertutup.


Para medis yang saat ini kewalahan dalam menangani para pasien tak lagi menghiraukan apa yang sedang dialami oleh Andre, sebab mereka sibuk dengan pasien dan juga rasa lelah yang mendera mereka.


Andre masih dalam igauannya, sepertinya Ia sedang bermimpi.


Pria itu terus berlari mengejar sang wanita. Pertemuan mereka saat sebelum Ia ditahan oleh kepolisian membuatnya kembali mengenang masa lalunya.


Ia mengakui jika Dina adalah cinta pertamanya, dan Ia juga mencintai gadis itu saat pertama pertemuan mereka.


Namun saat kembali ke kota, Ia tak lagi ingin kembali ke desa dan memenuhi janjinya, sebab Ia membangun bisnis gelapnya.


Dan saat takdir mempertemukan mereka kembali, Dina telah menikah dan memiliki seorang puteri dan begitu juga dengan Ia yang juga sudah menikah kembali dan memiliki seorang putera.


Bedanya Dina mencintai suami barunya, sedangkan Ia tidak mencintai istri sahnya.


Namun Andre belum mengetahui siapa sebenarnya suami Dina sebenarnya, dan saat ini Andre mengetahui jika Ia dan Dina memiliki seorang putera dari hasil hubungan terlarang mereka.


Bahkan Andre tidak menyadari jika darah yang kini mengalir didalam tubuhnya dan membantunya untuk bertahan hidup adalah anak yang pernah Ia abaikan dan Ia campakkan.


Andre kembali mengejar Dina yang tampak jauh darinya. Kabut asap penghalang kian menebal dan Andre terus menyibakkannya.


Hingga tiba saatnya Andre melihat sebuah air terjun yang sangat tinggi dan airnya begitu deras.


Andre tersentak saat melihat Dina tiba-tiba berada diatas air terjun dengan ketinggian yang begitu sangat mengerikan dan bersiap untuk melompat.


Ia melihat Dina dalam posisi perut yang sediki membuncit dan dipastikan Ia sedang dalam kondisi mengandung.


Andre menatap penuh dengan ketakutan. Akankah Dina melakukn bunuh diri karena merasa berputus asa.


Dan benar saja, Dina melompat dari ketinggian dan membuat Andre berteriak. "Tidaaaaakkk..." teriakannya begitu menggema dan membuat nafasnya tersengal.


Ternyata Dina tersangkut didahan kayu yang tumbuh didinding tebing.


Andre hanya dapat menonton kejadian demi kejadian yang disajikan untuknya.


Ia tak dapat menolongnya, dan itu sangat membuatnya panik.


Perlahan Ia melihat seorang pria tampan dengan pakaian kerajaan dan tepatnya seorang pangeran datang menolongnya.


Alangkah tercengangnya Andre saat melihat wajah pria itu yang tak lain adalah pria yang pernah mengerjainya beberapa puluh tahun yang lalu dan pria itu mengambil uang penjualan narkobanya dalam satu koper, dan juga datang mengerjainya saat berada didalam tahanan jeruji besi.


"Di-Dia.. Apakah Dia suami Dina?" guman Andre lirih. Ia melihat pria itu begitu sangat mudah meraih tubuh Dina dari dahan pohon dan membawanya ke sebuah tempat yang kini tak lagi dapat dilihatnya.


Andre kehilangan jejak Dina. Ia tak lagi menemukan wanita itu yang dibawa pergi oleh pria misterius yang tak lain adalah suaminya.


"Din..Dina.. Dimana kamu?" teriak Andre memanggil nama tersebut yang kini sudah tertutup kabut asap yang tak lagi dapat Ia temukan.


Andre terus mengigau dan memanggil nama tersebut hingga berulang kali, sehingga membuat pasien lainnya terganggu.


Chakra menyingkap pintu tenda dan mencoba melihat kondisi ayahnya. Lalu Ia mendengar Andre mengigau menyebut nama ibunya terus menerus disebut pria itu.


Setelah melihat Andre dari jarak yang sangat dekat, ada kemiripan wajah dengan Edy.


Andre sudah kembali tidur dan membuat Chakra beranjak dari tenda menuju keluar halaman rumah sakit.


Tampak Rere tak jauh darinya sedang duduk sembari menatap nanar ke depan.


"Hai.. Kamu sedang apa?" tanya Chakra, santai


Rere menengadahkan wajahnya menatap penuda yang kini bertanya padanya dengan penuh penasaran.


"Aku hanya memikirkan bagaiamana para makhluk itu dapat berada disini dalam wujud yang mengerikan" ujar Rere menatap penuh harapan.


Chakra duduk disisi wanita itu, Ia menatap pada sang gadis "Mungkin mereka adalah perpaduan manusia dan juga iblis.." jawab Chakra.


Rere menghela nafasnya dengan berat, baginya ini sangat mengerikan dan belum pernah Ia lihat.


Baru saja mereka membicarakannya, sesaat mereka melihat sesuatu melintas dihadapannya. Keduanya saling pandang dan dengan cepat mereka bergerak mengejar kelebatan bayangan tersebut.


Chakra dan Rere berlari mengejar bayangan yang tampak menuju ke arah belakang tenda.


Kemudian Keduanya menemukan sosok tersebut sedang menyeringai kepada keduanya.


Rere dan Chakra saling menyiapkan kuda-kuda pertahanan untuk menghadapi lawan mereka yang tampaknya tidak sendiri, namun ada beberapa lainnya.


Bayangan kelebatan itu melayang menuju ke arah dapur tempat dimana sumber bagi pasien akan menerima makan pagi, siang dan juga malam.


Rere menduga jika sosok itu akan menaburkan racun kedapur agar para pasien mengalami sekarat dan akhirnya tewas.


Rere dan Chakra memutuskan untuk pergi ke dapur dan mencoba menggagalkan niat para makhluk itu untuk menebarkan rabun tersebut.


Namun tampaknya para makhkuk itu berbaur dengan para koki dan menyamar menjadi seperti mereka.


Rere dan Chakra terus memperhatikan setiap gerak-gerik yang tampak mencurigakan.


Saat ini Rere melihat sosok koki yang tampak menghadap sebuah dandang besar berisi sayur lodeh.


Rere melihat koki itu memegang sebuah tabung yang Ia ambil dari saku pakaiannya.


Dan Rere melihat itu adalah tabung yang sama saa Ia memusnakanny dihalamam belakang.


Seketika Rere bergerak cepat dan dan menangkap tangan tersebut dan mencoba meraih tabung tersebut dan tentunya mendapatkannya bukanlah hal mudah.


Lalu mereka saling merebut kemmbali tabung yang berisi dengan racun mematikan.


Rere menggunakan kecepatan tangannya untuk menarik tabung itu dan makhluk itu melakukan perlawanannya hingga terjadi baku hantam, dan tanpa diduga, tabung itu kini berpindah kepadanya .


Rere menarik tubuh makhluk itu hingga dekat dengannya dan Rere memberikan pukulan berupa siku tangannya yang mendarat ditulang rusuk makhluk itu, lalu dengan gerakan yang tak terduga, Chakra memberikannya kepada makhluk itu sebotonya sekaligus hingga membuat makhluk itu hancur menjadi serpihan.


Dapur terlihat berantakan karena saat tadi Rere dan makhkuk itu bergulat ditempat itu sehingga membuatnya sangat berantakan.


Para koki dan juga karyawan yang bekerja didapur merasa bengong menyasikan kekacauan dan juga makhluk yang sangat mengerikan tersebut.


Rere berlalu meninggalkan dapur itu begitu saja bersama tanda tanya besar dengan keberanian mereka yang sangat tipis.