
Kapal tampak berguncang, sepertinya sedang menyerempet batu karang, dan peti-peti banyak yang berhamburan.
Lee menatap peti-peti serum tersebut ikut bergetar dan membuat Lee sedikit ketar-ketir karena jika sampai Ia terkena serum tersebut, maka Ia akan menjadi mutan dalam sekejab.
Lee segera beranjak dari ruangan tersebut, lalu mencoba membuka pintu ruangan yang terhalang oleh peti-peti yang berserakan.
Semakin lama getaran itu semakin kuat dan membuat Lee harus segera keluar dari ruangan itu.
Lee berusaha menyingkirkan peti-peti yang menghalangi jalannya.
Sesaat terdengar suara peti serum terjatuh. Dan salah satu botolnya jatuh menggelinding menuju ke arah dekat Lee, dan masih beruntung botol itu tidak pecah.
Namun Lee melihat botol minuman alkohol yang berada ditumpukan atas juga berguncang hebat dan sebentar lagi akan terjatuh.
Dengan cepat Lee terus menyingkirkan peti-peti itu dan saat Ia mencapai handle pintu, botol minuman itu terjatuh dan menimpa botol serum yang ada didekatnya.
Lee tersentak dan menarik handle pintu lalu segera menutup pintunya.
Namun sialnya, Ia kepergok oleh para awak kapal dan merasa mencurigainya.
Lalu dengan cepat mereka menyerang Lee dengan cara bersamaan.
Lee mencoba menahah serangan mereka dannharus segera keluar dari kapal sebelum botol-botol serum itu menyebar keseluruh ruangan kapal melalui celah bawah pintu yang tertutup.
Para awak kapal terus melayangkan pukulan dan tendangan kepada Lee secara brutal.
Lee terpaksa menggunakan katananya untuk melumpuhkan para awak kapal yang terus menyerangnya.
Lee mendengar suara peti-peti berjatuhan, dan itu membuatnya sangat semakin khawatir.
Lee terus meringsek menggiring para awak kapal naik ke atas buritan kapal.
Lee bergerak menaiki anak tangga menuju buritan kapal, dan kini Ia sudah berada diatas buritan.
Para awak kapal lainnya datang menyerang dengan menggunakan senjata api.
Lee mencoba menahan serangan itu dengan menggunakan katananya yang terus datang beruntun.
banyak drum berisi bahan bakar, membuat Lee memanfaatkannya untuk menjadi pelindung dan Ia menggulingkannya dengan mendorong ke arah para awak kapal.
Drum berisi bahan bakar itu terguling dan menggelinding dalam posisi bocor disebagian dindingnya karena terkena tembakan peluru awak kapal, dan...
Booooom...
Suara ledakan disertai api yang membumbung tinggi dan hampir membakar sebagian buritan kapal.
Api terus menyala dan merembet kesegala arah.
Lee melirik skoci kapal yang ada 4 buah yang tergantung disisi kapal sisi kiri dan kanan. Lee harus segera turun dari kapal sebelum kapal ini meledak dan mengahanguskan diirnya.
Pintu ruangan bawah yang menghubungakan dengan buritan kapal tampak akan dibuka. Lee mencari drum yang masih berisi bahan bakar dan menutupkannya diatas pintu penghubung, sebab mereka yang dibawah sana sudah terkontaminasi oleh serum yang berjatuhan dan juga sudah menyebar dan mengenai para awak kapal yang masih berada diruang bawah.
Lee memutuskan rantai skoci dan membuat skoci kapal itu terjatuh ke lautan. Sementara para awak kapal yang berada diburitan kapal.
Mereka mendekati Lee dan mengambil senjata tajam untuk menghabisi Lee.
Sementara dibawah sana, seluruh awak kapal yang sudah terkontaminasi terus mendorong dan berusaha untuk keluar dengan terus mendorong pintu tersebut agar terbuka.
Perlahan pintu itu tampak tergeser sedikit..asap kebakaran masuk melalui cela pintu yang tegeser sedikit.
Lee menghunuskan pedangnya karena para awak kapal sudah datang menghampirinya lelu menyabertkan senjata tajamnua kepada Lee.
Lalu dengan cepat Lee mencoba menahan serangan tersebut dengan menghunuskan pedangnya dan menyerang para awak kapal.
Lee menyerang sembari melirik bahan bakar yang ada disekitarnya.
Drum-drum itu tampak bergelinding kesana-kemari dan saat berbenturan dengan drum yang terbakar, maka ledakan kembali terjadi dengan ledakan yang dahsyat.
Lalu Lee menyadari jika kapal akan meledak dan dan hal ini akan membuat semuanya terbakar begitu juga dengan dirinya.
Dengan cepat Lee melumpuhkan para awak kapal yang masih terus menyerangnya.
Dua orang tersisa dan membuat Lee harus segera terjun kelaut sebelum para mutan itu berhasil keluar dan terjadi ledakan kapal, karena sebentar lagi ledakan dahsyat dan juga para mutan yang akan ikut menyerangnya.
Lee dengan cepat menuju ujung buritan kapal dan melompat kedalam laut, lalu mencoba mengejar skoci yang sudah terombang-ambing dilautan.
Saat Lee berenang dan mencoba menggapai skoci tersebut.
Lalu terdenagar suara letusan yang sangat dahsyat yang disertai sambaran api yang membumbung tinggi dan menghanguskan buritan yang begitu saja.
Sementara para mutan yang berhasil keluar dari pintu ruang bawah hangus dan api yang menyambar begitu cepat saat drum bahan bakar yang terdapat diatas pintu menerobos masuk dan menghanguskan para mutan tersebut ikut hangus terbakar.
Lalu Lee menggapai skoci tersebut dan menaikinya.
Ia kini berada didalam skoci dan terombang-ambing dilautan. Lalu ledakan dahsyat kembali terdengar dan membakar seluruh isi kapal.
Percikan badan kapal berhamburan jatuh keatas laut. Lalu Lee mendayung skocinya mencari tepian laut yang belum terihat sama sekali, sebab malam yang sangat gelap dan yang ada hanya hamparan laut luas yang tampak sangat mengerikan.
Lee tanpa sadar tertidur dan terlelap, Ia tidak tahu kemana skoci itu membawanya, Ia sangat lelah dan ingin tidur meski sekejab saja.
Kini Ia terombang-ambing dilautan lepas, dan berharap hanya keajaiban yang membawanya dari maut yang mengincarnya.
Sinar mentari pagi bersinar terang menerpa kulit wajah Lee yang tertidur diatas skoci.
Ia tidak menyadari jika Ia terdampar disebuah tempat yang Ia sendiri tidak tahu dimana.
Lee mengerjapkan kedua matanya saat merasakan sebuah endusan sesuatu yang sangat dingin dipipinya.
Lee memaksa membuka kedua matanya saat melihat Seekor kuda yang tak lain adalah Bara Sembrani yang sedang mengendusnya.
Lee tersenyum tipis saat mengetahui siapa yang datang menyambutnya.
Lalu dengan cepat kuda gagah itu menggigit kerah baju Lee dan membawa penuda itu naik kepermukaan dan membawanya ketepian.
Diatas pasir putih, Lee terlihat pasrah saat kuda itu tampak menyeretnya ke bawah pohon rindang.
Ia terus mengenduskan moncongnya ke pipi Lee yang terus meminta Lee untuk segera bangun.
Lalu kaki kuda itu menghentak diatas pasir dan meminta Lee segera bangun, sebab masih ada perjuangan lain didepan yang masih menanti.
Dengan mencoba melawan rasa kantuk dan lelahnya, Ia beranjak dari tidurnya dan mencoba berdiri meski dengan sangat sempoyongan dan Bara mencoba menopang tubuh Lee agar bersandar ditubuh kekarnya.
Lee mengumpulkan semua tenaganya agar dapat berdiri tegak. Ia mencoba membangun semangatnya, dan Bara terus mengendus punggungnya dan menggosokkan kepalanya ditubuh bagian belakang Pemuda itu hingga bagaikan rasa dipijat oleh pemijat profesional.