Buhul ghaib

Buhul ghaib
210



Asih mendengar suara tetesan air yang mengalun lembut bagaikan irama syahdu didalam goa tersebut.


Ia memandang Edy yang terkapar diatas dipan batu karena baru saja dihajarnya habis-habisan.


"Sayang.. Sepertinya didalam goa ini ada sebuah mata air "Ucap Asih kepada suaminya yang tampak kelelahan.


"Aku tak dapat melangkah, Kau terlalu ganas sekali, Sayang" jawab Edy menatap sayu.


"Jika Kau berendam didalam air goa yang sejuk, maka staminamu akan kembali lagi. Ayolah" rengek Asih kepada Edy.


"Jika Kau mau, gendong Aku" jawab Edy.


Asih lalu mengahampiri suaminya "Dasar manja" jawab Asih yang dengan sigap menggendong Edy layaknya seorang bayi.


Setelah memastikan lokasi yang berliku menuju ke arah sumber suara tersebut, Asih memasuki sebuah lorong yang menghubungkan kedalam sebuah ruangan yang luas.


Dan tampak disana sebuah kolam alam yang berarir biru, dan itu sangat mengagumkan.


Asih melemparkan tubuh Edy kedalam kolam tersebut, dan...


Byuuuurrr...


Edy membolakan matanya, Ia tak menyangka jika istrinya terlalu bar-bar sekali memperlakukannya.


"Sungguh tega dirimu melemparkanku seperti sebuah batang kayu saja" omel Edy.


Lalu Asih menceburkan dirinya dan menghampiri Edy yang mengomel, dan lagi-lagi Ia menyumbat mulut Edy dengan kecupan memabukkan hingga membuat pria berhenti mengomel.


Seketika Ia merasakan sejuknya air tersebut, dan benar saja yang dikatakan oleh Asih, jika tenaganya kembali pulih lagi.


Lalu Asih melepaskan kecupannya dan meniKmati kesegaran air tersebut.


Perlahan tanpa sadar Asih memunculkan ekornya dan perlahan semakin membesar.


Edy sempat tersentak, namun mencoba mengontrol dirinya. Ini sudah lama tidak terjadi, dan sepertinya Asih akan merubah wujudnya jika berada dialam liar.


Perlahan kakinya mengecil lalu berubah menjadi sepasang kaki hewan reptil yang dengan kuku runcingnya. perubahan itu terus bergerak dengan cepat hingga sampai sebatas pinggang.


Sedangkan batas pinggang keatas masih dengan wujud manusia.


Asih tidak menyadari jika kini dalam posisi terlentang didalam air dalam wujud aslinya. Asih masih memejamkan matanya dan mengapung didalam air dalam posisi telentang.


Edy menghampirinya, lalu memberikan kecupan balasan pada wanita yang sedari tadi sudah mengahajarnya.


Asih yang mudah terbakar hasratnya, seketika menarik tubuh Edy dan tanpa sengaja melakukan gerakan berbalik dan membuat Edy tenggelam karena tubuhnya kini berada diatas Edy.


Asih tersentak melihat Edy yang sudah berada diadalam air dan segera menariknya kepermukaan.


Setelah berhasil membawa Edy kembali kepermukaan, Ia menepuk punggung suaminya hingga memuntahkan air dari paru-parunya.


Lalu tanpa sengaja, Asih melihat bayangannya didalam air yang telah berubah wujud setengah siluman. Ia menatap pada sang suami yang pastinya telah melihatnya sedari tadi.


Edy hanya membalas senyum tipis, lalu kembali menghampiri sang istri yang tampak minder.


"Ada apa, Sayang..? Aku bukan sekali ini melihatnya, namun sudah berulangkali. Aku tetap mencintaimu, apapun tentang dirimu" ucap Edy mencoba menenangkan hati Asih, dan kali ini Ia yang memberikan kecupan lembut pada wanitanya sembari membelai lembut rambut panjang nan basah.


Edy memeluk pinggang itu dengan penuh cinta, untuk membuktikan jika Ia benar mencintai sang wanita.


Asih merasakan debaran hatinya yang sangat begitu menderu dan membuatnya semakin mencintai sang pria. Ia merasakan ada ketulusan didalam hati itu.


Dalam air yang dingin dan juga sejuk tersebut, namun keduanya merasakan gelora jiwa yang panas dan mendebarkan.


Perlahan Asih kembali ke wujudnya semula, dan keduanya terus larut dalam cumbuan asmara.


Dan demi untuk membuat wanitanya senang, kali ini Edy mencoba mendominasi dan untuk membuktikan jika Asih adalah wanita pilihannya.


Sementara itu, Sosok pria bertubuh kekar sedang berada didalam sebuah ruangan yang luas.


Dua orang tersisa yang kini datang menghadapnya dalam rasa ketakutan yang besar.


Seketika kedua bola mata pria itu berubah menjadi hitam legam dan memancarkan aura kegelapan.


Ia memutar tubuhnya dan menghadap pada dua orang yang telah gagal menjalankan misinya dengan tatapan mengerikan.


Keduanya tersentak dengan rasa kaget yang luar biasa.


Pria itu seketika mengalami perubahan diwajahnya menjadi bersisik laksana ular hitam yang mengerikan.


Lalu pria yang tak lain adalah Wei tersebut menggerakkan tangan kanannya kedepan dan memutar jemarinya yang tiba-tiba saja meruncing membuat dua pria jagoan didepannya seketika memucat wajahnya. Lalu dengan gerakan mengayunkan jemarinya, membuat dua pria suruhannya melayang hingga satu meter diudara.


Keduanya semakin ketakutan saat tangan kiri Wei menghasilkan asap hitam dan merasuki keduanya melalui kedua mulut orang suruhan tersebut.


Keduanya mengejang karena energi kegelapan yang memaksa menyatu dengan tubuh mereka membuat keduanya merasa kesakitan.


Lalu setelah penyatuan selesai, Wei melemparkan keduanya ke lantai, dan..


Bruuuuuukh..


Keduanya terhempas diatas lantai, dan segera berusaha bangkit untuk memberi hormat dengan mengatupkan kedua tangannya serta kaki kiri merapat diatas lantai dengan posisi bersimpuh, sedangkan kaki kanan seperti berjongkok.


"Temukan keduanya, gunakan kekuatan yang telah kuberikan kepada kalian" titah Wei kepada keduanya.


Keduanya menganggukkan kepalanya dengan cepat dan melesat.


Setelah merasakan energi kegelapan pada tubuh mereka, kini keduanya mencoba mengarahkan indera pencuiuman mereka untuk menemukan Asih dan Edy.


Mereka merasakan jika keduanya berada jauh didalam hutan, dan..


Wuuushh...


Mereka melesat dengan cepat menembus hutan belantara laksana angin.


Asih menghentikan cumbuannya, masih dalam dekapan sang suami, namun Ia menyipitkan matanya, dan menajamkan indera pendengarannya.


"Mereka datang" bisik Asih ditelinga sang suami.


Edy terdiam, Ia mengerti apa yang dimaksud oleh sang istri jika ada sesuatu yang sedang mengincar mereka.


"Mengapa mereka dapat menemukan keberadaan kita?" tanya Edy dengan heran.


"Mereka melacak kita melalui energi batu mirah delima yang kini bersemayam didalam tubuh kita" jawab Asih lirih, lalu melompat keatas permukaan kolam yang terbuat dari bebatuan alam tersebut.


Ia memakai pakain Edy, sebab pakaian bawahnya robek karena saat perubahan wujud tadi.


Asih melihat langit-langit goa, lalu melirik kepada Edy, bersembunyilah dibalik didinding goa" titah Asih, lalu dengan cepat melesat keatas langit-langit goa dan melekat bagaikan seekor cicak.


Ia bersiap dengan busur dan anak panahnya. Sedangkan Edy segera naik kepermuakaan dengan celana yang basah kuyup dan segera bersembunyi dibalik didining goa.


Dua bayangan hitam melesat masuk keruangan curug. Mereka merubah diri menjadi sosok ninja yang pernah bertarung bersama Asih saat didalam gedung terbengkalai.


Namun kini sosok itu berbeda, sebab kedua bola matanya berubah mejadi hitam legam semuanya.


Keduanya memperhatin sisi kolam yang lantainya tampak basah. Lalu keduanya mengikuti jejak tetesan air yang mengarah kebalik dinding goa, dan..


Wuuussshh..


Sssstttt...


Asih melepaskan anak panahnya dan mengenai seorang diantaranya. Namun sang lawan masih dapat berdiri tegak, meskipun anak panah tersebut masih menancap didadanya dan menembus hingga ke punggung.


Lalu keduanya memutar tubuhnya melihat kearah langit-langit goa dan melihat seorang wanita cantik dengan secepat kilat melayang dan melepaskan anak panahnya yang kemudian menembus kepala lawannya yang masih termangu menatapnya.