Buhul ghaib

Buhul ghaib
episode 234



Lee tersentak saat melihat sang penjaga kasir yang berubah menjadi mutan. Lee menatap Edy yang kemudian mengangkat kedua bahunya, lalu meraih botol air minerwl untuk diberikan kepada Bara dan juga sebungkus roti, lalu melangkah keluar.


Lee mengikuti langkah Edy keluar dari minimarket.


Tampak Edy memberikan minum kepada Bara dan sepotong roti yang langsung dikunyah oleh bara.


"Apakah penduduk disini sudah menjadi mutan semua?" tanya Lee yang masih menguyah sepotong roti. Ia sudah menghabiskan tiga potong roti sedari tadi, tampaknya Ia begitu sangat lapar sekali.


"Entahlah.. Mungkin juga mereka terinfesksi" jawab Edy.


Lee menghabiskan rotinya, lalu meneguk air mineralnya hingga habis.


Lee mendapat panggilan masuk dari kepolisian, jika Wei akan mengirim serum ke dua negara yang sudah membayar uang pesanan serum kepadanya.


Seketika Lee membolakan matanya, lalu menatap pada Edy "Wei akan mengirimkan paket serum kepada dua negara yang sudah membayar lunas pemesanan" ucap Lee dengan nada khawatir.


Kedua pria itu saling tatap dan mencoba berfikir langkah apa yang akan mereka ambil.


"Jika sampai serum itu disuntikkan kepada penduduknya, maka akan terjadi kehancuran, dimana penduduk itu akan menjadi mutan dan kejahatan akan semakin merajalela" ucap Edy dengan khawatir.


"Apakah Kita harus berpisah saja? Aku akan menggagalkan pengiriman serum itu, sedangkan Kamu menuju markas dan mencari dimana batu mustika tersebut" ucap Lee menimpali.


Edy menatap pria tersebut,lalu menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, Bawa Bara bersamamu, Ia akan sangat membantu nantinya, Aku akan mencari cara untuk sampai ke markas" jawab Edy.


Lee menganggukkan kepalanya, lalu melompat naik ke atas punggung Bara, dan bersiap menarik tali kekang kuda tersebut.


"Tunggu, bawa ini sebagai persenjataan untuk melindungimu jika nanti ada mutan atau hambatan lainnya dijalan" ucap Esy, lalu menyerahkan sebuah katana kepada Lee, dan juga pemantik api.


Lee menangkapnya dan dengam cepat menyelipkannya di pinggangnya.


Sementara Edy kini mengandalkan busur panah dan juga khusarigama yang Ia dapat saat membinasakan seorang ninja saat menumpang truck conteiner.


Lee memberikan sebuah kartu yang memiliki barcode yang saat itu diberikan oleh Rebecca kepadanya saat sebelum wanita itu tewas "Ambillah ini, kode untuk membuka pintu jalan bawah tanah tempat disembunyikannya batu mustika tersebut" ucap Lee, lalu meletakkannya ditelapak tangan Edy.


Edy mengerjapkan kedua matanya, lalu menggenggam kartu tersebut.


"Terimakasih, dan berhati-hatilah" ucap Edy kepada Lee dengan tulus.


Lalu Lee menarik tali kekang kuda tersebut setelah berpamitan kepada Edy, lalu mereka menuju jalan yang berbeda, dimana Lee akan menuju pelabuhan sedangkan Edy menuju markas persembunyian Wei dan batu mustika.


Bara sembrani berlari kencang mengikuti arah tarikan kekangnya menembus jalanan berdebu.


Sementara itu, Edy masih mencari transfortasi apa yang akan membawanya sampai di markas.


Edy memperhatikan sekelilingnya. Ia melihat sebuah mobil sedan keluaran era 80-an yang terparkir tak jauh dari mini market. Ia menghampirinya, dan masuk kedalamnya.


Tak ada kunci disana, Ia menyambung dua kabel yang akan membuat mesin menyala.


Edy memeriksa bahan bakarnya, dan tampak masih full, Ia pun menggunakan mobil sedan tersebut untuk membantunya menuju markas Wei.


Disisi lain, disebuah pelabuhan tampak tak begitu ramai, karena hampir seluruh pelayaran ditutup, dan mungkin lebih tepatnya ditutup karena wabah yang berjangkit.


Namun karena kali ini pengiriman akan dilakukan di dua negara Eropa adalah jenis serum dan darurat, maka pelayaran diperbolehkan dengan pengecualian.


Sedangkan untuk didalam negeri sendiri, kepala negara belum memesannya karena masih menunggu hasil uji laboratorium untuk menemukan serum sendiri.


Lee terus memacu Bara sembrani agar segera sampai dipelabuhan, dan Ia harus menggagalkan pengiriman serum berbahaya tersebut.


Lee sudah menelfon pihak pelabuhan agar menggagalkan rencana mereka mendapatkan ijin membawa serum tersebut.


Namun tampaknya pihak pelabuha n telah disuap dan melehalkannya.


Lee terus memacu kuda Bara Sembrani yang begitu patuh kepadanya dengan mengikuti perintah Lee.


Kapal cargo telah berlabuh dan siap membawa serum tersebut kepada dua negara itu.


Disisi lain, Lee merasakan ada yang sedang mengejarnya.


Lee menoleh ke arah belakang dan melihat gumpalan hitam sedang mengejarnya.


Lee semakin membuat Bara menanmbah kecepatan larinya.


namu para mutan laksana ratusan lebah berterbangan mengejar Lee dengan cepat.


Lee menarik pedangnya dengan sangat cepat dan merundukkan kepalanya oara mutan itu melintasinya dari arah atas kepalanya, dan Lee merundukkan kepalanya sembari menyambarkan pedanganya dan membuat para mutan itu ada yang berjatuhan karena sabetan pedang yang tepat menegenai kepala mutan.


Beberapa mutan hancur menjadi serpihan, lalu menghilang. Sedangkan para sisa mutan lainjya kembali berbalik arah dan siap akan menyerang Lee kembali.


Lee mencoba mengingat semua peristiwa yang dilalauinya bersama Edy dan menjadikannya sebagai gerakan dan juga senjata untuk menghancurkan para mutan itu.


Lee menghidupkan pemantik api, lalu saat para mutan itu terbang melintasinya, Lee dengan cepat melemparkan pemantik api tersebut dengan cepat dan membakar para mutan itu hingga sampai sempurnah dan membuat para kutan itu hancur tinggal serpihan.


Sementara itu Edy terus melaju menuju markas persenbunyian bawah tanah milik Wei.


Ia melihat jalanan tampak lengang dan tak ada satupun orang atau mobil yang melintas. wilayah ini benar-benar bagaikan kota mati ataupun wilayah mati yang tak berpenghuni.


Edy merasakan jika Ia dapat merasakannya kalau warganya hampir mirip zombie yang sedang menularkan virus kepada para warga lainnya.


Penutupan hampir semua fasilitas umum membuat negara semakin terpuruk dan perekonomia semaki parah.


Ditengah perjalanan, tampak sebuah mobil seakan mengejar padanya dengn kecepatan tinggi.


Kecepatan mobil sedan yang dikendarai para pengejarnya tiba-tiba mendadak mampu mendahuluinya dan membuat gerakan melintang untuk menghadangnya.


Edy mengarahkan setirnya kekiri dan mencoba keluar dari jalur jalanan yang membuatnya kesulitan mengemudikan mobil sedan tersebut dijalanan berdebu.


Para penumpang mobil yang menghadang Edy keluar dari mobil lalu membawa senjata api dan menembaki Edy yang masih berada didalam mobil.


Mobil Edy tampak berhenti dan tak bergerak sedikitpun.


Lalu para musuh menuju dan menarik pintu mobil yang dikendarai oleh Edy hingga terlepas dan tak menemukan Edy didalamnya..


Para musuh celingukan.mencari keberadaan Edy yang tiba-tiba menghilang.


Tanpa diduga, tiba-tiba Edy melemparkan khusarigamanya yang dengan cepat mengait leher salah satu musuh itu hingga terlepas dan membuat tubuh mereka berserakan menjadi serpihan.


Edy keluar mellalui pintu sisi kanan mobil, lalu berguling ditanah berdebu dan melompat ke atas mobil sembari mengayunkan khusarigama menyasar pada para lawannya.


Kemudian mereka menatap ketakutan dengan senjata yang sedang dipegangnya.