Buhul ghaib

Buhul ghaib
Luar Biasa



Asih membawa busur panah dipunggungnya. Ia berjalan kearah sisi goa. Lalu menuruni jalanan berundak untuk mencapai mata air berupa sungai kecil.


Edy dan ketiga bodyguardnya merasa sangat penasaran. Mereka mengintai dari balik pepohonan rimbun.


Asih membawa keranjang kecil berisi pakaian kotor. Asih mengikat rambutnya yang tergerai menjadi ikat ekor kuda, menampilkan leher jenjang nan rupawan.


Ia mulai mencuci pakaian. Sesekali Ia menyeka keringat yang mengalir diwajahnya. Kulit itu begitu berkilau diterpa cahaya mentari.


"cantik sekali gadis itu..? Meski tanpa polesan..!" Edy mengagumi Asih, matanya terkesima melihat kelincahan Asih yang sedang mencuci pakaian. Ia mencuci menggunakan daun nilam sebagai pengganti deterjen. Maklum, dia gak kenal dengan deterjen.


Setelah selesai dengan mencucinya, Asih mencoba membersihkan dirinya. Ia menceburkan dirinya kedalam sungai berbatu. layaknya seperti sedang berendam disebuah buthub, Asih menghayati mandinya sembari memejamkan mata.


Hingga indra penciumannya mencium aroma yang sangat Ia kenal dari jarak 40 meter.


Seketika Ia mengerjapkan matanya, lalu beranjak bangkit dan menyambar busurnya, dengan sebuah insting dan penciumannya, Ia membidikkan anak panah kearah lokasi yang menjadi tempat kecurigaannya terhadap sesuatu.


Lalu Ia melepaskan anak panahnya..


Wuuuuuusssh...seessst..


Suara desingan anak panah melesat dengan cepat, dan mengenai sasarannya. Seekor harimau meraung melengking kesakitan terkena anak panahnya. Harimau itu sedang mengintai Edy dan ketiga bodyguardnya yang sedang melakukan pengintaian terhadapnya.


Edy yang mengira Asih akan memanahnya, berdiri diam dan pasrah jika harus terkena anak panah milik Asih.


Hingga akhirnya Ia membuka matanya dan melihat seekor harimau raksasa sedang berada dibelakangnya terkena sambaran anak panah milik Asih.


Edy menggeletar ketakutan. Ia tidak pernah mengira jika bertemu gadis yang sangat luar biasa. "sepertinya Ia bukan gadis biasa..!" Edy berguman lirih dalam hatinya dengan lutut yang masih bergetar.


Ketiga bodyguard itu memandang Edy dengan wajah pucat, mereka tidak dapat membayangkan, jika Edy terkena anak panah itu, mungkin mereka juga akan selamanya menghilang. Karena dipastikan bos mereka akan mengejar mereka sampai kelubang semut sekalipun.


Asih melompati bebatuan dengan ringam, lalu berlari seperti serasa diatas angin, dengan sangat cepat Ia sudah berada didekat Edy dan ketiga rekannya.


Asih tidak menyadari jika bajunya basah kuyup, sehingga membentuk lekuk tubuhnya. Ke empat orang itu menelan salivanya, melihat pemandangan yang sangat luar biasa. Namun mereka tidak berani berbuat lebih untuk saat ini, karena Asih sedang siaga dengan busur dan anak panahnya.


Mereka juga tidak ingin mati konyol seperti harimau barusan.


Asih memandang mereka penuh selidik. Asih mendekati Harimau yang terluka anak panah dibagian kakinya. Ia berjongkok, lalu mencabut anak panahnya dengan lembut. Lalu mencari dedaunan senduduk, mengunyah dengan mulutnya, dan mengobati luka harimau itu. Ia juga merobek sedikit kain bajunya, lalu membalutkannya kepada harimau tersebut.


"maafkan aku, aku terpaksa melakukannya." ucap Asih kepada harimau itu, sembari mengelus kepala harimau yang merintih kesakitan.


Asih membacakan beberapa mantra yang diajarkan oleh romonya. Lalu meniupkannya kepada luka harimau tersebut.


Harimau itu bangkit kembali, lalu menggesekkan kepalanya dikaki Asih. "baiklah.. Sekarang pergilah." perintah Asih.


Harimau itu mengangguk dan segera pergi menjauh. Edy dan rekannya saling pandang. Seekor harimau saja dapat mematuhi ucapannya. Itu membuktikan jika gadis ini bukan gadis sembarangan.


Asih beranjak bangkit, lalu memutar tubuhnya menghadap ke 4 orang pria tersebut. Meskipun keempatnya memiliki tubuh tinggi dan kekar, namun tidak membuat Asih merasa takut.


"Apa yang sedang kalian cari ditempat ini?" ucap Asih kepada keempat pria tersebut dengan tatapan penuh selidik.


mereka saling pandang, bingung harus menjawab apa.


"maaf, jika kami mengganggumu. Kami berempat tersesat, dan kami kehilangan perahu kami. Kami mengira diatas bukit ada rumah penduduk, maka kami berniat untuk menumpang tidur malam ini." jawab Edy berbohong.


Asih menatap mereka berempat secara bergantian. "tidak ada tempat menginap disini. Pergilah kebawah bukit, disana ada rumah penduduk." jawab Asih sembari melompat ringan dan setengah berlari menuju anak sungai sebelum sempat Edy menjawabnya.


Asih kembali mengambil cuciannya. Lalu kembali ke goa tanpa memperdulikan ke empat orang tersebut. Ia tidak ingin mempercayai orang asing.


Asih segera menjemur pakaiannya, lalu pergi ke dalam goa dan mengganti pakaiannya.


Setelah selesai, Ia menemui Dina dan Chakra yang sedang bercengkrama.


Hari beranjak senja. Keempat orang tersebut kebingungan akan menginap dimana malam ini.


Tentu saja meraka tidak melihat pintu masuk goa, karena pintu itu ditutupi perisai ghaib oleh Bromo.


"mengapa tidak ada pintu masuk? Bukankah gadis itu tadi tampak keluar dari goa ini..?" ucap Edy kepada rekannya.


Mereka bertanya-tanya dengan hati yang bingung.


"atau memang benar jika gadis itu adalah siluman?" ucap seorang dari mereka dengan wajah serius.


Tiba-tiba suara handphonnya bergetar. Pertanda ada signal meski hanya satu titik saja. Pesan yang dikirimkan oleh bodyguard itu telah terkirim. Lalu signal itu menghilang dan timbul lagi.


Diam-diam bodyguard itu mengirimkan pesan rasahasia tanpa sepengetahuan yang lainnya.


 


Maghrib telah tiba. Asih, Dina dan Chakra melaksanakan shalat maghribnya. Setelah itu mereka menyantap makanannya.


Edy dan ketiga rekannya merasakan perut mereka kerencongan. Mereka duduk menyandar didinding luar goa. Mereka melihat suasana malam yang semakin meremang dan gelap.


Seumur hidup mereka, baru kali ini mereka merasakan menginap di hutan belantara.


Asih seperti mendengar suara orang berbisik-bisik. Selain penciuman yang tajam, pandangan dan pendengaran Asih juga tajam. Ia mampu melihat dengan jarak jauh targetnya.


Asih yang sudah selesai makan malamnya mencoba mencari tau apa yang terjadi diluar.


Asih memeriksa sekitar luar goa, Ia melihat keempat pria yang ditemuinya didekat sungai tadi sedang duduk bersandar didinding goa.


Dengan pencahayaan rembulan malam, Ia melihat keempatnya memegangi perutnya karena kelaparan.


"apa yang sedang kalian lakukan disini? Bukankah aku sudah memerintahkan kalian untuk turun kekaki bukit?" Cecar Asih dengan sedikit penekanan.


"maaf, hari sudah gelap, kami takut akan hewan buas seperti harimau tadi. Ijinkan kami menginap disini barang semalam saja." jawab Edy memohon.


"jika kau ada sedikit makanan, bagilah kiranya untuk kami. Karena kami belum makan, dan kami merasa lapar" ucap seorang bodyguard.


Asih mendengar nasehat Romonya yang mengatakan, suatu dosa jika seorang mukmin tidur dalam keadaan kenyang, sedangkan tetangganya tidur dalam keadaan lapar.


Mengingat pesan itu, Ia masuk kedalam goa, Ia melihat Chakra dan Dina sudah tertidur. Sepertinya Chakra terlihat sangat lelah hari ini.


Asih mengambil beberapa sisa jagung rebus dan dan potongan daging kancil panggang dan menyerahkannya kepada ke empat orang pria tersebut.


"makanlah.. Dan jangan coba-coba membuat ulah, jika tidak ingin anak panah ini menembus jepala kalian." ancam Asih kepada mereka.


Keempat pria itu meraih pemberian Asih, lalu memakannya dengan sangat lahab.


"terimakasih atas kebaikanmu." ucap Edy dengan tulus.


"hemm." jawab Asih datar, sembari ingin beranjak pergi meninggalkan keempat orang itu.


"tunggu, siapa namamu.?" tanya Edy menghentikan langkah Asih.


Asih menoleh kepada Edy.. "tidak perlu tau siapa aku" ucap Asih. Lalu kembali masuk kedalam goa.


Edy tersenyum mendengar jawaban Asih. "sungguh gadis yang sulit untuk ditebak.." Ia berguman lirih.


"tapi Tuan Muda, Ia masuk dan keluar lewat pintu mana? Bukankah kita tadi sudah memeriksa goa itu?" ucap seorang bodyguard mengingatkan.


"mungkin pintu goanya bisa digeser. ." jawab Edy sekenanya. Ia tidak ingin memikirkan siapa Asih, baginya, Asih adalah gadis yang sangat memesona.


beri bintang 5 pada kolom ulasan komentar ya🙏🙏