
Setelah kedua pemuda itu diikat diujung tiang, lalu keduanya tampak memucat ketakutan.
Pemuda berwarna kulit sawo matang itu menjadi target pertama peesembahan.
Tiang gantungan itu diturunkan tepat ditempat penjagalan. Tubuh sang pemuda berbaring di didipan yang terbuat dari batu. Sebuah golok yang berukuran sangat besar siap turun dan memenggal kepala sang pemuda.
Pemuda itu tampak ketakutan dan wajahnya memucat.
Ristih turun dari singgasananya. Lalu menghampiri sang pemuda.
Ia membuka penutup senjat pemuda itu. Sementara itu Ia menjelma menjadi bentuk manusia yang sempurnah. Lalu Ia tanpa malu, menaiki tubuh sang pemuda dan memaksa rudal pemuda itu untuk bangkit.
Asih menonton adegan yang tak pernah dilihatnya itu. Ia bingung dengan apa yang dilakukan oleh wanita iblis tersebut.
Setelah rudal sang pemuda berdiri kokoh, Ristih menaikinya lalu melakukan penyatuan tanpa malu yang dipertontonkan didepan seluruh makhluk ghaib lainnya.
Seketika para makhluk laknatullah itu saling bersorak sorai dan ingin juga ikut merasakan apa yang dilakukan oleh Ratunya.
Asih semakin bingung dengan kelakuan Ristih, Ia tak mengerti mengapa Ristih begitu sangat menyukai perbuatannya itu.
Seketika Ristih mempercepat gerakannnya dan lalu meregangkan tubuhnya, merasakn sesuatu yang sangat dahsyat, tubuhnya bergetar hebat.
Setelah itu, Ia beranjak dari tubuh sang pemuda, lalu menyesap habis cairan madu sang pemuda, hingga rudal itu melemah.
Setelah merasa puas dengan perbuatannya, maka Ristih memerintahkan kepada para penjagal untuk menurunkan golok yang menjadi alat penjagal tersebut.
Lalu dengan sekejap mata, kepala pemuda itu terpisah dari tubuhnya dan menggelinding kebawah.
Dengan cepat para makhluk laknat tersebut berebut kepala pemuda itu lalu saling hantam karena ingin meminum darah yang mengucur dari kepala sang pemuda.
Sementara itu Ristih menyesap dengan sangat rakus darah yang keluar dari leher sang pemuda.
Dengan cepat, Ristih yang tampak rakus tersebut menyesap dan melumurkan darah itu keseluruh tubuhnya hingga tampak seolah sedang mandi darah.
Edy yang menyaksikan semua itu menggeliatkan tubuhnya. Ia belum siap untuk mati, apalagi dengan cara yang mengenaskan tersebut.
Asih seketika terperangah dengan semua yang sedang terjadi.
"Sial..berarti nasib Edy akan seperti ini selanjutnya. Enak saja Ristih mau bermain dengan milik Edy.. Itu milikku" Guman Asih menggerutu. Ia masih mengingat bagaimana rudal milik Edy dapat memantul bagai bola bekkel, maka Asih tidak ingin memainkannya juga.
Dan benar saja, setelah Ristih menikmati darah pemuda yang menjadi korban tersebut, Ia menggelindingkan tubuh pemuda korban persembahan tersebut.
Sesaat para makhluk ghaib itu berebut tubuh sang pemuda untuk dijadikan santapan.
Dalam sekejap, tubuh itu tinggal serpihan tulang belulang saja.
Asih tidak dapat membayangkan jika sampai Edy menjadi korban berikutnya. Jika itu sampai terjadi, maka mainan rudal yang bisa memantul itu pasti akan menjadi serpihan juga.
Kini Edy diturunkan dari tiang, lalu diletakkan di tempat pemenggalan.
Ristih yang baru saja menghabiskan madu dan darah milik pemuda korban persembahan tersebut, kini wajahnya semakin bersinar dengan aura kecantikan yang luar biasa.
Melihat tubuh kekar Edy, serta kulit putih bersih sang pemuda, Ristih senyum menyeringai.
Ia tak sabar ingin merasakan madu cinta milik Edy. Ia menghampiri Edy, lalu menyingkap penutup rudal milik Edy. Kali ini Ristih terbeliak. Karena milik Edy jauh lebih besar dan apanjang dari milik pemuda tadi.
Sesaat Asih merasa marah melihat Ristih menghampiri rudal milik Edy.
Dengan cepat Ia mengambil busur panahnya, lalu membidik kerah Ristih.
Saat Ristih hendak menyentuhnya, maka dengan cepat Ristih menarik tali dawai busurnya, lalu..
"Itu milikku, Ristih brengsek..!!" guman Asih, sembari melepaskan anak panahnya.
Wuuuuuuuushhh....ssssst..
Taaak...
Anak panah itu menancap di lengan Ristih,
Ristih berteriak sangat kencang. Ristih mengerang kesakitan.
Nafasnya terengah
Lalu dengan cepat Asih menyimpan busurnya dan meraih pedangnya serta bersiap menyerang.
Disisi lainnya seluruh para makhluk gjaib itu menoleh kearah tempat Asih bersembunyi.
Sementara itu, Ristih yang merakasan rasa sakit dari anak panah yang tertancap di lengannya, membuatnya begitu sangat menderita. Sebab anak panah itu berisi mantra yang sangat menyikasanya.
Bersamaan dengan hal itu, secepat kilat para mahkluk ghaib yang berada dibawa mimbar melihat kearah Asih yang bersembunyi diatas langit-langit goa.
Para makhluk menggeram marah, karena Asih melukai Ratu mereka.
Tanpa menunggu lama, para makhkuk itu menghampiri tempat Asih berada. Mereka mengeluarkan tombak dengan ujungnya runcing.
Mereka menyerang Asih dengan beramai-ramai dan juga berusaha membinasakan Asih.
Tanpa rasa takut sedikitpun, Asih melompat turun diatas kepala mahluk ghaib tersebut sembari mengayunkan pedangnya kesegala arah..
Asih tampak begitu sangat lincah dalam menyerang para makhluk ghaib tersebut dan membinasakan satu persatu para mahkluk tersebut.
Namun banyaknya jumlah pasukan ghaib yang menyerang Asih membuatnya begitu sangat kewalahan.
Seaaat Asih melintasi kepala para makhluk jelek tersebut.
Lalu Asih mencapai puncak altar .
Disana Ia dengan cepat memutuskan tali yang mengikat bagian pergelangan tangan milik Edy dan juga pergelangan kaki Edy.
Saat akan melepaskan ikataan tali dipergelangan tangan kanan Edy, dengan sebuah ujung pedangnya, sesaat sebuah benda tajam melayang mengarah ke arah kepala Asih.
Dengan sigap Asih menyambutnya dengan menggunakan pedangnya.
Triiiiing..
Sebuah tombak milik seekor ular kepala tiga sedang berada disinggasana milik Ristih. Sedangkan ristih masih sibuk dengan anak panah yang tertancap dilengannya. Semakin dicabut anak panah tersebut, semakin terasa seolah melekat dengan lengannya.
Asih memungut tombak yang digunakan oleh Rekso. Asih memegang dengan sangat kuat, lalu berputar dengan indah namun mematikan.
Saat itu, Rekso tampak kelabakan saat Asih melepaskan tombak tersebut. Lalu......
Wuuuuusth...
Aaaaargh.
Rekso terkena tombak dibagian perutnya.Ia menggelepar dan menggeram dengan suara geraman yang sangat begitu menyeramkan.
Sedangkan beberapa parah iblis yang berkumpul dibawa altar berusaha untuk naik keatas. Meski ada yang terjatuh saat berusaha naik, namun ada juga yang dapat mencapai altar. Lalu mereka membaantu menyerang Asih.
Asih membinasakan mereka satu persatu.
Lalu Asih memutuskan tali yang mengikat pergelangan tangan Edy sisi kanan, dan bagian pergelangan kaki Edy, sehingga pemuda itu dapat terbebas. Meskipun Ia sangat ketakutan melihat wajah-wajah aneh para makhluk itu, namun Ia berusaha untuk membantu Asih dalam membinasakan para makhluk laknat tersebut.
Ristih berhasil melepaskan anak panah milik Asih yang tertancap dilengannya.
Lalu Ia menyergap Edy yang masih sibuk membantu Asih.
Lalu dengan cepat memutar tubuh Edy ingin melakukan penyatuan paksa dengan pemuda itu. Ia ingin menyempurnakan ritualnya.
Asih yang melihat hal itu dengan cepat menyerang Asih, Ia tidak ingin siapapun menyentuh benda mainannya.
Asih menghujamkan pedangnya kepada pinggang Ristih.
Asih kemudian menendang Ristih hingga terjatuh dan bergelinding dari atas altar yang sangat tinnggi, lalu terjatuh kelantai dengan tubuh penuh luka parah.
Udah dulu ya guys.. Besok pagi lanjut lagi😴😴😴😴