
Lee menatap jasad Rebecca yang berlumur darah karena tertembak oleh sniper tersebut.
Dengan tertatih Ia mencoba mengangkat tubuh wanita tersebut untuk membawanya dari jalanan dan memepikannya dipinggir jalan.
Sedangkan Edy bersembunyi dibalik sebuah pembatas jalan dan membidikkan anak panahnya kepada sniper tersebut dan mengenai dada sang sniper, lalu ambruk dan terjatuh.
Sementara itu, Wei tertawa dengan penuh kemenangan, sebab banyak negara didunia yang memesan serum dari buatannya.
Namun siapa sangka, jika pasien yang baru disuntik serum tersebut akan mengalami efek samping menjadi seorang mutan dan akan tunduk patuh pada perintahnya.
Bisa dibayangkan jika sampai semua warga diseluruh dunia menjadi mutan dan mematuhi perintah Wei sebagai sang penguasa.
Wei akan menjadi penguasa dunia, dan semua akan berada dibawah kendalinya.
Seketika Wei menyeringai. Produksi besar-besaran terhadap serum itu telah dimulai, dan akan selesai dalam waktu satu minggu saja.
Negara-negara di dunia sudah membayarkan uang mukanya dan akan pelunasan jika nota barang telah diterima.
Dilain sisi, Lee meletakkan tubuh Rebecca di balik bebatuan dan meninggalkannya untuk sementara waktu.
Lalu Ia menghampiri Edy yang masih dalam kondisi terluka saat terbentur aspal jalanan. Lalu pria itu berusaha bangkit meski dengan kondisi terhuyung.
Lalu keduanya kembali melanjutkan perjalanan menuju ke pabrik pembuatan serum tersebut menggunakan motor sport milik Rebecca.
"Apakah Ia seorang mata-mata?" tanya Edy dengan dengan lirih.
"Ya.." jawab Edy singkat.
Lalu dengan kecepatan tinggi keduanya membelah jalanan dengan perasaan masing-masing.
Sesampainya dipersimpangan, tampak Lee mengambil jalur kiri, lalu kembali melaju dan tampak dari kejauhan sebuah bangunan pabrik yang mengarah ketepi lautan.
Lee menghentikan motornya "Sebaiknya kiyaencari jalan masuk dari jalur lain.
"Seluruh sisi dijaga ketat, bagaimana kita dapat masuk?" tanya Edy.
"Kita cari pintu masuk dari jalan belakang, dan Kita akan masuk dari sana" jawab Lee.
Lalu keduanya turun dari motor. Menyelinap dibalik pelohonan dan menuju arah belakang.
Banyak penjaga yang menjaga hampir seluruh sekeliling pabrik.
"Sulit untuk masuk kedalam" bisik Lee.
Lalu Edy mengambil busur panahnya dan membidikkannya kepada penjaga yang sedang berada didepan pitu belakang.
Wuusssh..sstt..
"Aaaaarrggh.." penjaga itu langsung terkapar dan ambruk.
Lalu seorang lainnya datang dan Edy kembali membidikkan anak panahnya, dan tepat mengenai dada kiri penjaga tersebut yang langsung ambruk saat anak panah menembus jantungnya.
Lalu Edy dan Lee mengendap-endap mendatangi kedua penjaga yang telah tewas itu, dan melucuti pakaiannya dengan mengganti pakain milik penjaga tersebut.
Keduanya membersihkan noda darah yang melekat lalu kemudian melucuti senjata dan kartu pengenal sebagai akses untuk masuk kedalam pabrik.
Kedua memasuki pabrik melalaui pintu belakang tanpa membuat kecurigaan.
Saat memasuki lokasi pabrik, tampak orang-orang yang sedang beekrja menggunakan masker yang memiliki lapisan filter untuk menutupi sebagian wajah mereka. Lee dan Edy saling tatap, lalu menghabisi dua pekerja untuk mengambil masker mereka dan menyeret tubuh pekerja itu untuk disembunyikan ke tempat yang aman.
Tampak tabung-tabung transfaran tampak berjejer dengan mengepulkan asap kebiruan. Lalu mereka mencoba mengamati setiap inci dari apa yang terdapat di pabrik tersebut.
Edy dan Lee saling tatap "Berarti serum ini bukan untuk menyembuhkan atau sebagai penawarnya, melainkan korban yang terkena wabah akan menjadi mitan dan Wei akan menjadikannya sebagai budak untuk menguasai bisnisnya" bisik Edy kepada Lee.
Dengan cepat Lee mengerti apa yang dimaksud oleh Edy.
"Maka serum ini jangan sampai tersebar atau dikirim ke seluruh negara" ucap Lee.
Seketika suara alrm berbunyi. terdengar suara peringatan jika ada penyusup yang memasuki pabrik.
Seektika semua terdiam dan menatap layar monitor yang ditampilkan dengan tampilan layar sangat lebar.
Maka kedua wajah Edy dan juga Lee menjadi sorortan. Mereka tertangkap cctv saat membinasakan dua pekerja yang berada didalam pabrik.
Seketika seluruh pekerja menatap pada Edy dan Lee.
Mereka dengan serantak mengeluarkan senjata mereka dan menghampiri keduanya yang kini sudah saling berhadapan punggung dan bergerak memutar secara perlahan untuk melihat arah pekerja yang datang siap mengabisi keduanya.
Seketika para sebagian pekerja itu berubah wujud mutan dan sebagiannya masih manusia normal.
Edy mencabut pedangnya da bersiaga untuk mengahdapi lawan yang berjumlah sangat banyak.
Lalu Lee dengan senjata apinya siap menghadapi ratusan pekerja yang ada.
Lalu para pekerja itu menyerang secara bersamaan dan membuat Edy juga Lee menahan serangan dan berusaha menjatuhkan lawannya.
Satu persatu mutan tersebut binasa dengan tubuh hancur berderai menjadi kepingan.
Namun banyaknya jumlah pasukan tersebut membuat keduanya sedikit kewalahan.
Saat Edy hendak melumpuhkan salah satu mutan tersebut, tanpa sengaja Edy menyenggol salah satu tabung serum yang berada tak jauh darinya akan tumbang.
Andai tabung itu pecah, maka dipastikan semua yang menghirupnya akan menjadi mutan.
Edy melirik pada Lee yang masih bertempur melawan para pekerja dan mutan tersebut.
Dengan cepat Edy melompat, lalu menebaskan pedangnya ke arah mutan tersebut dan menarik Edy keluar dari tempat itu.
"Hei.. Ada apa?" tanya Lee dengan kebingungan.
Pintu belakang tertutup rapat "Kita harus keluar dari ruangan ini, salah satu tabung serum akan jatuh, san jika sampai kita menghirupnya akan menjadi mutan seperti mereka.." ungkap Edy.
Lee tercengang mendengar ucapan Edy. Pintu yang tertutup sangat sulit dibuka, sedangkan asap tersebut mulai menyebar dan membuat mereka harus segera keluar dari tempat itu.
Lee teringat akan kartu barcode yang diberikan oleh Rebecca, dan dengan cepat Ia menempelkannya, sehingga pintu terbuka.
Sementara para pekerja yang manusia normal menjadi mutan keseluruhannya dan mengejar mereka.
Lee dan Edy segera keluar, lalu menutup pintu itu kembali, namun Edy melemparkan dua bom molotov kedalam ruangan tersebut, dan membuat ledakan yang sangat dahsyat dan Bersamaan dengan hal tersebut, Edy dan Lee melompat dengan cepat.
Lalu gedung pabrik itu meledak bersama para mutan didalamnya.
Saat ledakan terjadi, satu pasukan datang ke area pabrik. Mereka adalah orang-orang suruhan Robert yang berniat ingin menguasai pabrik tersebut, namun mereka terlambat, sebab pabrik itu sudah hangus terbakar dan tak dapat diselamatkan lagi.
Api membumbung tinggi diangkasa dan membuat kepulan asap yang sangat menghitam di uadara.
Seketika Edy dan juga Lee menyelinap dibalik pohon dan melihat pasukan orang-orang suruhan Robert merasa kebingungan.
Kini mereka harua mencari markas Wei tempat dimana batu mustika itu disembunyikan.