
Hari sudah malam. Speedboat yang dikemudikan Rere sudah mendekati kapal tanker pembawa conteiner yang diduga sebagai tempat penyekapan para tawanan.
Rere memberi jarak antara speed dan kapal tanker tersebut. Lee menyelam dan menuju kapal lalu naik dari arah belakang. Melihat aksi Lee, Chakra ikut menyelam dan menuju ke kapal tanker, mengikuti jejak Lee.
Mereka memanjat menggunakan tangga besi yang terpasang dibelakang kapal.
tanpa sepengetahuan para penjaga, keduanya telah sampai diatas kapal.
Lee dan Chakra mengendap dibalik conteiner. Namun, pakaian basah mereka membuat pergerekan mereka sedikit terhambat, dan air yang mengalir dari pakaian mereka, membuat salah seorang penjaga merasa curiga, lalu memeriksa kebagian conteiner yang tersusun.
Chakra dan Lee melihat bayangan seorang pria bersenjata sedang menuju kearah mereka, disertai suara derap langkah kaki tegas.
Lalu Chakra dan Lee bersembunyi diantara celah conteiner tersebut. Saat penjaga itu hampir melintasi persembunyian mereka, dengan cepat Lee menarik leher penjaga tersebut, menyeretnya kedalam celah gerbong, dan melumpuhkannya, lalu mereka mengambil persenjataanya.
Lee mencoba membuka pintu konteiner yang berada didepannya, namun isinya berbagai bahan ekektronik.
Lalu Lee dan Chakra ingin memeriksa conteiner lainnya, tiba-tiba saja aksi mereka diketahui oleh penjaga lainnya, dan menimbulkan keributan, yang memicu kehadiran penjaga lainnya. Maka perkelahian pun tak dapat dihindari.
Lee dan Chakra menghadapi lawan yang tak seimbang, namun kemampuan bela diri Chakra tak mampu diragukan lagi.
Pemuda itu melumpuhkan satu persatu lawannya, begitu juga dengan Lee yang tak luput dalam dalam pertarungan tersebut.
Setelah berhasil melumpuhkan 5 orang penjaga, Lee dan Chakra mencoba memeriksa container lainnya. Lalu berusaha membukanya. Namun seseorang datang dan bertepuk tangan dengan nada yang sangat kesal.
Tampak seorang pria bertubuh kekar dengan otot-otot tubuhnya yang menonjol. Pria itu berdiri dengan didampingi 5 orang penjaga bersenjata api dan 5 orang penjaga bersenjata tajam.
"Hai Lee..." Ucap pria itu, sembari meregangkan tubuhnya ototnya yang menyembul.
Lee berdiri menatap lawannya, yang tampak begitu penuh amarah.
"Mengapa Kau begitu ikut campur akan urusanku..? Aku tidak suka dengan orang yang mencampuri urusanku." ucap Pria itu dengan tatapan tajam.
Lee hanya membalas tatapan pria itu dengan tatapan tenang, dan terus waspada.
Tangan pria berbadan kekar itu direntangkan keatas, lalu dengan cepat menunujuk kearah Lee dan Chakra yang sedang bersiap untuk menyerang.
Seketika ke lima orang penjaga yang membawa senjata tajam menyerang Lee dan Chakra.
Tanpa diduga, Chakra mencabut pedang yang terselip dipingganganya. Gerakan lincah dqn keahlian bela dirinya begitu sangat mudah untuk menqngkis setiap serangan lawannya.
Tring...tring...tring...
Suara dentingan dari benda tajam saat beradu begitu terdengar nyaring.
Lee mencoba menghindari serangan lawannya, lalu mengambil kesempatan menggenggam pergelangan tangan lawan dan membalikkan pedang tersebut kearah perut lawannya.
Aaaaarrrggghh...
Suara erangan kesakitan saat pedang itu menembus perut tuannya sendiri. Lawannya menggelepar ditempat.
Lalu dengan cepat, Lee mencabut pedang milik lawannya yang sudah terkapar tak berdaya, lalu membantu Chakra melumpuhkan keempat lawannya.
Saat bersamaan, pria berbadan kekar itu merampas senjata api yang dipegang salah seorang penjaga, lalu menembakkannya ke arah Lee, namun dengan sigap Chakra menghalau timah panas itu dengan menggunakan ujung pedangnya.
Duuuuuuuuaaar...
Suara ledakan dari senjata api saat mengeluarkan timah panas tersebut.
Triiiiiiiiing...
Suara dentingan ujung pedang dan peluru tersebut saat beradu, hingga menimbulkan percikan berwarna keperakan.
Lee tersebtak kaget, saat mengetahui kemampuan Chakra yang tak biasa. Ia pernah melihat kemampuan seseorang yang sama dengannya, yaitu Asih.
Melihat lawannya dapat menghindari serangan tembakannya, membuat Pria kekar itu semakin penuh dengan amarah.
Ia memerintahkan kepada para penjaga lainnya untuk kembali menyerang Lee dan Chakra menggunakan senjata Api.
Lee menarik Chakra agar bersembunyi dibalik celah gerbong conteiner.
Saat itulah, Lee mendengar suara rintihan darj balik conteiner. Pemuda Itu memastikan jika para tawanan berada didalam conteiner tersebut, namun untuk mengeluarkannya sangatlah berbahaya, karena bisa saja terkena peluru nyasar.
Lee dan Chakra memanjat dinding conteiner bagian belakang, dan saat melihat bayangan lawannya hampir mendekat, maka Chakra melompat dan menerkam lawannya, lalu melumpuhkannya.
Chakra mengambil senjata api tersebut. Saat bersamaan, seorang penjaga sudah berada dekat dengan posisinya, Chakra bersembunyi dibalik dinding sisi lainnya.
Penjaga itu memasuki celah conteiner, saat Ia sudah berada diujung celah, maka Chakra menangkap pergelangan tangan penjaga tersebut, lalu kembali melumpuhkannya.
Sedangkan Lee sudah ketahuan oleh 2 orang penjaga lainnya, akhirnya baku tembak terjadi, dan tak dapat dihindari.
Suara ledakan dari senjata api saat mengeluarkan peluru dari sangkarnya menimbulkan kebisingan yang cukup parah.
Lee terus bersembunyi dibalik Container dan sesekali melepaskan tembakan saat lawannya lengah.
Lalu seseoarng diantaranya lumpuh, dan ambruk saat terkena tembakan Lee tepat di bagian pelipisnya.
Dari arah belakang, seorang penjaga sedang bersiap ingin menembak Lee, namun Chakra beegerak cepat dan menembak penjaga tersebut, hingga terkapar.
Lee terkesima, karena sudah yang kesekian kalinya Chakra menyelematkannya. Ia semakin yakin jika pemuda adalah bukan dari salah satu penyusup.
Kini tinggal pria berbadan kekar yang tengah berdiri dengan tatapan sangarnya.
Pria itu menggeratakkan jari jemarinya hingga menimbulkan suara gemeratak.
Laku kepalanya di gerakkan kesisi kiri dan kanan seolah ingin meregangkan otot-ototnya.
Kini mereka bertarung tanpa senjata, dan hanya menggunakan tangan kosong saja.
Ketiga orang tersebut siap bertarung satu sama lainnya. Kemampuan bela diri dari pria berbadan kekar itu tidak dapat diragukan lagi. Ia maju dengan sangat percaya dirinya.
Lalu mereka saling menyerang, tubuh Lee dan Chakra yang sedikit lebih kecil dari pria itu, membuat sang lawan merasa meremehkan kemampuan keduanya.
Pria itu menyerang Chakra dan Lee secara bergantian. Setiap kali Chakra dan Lee melayangkan pukulan atau tinjunya, seolah-olah tak merasakan apapun. Lalu dengan cekatan pria kekar itu memberikan pukulan diperut Chakra dan juga dibagian wajah Lee.
Kedua tersungkur mengerang kesakitan, sedangkan dari sudut bibir Lee mengalir darah segar.
Lee menyeka cairan kental dan berbau amis itu dari sudut bibirnya.
Pria kekar itu menghampiri Lee, lalu menarik kerah baju Lee, mengangkat tubuh Lee tegak berdiri, dan ingin memberikan pukulan dibagian perut pemuda itu, namun Chakra kembali bangkit, dan dengan cepat Ia memberikan tendangan dibagian lutut belakang pria itu dengan tendangn yang sangat keras, hingga membuat pria itu melepaskan Lee dan tersungkur dilantai kapal.
Belum sempat pria Itu beranjak bangkit, Chakra memberikan pukulan mematikan, dengan berlari dan menindih tubuh lawannya, lalu menghujamkan kedua sikunya tepat dupunggung lawan, hingga melumpuhkan lawan tersebut.
Aaaaarrggggggh...
Terdengar suara erangan kesakitan yang memilukan saat ujung siku itu meremukkan tulang rusuk sang pria kekar, hingga membuatnya terkapar tak berdaya.
Setelah memastikan lawannya lumpuh, maka Lee segera menuju conteiner dan membuka penguncinya. Dan benar saja, ada beberapa wanita yang sudah tampak lemah.
Lalu Lee mengambil sebuah phonsel milik si pria kekar, dan menelefon markasnya, meminta mengirimkan helikopter dan seorang medis untuk menyelamatkan para tawanan.
Setelah mendapatkan jawaban yang diharapkan, maka Lee menghapus panggilan keluar tersebut.
Lalu Ia menghampiri Chakra. "Coba periksa mereka, apakah ada salah satu adik atau Ibumu yang menjadi korban penculikan." titah Lee kepada Chakra.
Chakra mematuhinya, lalu memeriksanya, namun tak satupun yang dikenalinya. Chakra menggelengkan kepalanya. Dan menatap lemah pada Lee.
Setelah menunggu beberapa lama, maka bantuanpun datang, dan terdengar suara helikopter datang menjemput memberikan bantuan.
"Apakah Kau yakin..?" tanya Lee sekali lagi.
Chakra menganggukkan kepalanya, meyakinkan jika Asih dan Ibunya tidak menjadi salah satu korban penculika dan penyekapan tersebut.
Setelah semua wanita itu diselamatkan, Chakra dan Lee kembali ke speedboat, lalu meninggalkan lokasi.
"Seperti apa Adik dan Ibumu..?" tanya Lee penasaran kepada Chakra.
"Tangguh.." jawabnya singkat.
Seketika Lee mengernyitkan keningnya, mencoba mencerna ucapan dari Chakra.