
Asih mengendap-ngendap untuk menghindari para anak buah Wei. ruangan kosong ini adalah sebuah bangunan hotel yang terbengkalai.
Ada banyak sekali tiang-tiang penyanggah bangunan. Terlihat anak buah Wei menyebar. Asih mencari jalan keluar untuk meloloskan diri.
"Heeeei.... "seseorang berteriak sembari menunjuk kearah Asih.
Seorang dari anak buah wei melihat keberadaan Asih, lalu berteriak dan mengundang perhatian yang lainnya.
seketika mereka melihat kearah yang ditunjuk rekannya itu. Mereka bergerak cepat, membentuk lingkaran untuk mengepung Asih yang berniat akan meloloskan diri.
Asih bergerak dengan pelan sembari mengawasi setiap pergerakan lawannya.
Seorang pria berbadan kekar menyerang Asih dari arah sisi kanannya. Pria itu melayangkan sebuah tinju yang menyasar ke wajah Asih.
Asih menghindarinya dengan memiringkan sedikit tubuhnya ke arah belakang. gadis ramping nan rupawan menangkap pergelangan tangan Pria kekar, lalu menekuk telapak tangan pria itu mengahadap kearah yang empunya tangan.
Pria itu berteriak kesakitan, karena merasakn pergelangan tangannya seakan lepas. Ia mengerang dan memaki Asih dengan kata-kaka kotor. . Lalu dengan cepat Asih menendangnya hingga terjerembab.
Saat bersamaan, seorang lagi datang membantu rekannya, Ia menyerang dari arah belakang, namun Asih sudah terlebih dahulu melayangkan tendangannya tepat telak diperut lawannya.
Pria itu bergeser mundur 5 langkah, sembari mengerang sakit dan memegangi perutnya. Lalu yang lainnya membantu menyerang Asih secara bersamaan. Semua terlihat tidak seimbang. Mereka yang berjumlah 10 orang dengan tubuh kekar, menyerang gadis ramping dengan cara brutal secara bersamaan.
Asih sedikit kerepotan, Mereka menyerang tanpa ampun. Asih semakin terpojok, dan mulai kewalahan. Sehingga sesuatu cahaya memancar dari Pink diamond yang menggantung dileher Asih. Cahaya itu menyilaukan mata para pria yang mengepungnya, sesaat Asih telah berhasil meloloskan diri, lalu keluar dari bangunan itu.
Ia bergerak cepat menghindari lokasi tersebut sejauh mungkin, agar Ia tidak terlacak.
Sebuah mobil melesat menghampiri Asih, Lee, ternyata mencarinya. Ia melakukan pencarian keberadaan Asih dengan pelacakan melalui GPS yang tersemat di handphone milik Asih, dan Ia menemukan jejak Asih dibangunan terbengkalai.
"masuk.. " ucap Lee memerintahkannya. Asih langsung masuk kedalam mobil, dan menutup pintunya dengan segera.
Lee mengendarai mobilnya dengan cepat. Selama ini Ia tidak mengerti mengapa Wei begitu berambisi ingin menangkap Asih.
Lee memacu kecepatan mobilnya dengan cepat. Sesampai disebuah jalanan ramai, Ia melihat sebuah mobil terparkir dijalanan depan sebuah toko, Ia menghentikan mobilnya disana.
"ayo keluar..!!" perintah Lee, lalu membawa semua barang lainnya milik Asih yang berada didalam mobil. Namun Ia meninggalkan seikat uang didalamnya, didepan jok mobil.
Lee menukar mobilnya dengan mobil yang terparkir itu. Lalu Ia mengajak Asih masuk kedalamnya. Asih masih tidak mengerti dengan apa yang sedang dilakukan Oleh Lee, namun Ia menuruti saja perintahnya.
Asih masuk kedalam mobil itu, lalu Lee mencoba menghidupkan mesinnya, dengan cara menotak-ngatik kabel mesin dibagian dekat setir mobil.
Sesaat mesin mobil menyala, lalu mereka meninggalkan area toko.
Pemilik mobil yang seirang pemuda kalem dengan kacamata tebal, baru saja keluar dari toko. Ia melihat mobilnya dilarikan orang, lalu Ia berteriak dengan panik, dan ingin mengejarnya, namun Lee tetap memacu mobil itu dengan kecepatan tinggi, sehingga menghilang dijalanan.
Sipemilik mobil menggerutu dan menyumpahi Lee karena telah mencuri mobilnya. Ia ingin melaporkannya ke pihak berwajib, namun niatnya diurungkan karena melihat mobil milik Lee yang lumayan bagus. Ia mengetahui itu mobil milik Lee karena sempat melirik dari dalam toko saat membayar dikasir.
Ia membuka pintu mobil itu, melihat ada seiikat uang ratusan ribu diatas jok stir. Seketika Ia terperangah, lalu menyimpan phonselnya dan mengendarai mobil itu. Ia melupakan mobilnya. Ia menganggap jika Lee membeli mobilnya dengan istilah tukar tambah. Si Pria culun itu mengenderai mobil milik Lee dengan senang hati, sembari bersiul-siul gembira.
-----------♡♡♡♡♡♡--------
Wei berjalan dengan terhuyung, Ia mencapai pintu dan berjalan keluar.
Wei menghampiri mereka. "kemana gadis itu..?!" tanya Wei dengan penuh amarah. Membuat semuanya terdiam. "Dia berhasi meloloskan diri Bos.." ungkap seorang dari mereka, lalu berusaha untuk bangkit dan berdiri tegak. Ia terlihat belum seimbang, dan merasakan nyeri yang amat luar biasa dibagian perut dan matanya.
"siaall..!! Kita harus mendapatkannya. Aku menginginkan berlian itu sekaligus dirinya.! Cepat.. Bergerak..!!" ucap Wei dengan kasar.
visual Wei kita imajinasikan sosok pria mafia yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.
Mereka bergerak dengan terhuyung-huyung. Rasa sakit ditubuh mereka masih mendera.
Mereka menaiki mobil yang terparkir di pelataran bangunan tempat penyekapan Asih.
"ayo.. !! Lamban sekali..!!" teriak Wei dengan geram. Wei menyetir sendiri mobilnya, seakan tak sabar dengan para anak buahnya yang lamban.
---------♡♡♡♡♡-------
"maafakan aku, karena aku telah membawamu kepada kesialan ini, aku tidak menyangka jika Wei sampai mengejarmu." ucap Lee menyesal.
Asih juga tidak mengerti dengan apa yang terjadi padanya. Ia tak memahami mengapai Wei begitu mengincar batu permata miliknya.
Mobil mereka berhenti disebuah gang sepi. Lalu Lee meminta phonsel Asih. "minta phonselmu.." ucap Lee, sembari mengulurkan tangan dan membuka telapak tangannya.
Asih mengambil handphonenya yang disimpan ditas jorannya. Lalu menyerahkanya kepada Lee.
Lee berseluncur di dunia internet. Lalu mendwonload sebuah aplikasi perbankkan. Ia memasukkan data diri Asih, dan melakukan foto pengambilan wajah Asih. Setelah selesai Ia
Aku telah mendaftarkanmu pada sebuah bank. aku akan mentransfer uangmu yang tadinsempat aku masukkan ke rekeningku, karena aku tidak ingin mengembali resiko dengan membawa-bawa tas berisi uang dengan jumlah yang banyak.
Suara dering pesan masuk . Asih membukanya, lalu tampak notifikasi tentang uang masuk kerekeningnya.
Tidak ada yang berkurang. Asih meminta Lee mengajarinya bagaimana cara penggunaan aplikasi canggih tersebut.
Setelah berhasil mempelajarinya, Asih kembali mentransfer sejumlah uang kepada Lee. Saat membuka notif itu Lee tercengang. "terimakasih..sudah membantuku sejauh ini.." ucap Asih, dengan tatapan tulus.
Lee tersenyum. "sama-sama".. Lalu Ia kembali mengendarai mobilnya. Mereka melakukan perjalanan panjang menuju sebuah tempat untuk menghindari kejaran Wei.
--------♡♡♡♡-------
Wei memacu mobilnya menuju jalanan dengan laju yang sangat kencang.
Ketika berada dikeramaian, Ia melihat mobil Lee sedang berada didepannya, melintasi sebuah rel kereta api.
Dengan kecepatan tinggi Ia berusaha mengejarnya. Namun Naas, kereta api juga melintas dengan kecepatan tinggi. Wei menggerutu kesal.
Saat kereta api selesai melintas, Ia tidak lagi melihat mobil Lee. Ia mencoba terus mengejarnya. Hingga disebuah pertigaan, Ia melihat ekor belakang mobil Lee. Lalu dengan cepat Ia mengejarnya. Saat telah mencapainya, wei menghadangnya. Seketika mobil milik Lee berhenti.
Wei menodongkan senjata tajamnya kearah kaca pintu mobil. Memaksa orang yang berada didalamnya untuk segera menyerah.. pria culun itu ketakutan, lalu membuka kaca mobil. Saat melihat siapa yang berada didalamnya, Wei menurunkan senjatanya dengan kasar, sembari memaki.