
"turunlah.. Saya akan menyetir sendiri." ucap Lee sembari turun dari mobil dan pindah dikemudi.
Tanpa bersuara, Supir itu menganggukkan kepalanya, Petanda Ia mengerti.
Sepanjang perjalanannya, Lee alias Alvan, seorang detektif pemerintahan yang ditugaskan untuk mencari keberadaan seseorang tentang bisnis gelap penjualan barang haram berupa Shabu, pencurian berlian, serta perdagangan manusia.
Pertemuannya dengan Asih yang tanpa sengaja, memberikan warna dalam hidupnya. Sesaat ia tersenyum sarkas. Bagaimana mungkin seorang gadis primitif mampu mencuri hatinya. Ia melihat jika Asih bukanlah gadis biasa. Ia bagaikan sebuah pedang, indah berkilau, namun mematikan.
"tunggu aku, aku akan menjemputmu" Ia membenahi duduknya, mengambil sebuah alat berbentuk pena , sebuah alat hisap rokok yang biasa disebut vape atau disebut rokok electrik.
Lee memasuki sebuah apertemen. Ia menyusun sebuah rencana untuk menyelidiki kasus penyeludupan shabu.
--------♡♡♡♡♡------
Asih berjalan menyusuri padang ilalang. Ia kembali menyimpan busur panahnya. Sesaat Ia mendengar suara ringkikan kuda. Ia mengenali suara itu.. "Bara Sembrani.." Asih mempercepat langkahnya. Ia berusaha menajamkan pendengarannya.
Ia berjalan seperti melayang saja. Hingga akhirnya Ia melihat seorang pemuda tampan sedang memacu kuda mengitari arena pacuan.
"benar dugaanku, jika Dia yang mencurinya. Aku akan memberi perhitungan padanya. Dan karenanya juga Kak Chandra harus sampai lumpuh." guman Asih dalam hatinya.
Asih bersembunyi di balik sebuah pohon nan rindang, Ia membidikkan anak panahnya, menyasar pada betis pemuda tampan itu.
Sesaat Asih akan melepaskan anak panah itu, namun sebuah mobil box tiba-tiba datang dari arah berlawanan. Asih mengurungkan niatnya. Ia memperhatikan dengan seksama.
4 orang turun dari mobil box tersebut. "maaf Tuan Muda, kami harus membawa kuda ini sesuai perintah Tuan besar.
"tidak.. Aku tidak akan mengijinkannya." sergah Edy dengan tatapan sadis.
"tetapi ini perintah Tuan Besar, kami tidak dapat menolaknya." jawab seorang berbadan kekar.
Asih menajamkan ingatannya. "bukankah pria itu yang melukai kak Chakra.? Sialan..!! Aku akan memberinya pelajaran.
Sesaat kemudian, sebuah mobil Van mewah datang menyusul. Lalu turun seorang pria berusia 40-an tahun, bersama 3 orang pria lainnya.
"Edy. Biarkan mereka membawa kuda itu, papa sudah menjualnya kepada Tuan Radit untuk dijadikan pertunjukan nanti. Dia pemilik sirkus terbesar, dan Ia sangat tertarik pada kuda ini. Papa sudah menjualnya dengan sangat mahal." ucap Andre kepada puteranya.
"tidak Pa..!! Aku tidak akan membiarkan kalian membawanya..! Kuda ini milikku. Aku akan merawatnya..!" pinta Edy dengan memohon.
"Tidak ada perdebatan..!!" sergah Andre.
"bawa..!!" perintah Andre kepada para anak buahnya.
Mereka segera ingin membawa Bara Sembrani kedalam mobil Box. Edy mencoba melawan, namun 2 orang lainnya mencekalnya. Lalu ke 3 pria laiinya membawa paksa Kuda itu masuk kedalm mobil boks.
"papa.. Mengapa kau merusak kesenanganku.?" ucap Edy dengan sengit.
"itu karena kamu telah berubah. Semenjak kamu tersesat dibukit itu dan bermain dengan kuda ini, kamu tidak mau tau lagi dengan bisinis yang kita jalankan. Kau bermalas-malasan..!!" hardik Andre dengan penuh amarah.
"tapi kuda itu satu-satunya kenanganku bersama gadis itu.." jawab Edy.
Andre mengernyitkan keningnya." gadis yang mana?" tanya Andre dengan penuh selidik.
"gadis pemilik kuda ini, yang terbunuh oleh Dia..!!" ucap Edy sembari melirik kepada salah seorang anak buah ayahnya.
"membunuh orang itu adalah hal biasa..!! Lalu apa pedulimu dengan gadis itu, toh Dia juga sudah mati..!" jawab Andre sengit.
Edy menatap penuh amarah pada ayahnya. "karena dia sudah mati, maka aku ingin menebus kesalahanku dengan merawat sesuatu yang disayanginya..!" jawab Edy dengan penuh penekanan.
"hahahaha.. Sejak kapan kamu menjadi lemah hanya karena seorang wanita yang baru kenal.? Bahkan wanita itu sudah mati..?! ini yang membuat papa membencimu..!! Kamu lemah..!!" hardik Andre dengan sengit.
Kedua anak buah Andre dengan erat mencekal tangan Edy.
"aku jatuh cinta pada gadis itu..!!" jawab Edy mengungkapkan isi hatinya.
Dikejauhan, Asih yang mendengar perdebatan itu menjadi dilema. Ia sendiri tidak mengerti apa itu Cinta yang disebutkan oleh pemuda tersebut. Tetapi Ia dapat memahami jika Sebenarnya Pemuda itu ingin melindungi kuda miliknya.
"apaa..?! Jatuh cinta? Bahkan gadis itu sudah mati..! Masih banyak gadis diluar sana.! Bajkan papa bisa mendatangkan seribu gadis yang kau inginkan untuk menggantikannya.!" jawab Andre dengan berang.
"gadis itu berbeda pa.. Ijinkan aku merawat kuda itu." pinta Edy memohon.
"apa yang membuatnya berbeda..?" ucap Andre melunak.
Edy terdiam sejenak. Ia membayangkan bagaimana saat pertama kali bertemu dengan Asih. "Dia gadis tangguh, memiliki sepasang mata Indah. Tatapannya begitu membuatku terpana saat pertama kali melihatnya menunggangi kuda menuruni bukit.." ucap Edy dengan pandangan nanar.
"bukit..? Bukit yang mana.." tanya Andre penasaran.
"Bukit yang memiliki muara sungai ke laut kota.." jawab Edy..
Deeegh..
Seketika Andre terkenang sekitar 21 tahun silam, Ia juga terdampar disana, saat menghindari kejaran para aparat yang akan menangkapnya.
Namun Ia tidak menyangka jika Edy juga terdampar disana. Sesaat Ia teringat akan seorang gadis desa bernama Dina yang Ia tinggalkan begitu saja. "bagaimana kabarnya saat ini?? Apakah benih itu tumbuh atau sebaliknya..?" Andre buru-buru menghapus memory tentang gadis bernama Dina tersebut.
"baiklah.. Papa ada tugas untukmu.. Jika kau dapat menyelesaikannya dengan baik, maka papa akan memberikan kuda ini padamu. Namun untuk sementara waktu, Kuda ini papa amankan ditempat yang jauh dulu. Apakah kamu setuju melakukannya.?" tanya Andre dengan tatapan tajam.
"iya.. Aku setuju, apa tugas itu..?" tanya Edy tak sabar.
Andre tersenyum senang.. "ada seorang gadis yang memiliki pink Diamond. Harganya diperkirakan mencapai 1 triliun. Itu adalah berlian langka yang berumur ribuan tahun. Bahkan selain itu, Ia juga memiliki 1 blue diamond dan 2 keping koin emas dari jaman kuno. Semuanya bernilai cukup Fantastis. Kabar ini sudah bocor dari beberapa penyusup anggota kita yang di tempatkan di klan Wei. Maka kita harus bergerak cepat." ucap Andre dengan tatapan licik dan serakah.
Edy memanggut kepalanya. "seperti apa ciri-cirinya.? Tanya Edy penasaran.
"Gadis itu memakai cadar Hitam, namun kekuatannya tidak dapat disepelekan. Jika mendapatkan seluruh permata itu, maka habisi saja wanita itu, hilangkan jejak tanpa berbekas sedikitpun " jawab Andre memperingatkan.
Seketika Asih membulatkan matanya, Ia tidak menyangka, jika pemata yang dibawanya justru membawa petaka. Dimana banyak dari mereka yang memperebutkannya.
"Siaaal. Ternyata musuhku bukan hanya Wei, namun kini bertambah. Kalau begini bagaimana aku akan mengambil kuda itu mempertahankan berlian ini.? Bahkan nyawaku sendiri dalam bahaya" Asih menggenggam berlian yang melingkar dilehernya. Ia menatap kepada sekawan orang yang sedang berdebat itu dari sebalik pohon.
"Baiklah pa, aku menyetujuinya..!!" jawab Edy tegas.
Andre menatap kepada ketiga orang anak buahnya." bawa kuda itu menjauh!!" perintah Andre kepada ketiganya.
Lalu mereka membawa mobil boks meninggalkan lokasi.
Seketika pandangan Edy menangkap pucuk kain berwarna Navi berkibar dari balik pohon yang tertiup angin.
"siapa disana..?!!" seru Edy dengan keras. Sembari berlari ingin menghampiri sesosok yang mencurigakannya.
Asih menyadari dirinya dalam bahaya. Apalagi Ia melihat mereka menggunakan senjata api.
"jika aku bertemu dengan Lee dilain waktu, aku akan memintanya mengajariku menggunakan senjata itu." ucapnya lirih.
Seketika orang yang berada disana ikut memandang kepada apa yang dilihat oleh Edy. Mereka turut ikut memeriksa.
Dengan cepat Asih meninggalkan tempat itu, menyusuri padang ilalang.
Edy masih dapat melihat jelas kelebatan sosok itu. Ia terus mengejarnya. Hingga dipenghujung tebing sungai, Asih merasa terpojok, Ia melihat Edy terus mengejarnya.
Asih tidak memiliki pilihan, Ia memilih lompat kedalam sungai berair deras. Edy terus mendekati tepian sungai. Ia tidak melihat apapun disana, namun Ia dikejutkan dengan ekor buaya berwarna putih yang berenang meyusuri aliran sungai dan Ia melihat dengan jelas pakaian berwarna Biru Navi ikut terseret bersama buaya tersebut.
"apakah saat Ia melompat tadi langsung diterkam buaya.?" Edy berguman dengan seram. seketika ke 2 orang anak buah ayahnya papanya juga menyusulnya.
nafas mereka tersengal. "bagaimana Tuan Muda.? siapakah penyusup tadi." tanya seorang diantara mereka.
Edy dan kedua pria itu meninggalkan tepian sungai dan kembali ke pacuan kuda.
---------♡♡♡♡--------
Asih mengerjapkan matanya. Ia terdampar ditepian sungai. Pakaiannya tampak basah kuyup. Saat Ia melihat sekelilingnya, langit tampak gelap. Suasana sangat mencekam.
Asih berusaha bangkit, namun Ia tidak dapat melakukannya. Seketika Ia terperngah, karena mendpati dirinya kini dengan tubuh setengah buaya. ekornya mengibas- ngibas di air.
"haaah..! Mengapa bisa seperti ini..?!" Asih merasa bingung. Ia mencoba menenangkan hatinya, dan tidak panik. Karena pesan Romonya Ia harus bersikap tenang.
Asih memunguti semua barang-barang miliknya. Lalu Ia mencari tempat yang nyaman untuk bermalam.
Ia menemukan sebatang pohon yang sangat besar. Ia menghampiri pohon tersebut. Tubuhnya penuh dengan lumpur dan sangat kotor.
Asih mengatur nafasnya agar netral kembali. "Romo.. Bagaiamana aku bisa bergerak bebas jika kondisiku seperti ini.?" Asih berguman lirih.
Seketika sebuah cahaya muncul dihadapannya. Sesosok pria tampan hadir dihadapannya." Romo.." ucap Asih lirih.
Lalu sosok pria itu menghmpirinya. " Ia memeluk Asih dengan penuh cinta kasih seorang ayah.." seketika Asih merasakan kenyamanan, Ia terlelap dalam dekapan lembut pria itu.
Pria itu membelai lembut rambut Asih yang basah dan berlumpur. "kamu yang memilih jalan ini, maka teruslah bertahan..!" ucap pria itu sembari mengecup lembut ujung kepala Asih.
---------♡♡♡♡-------
Terdengar suara lolongan anjing hutan yang sangat menyayat hati. Asih mengerjapkan matanya. Ia melihat kesekelilingnya. Matahari mulai tampak tampak menyembul malu-malu dibalik awan. Asih menggeliatkan tubuhnya..Ia mendapati dirinya dalam kondisi normal.
Ia terperangah. "apakah Romo benar-benar hadir malam tadi..?" Asih berguman lirih dalam hatinya.
Asih melihat tubuhnya yang penuh dengan lumpur. Ia berniat untuk mandi dan membersihkan dirinya. Ia melepas sejenak topeng wajahnya, karena terdapat lumpur yang menempel. Asih meletakkan topeng itu diatas sebuah batu. Lalu tanpa sadar, Topeng itu terkena riak air dan hanyut terbawa arus.
Asih telah selesai dengan mandinya, namun Ia terpaksa harus memakai pakaiannya yang basah tersebut.
Setelah selesai, Asih duduk diatas batu sembari berjemur mengeringkan tubuhnya. Namun matahari pagi ini tidak bersahabat. sehingga Asih tidak sabar dan memilih untuk segera meninggalkan tempat ini.
" kemana handphone yang diberikan oleh kak Lee..? Apakah hanyut terbawa arus.? Kartu Kredit dan ATM juga basah.. Apakah masih dapat digunakan? Aku harus mendapatkan pakaian baru." Asih berguman lirih.
Asih memungut tas jorannya, lalu memakainya dan Ia berjalan dengan tertatih. Pakaiannya yang basah begitu juga dengan rambutnya. Asih mengikat rambutnya ekor kuda. Ia kehilangan Cadarnya, karena terjun kesungai saat itu.
Setelah jauh berjalan, Ia menemukan pinggiran kota. "kata Kak Lee, jika aku ingin mengambil uang dalam buku ini, harus mencari bangunan yang tulisannya sama dengan yang tertera di buku ini.
Asih berjalan memasuki pinggiran kota. orang-orang memandangnya sembari mencibir. Mereka berfikir jika Asih adalah orang pengidap ganguan jiwa, sebagian lagi beranggapan jika Asih tercebur kesungai saat sedang memancing. Orang-orang berspekulasi dengan pandangan mereka saat melihat penampilan Asih.
Ia bertanya kepada seseorang dipinggir jalan untuk membertahunya dimana letak gedung bank tersebut. orang itu memberikan petunjuk tentang keberadaan bank itu.
Setelah mendapatkan informasi, Asih bergegas menuju Bank. Sesaat Ia sedang berjalan menuju Bank yang berada tepat didepannya , sebuah mobil melintasinya.
Asih masuk kedalam Bank tersebut.
Pemuda yang berada didalam mobil itu terperanjat. 'Asih..?!" ucapnya. Lalu Ia mencoba melihat lagi kearah belakang, namun Ia tak menemukan keberadaan gadis itu.
"apakah aku hanya berhalusinasi.?" pemuda itu berguman lirih.
----------♡♡♡♡------
Asih memasuki gedung bank tersebut. "ada yang bisa kita bantu bu..?" tanya seorang security dengan ramah.
Asih masih bingung, Ia menunjukkan buku tabungannya yang basah, beserta kartu ATM dan Card credit nya.
Securuty itu langsung faham. "silahkan duduk bu, dan ambil nomor antriannya. Ada KTP dan KK nya bu..?"tanya security itu.
Asih mencoba mengingat benda apa yang disebutkan oleh security itu. Ia mengingat segala apa yang diajarkan oleh Lee.Ia membuka tas jorannya, mencari benda yang diminta oleh security itu. dan beruntungya ialah, kedua berkas itu di laminathing, sehingga tidak basah saat Ia terdampar disungai tadi. Asih menemukan apa yang diminta security itu, lalu menyerahkannya. Sebagian nasabah yang menunggu antrian merasa heran dengan penampilannya. Ditambah lagi pakaian Asih tampak basah.
Teller bank merasa penasaran, karena Asih memiliki Credit card. teller itu tercengang saat mengetahui isi dari tabungan Asih.
Seketika Teller itu memanggil Asih dan memintanya untuk menghadap.
"ibu ingin mencairkn uang..?" tanya teller dengan ramah. Mereka tidak menduga, jika penampilan Asih yang aneh ternyata memiliki banyak uang.
Asih mengangguk.
"berapa bu..?" tanyanya ramah.
Asih bingung. "200 juta saja." jawab Asih asal.
nasabah yang menunggu antrian tercengang, mereka tidak menduga jika penampilan Asih tidak menjamin seseorang itu kaya atau miskin.
Diantara orang yang mengantri. Seorang pria disudut kursi antrian menelefon seseorang, Ia mengawasi gerak-gerik Asih dengan ekor matanya yang tertutup kacamata hitam.
"maaf bu.. Yang bisa kami cairkan 150 juta dulu, karena ini masih pagi, dan uang cash kami belum sampai." jawab Teller tersebut.
"ya sudah, seberapa adanya saja." jawab Asih. Karena Ia ingin segera membeli pakaian.
Setelah selesai pencairan, Asih diminta untuk memperbaiki kartu Credit dan debitnya. Namun Ia menolak karena tidak memiliki waktu.
---------♡♡♡♡------
Asih keluar dari Bank dengan menenteng plastik kresek. Setelah menjauh sekitar 100 meter di bank, sebuah sepeda motor memepetnya dan ingin mengambil kantong kresek yang berisi uang tersebut. Dengan sigap Asih mengamankan kantong miliknya.
2 Pria turun dari sepeda motor itu dengan menodongkan senjata api kepadanya. Warga yang melihat tidak ada yang berani untuk membantu, karena tidak ingin mati konyol tertembak peluru milik perampok tersebut.
Asih dengan cepat menangkap pergelangan tangan pria itu, lalu memuntirnya keatas, dan tangan kiri Asih merampas senjata Api tersebut. Lalu memberikan tendangan telak perut pria itu. Pria itu tersungkur diaspal. Ia meringis menahan sakit.
Seorang pria lainnya ikut menyerang Asih. Lalu Asih memutar tubuhnya sembari melayangkan tendangan yang menyasar pada organ sensitif pria itu.seketika pria itu mengerang kesakitan sembari memegangi barang berharganya.
Asih mengingat bagaimana cara menggunakan senjata api itu saat anak buah Edy menembak Chakra. Asih menarik pelatuknya, lalu menembak lengan pria yang memegangi adik kecilnya.
Setelah itu Ia berbalik menembak betis pria yang pertama.
Aaaaarggghh..
Suara erangan kesakitan terdengar memilukan
Doooooor..
Suara tembakan membahana diudara. Warga yang berkerumun mencoba mengabadikan moment tak biasa tersebut. Setelah berhasil melumpuhkan para permapok itu, Asih pergi melenggang begitu saja seperti tidak terjadi sesuatu. Ia menuju pertokoan hendak berbelanja.
Warga memandanginya dengan bingung. Seorang gadis dengan tampilan acak-acakan telah berhasil merobohkan dua orang perampok yang selalma ini sangat ditakutim bahkan polisi belum berhasil menemukannya.
------♡♡♡♡-----
Polisi tiba dilokasi. Lalu melakukan penyelidikan ditempat perkara. mereka merasa bingung dengan orang yang sudah berhasil melumpuhkan perampok yang terkenal kejam dan sadis dalam hitungan menit saja.
Polisi menanyai saksi-saksi yang berada dikejadian perkara. Rekaman vedeo dan cctv jalan sangat jelas memperlihatkan wajah Asih. Polisi menghubungi seorang detektif muda untuk segera menyelidiki kasus tersebut.
Detektif itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya, saat melihat vedeo kiriman tersebut.
"Dasar kamu.. Masih juga nakal.. Dan ini akan merepotkanku." gumannya lirih.
"kemana topeng yang kuberikan padanya..? Apakah Ia melepasnya.? Merepotkanku saja.." gumannya sembari terkekeh. Ia mengambil kaca mata hitamnya, lalu menuju garasi untuk dan menyetir mobilnya, untuk mencari keberadaan gadis yang sudah membuatnya gila dan juga kerepotan.