Buhul ghaib

Buhul ghaib
episode 186



Lee tampak terlempar disudut halaman. Kedua bola matanya yang memerah tampak menyala. Ia yang sedang dikuasai oleh pengaruh Rekso tampak tak mampu mengendalikan dirinya.


Saat itu, Rere baru saja kembali dari kantor pusat untuk membawa laporan penting. Tampak Ia sangat begitu lelah.


Lee memandang kepada Rere dengan tatapan tak biasa. Gadis tomboy itu tersentak dengan perubahan yang terjadi pada Atasannya itu.


Rere mencoba berjalan menghampiri Lee, namun belum saja Rere melangkahkan kakinya, Pemuda itu melompat bagaikan singa lapar dan hendak menyerang Sang gadis tomboy.


Dengan sigap Rere menghindar dan Lee mengenai sasaran kosong.


"Pak.. Sadarlah! Ini saya Rere" ucap Gadis itu mencoba menyadarkan atasannya.


Namun Lee tak mengindahkan apa yang sedang diucapkan oleh Rere.


Lee kembali tampak seperti seseorang yang sedang menggila. Rere tersentak ketika manik bola mata Lee berubah menjadi merah menyala. Ia merasakan gelagat yang tidak beres pada sang pemuda.


"Sepertinya ada sesuatu yang ganjil dengan kondisi Pak Lee" Rere berguman dalam hatinya.


Lalu Lee kembali menyerang Rere dengan memba- bi buta dan seakan gelap mata.


Rere tampak kewalahan menghadapi serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Lee. Hingga sebuah tendangan yang sangat keras menghantam pundak Rere, sehingga membuat gadis itu terlempar beberapa meter dari posisinya.


Aaaaargh...


Erang Rere kesakitan saat tubuhnya terlempar dan mendarat ditanah dengan sangat keras.


Beberapa luka dibagian tubuhnya. Sebercak darah mengalir dari sudut bibirnya, rasa sakit dibagian pundaknya dan sepertinya luka lebam.


Sesaat Lee kembali menyerang Rere yang saat dalam posisi belum siap dan masih ingin mencoba untuk bangkit.


Seketika Rere kembali terpental beberapa depa, sehingga membuat Rere semakin terpuruk.


Lalu Lee meraih sebatang balok kayu yang didapatnya dilokasi Ia sedang berdiri. Lalu Lee menyeret balok kayu sepanjang satu meter itu dengan diameter 24 inci dan bersiap melayangkannya kepada Rere.


Gadis itu tak mampu lagi menahan rasa sakit yang membuatnya tak dapat menghindari serangan Lee kali ini.


Lee mengayunkan balok kayu yang dipegangnya dan dalam hitungan detik Ia bersiap untuk memukulkannya kepada Rere.


Namun sebuah benda melesat kencang dan..


Wuuuush...takkk...


Sebuah anak panah mengenai balok kayu tersebut dan membuat balok kayu tersebut dan terlepas dari genggaman tangan Lee.


Rere yang sudah pasrah terkejut melihat segalanya. Ia mengira saat ini Ia akan binasa ditangan bosnya sendiri.


Rere melihat satu sosok yang datang meyelamatkannya, Chakra. Ia datang dan melesat menghampiri Rere, lalu menarik gadis menjauhi Lee.


"Ayolah, Dia bukan Lee yang dulu, Ia dalam pengaruh ruh jahat" ucap Chakra mengingatkan. Rere yang masih bingung terdiam tak bergeming saat Chakra membopongnya.


Lee bangkit dan mengejar keduanya, sehingga membuat Chakra harus menambah kecepatan larinya.


Saat jarak keduanya sudah dekat satu sama lain, Lee yang masih dipengaruhi ruh jahat menarik sarung tempat penyimpanan anak panah milik Chakra. Namun Chakra berusaha untuk menghindarinya.


Lalu Chakra bergeser ketepi sisi kanan sehingga membuat Lee kebablasan dan tersungkur.


Chakra meletakkan tubuh tak berdaya Rere di sebatang pohon dan menyandarkannya.


"Jangan kemana-mana" titah Chakra, lalu berbalik dan menghampiri Lee.


Ia harus mencari cara untuk menyelamatkan Chakra dan juga Rere.


Dalam sekejab, Lee kembali bangkit dan berusaha menyerang Chakra.


Sementara itu, Rere memegangi dadanya yang terasa sakit akibat tendangan di pundak kirinya yang dilancarkan oleh Lee saat tadi.


Ia tak menduga jika Lee dalam pengaruh Iblis.


Dari arah atas pohon, merayap seekor ular berkepala tiga yang mana mulutnya sudah ternganga dengan sangat lebar dan siap menelan Rere hidup-hidup.


Gadis tomboy itu tak menyadari jika dirinya kini dalam incaran dan bahaya besar. Ular berkepala tiga yang tak lain adalah Rekso dmsedang mememrlukan energi tambahan, sebab kepala sisi kirinya tertembus anak panah Asih.


Saat kepala ular itu hendak menghentak dan menelan Rere, sebuah sabetan pedang tajam memenggal kepala sisi kanannya hingga terjuntai dan hampir lepas.


"Aaaarerrggh..


Sebuah teriakan kesakitan menggema, dan cairan berwarna hijau memercik keluar dari bekas luka tebasan itu. Dengan cepat sosok wanita yang membawa pedang itu membawa Rere menjauh dari Ular siluman tersebut.


Sebab cairan berwrna hijau itu dapat membuat benda apa saja meleleh dan tak bersisa.


Disisi lain, Lee yang melihat kehadiran wanita pembawa pedang yang tak lain adalah Asih, menoleh kearah wanita cantik itu, yang membuat kesempatan bagi Chkara untuk melumpuhkannya.


Asih memberi sebuah kode kepada Edy, agar menjaga Rere yang saat ini sedang sekarat.


Sementara itu, Ia melesat dengan cepat menghampiri Rekso yang mana kini hanya tinggal kepalanutamanya yang tersisa.


Dua kepala pendamping sisi kiri dan kananmya dalam kondisi mengenaskan.


Asih mengincar batu permata yang berhasil diambil dari tubuh Lee.


Bagaimanapun, Asih harus menyelamatkan Lee. Sebab Lee pernah hadir dihidupnya.


Rekso masih tetap bertahan, Ia mencoba memberikan perlwanan dengan sisa kekuatannya dan juga tenaganya.


Asih melihat jika Batu permata itu berada didalam ujung kuku tangan Rekso. Ia tidak menyimpannya kedalam tubuhnya, sebab ingin memeberikannya kepada Ristih ibunya yang kini sedang terluka parah.


Asih mencari cara bagaimana agar membuat tangan Rekso digapainya.


Rekso yang sudah tampak sempoyongan, masih terus memaksa untuk menyerang Asih.


Dengan gerakan melayang sembari mengjunuskan pedangnya, Asih memenggang pergelangan tangan Rekso yang sedang menyimpan batu permata tersebut dan membuat potongan tangan itu terlempar ditanah.


Dengan Cepat Ia menyambar batu permata yang berguling diatas tanah, lalu tanpa sengaja batu itu melesat masuk kedalam mulut Asih dan tertelannya.


Melihat hal tersebut, Rekso menghilang untuk menyelamatkan dirinya dengan tubuh penuh luka.


Sementara itu, tubuh Asih bergetar menahan energi yang masuk kedalam tubuhnya. Setelah menetralkan energi tersebut, Asih menghampiri Lee yang berhasil dilumpuhkan oleh Chakra.


Ia memandang wajah tampan pemuda itu. Lalu meletakkan tepalak tangannya didada kiri Lee dan berusaha membuang wnergi negatif yang merasuki tubuh sang pemuda.


Setelah membuang energi negati dan menyalurkan tenaga dalamnya, Lee terbatuk dan memuntahkan darah hitam yang tampak menggumpal.


Lee mengerjapkan kedua matanya, lalu menatap kepada Asih dengan sendu.


Sorot matanya ingin mengucapkan sesuatu, namun sepertinya Ia masih sangat lemah dan belum dapat untuk mengatakan apapun.


Chkara membopong tubuh Lee, dan Edy membawa tubuh Rere kedalam markas.


Sesampainya didalam markas, Asih memeriksa kondisi Rere yang juga tampak terluka parah.


Asih mencoba mehyembuhkan Rere, dan meletakkan telapak tangannya didada gadis tomboy itu.


Tampak Chakra menjaga dan menggenggam tangan sang gadis, Asih menduga jika kakaknya sedang jatuh cinta.