Buhul ghaib

Buhul ghaib
Tamu-6



Andre mencari tempat untuk merebahkan diri, rasa lelah menghampirinya.


Sesaat Ia memejamkan matanya, mencoba menjemput mimpinya.


Disisi lain, Jack dan Jodi sudah berhasil mengumpulkan sekantung kresek batu-batu permata yang mereka sungkit sedari tadi.


Melihat Bos nya tertidur, maka merekapun menyudahi pekerjaannya dan melanjutkannya esok hari.


Dengan rasa lelah yang menghampiri, akhirnya mereka tertidur pulas.


Sementara itu, Andre sedang berguman tak jelas.


Jodi dan Jack menyusul Andre dan ingin beristirahat.


*******


Sebuah sepeda motor dipacu Andre kesebuah pasar yang biasa diadakan sepekan sekali. Ia membonceng seorang gadis cantik dan juga lugu kepasar tersebut.


Ia meminta sang gadis untuk berbelanja apa saja yang diinginkannya.


Beberpa helai pakaian dan juga sendal Ia pilih, Ia begitu terlihat sangat bahagia. Dimana Ia sangat bangga ketika ada seorang pria kota yang tampan rupawan serta seorang calon dokter yang seperti dikatakan pemuda itu kepadanya begitu memperhatikannya.


Gadis lugu itu merasa sangat beruntung bertemu dengan sang pemuda, terlebih lagi pemuda itu begitu memanjakannya.


Dan gadis itu mengambil dua pasang jepit rambut, satu pasang berwarna biru, dan sepasang lagi berwana pink, dan Pemuda itupun membayar semua belanjanya.


Namun apa yang dilakukan sang pemuda bukanlah karena sebuah ketulusan, tetapi ada timbal balik yang akan diambilnya.


Caranya memanjakan sang gadis sudah mampu mebuat gadis itu terlena.


Setelah selesai berbelanja, gadis itu Ia bawa ke hutan yang ada dikaki bukit.


Diasana Ia beralasan ingin melihat-lihat pemandangan hutan yang asri dan indah. Sesampainya ditepi hutan yang sepi, pemuda itu melancarkan rayuan mautnya, dengan berbagai rayuan dan juga kelihaiannya, Ia mampu membuat sang gadis terlena, hingga akhirnya merenggut kesucian sang gadis.


Setelah kejadian itu, pemuda kota yang tak lain adalah Andre, berpamitan untuk pulang kek kota, Ia berjanji akan membawa orang tuanya dan segera melamarnya. Namun setelah sebulan lamanya, Andre tak jua muncul.


Dalam keremangan malam, Andre melihat seorang wanita cantik sedang menggendong bayi laki-laki berjalan menyusuri hutan.


Andre mencoba mengikutinya, namun wanita itu terus berjalan keatas bukit dan tak ingin menunggunya.


"Heei.. Siapa Kamu? Mengapa jalanmu begitu sangat cepat" teriak Andre yang ingin berusaha mengejar wanita itu.


Namun Ia terkejut ketika wanita itu berpaling kearahnya, dan dengan tatapan yang tak suka.


"Dina... Itukah Kau? Siapa bayi itu?" tanyanya dengan wajah penuh penasaran.


Wanita itu hanya diam membisu, Ia tak ingin menjelaskan kepada Pria itu siapa sebenarnya anak bayi laki-laki tersebut.


Sesaat Dina berlari naik keatas puncak bukit, dan meninggalkan pria itu begitu saja.


Dengan berteriak keras, Andre memanggil nama wanita itu.


Dinaaaaaaa....


Teriakannya yang keras membangunkan Jodi dan juga Jack yang baru saja terlelap dan mereka merasa kebingungan melihat Bos mereka berteriak-teriak menyebut nama seseorang


Jack mengguncang tubuh Andre, dan mencoba menyadarkannya "Bos, sadarlah.." ucap Jack dengan keras dan menguatkan guncangan ditubuh Andre.


Pria itu tersentak dan terbangun, Ia beranjak dari tidurnya, mencoba membenahi posisinya dan berusaha untuk duduk.


"Siapa Dina, Bos? Sedari tadi Bos mengingau menyebut nama wanita itu" ucap Jodi dengan sedikit penasaran.


Andre hanya terdiam, tak mampu menjawab pertanyaan dari bawahnnya itu.


Sesaat Ia merasakan jika dalam genggamannya ada sepasang jepit rambut yang pernah Ia belikan umtuk sang gadis, la menyimpannya dalam saku jaketnya.


Ia juga masih bingung dengan pria yang mengerjainya diruangan kamar goa barusan, entah siapa pria itu.


Didunia lain, Dina tersentak mendengar seseorang memanggil namanya dengan begitu sangat kerasanya.


Dina melihat dengan mata bathinnya, jika pria yang memanggi namanya itu adalah Andre. Pria dimasa lalunya yang meninggalkan goresan luka dihatinya, dan juga menitipkan benih dari perbuatan terlarang mereka.


Sesaat Bromo datang menghampirinya, membelainya dengan lembut.


Dina memandang suami silumannya yang kini mencintainya dengan ketulusan.


"Mengapa mereka bisa berada dirumahku, dan mengacak-ngacak isi goa?"tanya Dina dengan lirih.


"Mereka datang dengan tujuan keserakahan" Jawab Bromo dengan tenang.


Dina menatap wajah teduh sang suami, ada kedamaian disana.


"Mengapa Kanda tidak memberikan pelajaran kepadanya?" tanya Dina dengan penasaran.


"Kanda dapat dengan mudah melenyapkannya, namun Kanda ingin memberi kesempatan kepada Chakra untuk mengetahui siapa ayahnya yang sebenarnya" jawab Bromo sembari menatap wajah Dina dengan penuh kelembutan.


"Kandaa.." ucap Dina tak mampu menyembunyikan peeasaannya. Kedewasaan suami silumannya ini yang membuat Ia begitu tak berdaya.


Bromo mengecup ujung kepala Dina, lalu mendekap lembut tubuh sang istri yang begitu dicintainya.


"Kamu terlalu baik, Kanda. Dan hal itu yang membuatku begitu mencintaimu" ungkap Dina yang mencoba membenamkan kepalanya didada bidang sang suami.


"Dan Kamu juga sangat perkasa, yang membuatku selalu merindukanmu" ucap Dina dengan jujurnya.


Bromo menatap istri kesayangannya itu, baginya Dina adalah anugerah terindah "Dan Dinda seorang wanita yang istimewa dalam hidup Kanda" jawabnya dengan tenang, lalu memagut lembut bibir sang istri.


Keduanya berpelukan dalam kehangatan cinta. "Dimana Chakra kini?" tanya Dina kepada Bromo dengan penasaran. Berkali-kali Ia melakukan penglihatan dengan mata bathinnya, namun belum berhasil menemukan Chakra.


"Dia masih ditempat yang aman, Kanda akan membiarkan Pria itu hidup, biarkan Chakra bertemu dahulu dengan Ayahnya, dan setelah itu biarkan takdir yang menentukan" ucap Bromo yang mana tangannya mulai nakal menjalar kesana kemari menyusuri lekuk tubuh sang istri.


Sementara itu, Jodi dan Jack kembali tertidur, dan merajut mimpinya. Sedangkan Andre, masih dalam lamunannya.


"Aku ingin bertemu denganmu, dan seperti anak Kita jika Ia lahir kedua dengan selamat" gumannya dengan lirih.


Andre merasakan jika Ia tiba-tiba merindukan gadis desa itu. Ia mengakui kecantikan Dina yang telah membuatnya tak begitu berdaya. Namun Ia melupakan janji kepada gadis itu, setelah bertemu dengan kehidupan liarnya dikota.


Andre mencoba menarik nafasnya dengan sangat dalam, menghelanya dengan kasar, Ia berharap suatu saat nanti akan bertemu dengan sang gadis, beserta dengan anaknya.


Ia mencoba untuk tidur kembali, melemaskan otot-ototnya yang terasa kaku.


Sementara itu, ada sekelompok orang yang sedang beristirahat dibawah pohon besar sekitar 1 km dari goa. Mereka sudah melakukan perjalanan panjang dan akan segera mencapai tujuannya.


Sebuah harapan untuk mendapatkan apa yang mereka cari sepertinya sudah berada didepan mata.


Mereka menggunakan sebuah alat canggih untuk mencari titik signal tentang barang berharga yang mereka inginkan.


"Bos... Titiknya sepertinya bukan hanya satu, namun ada banyak, sepertinya kita akan panen, Bos. Dan jarak Kita hanya sekitar 1 km dari tempat Kita beristirahat" ungkap seorang pria yang memiliki kemampuan dalam mengoperasikan sebuah alat detektor serta melacak signal dan titik temunya.