Buhul ghaib

Buhul ghaib
Draft lagi-4



Dina tersenyum sinis menatap pria didepannya. "Apa yang Kau inginkan?" tanya Dina kepada pria itu dengan tatapan sinis.


Seketika pria itu tersenyum menyeringai menatap Dina dengan penuh gejolak jiwa yang merota.


Jiwa Pria yang bersemayam ditubuh Andre itu berjalan menghampiri Dina yang tampaknya tidak takut sedikitpun kepadanya.


Saat pria itu ingin menyentuh dagu Dina, dengan cepat Dina menangkapnya dan menghajar pria itu hingga keluar dari pintu dapur yang tidak tertutup.


Seketika Tubuh Andre tersungkur dihalaman belakang rumah.


Dina menghampirinya, lalu berdiri didepan pria tersebut.


"Keluarlah dari tubuh pria itu, mengapa kau begitu sangat pengecutnya. Memakak tubuh manusia untuk menyembunyikan identitasmu yang sangat menjijikkan" ucap Dina dengan tatapan sinis.


Namun pria itu hanya terkekeh mendengarnya dan menatap penuh dengan gejolak hasrat menggebu.


Tubuh Andre bangkit, lalu menantang Dina untuk menunjukkan kekuatannya.


Namun Dina masih terdiam, sebab jika Ia menanggapi ucapan pria yang menjadi tempat bersemayam jiwa iblis itu, justru tubuh pria itu yang akan menanggung akibatnya.


Namun sepertinya jiwa Jahadi sengaja ingin menjebak Dina terlibat pertarungan ini.


Jahadi yang menggunakan tubuh Andre langsung menyerang Dina.


Dina mencoba menghindari serangan pria itu. Namun semakin lama serangan itu semakin intens dan mendesak. Hingga akhirnya Dina terpaksa melakukan serangan balasan, sehingga tanpa terduga, topi dan kacamata yang dipakai Andre terlepas,dan...


Seketika Dina tercengang tak percaya melihat siapa wajah dibalik pria bertopi tersebut.


Jantung Dina seakan hendak lepas melihat wajah pria itu.


"Ka..kau.." ucap Dina dengan terbata.


Jahadi tertwa terbahak. Ternyata Ia mengetahui masa lalu Dina, sebab Ia adalah seorang iblis, maka apa yang tidak Ia ketahui.


Sementara itu, Andre antara sadar dan tidak sadar melihat raut wajah gadis itu yang terperangah melihat wajah aslinya.


Hal tersebut menjadi kesempatan oleh Jahadi untuk menyerang Dina.


"Bagaiamana? Apakah Kau masih mengingatnya? Hahahaha" ucap Jahadi tertawa terbahak.


Dina mencoba mengatur nafasnya yang sangatnya begitu bergemuruh. Bagaiamana mungkin Ia melupakan wajah pria yang sudah membuatnya jatuh cinta dan terbuai akan janji manisnya.


Dan ketika Dina sudah melabuhkan cintanya pada pria tersebut, maka dengan mudah mnya pria itu mencampakkan dirinya dengan segudang kata janji yang semuanya adalah palsu..


Pria itu meninggalkan Dina dengan benih yang tak pernah diduga sebelumnya. Lalu benih itu tumbuh dan menjadikan seorang putera.


Andai saja Bromo tak menolongmya, maka Ia juga akan mengdapatkan rasa malu dan aib yang akan ditanggung oleh Abah dan Abinya yang mana Ia telah mengandung benih tanpa ikatan pernikahan.


Lalu apakah Ia harus memaafkan orang tersebut? Atau mencoba merajut kembali kisah cinta yang telah usang.


Dina tak tahu dengan apa yang kini dirasakannya. Ia masih dilema dengan perasaannya. Namun bagaimanapun, Pria itu adalah Ayah biologis dari Chakra.


Seketika Jahadi tanpa memberikan aba-aba menyerang Dina yang masih lengah, namun Dina masih dapat bersikap waspada.


Dina mencoba menahan serangan dari pria itu, meski ragu namun Ia juga tidak ingin bernasib konyol.


Sementara itu, Andre belum menyadari jika wanita yang sedang diserangnya itu adalah Dina, sebab Ia belum menyadarinya.


Andre hanya menganggap jika wanita itu adalah orang yang mirip dengan wanita yang pernah ditinggalkannya saat masa dahulu.


Dina mencari cara bagaimana agar dapat mengeluarkan jiwa Jahadi dari tubuh Andre.


Saat Jahadi menyerangnya kembali, Dina menangkap pergelangan tangan Jahadi, lalu menekuknya kebelang dan melakukan penguuncian tubuh.


Dengan cepat Dina mencabut sesuatu dari ubun-ubun Andre yang mana Ia sedang menarik paksa jiwa tersebut yang membuat membuat tubuh Andre mengejang kesakitan.


Seketika suara teriakan dan lengkingan kesakitan terdengar menggema diseluruh ruangan, seketika asap itu menghilang bersama suara rintihan yang juga menghilang.


Dina menyeret tubuh Andre yang tak sadarkan diri kedalam dapurnya, lalu menelentangkannya dan memandanginya sesaat.


Dina mengambil sebuah kursi, dan duduk diatasnya sembari memandangi wajah pria itu. Seaaat rasa sakit itu begitu mengusik hatinya. Namun jujur Ia akui jika pria itu adalah cinta pertamanya.


Sesaat Andre mengerjapkan matanya. Ia melihat kesekelilingnya dan mendapatinya disebuah ruangan yang terkesan mewah. Dan Ia tau jika itu adalah dapur seseorang.


Andre semakin terkejut saat melihat seorang wanita cantik sedang memandanginya dengan duduk diatas kursi.


"Eh... Mengapa Aku bisa berada disini?" ucapnya bingung sekaligus senang karena bisa tiba-tiba berada dirumah wanita itu.


"Apa yang sedang Kau cari?" tanya Dina dengan nada dingin.


Seketika ingatan Andre melayang jika Ia mengingat benar kalau Ia hanya berjogging dan ingin melihat wanita itu barang kali saja sedang keluar rumah.


Namun Ia tidak menyangka jika Ia bisa sampai didalam dapur wanita itu.


Andre mengubah posisinya menjadi duduk dan menatap wanita itu.


"Maaf, Aku tidak tahu mengapa bisa sampai ditempat ini. Namun jujur Ku akui, jika Aku merasa penasaran denganmu" ucap Andre jujur.


Dina tetap memandang pria itu dengan tatapan didngin "Penasaran sebab apa?" tanya Dina dengan tatapan tajam.


"Kamu mirip dengan seseorang. Seseorang yang pernah Aku kenal dimasa lalu. Namun sepertinya Aku salah orang" jawab Andre dengan jujur.


Seketika Dina menarik nafasnya dengan berat, lalu menghelanya.


"Sepertinya Kamu salah orang, dan segeralah pergi dari tempat ini" Titah Dina dengan dingin.


Andre menganggukkan kepalanya. Seperti kerbau yang dicocok hidungnya, Andre mengikuti ucapan Dina.


Ia keluar dari dapur itu, dan pergi meninggalkan rumah Dina.


Namun sesampainya didalam rumahnya, Ia masih bingung dengan apa yang terjadi.


"Mengapa Aku bisa sampai masuk kedapur wanita itu? Tetapi Ia memang benar-benar cantik" ucap Andre berguman dalam hatinya.


Andre menuju kamar mandi yang ada diruangan kerja mereka, dan..


Aaaaaaaaaarrgh..


Ia berteriak kencang karena menemukan jasad Jack yang tak bernyawa dalam kondisi tanpa busana serta kurus kering tinggal kulit dan tulang saja.


Seketika suara teriakan Andre terdengar hingga membuat kegaduhan para bodyguard lainnya.


Seketika semua para bodyguard berkumpul dan menghampiri Andre yang tampak terkejut.


"Ada apa, Bos?" tanya Dori dengan penasaran.


"Lihatlah, siapa yang melakukan itu pada Jack?" sembari menunjukkan tubuh Jack yang tergeletak dikamar mandi tanpa busana.


Seketika mereka terkejut dan terperangah karena ketakutan.


Mereka saling pandang satu sama lain. mereka tidak tahu siapa yang melakukannya.


"Apakah wanita itu, Bos? Sebab Ia tadi bersama wanita itu, saat Kami meninggalkannya disini tadi" ucap Jodi meyakinkan ucapannya.


"Kalau begitu, cari wanita itu dan seret kemari sekarang juga" Titah Andre kepada para bodyguardnya.


Maka mereka mencari wanita tersebut dan ingin memberikan perhitungan.