
Asih membersihkan tubuhnya dikamar mandi. Ia berendam di buthtub kamar mandi. Ia teringat akan saat-saa Ia berada dihutan. Ia akan membenamkan dirinya disungai berbatu. Menikmati segalanya tanpa harus berhadapan dengan orang-orang aneh yang Ia temui selama perjalanannya dikota.
Ia terlihat sangat lelah hari ini. Sebuah perjalanan yang melelahkan.
Ia melihat Koko Lee adalah orang yang baik, namun Ia tidak ingin begitu mudah mempercayai seseorang dalam waktu yang singkat.
Setelah tubuhnya merasa rileks, Ia menyalin pakaiannya dengan pakaian tidur hasil rekomendasi pelayan toko tersebut. Sebuah piyama berwarna navi dwngan bahan satin menjadi pilihannya.
Ia turun menggunakan lift, sesuai yang diajarkan oleh Lee. Lalu membeli makanan untuk makan malamnya. Ia harus terbiasa dengan makanan kota, karena tentu rasanya akan sangat berbeda saat Ia berada dihutan.
Asih melihat ada seorang pedagang kaki lima yang berada diseberang jalan utam depan Apertemen.
Asih menghampirinya. Ia membaca tulisan yang tertera di kaca stailing bertuliskan ' nasi goreng' .
Ada banyak pembeli disana yang mengantri. enam orang pria dewasa sedang duduk dibangku dengan santai, sembari menunggu pesanan mereka.
Kehadiran Asih membuat konsentrasi mereka sedikit terganggu. Pandangan mereka beralih kepada Asih yang datang dengan santai.
Rambut ekor kuda, dan wajah nan cantik rupawan, membuat mereka tak henti menatapnya.
Asih tidak begitu perduli dengan tatapan para pria itu. "pak Nasi goreng satu." ucapnya lembut kepada pedagang itu.. " baik neng, dibungkus apa dimakan disini..?" tanya si bapak penjual nasi goreng.
"emm..dibung..kus saja pak.." ucap Asih mencoba memahami apa yang diucapkan oleh si bapak.
"Ok neng.. Yang sabar nunggunya ya.." ucap si bapak dengan ramah.
Asih tersenyum ramah. Lalu berdiri menunggu pesanannya.
Tanpa disangka oleh Asih, seorang Pria berpura-pura ikut mengantri dibelakang Asih. Semakin lama Ia merapatkan tubuhnya ke bokong Asih. Lalu dengan sengaja menggesekkan benda kenyal miliknya yang mengeras kebokong Asih.
Asih merasakan jika orang tersebut sudah berbuat kurang ajar padanya. dengan cepat Ia mencengkram benda itu dengan kuat. Sehingga prua itu menjerit kesakitan.
Sontak hal itu membuat orang-orang memperhatikannya. Pria itu memucat dan keringat dingin mengucur dari wajahnya. Ia sangat ketakutan. Tatapan dingin Asih menciutkan nyalinya.
Pria itu membalas ingin dengan sebuah pukulan, namun Asih mencengkram pergelangan tangan si pria. Lalu mendorong mundur tanpa melepaskan cengkramannya, dan dengan gerakan memutar, Ia memberikan tendangan telak di perut si Pria.
aaaaarghhh
Pria itu berteriak mengerang kesakitan, lalu tersungkur di jalanan bercor.
Warga mulai berkerumun, demi melihat aksi baku hantam secara live dan gratis. para warga bersorak melihat aksi Asih yang tak biasa. Bagi mereka itu sangat keren. Seorang wanita mampu membalas dan menghukum tindak laku kejahatan , apalagi pelecehan terhadap wanita.
Setelah berhasil melumpuhkan si pria, Asih menatap dingin pada pria itu. Asi kembali pada pesanannya. bapak oenjual nasi gorwng berdecak kagum. Apalagi Ia seorang pedangang yang sering diperas oleh orang-orang seperti pria itu.
"berapa harganya pak..?" tanya Asih dengan tenang.
"ini neng..sepuluh ribu saja." ucap si bapak dengan menatap takjub pada Asih.
"Iya pak.. Terimakasih." ucap Asih sembari menguulurkan uang selembar nilai ratusan ribu rupiah..
Bapak penjual nasi goreng menatap lemah. "bapak tidak memiliki kembaliannya neng.." ucapnya menghiba.
"Ya sudah, ambil saja buat bapak sisanya." ucap Asih dengan tenang. Lalu beranjak pergi meninggalkan lapak penjual nasi goreng itu.
Sepasang mata memperhatikan Asih dari kejauhan.
Asih menuju korodir apertemen. Ia segera masuki Lift dan ingin rasanya segera sampai.
------******---------
asih menyantap nasi goreng yang baru saja dibelinya. Ia menyantapnya dengan lahap.
Setelah kenyang, Ia mencoba berbaring ditepian ranjang. Melepaskan rasa lelahnya.
Asih masih mengingat pesan ibunya, agar waspada kepada setiap laki-laki, agar tidak tertipu daya.
Asih memejamkan kedua matanya. Ia mencoba beristirahat. Rasa kantuk telah datang menyerangnya. Ia mematikanIapun tertidur.
Entah bagaimana caranya, seorang Pria tiba-yiba saja telah berada didalam kamarnya.
Meskipun sudah terlelap, namun Indra pendengarannya masih berfungsi.
pria itu merangsek naik keatas tubuh Asih. Tangannya ia ia tujukan untuk meraih Pink Diamond yang harganya sangat fantastis.
Kelangkaan dan warna cantik berlian merah muda adalah dua alasan mengapa berlian ini termasuk di antara batu permata termahal di dunia. Batu-batu itu ditemukan di Australia, Brasil, Kanada, India, Siberia, Afrika Selatan, dan Tanzania. Meskipun ditambang di beberapa lokasi, permata merah muda ini sangat langka, hanya menyumbang 0,0001 persen dari berlian dunia.
Satu-satunya spesimen tanpa cacat dari batu permata paling berharga itu adalah Pink Star 59,60 karat yang terjual dengan harga luar biasa 71,2 juta dolar AS atau sekiraRp1 triliun. Permata itu dilelang Sotheby's Hong Kong pada tahun 2017. Putri Elizabeth bahkan (sekarang Ratu Elizabeth II) pernah menerima batu merah menawan ini seberat 23,6 karat yang dimasukkan ke dalam bros sebagai hadiah pada 1947.
Harga yang sangat tinggi, membuat pria itu ingin memiliki berlian tersebut. Tangannya menuju pada leher Asih.. Saat akan menarik pengikatnya.
Namun aksinya terhenti. saat Asih memergokinya. Ia mencengkram pergelangan tangan pria itu. Cengkramannya semakin kuat dan terasa menyakitkannya.
Asih dengan cepat merubah posisnya. Kini Pria itu yang berada dibawah kendali Asih.
Pria itu mencabut pisaunya, lalu hendak menikam Asih, dengan mudah Asih meraih pisu tersebut., lalu meletakkan dileher pria itu.
Pria itu mengeluarkan tenaga dan kemapuannya. Ia menghentakkan kedua tumitnya dengan tekanan yang sangat kuat, lalu meliukkan tubuhnya untuk bangkit.
Pisau terlepas dari tangan Asih. lalu Ia berbaring dan berguling, lalu melakukan salto, yang mana kini telah berdiri tegak diatas ranjang. Pria yang kini telah berdiri dihadapannya, memberikan serangan mendadak kepada Asih.
Asih menghindarinya, lalu menapak miring di didinding. Ia menjejakan kakinya didinding, lalu memberikan tendangan di tubuh pria itu.
Akhirnya pria itu tersungkur di lantai. Ia memegangj dadanya yang terasa nyeri. Pria itu menggunakan cadar sebagai penutup wajanya.
melihat Asih yang akan menyerangnya kembali. Pria itu lalu menghilang begitu saja dengan memanfaatkan kegelapan ruangan.
Asih menghampiri tempat pria itu terjatuh. Namun nihil. Ia tidak menemukan pria itu disana.
"siaaal..!! Dia berhasil kabur."ucap Asih sembari mengepalkan tinjunya.
"aku harus segera pindah dari apertemen ini. Mereka Sepertinya ada yang ingin berlian ini." Asih berguman lirih.
untuk sementara ini, Asih mencoba tidur diapertemen. Ia tidur dengan terus waspada, Ia tidak ingin lengah. Ia tidak ingin orang lain dengan mudah dapat melumpuhkannya.