
Rere merasakan jika makhluk yang kini terus menyerang rumah sakit sengaja ada yang menyebarkannnya dan ini terlihat seperti sebuah kesengajaan.
Dimana wabah yang kini sedang melanda seluruh hampir diseluruh penjuru dunia karena perbuatan kesengajaan yang diciptakan untuk membuat huru-hara dan juga mengambil keuntungan dari setiap apa yang mereka ciptakan.
Rere mencari Chakra yang kini entah dimana keberadaannya, namun sepertinya para makhluk misterius itu masih ada yang berkeliaran disekitar rumah sakit.
Para koki dan juga pekerja lainnya yang menyaksikan makhluk itu kini merasa menggigil ketakutan dan melihat jika hal ini adalah ancaman yang sangat besar bagi kelangsungan hidup warga dan juga penduduk dunia.
Mereka menyimpulkan jika makhluk itu ada perpaduan dari gen manusia dan juga hewan atau juga iblis dalam dunia kegelapan.
Disisi lain, Chakra masih berada didalam tenda dimana tempat Andre dirawat. Ia sedang berusaha merebut kembali sebuah tabung kaca yang akan diamsukkan kedalam cairan infus pria tersebut.
Selain sebagai saingan bisnis Wei, Andre juga merupakan musuh bebuyutan bagi Wei sejak dahulu dan kini kedua anak Andre adalah penghalang bagi kelangsungan usaha dan bisnisnya.
Sebab Edy sudah beberapa kali membuat usaha Wei gagal total, maka jika anaknya sulit disentuh, maka Wei harus melenyapkan Andre yang dalam kondisi lemah saat ini.
Tanpa diduga, ternyata Andre juga masih bernasib mujur karena ada seorang anak lelakinya yang masih berusaha untuk melindunginya.
Seketika Chakra dan juga makhluk mutan itu saling memperebutkan botol tersebut.
Chakra meraih pisau sangkurnya lalu menusukkan kepada kepala makhluk itu sesuai peringatan dari Rere waktu itu.
Dalam sekejap Makhluk itu berubah menjadi serpihan.
Chakra menyadari jika makhluk itu sengaja mengincar Andre karena kepergok Ia saat hendak mencampur cairan berwana hitam itu melaui jarum suntik.
Namu aksinya dapat digagalkan oleh Chakra dan kali ini nyawa Andre masih terselamatkan.
Rere menyingkap pintu tenda dan melihat Chakra memegang tabung cairan hitam itu dan Rere segera meraihnya. "Kita harus segera memusnakan cairan ini, dan jangan sampai pecah lalu menyebar diudara" ucap Rere sembari memandang isi cairan tersebut.
Chakra menganggukkan kepalanya lalu keluar dari tenda dan mencoba memperhatikan sekelilingnya dan mencari sesuatu yang tampak mencurigakan nantinya.
Sementara itu, Rebecca yang kini menjadi mayat hidup melesat mencari aroma tubuh Edy dan juga Lee yang kini diperintahkan untuk menjadi sasaran balas dendam Wei.
Saat ini, Ia memantau segalanya melalui udara, dan Ia melihat sepeda motor melintas dengan kecepatan tinggi dan menuju ke arah dimana markas Wei berada.
Wanita berambut pirang itu menatap dengan kedua manik matanya yang menghitam legam dengan tatapan penuh dendam.
Ia menghunuskan pedang yang berada digenggamannya dan menuju pada ban motor harley tersebut.
Sesaat ia berkelebat dan menembus ban motor hingga terbelah menajdi robekan yang sangat besar dan membuat Edy kehilangan keseimbangan dan tergelincir dijalanan lalu terpental dari motornya dan begitu juga motor itu terseret hingga beberapa meter dijalanan.
Edy mengalami luka lecet dibagian siku dan juga lututnya.
Ia masih terlentang dijalanan, dengan tubuh penuh luka.
Belum sempat Ia bangkit dari posisinya, sosok Rebecca sudah berdiri dihadapannya, dengan tegak dan juga tatapan dingin yang tak berkedip dan tubuhnya tampak mengeluarkan asap berwarna hitam.
Dengan cepat Ia menebaskan pedangnya ke tubuh Edy dan pria itu berguling ke sisi kanan menghindari tebasan pedang tersebut yang mana ujungnya menggores lengan sisi kiri Edy yang menyembulkan ototnya.
Wanita berambut pirang dengan tatapan dingin dan juga kaku itu kembali menyerangnya dan kali ini sabetannya mengenai tanah tepat disisi kirinya, dan hampir saja telinganya hilang jika Ia tak cepat menghindarinya.
Edy meraup pasir disekitarnya dan melemparkannya kepada sosok Rebecca, namun sialnya pasir berdebut itu tidak berpengaruh pada wanita tersebut, dan ternyata Rebecca berbeda dengan mutan lainnya, Ia tampaknya diciptakan lebih kuat untuk membunuh Edy.
Pria itu melompat dengan gerakan jumping dan berusaha memasang kuda-kudanya.
Edy meraih kusarigamanya dan memutarkannya diatas kepalanya, lalu dengan cepat melemparkannya pada Rebecca, dan wanita itu berhasil menangkapnya, lalu menah senjata berantai besi itu, dan dengan cepat memutuskannya dari rantai pengikatnya.
Kini senjata berbentuk sabit itu berada digenggamannya.
Ia menatap Edy dengan dua bola matanya yang menghitam legam dan juga tatapan dingin tanpa ekspresi, lalu tanpa diduga melemparkan senjata itu berbalik kepada Edy.
Edy membolakan kedua matanya dan melihat senjata itu melayang diudara dan melesat menuju ke arahnya dan siap megerat lehernya.
Lalu Edy melengkungkan tubuhnya kebelakang, dan senjata itu melewatinya, lalu menyasar pada tumbuhan kaktus yang tumbuh ditanah gersang tersebut.
Creeeeessh..
Suara senjata tajam berbentuk sabit itu menebas dengan kecepatan tinggi tumbuhan kaktus hingga menjadi rata.
Kini hanya tingan bundul bola besi yang tersisa dirantai senjata kusarigamanya. Edy masih bersiaga menanti serangan wanita tersebut.
Seaat Rebecca melesat dengan cepat dan bergerak berputar membuat gerakan yang tak terlihat oleh musuhnya, lalu Menyerang dari sisi kanan tempat Edy berdiri, dan menyadari suara angin yang kencang menyasar kepala bagian sisi kirinya, Edy menggunakan rantai besi itu untuk menangkap suara senjata tajam yang berhembus dan Ia sedikit bergerak mundur, lalu mendapatkan pedang itu terlilit di bagian ujungnya dengan rantai besi tersebut lalu memutarnya dan membuat wanita itu ikut memutarkan tubuhnya diudara lalu dengan gerakan cepat Edy melayangkan tendangannya kepada Rebecca.
Tubuh itu terpental dan kembali berdiri dengan kaku, namun pedangnya terlepas dan kini Edy berkesempatan meraihnya.
Tubuh Rececca tegak berdiri tanpa luka apapun. Lalu Ia melemparkan suriken kepada Edy dengan serangan mendadak.
Edy dengan cepat menggunakan pedang milik Rebecca yang kini berada dalam genggamannya untuk menahan serangan dari wanita tersebut.
Suara dentingan dari shuriken dan juga pedang itu beradu dengan cepat dan medesing ditelinga.
Wanita itu masih tetap berdiri diposisinya dan tetap terus melemparkan shuriken kepada Edy yang sedari tadi mencoba menggerakan pedangnya dengan kecepatan tinggi agar dapat menahan senjata berbentuk bintang itu, dan..
Jeeeeeb ..
Satu shuriken berhasil menancap dipaha bagian kanannya. Edy meliriknya, dan benda itu tertancap sangat dalam.
Wanita masih dengan tatapan dinginnya, dan Edy mencoba melompat diudara dan dengan gerakan cepat Ia melemparkan rantai besinya ke arah Rebecca, lalu rantai itu membelit leher wanita berambut pirang tersebut, dan Edy menariknya dengan cepat sehingga tubuh wanita itu mengahampirinya, lalu Ia menghunuskan ujung pedangnya tepat didada kiri wanita dingin itu, dan..
Jeeeebb...
Pedang itu menembus dada sang wanita tepat dijantungnya yang tak lagi memiliki aliran darah.
Sosok itu terdiam dan tak berselang lama ambruk ditanah berdebu dengan pedang yang masih tertancap ditubuhnya.