
Gadis berambut pirang itu berdiri terpaku menatap pria dihadapanmya yang tampak berbaring ditepian ranjang.
"Mengapa Kau masih berdiri disana? Apakah aku perlu menembakmu terlebih dahulu baru Kau akan bergerak menghampiriku?" hardik pria tersebut.
Sang gadis ketakutan dan lalu beranjak dan berjalan dengan langkah gontai menghampiri sang pria.
"Cepat..!! Lamban sekali..!" teriaknya dengan nada tinggi.
Gadis itu tersentak dan merasa ketakutan, lalu mempercepat jalannya dan kini berdiri dihadapan sang pria.
"Mengapa Kau masih berdiri bagaikan patung? apa perlu aku mematahkan kedua tanganmu?" hardik pria itu lagi.
Lalu sang wanita duduk ditepian ranjang dan dengan tangan gemetar mencoba melucuti celana boxer sang pria.
Namun belum sempat Ia melepaskannya, suara ketukan dipintu terdengar sangat kencang.
"Siaaall..!! Siapa kagi yang mencoba menggangguku" makinya dengan kasar.
"Masuk..!!"
Suara handle pintu terbuka, dan seorang bodyguard kepercayaannya masuk ke dalam kamar tanpa memperdulikan kondisi Sang Big Bos yang hampir tanpa busana.
"Ada apa..?!"
Bodyguard itu menatap sang Big Bos dengan tatapan yang penuh makna.
"Ada informasi terbaru tentang wanita itu"
"Informasi apa yang Kau dapatkan?" Tanya sang pria tak sabar.
Gadis itu telah memporak-porandakan orang-orang suruhan Wei yang ingin mengambil kembali para gadis dan wanita yang akan dilelang di pelelangan minggu ini" .
"Aku semakin penasaran dengannya, dapatkan Ia untukku, apapun caranya"Titah sang Pria dengan tatapan yang sangat licik.
"Tetapi, Bos.. Wanita itu memiliki ilmu bela diri yang sangat mumpuni, dan Ia sangat sulit ditaklukkan" jawab sang bodyguard dengan cepat.
"Aku tak ingin ada bantahan, laksanakan dengan cepat, dan kirim orang-orang terlatih untuk membawanya ke kamarku" ucap Pria itu tak mau keinginnanya dibantah.
Sang bodyguard semakin bingung "Bukannya Bos sendiri sudah pernah dikalahkannya dalam beradu pedang waktu itu? Lalu mengapa harus membawanya kemari?" bodyguard itu terus mencari alasan.
"Brengseek, itu bukan urusanmu, dan lakukan saja apa yang ku perintahkan padamu" maki sang pria dengan kesal.
Lalu sang bodyguard akhirnya menganggukkan kepalanya dan mencoba bernjak dari kamar sang big bos.
******
Sebuah asap bius dihembuskan didalam kamar sebuah hotel, dimana tempat dua insan sedang tertidur lelap.
Beberapa orang berpakaian serba hitam dan juga bertopeng melesat dengan cepat menculik seorang wanita yang sedang tertidur dan terpengaruh dalam obat bius yang dihirupnya melalui asap yang dihembuskan ke kamar hotelnya.
Gadis berambut pirang meringkuk disudut kamar karena baru saja mengalami penyiksaan dari sang pria karena di tuding tidak mampu memu-askan sang pria.
Berbagai luka sabetan ikat pinggang tampak mendarat ditubuh sang wanita. Tampaknya pria itu sudah gila dan begitu terobsesi dengan seorang wanita yang waktu itu mengalahkannya dalam jurus pedang.
Tak berselang lama, tampak seseorang melesat memasuki kamarnya dan membawa seseorang diatas pundaknya, lalu meletakkan tubuh seorang wanita yang berparas sangat cantik rupawan.
Setelah itu, sang pria suruhan segera melesat pergi meminggalkan kamar tersebut.
Sang pria yang tak lain adalah Robert merasa terpukau akan keindahan yang dilihatnya. Ia tak henti-hentinya berdecak kagum akan pesona yang Ia lihat dari wanita yang kini tengah tertidur pulas akibat pengaruh obat bius tersebut.
Bahkan Ia tak perduli jika wanita itu telah bersuami dan baginya apa yang Ia inginkan harus Ia dapatkan.
Sementara itu, wanita berambut pirang menatap aneh pada sang pria yang tampak begitu berbeda dalam menatap dan memperlakukan sang wanita yang terbaring di atas ranjang tersebut.
Pria itu bahkan memperlakukannya dengan begitu sangat kasar terhadapnya, namun dengan wanita itu, Ia tampak begitu sangat lembut.
Sesaat Wanita itu mengerjapkan ke dua matanya, dan merasakan kepalanya sedikit pusing.
Ia memandang sekitarnya yang terasa asing baginya. Dan Ia sangat terkejut saat melihat Sosok Pria yang saat ini sedang menatapnya dengan intens.
Asih bergerak ke kiri, lalu melompat dan berdiri tegak diatas lantai dengan tegap.
Robert lalu ikut melompat dan berdiri dihadapannya. Sedangkan wanita berambut pirang itu hanya menjadi penonton.
"Heii.. Mengapa Kau begitu arogan? Bersikap manislah, Aku akan meperlakukanmu dengan lembut" ucapnya sembari ingin menyentuh dagu asih dengan jemarinya.
Tanpa diduga, Asih dengan cepat menangkap jemari tersebut dan menekuknya kebelakang, hingga terdengar suara..
Kreeeetaaak..
Suara tulang ruas itu patah dan..
Aaaaarggghh..
Pria itu mengerang kesakitan, lalu tangan kirinya mengayunkan pukulan untuk meninju wajah Asih agar melepaskan penyiksaannya dijemari sang san Pria.
Namun Asih menangkap tinju terbut, dan memutarkan tubuh sang pria hingga membuat Robert memunggunginya, lalu..
Buuuugh..
Sebuah tendangan mendarat di pinggang Robert dengan keras, hingga membuat pria itu tersungkur di lantai.
Pria itu meringis kesakitan, lalu berusaha untuk bangkit kembali.
Ia tersenyum menyeringai. Ia mengira jika tangan kosong Asih akan mudah ditaklukannya, namun diluar dugaannya dan Ia harus waspada.
Jauh di lubuk hatinya Ia menginginkan sang wanita, namun sepertinya tak semudah yang dibayangkannya.
Asih memasang kuda-kuda, saat Robert mulai kembali ingin menyerangnya.
Namun, Robert yang hanya menggunakan underware saja, membuat Asih tersenyum seringai.
Saat Robert melayangkan tendangan kepadanya, tanpa diduga Asih memberikan serangan tendangan tepat dilato-lato pria itu dengan sangat kuat, dan..
Aaasrreggh..
Pria itu mundur kebelakang beberapa langkah sembari memegangi lato-latonya yang sangat berdenyut dan membuat wajahnya memerah, lalu Ia tak sanggup lagi menahan rasa sakitnya hingga duduk bersiimpuh mengerang kesakitan.
Hal ini dimanfaatkan Asih untuk segera kabur dari tempat tersebut, namun seorang wanita mencegahnya.
"Tunggu..!"
Asih menoleh kepada wanita itu " Apa?!"
"Antarkan Aku pulang" ucapnya dengan nada memohon.
Asih memandang wanita yang tanpa busana itu, lalu menarik pakaian Robert yang tergeletak begitu saja di lantai dan meminta wanita itu menggunkannya.
Lalu Asih menggendong Wanita itu dipundaknya dan melesat cepat membelah kegelapan malam yang semakin larut.
"Dimana rumahmu?" tanya Asih dengan cepat.
Lalu sang wanita menyebutkan alamatnya, dan Asih dengan segera menuju alamat tersebut.
Sesampainya disebuah persimpangan menuju rumah Kos wanita berambut pirang, Asih menurunkan tubuh wanita itu.
"Pulanglah, Kau sudah aman" ucap Asih kepada sang wanita.
Lalu dikejauhan tampak seorang pria mengurungkan niatnya hendak naik ke sepeda motonya saat melihat wanita berambut pirang berjalan menunu kearah. Ia setengah berlari mengejar wanita itu.
Dan Asih melihat siapa yang datang ingin segera menghampiri sang wanita berambut pirang.
Asih dengan cepat melesat mengjilang sebelum pria itu melihatnya dengan jelas.
Pria yang tak lain adalah Lee merasa begitu bahagia menyambut kepulangan wanita berambut pirang tersebut.
"Kamu tidak apa-apa? Saya baru saja ingin mencarimu dan menemukanmu, namun ternyata kamu sudah kembali." ucap Lee dengan perasaan yang tak dapat Ia lukiskan.