Buhul ghaib

Buhul ghaib
Pencarian Batu Mustika-2



Para tamu yang tercengang melihat batu itu melayang diudara dan mengarah kepada Asih semakin bingung.


Wei yang menyaksikannya segera memerintahkan untuk menangkap batu permata yang akan melewati kepala para tamu undangan.


Setiap kali para anak buah wei mencoba mengambilnya, maka batu itu akan melesat dan seolah-olah menghindarinya, lalu batu itu dengan cepat melesat menuju kepada Asih. Lalu Asih mengeluarkan tali bundul pemberian Brkmo waktu itu, mengikat simpulnya, dan mengenakan kembali dilehernya.


Wei membolakan matanya. Ia mencurigai jkka Wanita yang menjadi penawar lelang tertinggi itu adalah penyusup dan buka dari bagian tamu undangan.


Seketika Wei memerintahkan untuk menangkap Asih.


"Tangkap wanita penyusup itu" Titah Wei kepada para anak buahnya yang langsung bergerak cepat untuk memburu Asih.


Namun bukan semudah itu. Dengan cekatan Asih memberikan perlawanan kepada para anak buah Wei yang numlahnua sangat banyak.


Sedangkan Edy menatap seluruh ruangan, dan mencoba menemukan pintu keluar untuk meloloskan diri.


Sebuah pintu di belakang podium Wei ada pintu yang menghubungkan untuk keluar.


Sementara itu, para tamu undangan yang berada didalam ruangan itu berhamburan ingin keluar dari ruangan itu. Karena pertarungan Asih dan juga para anak buah Wei terkadang mengenai mereka.


"Keluarkan Kami..!!" teriak Salah seorang dari para tamu undangan.


"iya.."


"iya.."


Suara gemuruh dari para tamu undangan semakin ricuh karena tidak ingin terjebak dalam pertarungan itu.


Edy menyelinap kedalam kerumunan, Ia menemukan pria yang menjadi penjaga pintu tersebut, lalu Ia menghajar pria itu hingga terkapar tak sadarkan diri.


Lalu Ia merampas remote pembuka pintunya, dan membiarkan para tamu itu keluar.


Melihat pintu itu terbuka, Para tamu berhamburan keluar membuat Wei merasa heran siapa yang melakukan hal tersebut. Ternyat Asih tidak datang sendirian, melainkan membawa penyusup lainnya.


Tak berselang lama, Ai keluar paling terakhir, lalu mengecup Edy, terimakasih baby" ucapnya sembari mengedipkan sebelah matanya.


Lalu Edy membalas dengan senyum datar dan meminta Ai segera keluar, karena pintu akan segera ditutup kembali.


Setelah Ai keluar dari pintu, Edy menutupnya kembali, memasukkan remote tersebut kedalam saku celananya.


Lalu Ia mengusap pipinya yang baru saja dikecup Ai. Ia tidak ingin Asih mengetahui nika Ia baru saja dikecup wanita lain, karena Ia tidak ingin lato-latonya menjadi sasaran kemarahan Asih.


Setelah itu, Ia ingin bergabung dengan Asih, namun ternyata anak buah Wei mengetahuinya, lalu menyerang Edy juga.


Maka pertarungan tak dapat dihindari. Wei mengambil senjata Apinya, lalu mengarahkan kepada Asih dan membidiknya.


Asih yang menyadari hal itu, menarik salah satu anak buah Wei dan menjadikannya tameng dari peluru Wei.


Seketika anak buah Wei yang menjadi sasaran tembakan Bos nya mengegelepar dan ambruk dilantai.


Sementara itu, Edy sudah membinasakan para anak buah Wei yang menyerangnya, lalu Ia ingin menghampiri Asih, dan membawa gadis itu segera keluar dari gedung itu.


Namun Wei masih menghujani Asih dengan tembakan yang terus ditujukan kepada gadis itu.


Edy mengambil sendok garpu yang ada dimeja tempat para tamu duduk. Lalu dengan cepat Edy membidik pergelangan tangan Wei dan..


Wuuuuuuusssh....ssssstsss..


Garpu itu melayang dan mengenai tangan Wei, hingga Wei melepaskan senjata apinya.


Wei tersentak dan merasa geram, lalu Ia melompat turun dari podium, mencabut pedang yang berada dipinggang salah satu anak buahnya.


Anak buah Wei yang sudah dilumpuhkan oleh Asih, kini tinggal satu orang saja.


Lalu Wei mencoba menyerang Asih menggunakan pedangnyanya, namun Asih berusaha menghindarinya. Ia menarik kursi tamu, lalu mencoba menggunak kursi itu sebagai tameng dan juga senjatanya.


Suara dentingan benda logam beradu. Sebab kaki kursi itu berasal dari besi. Maka dentingan demi dentingan terus terdengar menggema.


Sesaat Asih berhasil menahan pedang Wei yang masuk kedalam penyanggah busa kursi.


Seketika Asih memutar kursi itu dan berhasil melepaskan pedang tersebut dari genggaman tangan Wei.


Disisi lain, perhiasan yang tadi ikut dipamerkan, seketika berubah menjadi abu berwarna kehitaman. Lalu abu tersebut saling berkumpul satu sama lain dan membentuk sesuatu yang mengerikan.


Melihat hal itu, mata Wei terbeliak dan Edy mengambil kesempatan untuk membawa Asih keluar dari ruangan itu dan berlari menuju pintu. Mereka menuju pintu utama dan Edy segera menekan tombol pembukanya, lalu mereka berlari kencang.


Sesaat Wei tersadar, Ia mengejar kedua orang itu, sedangkan abu yang berkumpul membentuk makhuk mengerikan dan menghisap para anak buah Wei yang berada dekat dengan jaraknya hingga berbah menjadi abu.


Sementara itu, Asih dan Edy berhasil keluar dari dalam ruangan melalui pintu tersebut.


Sementara itu, Wei yang mengikuti mereka juga hampir lolos dari pintu yang akan menutup itu, hingga hampir saja Ia terjepit.


Asih dan Edy segera menuju parkiran dan segera melarikan diri dari kejaran Wei.


Wei mencari mobilnya, lalu mencoba mengejar kedua penyusup dan pencuri berlian itu.


Sedangkan anak buah Wei yang terjebak didalam ruangan telah tewas terhisap debu berwarna hitam tersebut. Bahkan yang sudah tewaspun tak luput dari hi-sapan debu tersebut.


Setelah tubuh-tubuh itu habis di hi-sap oleh debu hitam, maka debu itupun menghilang, meninggalkan keheningan.


Sementara itu, Edy mengendarai mobilnya dengan sangat kencang. Mereka mencoba menyalip beberapa kendaraan yang menghalangi jalan mereka.


Sementara itu, Wei menelefon para anak buahnya untuk membantunya mencegah kendaraan yang ditumpangi oleh Asih dan Edy.


Lalu anak buah Wei bergerak ingin memberikan bantuan dan keluar dari markas mereka.


Mobil yang kendarai Edy sudah hampir memasuki kota tempat tinggal mereka.


Namun beberapa kendaraan telah mencegah mereka dipersimpangan dan kini mereka merasa terjebak.


Edy memundurkan mobilnya, lalu dengan kecepatan tinggi Ia memacu mobilny dan menginjak gasnya dengan kecepatan tinggi, sehingga mobil seakan melayang diudara dan mereka dapat melewati mobil penghadang.


Merasa dikelabui oleh Edy. Lalu ketiga mobil yang menghadang Asih dan Edy segera orang-orang suruhan Wei masuk ke mobil dan melakukan pengejaran.


Lalu tampak terjadi kejar-kejaran mobil dijalanan yang membuat para pengemudi lain ketakutan.


Asih mengambil sebuah senjata api yang disembunyikan Asih didalam laci nakas mobil.


Ia membuka kaca mobil, lalu membidik ban mobil yang sedsng mengejar mereka.


Seketika terdengar suar decitan dan pengereman ban mobil yang mendadak.


Lalu mobil yang mengalami kempis ban tersebut mengalami oleng dan terguling ke sisi jalanan.


Dua mobil lagi masih melakukan pengejaran. Sementara itu, Asih kembali menembaki mereka. Ternyata mereka juga menggunakan senjata api.


Satu mobil mendekati mobil keduanya, lalu seorang diantara berusaha naik ke atas bak mobil yang terbuka.


Setelah berhasil naik, Ia ingin menyerang melalui bagian atas mobil dibagian sopir.


Asih yang melihat hal itu, lalu mengeluarkan busur panahnya dan memasang anak panah, dan mengeluarkan setengah tubuhnya dari kaca mobil dan membidik anak buah Wei, lalu melepaskan anak panahnya yang mengenai pria itu, lalu ambruk dibak mobil.