
Wei telah menciptakan penawar dari racun tersebut. Ia menatap pada tabung kecil yang ciptakan menggunakan batu permata blue diamond yang kini sudah disusupi kekuatan ghaib.
Ia tertawa menyeringai dan menatap tabung itu penuh dengan kemenangan.
Ia berjalan menuju altar dan memperlihatkan apa yang kini ada dijemari tangannya kepada para bodyguardnya jika Ia telah mampu menciptakan sesuatu yang akan membuat gempar diseluruh dunia.
"Lihatlah apa yang ku bawa.. penawar ini akan membuat seluruh dunia takluk padaku.. Maka mereka akan membayar mahal untuk satu botolnya saja" ucap Wei dengan nada penuh keangkuhan.
Ia sudah membayangkan jika apa yang kini ditangannya akan menjadi permintaan besar-besaran dari seluruh penjuru dunia.
"Aku akan mengumumkannya dan menyebarkan berita ini agar diketahui oleh seluruh dunia jika apa yang telah aku ciptakan akan menjadi seauatu yang mau tidak mau akan dibayar oleh mereka" ucap Wei dengan suara parau.
Sementara itu Edy dan juga Lee sedang mencoba meretas keberadaan Wei saat ini.
Mereka menelusuri data dan informasi penting tentang kelompok mafia tersebut.
Keduanya tampak sedang berusaha membobol sandy dari data dan informasi penting dari kelompok gengster tersebut.
Jauh disudut bangunan rumah sakit. Tampak sepasang mata sedang memperhatikan keduanya dengan begitu sangat serius. Lallu Ia menghubungi seseorang dan melaporkannya.
Ia terus memantau gerak-gerik Edy dan juga Lee.
"Akhirnya ketemu" ucap Lee dengan penuh semangat.
Edy mendekatkan pandangannya kepada layar laptop tersebut. lalu sebuah vedeo tampak sedang memperlihatkan sosok Wei yang sedang membawa sebuah tabung berisi cairan berwarna biru tua.
Ia mengatakan jika Ia adalah seorang ilmuwan yang telah menemukan penawar racun atau serum dari wabah yang kini sedang melanda seluruh dunia.
Tampak Wei mendemonstrasikannya kepada seorang pasien yang mengalami kejang dan mulutnya berbuih sedang mengalami kritis.
Lalu Wei menyuntikkan serum tersebut kepada pasien yang mengalami kejang tersebut. Lalu dalam waktu hitungan menit, pasien itu berangsur pulih dan tampak mulai normal.
Lalu Wei membandrol harga yang sangat fantastik untuk satu botolnya.
"Gila.. Ini adalah tujuan awalnya, maka akhirnya Ia tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi padanya" ucap Edy dengan nada penuh kesal.
"Lalu apa yang sekarang harus kita lakukan?" tanya Lee dengan cepat.
"Temukan mustika itu, dan Kita harus menghentikan semua apa yang akan dilakukan oleh Wei.. Ini adalah pembodohan publik" ucap Edy dengan cepat.
Lalu Lee dengan cepat mencari data dimana Wei akan melakukan pertemuan dengan kepala-kepala negara didunia.
Sebab melihat dari ulasan yang ada, jika banyak dari negara diseluruh dunia akan memesan serhm tersebut kepadanya, dan Ia kini sedang memproduksi serum itu dalam jumlah sangat besar.
Wei memperlihatkan pabrik produksi serum yang Ia tawarkan tersebut.
Dalam sekejab saja, Lee telah menemukan lokasi dimana mereka harus menemukan Wei yang saat ini sedang memproduksi serum dalam jumlah yang sangat banyak.
"Jika begitu ayo bergerak sekarang" Ucap Edy menyarankan.
Lee menganggukkan kepalanya dan bergegas menutup layar laptopnya lalu memasukkannya kedalam tas ranselnya.
Kemudian Ia keluar dari parkiran, dan membawa motor sportnya, lalu dengan cepat Edy naik keatas boncengan tersebut.
Motor yang dikendarai oleh Lee melaju kencang membelah jalanan. Suasana jalanan yang sepi karena penduduk melakukan isolasi mandiri dan sebagian melakukan perawatan dirumah sakit membuat motor sport milik Lee melaju dengan bebas.
Lalu Ia memutar tubuhnya duduk dijok dengan posisi membelakangi Lee dan mengambil busur panah dan anak panah tersebut.
Ia membidik salah satu sepeda motor yang kini sudah bergerak hampir sangat dekat dengan mereka dan Edy melepaskan anak panahnya, lalu mengenai salah satu pengekornya dan mengenai dada pengendara tersebut, lalu terjatuh dari sepeda motornya.
Ternyata ilmu yang diajarkan Asih saat memanah ketika menunggangi kuda ada manfaatnya.
Lalu tampak beberapa sepeda motor yang terus mengekori mereka dengan kecepatan tinggi dan Edy kembali mengambil anak pananya dengan dua anak panah sekaligus, lalu melepaskannya dan mengenai dua pemotor sekaligus dan membuat mereka terjatuh dari motornya.
Lee mempercepat laju motornya dengan kecepatan tinggi dan sisa pengendara motor itu terus mengejar Lee dan juga Edy.
Tiga orang pengendara lainnya dengan kecepatan tinggi berhasil menyusul mereka dan satu diantaranya membawa senjata api dan memberondongkan peluru kearah keduanya.
Edy dengan menggunakan busur panah tersebut menghalau peluru yang terus datang.
Seorang diantara pengendara meraih katananya dan mencoba menyabetkan pedang tersebut dengan kecepatan tinggi sembari mengendarai motornya.
dengan cepat Edy menangkisnya dan busur panahanya Ia kalungkan dileher pengendara tersebut, laku menariknya hingga membuat pengendara itu terjatuh dan berguling dijalanan yang disambut oleh rekannya yang berada di belakang dan tergilas.
Sementara itu, satu pengendara yang kehabisan peluru berusaha untuk menendang sepeda motor Lee agar oleng dan terjatuh.
Namun Edy dengan cepat menarik pergelangan kaki lawannya, memuntirnya hingga membuat pria itu tersentak dan meringis kesakitan, lalu.Esy menendang sepeda motor lawannya yang sudah kehilangan keseimbangan, lalu terjatuh.
Kini masih tersisa 3 pengendara lainnya.
Edy meraih anak panahnya, lalu membidikkannya kepada satu pengendara yang datang dan..
Wuuusss..sssttt..
Anak panah melesat dengan kecepatan tinggi dan mengenai satu pengendara yang mulai mendekat dan menembus leher lawannya, lalu tersungkur dijalanan.
Dua lain laiginya menggunakan katana dengan lalu melayangkan tebasan ke arahnya, dan mengenai lengannya.
Edy melirik ke arah lengannya yang terluka terdapat darah mengalir dari luka tersebut.
Lalu Edy melepaskan anak panahnya kepada salah seorang lawannya dan kali ini menembus perutnya, dan membuat pengendara itu terjatuh bergulingan dijalanan.
Sisa seorang pengejar lainnya dengan cepat mennebaskan katananya ke arah pergelanga kaki Edy.
Dengan cepat Edy melompat dan ujung katana itu mengenainya kemeja Lee saja yang saat ini sedang menyetir.
Pinggang Lee tergores bagian unjung Katana dan Ia hanya bisa meringis menahan sakit.
"Breengsek..!" maki Edy . Lalu Ia mencabut anak panahnya dan kembali membidiknya kearah pengendara motor tersebut dengan Lee yang menambah kecepatannya sehingga membuat Esy serasa bagaikan diatas Bara Sembrani dan terus fokus membidiknya, lalu melepasnya dan mengenai kepala lawannya dan menembus hinggga membuat lawan tersebut oleng dan terjatuh laku berguljng dijalanan.
Lalu Lee berbelok kelain arah, dan menuju sebuah tempat sunyi dan berhenti menepikan motornya.
Esy melompat dari motor Lee, lalu tampaak pemuda itu sedang memeriksa motornya dibagian segala arah.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Edy penasaran.
"Sepertinya ada yang memasng GPS dan camera tersembunyi di motor ini" ungkap Lee kepada Edy.