Buhul ghaib

Buhul ghaib
episode 202



Asih melihat pria itu menatapnya dengan tercengang, dan sebelum sempat pria itu mengatakan apapun, Asih telah melesat pergi dengan cepat.


Lee mengenali aroma tubuh itu, jurus yang digunakan wanita.


"Asih.." gumannya lirih menatap kegelapan malam bersama menghilangnha tubuh sang wanita.


Lee terdiam sesaat, hingga seorang Brigadir menepuk bahunya "Irjen Lee, siapa wanita bercadar yang telah membantu Kita melumpuhkan orang-orang suruhan Wei?" tanya insperktur tersebut dengan penuh selidik.


Lee menatap pria berseragam dengan tubuh kekar dan juga tampak beribawa tersebut. Lee menggelengkan kepalanya "Aku tidak mengenalnya" jawab Lee tanpa melihat wajah Inspektur tersebut.


Lee menghampiri para pria yang kini telah dilumpuhkan dalam ikatan tali tersebut.


"Lalu bagaimana dengan orang-orang ini? Bisa jadi mereka mengirimkan orang suruhannya untuk kembali menyerang kantor ini" ucap sang Brigadir itu.


Lee terdiam sejenak "Kita kirimkan mereka ke pulau terpencil tanpa akses apapun dengan menggunakan helikopter. Dan untuk para tawanan wanita dan gadis belia kita pindahkan ketempat aman saja" ucap Lee memberikan titah.


Lalu Brigadir tersebut menganggukkan kepalanya dan segera menyampaikan perintah tersebut ke pusat.


Sementara itu, Edy tersentak dari tidurnya dan mendapati Asih tak lagi berada diranjang bersamanya.


Edy merasa khawatir akan Asih "Ya, Tuhan.. Kemana lagi menghilangnya istriku ini" guman Edy sembari mengusap wajahnya.


"Apa Dia buat masalah lagi?"


Dan saat bersamaan, Asih muncul dengan tiba-tiba didalam kamar hotel, sembari meletakkan tas joran dan juga membuka cadarnya.


"Darimana saja, Kamu Yank?" omel Edy yang melihat kepulangan istrinya.


Asih masih diam, dan menghampiri suaminya yang dengan segala cecaran pertanyaan.


Namun belum sempat Edy mengomel, Asih sudah mendaratkan kecupannya dan membuat Edy terdiam.


Lalu tanpa menjawab apapun dari semua pertanyaan sang suami, Asih menarik selimutnya dan menutupi seluruh wajahnya.


Melihat hal tersebut, Edy mengira jika Asih sedang tertidur dan Ia memilih melanjutkan kembali tidurnya.


Asih tampak terdiam. Ia kembali terbayang akan wajah pria itu. Pria yang pertama kali Ia kenal saat Ia berangkat ke kota.


Pria yang pertama mengajarkannya berbagai pengetahuan digital yang saat itu sama sekali tak pernah terbayang atau terfikirkan olehnya.


Pria yang pertama kali memberikannya kecupan yang saat itu Ia sendiri belum tahu tentang hal tersebut.


Namun Ia mencoba menepis perasaannya, sebab Ia sudah menikah dan memiliki seorang suami yang kini mendampingi hidupnya.


Asih membuka selimutnya, dan melihat Edy yang tampak mendengkur. Lalu Ia memeluk tubuh suaminya dan mencoba kembali tertidur.


Lee masih mencoba ikut bergabung mengatur semua yang akan dilakukan malam ini dikantor kepolisian.


orang suruhan yang berhasil dilumpuhkan oleh Asih kini sudah dibawa ke pulau terpencil melalui helikopter. Sedangkan para tawanan wanita dan gadis belia akan dibawa ke tempat yang lebih aman dan tidak dapat terdeteksi oleh para mafia tersebut.


Mereka akan segera mengirimkan para tawanan ke negara asalnya.


Setelah membereskan semua masalahnya, Lee keluar dari kantor tersebut menuju sebuah gerai makan, karena Ia belum makan malam ini.


Disebuah persimpangan, Ia melihat seorang gadis berambut pirang dengan dua manik mata bermata biru.


Entah apa yang dilakukan wanita itu ditengah malam selarut ini. Lee mengerutkan keningnya, dan mengingat jika wanita itu adalah wanita yang pernah berada satu meja saat sarapan pagi di depan rumah kostnya.


Lee mencoba menghampiri sang wanita yang tampaknya sedang menunggu seseorang "Hei.. Perlu tumpangan?" tanya Lee dengan ramah.


Wanita muda itu tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya dan mengatakan jika Ia tinggal di kosan dimana Ia dan Lee pernah bertemu.


Mendengar jika mereka satu arah, maka Lee dengan niat membantu memberikan tumpangannya.


Wanita muda itu lalu beranjak dari tempatnya berdiri dan ingin menaiki boncengan di jok belakang. Namun tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti dan 2 orang pria bertubuh kekar juga berpakaian serba hitam datang menghampiri mereka dan menarik sang wanita muda dengan memaksa untuk masuk ke dalam mobil tersebut.


Wanita itu memberontak dan tak ingin masuk kedalamnya, namun mereka terus menyeret sang wanita.


Melihat situasi tersebut, Lee turun dari sepeda motornya dan mencoba membantu sang wanita tersebut dari cengkraman para pria tersebut.


"Heii.. Lepaskan..! Dia tidak ingin ikut bersama kalia, lalu mengapa kalian memaksanya?" hardik Lee dengan nada tinggi.


Lalu salah satu pria itu melepaskan cengkramannya dari tangan wanita tersebut dan meminta rekannya membawa sang wanita masuk ke dalam mobil.


Pria itu melayangkan tinjunya kepada Lee, dan membuat Lee harus memakai dengan jurus menghindar, hingga membuat pria itu meninju angin.


Lalu Lee membalasnya dengan tendangan kepada sang pria tepat diperutnya, dan hal itu membuat sang pria bergerak mundur ke belakang sembari terhuyung.


Pria itu meminta kepada rekannya agar segera membawa sang wanita pergi menemui bos mereka.


Rekannya itu mebganggukkan kepalanya dan segera meminta sopir membawa mereka untuk bertemu dengan si bos.


Sementara itu Lee dan juga pria itu terus berarung satu sama lain hingga akhirnya itu berhasil dilumpuhkan oleh Lee. Namun wanita itu sudah dibawa pergi oleh rekannya sang pria yang kini Ia lumpuhkan.


Lee merogoh saku sang pria kekar tersebut untuk mengambil alat komunikasi yang berupa phonsel.


Lee menemukannya dan membawanya pulang ke kostnya.


Seaampainya dirumah kos, Ia membuka layar phonsel tersebut dan dengan mudah menemukan informasi yang diinginnkannya untuk melacak keberadaan wanita tersebut yang dibawa ke suatu tempat oleh para orang suruhan tersebut


Lee membuka layar laptonya, lalu mencari informasi yang dibutuhkannya. Ia mencoba melihat beberapa nomor yang terakhir kali melakukan panggilan kepada sang pria, dan tampak jika tempat itu disebuah tempat yang menjadi penghuni seorang mafia kelas kakap dan dan sangat kejam.


Lee mengerutkan keningnya dan merasa bingung apa alasannya Wanita terlibat dengan sang mafia, dan ini sangat menarik perhatian Lee untuk memecahkan teka-teki tersebut.


Sementara itu, Sang wanita tampak terus berusaha memberontak. Namun semuanya sia-sia.


Hingga akhirnya mereka sampai di mansion ditempat awal Ia pernah dibawa ke seorang pria yang memaksanya untuk menuntaskan hasrat pria tersebut, namun akhirnya dibebaskan.


Tetapi Ia tak pernah menduga jika akhirnya Ia harus kembali lagi ke mansion ini, dan tentunya akan berhadapan kembali dengan sang pra.


Sesampainya di mansion, Ia dibawa ke lantai 2 dan memasukkannya ke kembali ke kamar sang pria yang tampak sudah menunggunya sedari lama.


Wanita itu tampak ketakutan dan juga gemetar melihat sosok didepannya. Sang wanita berdiri mematung dan menundukkan wajah yang tak sanggup memandang sorot mata tajam dan tak ada belas kasih diwajahnya.