Buhul ghaib

Buhul ghaib
episode 187



Lee memandang Asih, mencoba menggenggam tangan Gadis itu dengan tatapan nanar, dan Edy melihatnya.


Lalu Asih perlahan menepisnya, dan dengan sangat halus Ia berusaha menjelaskan apa yang kini sudah terjadi padanya "Aku sudah menikah dengannya" ucap Asih sembari melirik Edy yang menatapnya dengan tersenyum.


Seketika senyum dibibir Lee memudar dan sorot matanya penuh kepedihan, Ia tak mampu menggambarkan betapa Ia patah hati dan begitu sakitnya.


Dalam hidupnya Ia baru pertama kalinya jatuh hati, dan harus dipatahkan dalam sekejap.


Sementara itu, orang yang selama ini Ia tunggu dan Ia nantikan telah memilih untuk hidup bersama orang lain.


Asih beranjak bangkit, dan mencoba untuk pergi "Maaf, takdir kita berbeda, tetaplah menjadi pria yang selalu tegar dan juga dalam kebenaran, jalanmu masih panjang" ucap Asih mencoba memberikan kekuatan pada hati pria yang kini sedang patah hati itu.


Lee hanya dapat mengangguk lemah, mencoba tegar, meskipun hatinya sangat sakit sekali.


Dalam ketidak nyamanan, Asih berpamitan, lalu secepat kilat menghilang. Dalam pelariannya, terbayang olehnya semua kisah dimana pernah Ia lewati saat bersama pria itu.


Bukan hal mudah untuk membuang semua kenangan itu, ada banyak kisah yang mereka lalui dan hal itu tentu masih tersimpan didalam hatinya.


Namun kini Ia sudah sah menjadi sosok istri yang siap mengabdi pada pengorbanan Edy yang telah banyak menyelamatkan nyawanya.


Asih terjebak diantara dua hati, yang mana Ia harus memilih untuk meneruskan misi perjuangannya.


Di sisi lain, Wei bersiap untuk pergi membawa seluruh barang hasil seludupannya, dan Ia masih menyimpan satu mustika asli yang didapatnya saat didalam goa waktu itu. Satu permata berlian blue diamond yang mana akan Ia bawa ke luar negeri untuk Ia lelang sebagai barang paling mahal nantinya dan akan membuatnya menjadi penguasa dalam sekejab.


Disisi lain, Ia kini mendapat kekuatan yang luar biasa dari Rekso waktu itu. Bahkan didalam blue diamond yang Ia miliki, Rekso telah memberikan sebuah kekuatan kegelapan yang mana akan membuat keonaran dan malapetaka bagi banyak umat.


Wei sudah bersiap terbang dan pergi dari negara ini, lalu menuju negara impiannya dan membangun kekuatan kegelapan disana.


Lee termenung dalam kesendiriannya, Ia patah hati dan masih ingin sendiri, namun menjadi pecundang bukanlah sifatnya, meski Ia pasrah, namun hatinya tak rela, tetapi bukan berarti Ia menjadi seorang yang memiliki ambisi merebut wanita bersuami.


Lee beranjak dari tempatnya, lalu mencoba bangkit dari keterpurukannya, dan menta hidupnya.


Lee mengendarai mobilnya, lalu melaju kencang menuju markas utama, Ia akan mengambil surat penugasan untuk mengejar Wei hingga ke luar negeri, dan dengan kepergiannya ke luar Negeri, akan membuatnya melupakan wanita yang pernah bertahta dihatinya.


Sementara itu, Edy menatap sosok wanita yang kini menjadi istrinya, Ia melihat sorot mata sang wanita dalam kegusaran, Ia dapat mengerti bagaimana perasaan Asih, sebab Lee adalah pemuda yang lebih dahulu mengisi hidup dan hatinya, namun hanya takdir yang berkata lain.


Edy menghampiri Asih, membelai lembut pundak wanitanya, dan Asih menoleh kepada Edy, sosok Pria yang memiliki banyak jasa dalam menyelamatkan nyawanya, dan berkorban apa saja untuknya.


Sesaat Edy mendapatkan panggilan telefon, dimana Andre mengalami sakit parah didalam penjara dan membutuhkan donor darah.


" Aku pergi, dulu.. Ada hal penting yang terjadi pada Papa, sejahat-jahatnya Ia, namun tetap orangtuaku juga" ucap Edy mencoba jujur kepada Asih. Sebab berbohongpun juga percuma, karena Asih akan mengetahuinya.


Asih menganggukkan kepalanya dan membiarkan Edy untuk pergi.


Lalu mereka berpisah untuk sementara waktu, karena Edy akan melakukan donor darah kepada Andre, seorang pria yang memiliki banyak dosa dan jejak kejahatan yang tidak termaafkan.


Edy beranjak pergi meninggalkan Asih, dan memberikan waktu untuk wanita yang baru saja jadi istrinya utu untuk sendiri.


Di sisi lain, Lee mengemasi barang yang akan dibawanya, Ia sudah memutuskan untuk pergi dan melupakan semua tentang Wanita yang begitu teramat berharga dihatinya, namun jika itu bisa saja terjadi.


Selain itu, Ia juga sembari sedang mencari keberadaan Wei yang membawa barang seludupan berupa blue diamond yang tidak terdeteksi alat detektor serta tidak melalui bea cukai.


Wei juga membawa beberapq barang antik yang sangat mahal dari museum yang merupakan barang peninggalan sejarah dan memiliki nilai jual tinggi.


Wei kini juga bukan sembarang pria seperti dahulu, namun Ia kini sudah berubah menjadi pria yang memiliki kekuatan sihir kegelapan yang dimilikinya melalui Rekso.


Sementara itu, Edy baru saja kembali daribrumah sakit untuk menjenguk Papanya dan juga mendonorkan darah, karena Papanya mengalami drop karena sesuatu yang para penjaga sipir juga tidak mengetahuinya.


Padahal jika dilihat dengan mata baghin, Andre sedang kedatangan sosok siluman buaya putih yang merupakan besannya, dan kemunculan Bromo yang tiba-tiba itu membuat Andre tersentak kaget dan syok, sehingga membuatnya mengalami drop.


Sementara itu, Andre sedang memikirkan siapa sosok suami Dina sekarang, dan Ia tidak pernah melihatnya.


Sedang asyik mengkhayalkan dan mencari tau siapa suami Dina, tiba-tiba saja Bromo muncul dihadapannya dalam wujud siluman buaya putih yang membuat Andre tersentak kaget.


Petugas sipir menemukan Andre dalam kondisi yang sangat memprihatikan dan terkapar dilantai jeruji besi.


Edy mencoba bertanya tentang apa yang terjadi, namun Andre tak menjawabnya, Ia takut jika dikatakan sedang berhalusinasi dengan mengatakan Ia sudah depresi karena mengalami hal-hal aneh yang tak mungkin dapat dicerna oleh akal sehat.


Karena Papanya tak ingin juga membuka mulut dengan apa yang dialami, maka Edy tak ingin memaksa, hanya saja, pengakuan Papanya itu akan mempermudah dirinya dalam mengetahui penyebab penyakitnya.


Andre terkadang mengigau dan juga tiba-tiba tersentak bangun saat dirinya seperti bermimpi bertemu dengan siluman buaya putih tersebut.


Sementara itu, Asih melihat kepulangan Edy yang tampak lelah. Ia menghampiri pria yang baru saja menjadi suaminya itu.


"Bagaimana kondisi Papa" Tanya Asih menirukan Edy yang memanggil papa pada orangtua laki-lakinya.


"Sepertinya syok karena melihat sesuatu" ucap Edy mencoba menjelaskan.


Asih tertawa renyah "Bagaimana jika Ia melihat mennatunya seorang mutan? Alias manusia setengah siluman?" tanya Asih kepada Edy.


"Sudah.. Jangan mikir yang macam-macam, kamu istirahat saja" jawab Edy tak ingin mengungkit siapa jati diri istrinya, baginya Ia mencintai Asih tanpa sebab, dan itu mengalir begitu saja.


Saat keduanya terlibat tanya jawab, tiba-tiba Bromo muncul dihadapan keduanya.


"Romo.." sapa keduanya secara bersamaan.


"Ada tugas penting yang harus kamu emban puteriku.." ucap Bromo dengan nada serius


Asih dan Edy saling pandang, lalu saling menatap satu sama lainnya.


"Apa itu, Romo?" tanya Asih dengan cepat.


"Pergilah ke dunia belahan barat, disana ada seseorang yang berhasil membawa blue diamond dan didalam blue diamond telah bersemayam kekuatan kegelapan yang akan menghancurkan dunia" ucap Bromo.


~Maaf jika Author jarang up.. Sebab Author masih mencari alur cerita ini agar dapat ditamatkan. Dan cerita ini akan ada seosen 2 tengang perjalanan Asih ke belahan dunia bagian barat dalam memperebutkan blue diamond.


~Judul yang masih dipersiapkan mungkin 'Dewi Asih'