Buhul ghaib

Buhul ghaib
episode 227



Sejumlah rumah sakit sudah tak sanggup lagi menampung kapasitas pasien yang sudah sangat berlebihan.


Bahkan tenda-tenda darurat yang didirikan juga sudah tidak lagi menampung jumlah pasien yang terus berdatangan dalam jumlah sangat besar.


kurangnya tenaga medis yang tak mampu merawat jumlah pasien yang tak sebanding dengan jumlah tenaga medis membuat sebagian tenaga medis kelelahan dan bahkan stres, dan tak jarang tenaga medis juga meregang nyawa karena kelelahan dan tak menerima tekanan yang begitu berat dari anggota keluarga pasien dan juga pinak rumah sakit.


korban meninggal dunia juga semakin bertambah, terutama anak-anak dan lansia.


Mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah, maka akan dengan cepat mengalami pelemahan imunitas yang mempercepat penyebaran racun ke dalam tubuh yang mana akan mempercepat kematian korbannya.


Tampak Jasad yang terbiar begitu saja dipelataran rumah sakit, karenna menunggu giliran pemakaman dan juga ambulance yang harus bergantian membawa pasien dan jenazah yang mana silih berganti terus datang tanpa henti.


Karena lahan yang terbatas untuk membuat pemakaman. Maka pemerintah setempat memberlakukan kremasi terhadap jasad yang masih terbengkalai. Maka pihak keluarga hanya akan menerima abu dari kremasi tersebut dalam sebuah guci yang diberi tanda pengenal.


Para pemimpin negara diseluruh dunia berharap jika Wei dengan segera mempercepat produksi serum buatannya, yang mana para pemimpin negara berharap jika wabah ini segera berakhir.


Sebab dengan adanya pemberlakuan isolasi mandiri, membuat perputaran roda perekonomian mengalami kelumpuhan total.


Banyak warga berbuat kejahatan untuk mendapatkan makanan dan juga kebutuhan bahan pokok lainnya.


Sementara itu, pemerintah memberikan santunan kepada warganya untuk kebutuhan pokok, dan tentunya tidak mencukupi jika memiliki seorang balita.


Kejahatan terjadi dimana-mana. penjarahan toko, pencurian dan juga perampokan kian meresahkan dan menjadi momok yang menakutkan untuk warga diseluruh dunia.


Bagi negara-negara maju dan memiliki devisa negara yang kuat, tentu hal tersebut tidaklah merupakan beban yang signifikan, sedangkan negara-negara berkembang dan juga dengan.pendapatan devisa terendah, tentu ini akan membuat negaranya semakin menumpuk hutang dan mengharapkan uluran bantuan dari negara adidaya di Eropa.


Sementara itu, Robert yang mengalami kekalahan dan juga orang-orang suruhannya yang mati mengenaskan karena dicabik - cabik oleh pasukan mutan milik Wei yang tampak sangat mengerikan.


Robert mengira jika pasukan Wei adalah orang-orang normal yang dapat dikalahkan dengan senjata begitu saja.


"Bos. Sepertinya pasukan Wei tidak biasa, mereka tampak seperti siluman yang tak dapat dikalahkan" seorang informan memberikan informasi kepadanya.


Robert tertawa mencibir "Aku tidak percaya, bagaimana mungkin di zaman modern ini hal yang kau sebutkan seperti itu" cibir Robert.


"Tetapi Aku memiliki rekamannya, Bos. Jika tidak percaya lihat saja sendiri" ucap Informan tersebut, lalu memutar layar monitor yang didapat melalui drone yang mengawasi pertempuran itu dari jarak jauh.


Dengan mengerutkan keningnya, Robert seakan tak percaya melihat pasukannya habis tercabik-cabik oleh sosok manusia berkepala ular cobra yang dengan cepat bagaikan lebah membinasakan semua pasukan tersebut.


Robert meruncingkan bibirnya. Ia masih belum memahami apa yang sedang disaksikannya.


"Senjata apa yang dapat melumpuhkannya?" guman Robert lirih.


"Jika dengan api bagaiamana? Mungkin seperti senjata yang dapat mengeluarkan api dapat mengatasinya" saran informan tersebut.


Robert menganggukkan kepalanya.


"Mungkin bisa kita coba. Setiap pasukan diberikan senjata yang mengandung api, misanya mirip dengan pemantik api" Robert menimpali.


Lalu Robert memerintahkan untuk menyediakan pemantik api yang biasa digunakan oleh pendaki gunung dengan jumlah yang cukup banyak.


Dengan cepat para bodyguard itu bergerak untuk mengumpulkan pemantik api yang diminta oleh Robert.


Setelah berhasil mengumpulkan pemantik api yang diminta oleh Robert , maka Ia kembali mengumpulkan pasukannya untuk kembali menyerang orang-orang berwujud setengah siluman tersebut dalam jumlah yang lebih besar.


Setelah semua terkumpul, maka Orang -orang tersebut menjalankan misi mereka dengan mengedarai mobil yang dapat berjalan dengan melaju kencang dan tak terkalahkan.


Para orang suruhan tersebut tampak mengendarai mobil itu membelah jalanan berdebu dan menuju ke markas gudang pasokan barang haram yang akan dikuasai oleh Robert.


Saat ditengah perjalanan, para pasukan Robert bertemu dengan Edy dan juga Lee yang sedang mengendarai Bara Sembrani.


Namun tampaknya mereka tidak begitu perduli karena mereka mengira Edy dan Lee hanyalah warga biasa yang sedang melakukan perjalanan.


Para pasukan Robert terus melaju meninggalkan Edy dan Lee yang masih tampak berkuda dengan kecepatan yang tak biasa.


Sesampainya didepan gudang pasokan barang haram tersebut, para pasukan Robert tampak berhamburan keluar dari dalam mobil dan melihat pasukan Wei yang tampak bersiaga menunggu lawan mereka.


Para pasukan Robert kemudian menyerang para Mutan ciptain Wei yang kini sudah merubah wujud menjadi menjadi manusia berkepala ular kobra.


Melihat datang menyerbu, maka para mutan itu juga berbalik menyerbu dan saling serang. Saat itulah para pasukan Robert menggunakan pemantik api untuk melumpuhkan para mutan tersebut.


Tampak beberapa mutan terbakar dan meraung kesakitan dengan tubuh hangus lalu hancur tknggal serpihan yang berwarna hitam.


Namun tak sedikit juga pasukan Robert yang habis tercabik tubuhnya dengan gigitan para mutan tersebut.


Dari kejauhan, Edy dan juga Lee sudah hampir sampai dekat dengan gudang pasokan barang haram tersebut.


Edy menghentikan Bara Sembrani, lalu mereka menonton para dua kubu yang saling serang.


Tampak kobaran api yang membakar para mutan dan juga pasukan Robert yang tercabik-cabik tubuhnya.


Kali ini keduanya memilih untuk menjadi penonton saja, sebab sudah sangat lelah bertarung sepanjang jalan.


Lee meraih phonselnya, menghubungi unit satuan dan memgirimkan lokasi yang telah ditemukannya gudang penyimpanan barang haram tersebut.


Hal ini akan menguntungkannya karena akan mempercepat kenaikan pangkatnya.


Setelah kejadian baku hantam antara kedua berakhir, salah satu tidak ada yang memenangkannya, sebab mereka tewas seluruhnya.


Saat bersamaan, pasukan elit yang dikirm melalui helikopter datang dan membawa persenjataan lengkap dengan mengamankan barang haram itu dengan menggunakan puluhan helikopter.


"Lalu kita menuju ke arah mana?" tanya Lee yang mana tubuhnya masih lemah karena banyak luka goresan katana.


"Mencari tempat beristirahat, makanlah roti ini, pemberian dari sopir truck yang tadi.." ucap Edy sembari memberikan sebungkus roti kepada Lee dan juga sebotol air minum.


Lee meraihnya, lalu memakannya dan juga meneguk air mineral tersebut.


Sedangkan Edy menarik kekang tali kuda gagah itu, untuk menuju ke suatu tempat atau tepatnya mungkin sebatang pohon untuk tempat mereka bermalam.