Buhul ghaib

Buhul ghaib
episode 226



Edy memacu kudanya dengan cepat. Hal ini tentu membuat Lee sedikit gugup, karena ini pengalaman pertamanya menunggangi kuda.


Bara Sembrani sang kuda jantan dengan tubuh tinggi dan tegap, juga bulunya yang berwarna kecoklatan berkilau berlari dengan begitu gagahnya.


Lee masih berusaha mengontrol degub jantungnya yang berpacu lebih kencang seperti derap langkah Bara yang berlari kencang.


Suasana mentari yang sangat terik seakan membakar kulit membuat siapa saja akan merasa dehidrasi dan kekurangan cairan tubuh.


Dalam perjalanan menuju markas tersebut, tampak dibelakang mereka kepulan debu yang membumbung tinggi dengan gerakan yang semakin cepat.


Sementara itu, Bara juga mempercepat langkah larinya berusaha menghindari kejaran sesuatu yang berada dibelakangnya.


Tampak dua buah mobil yang saling berpacu untuk mengejar Edg dan Lee yang hanya menggunakan tunggangan seekor kuda saja.


"Siaaal..!!" siapa lagi orang-orang ini?" Edy menggerutu. Ia merasa jika perjalanan mereka selalu saja ada yang menggangu dan tak pernah berjalan dengan mulus.


Satu mobil berhasil mendahului Bara.


Kini mereka dalam posisi dikepung, lalu bara berlari menuju tepian jalan yang mana terdapat padang luas nan tandus.


Orang-orang yang yang bersenjata tajam itu turun dari mobil dan melemparkan shuriken kepada Lee dan Edy.


Dengan cepat Edy membawa Lee turun dari punggung Bara dan bergulingan ditanah tandus tersebut.


Sementara itu, Bara meringkik dan berputar ditempatnya.


Orang-orang tersebut mulai menyerang Keduanya dan Lee yang masih dengan tangan kosong harus bingung untuk menahan serangan dari lawannya.


Edy memberikan katananya pada Lee, kini keduanya mulai bersiap untuk menghadapi serangan lawannya.


Bara keluar dari zona lingkaran Lee dan Edy dengan cara melompat, namun hal tersebut dilihat oleh dua pengemudi mobil dan mereka mengikuti Bara.


Dua Mobil itu berputar -putar mengelilingi Bara dan membuat suara bising yang membingungkan.


Bara meringkik sembari mengangkat kedua kaki depannya ke atas.


Tampak hewan gagah itu sedang memperhatikan pergerakan dua mobil tersebut.


Saat kedua mobil itu melakukan suara decitan mesin yang menandakan akan menghimpit Bara dari dua arah Bara yang tampak bersiaga, lalu melihat kedua mobil itu melaju kencang dari dua arah dan saat mobil itu semakin dekat, Bara melompat dan membuat mobil itu saling berbenturan dan meledak.


Bara mendarat ditanah tandus dengan sempurnah. Ia kini memperhatikan pertempuran Lee dan Edy dalam menghadapi para lawannya.


Edy menggunakan kusarigama yang diambilnya dari saat membinasakan salah seorang dari ninja yang menghadangnya saat bersama truck conteriner tadi.


Orang-orang itu mulai menyerang dan Edy memutarkan kusarigamanya diatas kepalanya dan Ia menyambar beberapa senjata musuhnya dan berjatuhan diatas tanah tandus.


Sedangkan Lee masih bertarung melawan dua orang yang menyerangnya dan suara dentingan dari senjata itu sangat terdengar jelas dan beberapa goresan ujung katana yang membuat Edy meringis karena darah tersebut tampak mengucur dari bekas lukanya.


Sesaat kemudian seorang lawannya memberikan tendangan hingga membuat Edy tersungkur ditanah tandus dan katananya terlepas tak jauh dari tempatnya.


Melihat hal tersebut, sang lawannya menghampiri Lee, lalu bersiap menghunuskan pedangnya ke dada Lee.


Musuh tersebut mengangkat katananya, dan dengan cepat menghunuskan ujung katana tersebut.


Namun saat ujung Katana itu hampir menyentuh dada Lee, sebuah tendangan yang datang tiba-tiba dari arah sisi kiri membuat lawan tersebut dengan sangat keras hingga membuat pria itu melayang jauh.


Lee terperangah saat melihat yang menyelamatkannya adalah seekor hewan berbulu coklat yang tak lain adalah Bara.


Hewan itu melompat, laku menghampiri lawan yang tersungkur dan menginjaknya hingga tewas.


Kedua kaki belakangnya digunakan untuk menendang punggung lawan yang membuat lawan tersebut terjerembab, lalu Ia menginjaknya.


Lee berusaha bangkit untuk membantu menyelesaikan pertarungan.


Sementara itu, Wei masih menciptakan banyak mutan untuk dijadikan pasukannya yang akan mengahadapi serangan dan gangguan orang-orang yang akan menghancurkanya.


Ratusan mutan telah Ia ciptakan, Ia mengetahui kedatangan orang-orang Robert yang akan menyerbu gudang pasokan sabu miliknya. Maka Ia akan mengirimkan pasukan silumannya untuk menjaga gudang tersebut.


Sedangkan untuk menjaga markas bawah tanahnya yang mana Ia menyimpan batu mustika blue diamond telah Ia ciptakan mutan terkuat yang mana tidak akan mampu ditembus oleh Edy dan juga Lee.


Para mutan itu melesat bagaikan angin menuju ke arah yang diperintahkan oleh Wei untuk melindungi semua harta dan kekayaannya.


Kini makhluk-makhluk setengah siluman itu terbang bagaikan lebah yang terdengar sangat mendesing dengan sangat kuat.


Sebuah pasukan yang dikirim oleh Robert datang menyerang gudang penyimpanan barang haram tersebut.


Dengan menggunakan senjata api, orang-orang suruhan Robert memberondongkan senjatanya kepada pasukan Wei yang sudah siap siaga menanti kedatangan mereka.


Saat ini, pasukan Robert tercengang, sebab para penjaga yang menahan serangan itu tidak mempan dengan peluru yang menembus tubuh mereka.


Setiap satu luka akan segera sembuh dan kembali tanpa bekas apapun.


Hingga peluru yang mereka tembakkan habis, namun pasukan itu tak juga berkurang atau luka sama sekali.


Lalu serangan balasan datang. Para pasukan mutan milik Wei itu melesat dengan cepat bagaikan ribuan lebah dan membinasakan para pasukan Robert yang tak sempat melarikan diri.


Tubuh mereka habis dicabik-cabik oleh para pasukan mutan tersebut.


Yang tersisa hanyalah tubuh dengan cabikan daging dimana-mana dan membiru dengan kondisi mengenaskan.


Seketika pasukan mutan itu kembali mendesing dan menjaga kembali pasokan gudang tanpa ada kerusakan sedikitpun.


Sementara itu, Lee dan Edy masih menghadapi para pasukan yang tampaknya dikirim oleh Wei untuk mengahlangi perjalanan mereka.


Edy melemparkan kusarigama tersebut ke arah para lawannya, hingga 3 orang sekaligus terbunuh secara serentak dengan sadis.


sementara itu, Bara telah membantu membinasakan 4 orang musuh dengan tendangan kakinya yang sangat kokoh.


Sedangkan Lee juga sudah berhasil merobohkan lawannya, meskipun tubuhnya mengalami banyak luka-luka sabetan senjata tajam.


Sedangakan musuh masih tersisa 4 orang lagi.


Bara tak ingin berdiam diri, Ia seolah tak ingin melewatkan moment tersebut dengan sia-sia.


Ia membantu melenyapkan satu orang musuh dengan tendangan dan injakan kaki depannya.


Sedangkan Edy menggunakan rantai besi tersebut untuk menjerat leher lawannya dan memutar tubuh lawannya hingga meregang nyawa.


Disisi lain, Lee terus menggunakan katana pemberian Edy untuk melumpuhkan lawannya.


Satu tusuKkan ujung katana berhasil membuat lawannya roboh dan tersungkur ditanah tandus.


Kini seluruh lawannya telah musnah, lalu keduanya saling bertatapan.


Bara menghampiri Edy, lalu dengan cepat Edy naik kepunggung Bara, dan dengan menjulurkan tangannya menyambar Lee yang sedang tampak lemah, lalu membawanya naik ke atas punggung Bara dan melanjutkan perjalanan mereka yang penuh dramatis.