
Kedua ninja tersebut tersentak namun rasa sakitnya hanya sesaat dan mereka mencabut kembali anak panah yang tertancap di kepala dan di dada mereka.
Luka yang mereka alami seketika kembali sembuh dengan hitungan detik.
Sorot mata keduanya tajam dan penuh dendam. Asih menarik pedang yang tersimpan dipunggungnya, lalu Ia memmbuat gerakan memutar pada kepala pedangnya, lalu membuat kuda-kuda pertahanan dan menghunuskan ujung pedangnya kedepan dan bersiap menyerang.
Sementara itu, kedua ninja hitam itu juga menarik katananya, dan dengan melompat keduanya menyerang Asih secara bersamaan.
Asih yang telah bersiap melawan keduanya, lalu menggerakkan pedangnya dengan cepat menangkis serangan lawannya.
Edy yang bersembunyi dibalik dinding goa mengerutkan keningnya. Ia melihat jika lawannya tidak mempan dengan senjata tajam, sebab anak panah yang telah menembus tubuh mereka tidak membuat keduanya kesakitan, bahkan luka itu dengan mudahnya dapat sembuh dalam hitungan detik.
"Pasti keduanya memiliki kelemahan.." Edy mencoba memikirkannya.
Seektika otaknya kembali menemukan ide dan kembali tersenyum.
Sementara Asih masih terus melawan kedua ninja hitam tersebut. Terdengar suara dentingan dari kektiga pedang yang terus beradu.
Edy menyelinap menghindari pertempuran dan menuju lokasi saat pertama Asih membawanya kedalam goa dan menghabiskan waktu bercinta disana. Edy sepertinya merencanakan sesuatu.
Kedua Ninja itu terus menyerang Asih, dan satu goresan mengenai lengan Asih yang meninggalkan luka goresan dan mengalirkan darah segar.
Asih melirik lukanya, lalu kedua Ninja itu tak memberi jeda kepadanya, dan keduanya melakukan penyerang kembali. Asih melompat dan menapaki dinding goa, lalu memutar tubuhnya dengan gerakan jumping, lalu menebaskan pedangnya kepada lawannya hingga kedua tubuh ninja itu terpenggal menjadi dan jatuh ke lantai.
Namun seperti dugaan Asih, tubuh itu kembali mendekat dan menyatu kembali, lalu kemudian beranjak bangkit dan berdiri tegak dengan sempurnah.
Kemudian keduanya menggerakkan kepala dan kedua pundaknya secara bersamaan layaknya robot.
Asih memundurkan kakinya 3 langkah kebelakang. Lalu memutar pedangnya kesamping dan bersiaga. Tatapannya tajam dengan aura membunuh.
Kedua ninja itu tersenyum menyeringai, lalu dengan gerakan cepat melemparkan shuriken kepada Asih dengan bertubi-tubi.
Asih dengan gerakan cepat menghalau semua senjata tajam berbentuk bintang tersebut dengan pedangnya. Hingga saat kedua ninja itu menaburkan shuriken dengan 5 buah sekaligus, maka Asih melayang diudara, dan menggunakan pedangnya dengan gerakan seperti memukul bola kasti, Ia mengayunkan pedangnya, dan...
Wuuuushh.. Sssst..
Shuriken yang menyerangnya itu kembali berbalik menyerang pemilik setelah Asih membuat gerakan memukul bola kasti.
Craaaaaakkk...
Masing-masing 5 buah shuriken beracun itu menancap si seluh tubuh pemiliknya.
Seketika kedua ninja tersebut tercengang, lalu membolakan kedua matanya. Racun memyebar keseluruh aliran darah kedua ninja tersebut.
Saat bersamaan, Edy datang dengan membawa dua buah bom molotov dan meraih busur serta anak panah yang masih terpasang dipunggung Asih.
Dengan dua anak panah sekaligus, Edy meletakkan bom molotov tersebut diujung anak panah tersebut dan..
Wuuusssh..booommmm...
Asih dengan cepat menggendong Edy keluar dari goa yang meledak dan menghanguskan kedua ninja tersebut.
Teedengar suara ledakan yang sangat membahana dan menggelegar membakar kedua ninja yang kini hancur berkeping-keping menjadi serpihan daging bakar dan menjadi abu.
Asih membawa Edy kembali ketaman tempat Bara Sembrani menunggu.
"Kau ini, mau ledakin bom gak kira-kira" omel Asih.
Lalu menurunkan Edy dengan sembarangan.
"Mereka itu sudah bercampur kekuatan kegelapan, maka mengalahkannya dengan api" jawab Edy yang sudah berdiri tegak.
Ia melirik Asih yang masih menggunakan kemejanya tanpa celana.
"Sebaiknya kau membeli pakaian lagi, lihatlah dirimu betapa begitu berantakannya" ucap Edy mengingatkan.
Lalu Asih melirik kearah Edy.
"Kita ke kota?" tanya Asih
"Ya.."
Asih menganggukkan kepalanya, lalu ingin menggendong Edy kembali "Tunggu.. Kita mendarat ditoilet Mall, jangan menurunkanku dikeramaian" pinta Edy, yang dapat menurunkan pamornya sebagai laki-laki.
Asih mendenguskan nafasnya dengan kesal, lalu dengan cepat kembali menggendong Edy dan menuju Mall yang dimaksud oleh Edy.
Sesuai permintaan, Asih mendarat di toilet wanita, dan Edy tersentak saat mendapati mereka terkurung didalam toilet wanita berduaan.
"Mengapa disini?" protes Edy.
Asih menaikkan kedua alisnya, lalu hendak menggendong Edy kembali "Sudah-sudah.. Disini saja, Edy menahan Asih. Lalu melihat kiri kanan toilet penuh dengan penghuninya.
Lalu Edy membuka pintu toilet dan mendapati banyak wanita yang mengantri.
Mereka tercengang melihat Edy keluar dari toilet wanita dengan menggunakan celana jeans tanpa pakaian, sedangkan Asih menggunakan kemeja tanpa celana.
Namun karena negara yang mereka singgahi adalah negara bebas, maka mereka hanya terperangah saja tanpa mencibir, sebab pakaian yang mereka gunakan juga lebih parah dari Asih.
Keduanya berjalan keluar dari toilet dan menuju toko yang menjual pakaian.
"Kau memiliki uang untuk membeli pakaian?" tanya Edy sembari berbisik kepada Asih.
Asih hanya menaikkan kedua alisnya dan terus melangkah.
Mereka memasuki sebuah toko yang menjual pakaian wanita dan juga pria.
Lalu keduanya memilih pakai yang sesuai dengan keinginan mereka.
Asih memilih satu stelan pakaian berbahan kulit yang berwarna merah maroon dan sesuai ukurannya, agar memudahkannya bergerak.
Orang-orang melihat tas joran yang tergantung dipunggung Asih.
Mereka mengira jika pasangan itu adalah orang-orang pecinta Alam yang suka mendaki gunung ataupun mencari tempat spot menarik untuk memancing.
Setalah mendapatkan yang sesuai, Asih membayarnya, namun bukan dengan uang, melainkan sebutir berlian putih yang berukuran kecil, namun harganya dapat membeli toko beserta isinya.
Kasir itu bingung dan menghubungi pemilik toko dan mengatakan kejadian aneh tersebut, sebab Asih tak memiliki uang.
Mendengar pemberitahuan dari sang kasir, pemilik toko itu langsung meluncur ke toko.
Namun Asih dan Edy sudah menghilang dari toko itu menuju taman.
Sesampainya didalam toko, sang pemilik membawa alat detector yang memeriksa kadar murni dari berlian tersebut.
Benar saja, berlian itu sangat murni dan harganya sangat mahal. Mereka tercengang, sebab Asih tak mengambil kembaliannya.
Mereka mengecek cctv untuk melihat siapa pemilik dari berlian tersebut.
Mereka melihat sepasang yang mereka anggap pasangan kekasih dengan santai memasuki toko dan memilih pakaian yang mereka inginkan hanya satu pasang pakaian saja.
Hal ini membuat kegemparan yang sangat besar dan keduanya menjadi orang yang sangat dicari karena jika saja mereka memiliki berlian itu lagi, maka para colector barang antik akan bersedia membayar mahal.
Maka kedua wajah Asih dan juga Edy menyebar di jagad maya.
Asih mengganti pakaiannya dan Ia semakin terlihat memukau.
Rambut ekor kuda, dengan cardigen yang bebahan kulit hingga semata kaki membuatnya tampak sangat keren.
"Kau harus memakai penutup wajah" omel Edy saat melihat penampilan Asih saat ini.
"Kenapa?" tanya Asih dengan santai.
"Karena akan ada banyak mata jahat yang memandangmu" jawab Edy yang sebenarnya merasa cemburu.