Buhul ghaib

Buhul ghaib
episode 220



Edy masih berada diatas badan mobil, dan mobil itu melaju kencang dengan gerakan yang sengaja berbelok kekiri dan kekanan dengan tujuan agar Edy terjatuh san terlindas.


Edy berusaha bertahan dan saat pengemudi itu membidikkan senjata apinya kepadanya, Edy melepaskan tangan kirinya dan melayang memegang pintu depan mobil disisi kiri dan akhirnya dengan satu gerakan kedua kakinya memasuki kaca mobil yang terbuka dan menendang sopir misterius tersebut.


Kedua saling serang dengan setir yang terlepas dan mobil berjalan dengan meliuk-liuk bagaikan ular yang dipukul.


Sementara itu, Lee mengedarkan pandangannya mencari sosok yang dikatakan oleh Edy.


Ia masih menyimpan pisau medis yang diberikan oleh Edy kepadanya.


Tampak olehnya dari jarak 5 meter ditempatnya berdiri, seorang petugas medis yang tampak mencurigakan sedang berada dikerumunan 3 mobil ambulance yang baru saja datang mengantar pasien yang dipenuhi oleh beberapa pasien.


Lee bergegas mengnampiri petugas medis yang dianggapnya mencurigakan tersebut, dan saat Ia menarik pundak petugas tersebut, Lee dikejutkan dengan bola mata petugas tersebut yang tampak menghitam dan seluruhnya.


Seketika petugas itu menyeringai dan mempercepat langkahnya menghindari Lee.


Pemuda itu segera mengejarnya dan ternyata yang dikatakan oleh Edy benar, jika wabah yang menyebar sekarang ini adalah ulah dari manusia yang sengaja disebarkan.


Lee melihat petugas itu membawa sebuah tabung kecil berisi cairan yang berwarna hitam dan siap Ia lemparkan ditempat keramaian.


Lee segera berlari dan melompat memcoba menangkap benda yang dilemparkan oleh petugas tersebut, dan saat itu Lee terjatuh dan berhasil menangkap tabung itu, meski Ia harus merasakan lecet dan sakit disiku tangannya.


Lee berusaha bangkit, lalu Ia mengejar petugas itu, tetapi kehilangan jejak.


Lee kemudian mencari saluran pembuangan air, lalu membukanya dan memasukkan tabung itu kedalamnya dan menutupnya kembali.


Sementara itu, Ia melihat petugas medis yang Ia kejar tadi berbelok ke sebuah gang sempit.


Lee mengejarnya dan mengikuti kemana arah petugas itu pergi.


Saat berada digang sempit tersebut, tampak petugas itu berubah wujud menjadi manusi berkepala ular kobra dan menjulurkan lidahnya.


Lee tersentak kaget, lalu Ia mengeluarkan senjata apinya dan menembaki sosok mengerikan didepannya.


Bersama Asih Ia sudah pernah melihat wujud banaspati dan juga Rekso, maka dari itu Ia tidak begitu terlalu kaget dan ini sudah pernah dihadapinya.


Sementara itu, Edy masih bertarung dengan sosok yang sama seperti sedang dihadapi oleh Lee, sosok manusia berkepala ular kobra.


Mobil mulai bergerak tak terkendali dan meliuk-meliuk dijalanan.


Edy dengan bersusah payah merobek pakaian medisnya, lalu meraih anak panah yang tersimpan dipunggungnya, dan dengan cepat menusukkan anak panah itu diujung kepala ular tersebut hingga tenggelam.


Seketika manusi berkepala ular itu mengejang dan darah hitam menyembur dari luka tersebut dan membuat tubuh sosok mengerikan itu hancur menjadi serpihan dan menghilang.


Mobil yang melaju kencang hampir menabrak dinding pembatas jalan, lalu Edy segera melompat keluar dan mobil menabrak pembatas jalas dengan suara ledakan yang membahana lalu terbakar dengan api yang membumbung tinggi.


Edy bergulingan diatas jalanan saat berhasil keluar dari dalam mobil, lalu berusaha untuk beranjak bangkit dengan luka memar dan lebam.


Ditempat lain, Lee berusaha melepaskan tembakannya dan terus memberondongkan pelurunya dengan senjata api yang dipegangnya.


Namun tampaknya sosok itu tidak terpengaruh sama sekali dan luka yang dideritanya saat terkena tembakan dari Lee akan kembali sembuh tanpa bekas sedikitpun.


Makhluk itu menyeringai, dan kini Lee kehabisan pelurunya. Lalu dengan cepat makhluk itu melesat dan memberikan tendangan kepada Lee, sehingga membuat pemuda itu terlempar jauh menabrak dinding bangunan dan terjatuh.


Darah segar mengalir dari sudut bibirnya dan Ia menyekanya.


Lee berusaha untuk bangkit. lalu sosok itu kembali menyerangnya, dan melayangkan tendangannya kepada Lee yang masih terpuruk untuk berusaha bangkit, dan..


Lee merobek betis sosok tersebut dengan menarik pergelangan kaki sosok itu dengan cepat dan menariknya hingga membuat sosok manusia siluman itu terjatuh. Namun dengan cepat dapat berdiri lagi dengan mudahnya.


Sosok itu berbalik dan hendak menusukkan katana di dada Lee yang masih dalam posisi hendak berdiri, namun..


Wuuuusshh..Ssstt..


Sebuah anak panah melesat dengan kecepatan tinggi dan menembus kelapa sosok itu hingga hancur berderai.


Lee menoleh kebelakang dan tampak Edy yang sedang menyelamatkannya.


Lalu Edy bergegas menarik Lee keluar dari gang sempit tersebut.


Mereka tiba kembali dipelataran rumah sakit.


"Berarti wabah ini sengaja disebarkan?" tanya Lee kepada Edy.


"Ya.. Ada yang sengaja menyebarkannya untuk kepentingan komersil.." jawab Edy yang telah menyimpan persenjataannya.


"Siapa pelakunya?" tanya Lee dengan penuh penasaran.


"Wei"


Seketika Lee terperangah "Darimana Kau tau?" tanya Lee penuh selidik.


"Asih. Dia mengatakan jika Ini berasal dari racun bisa ular siluman yang bernama Ristih, dan racun ini tidak terdeteksi oleh manusia meskipun ilmuwan terkenal.." jawab Edy.


Lee mendenguskan nafasnya "Tujuanku kemari untuk menangkapnya karena Ia menyeludupkan barang berharga dan sebuah mustika langka" ungkap Lee.


Edy memandang ke arah Lee "Jika begitu tujuan kita sama. Kami juga sedang mencarinya untuk mengambil mustika langka itu, karena itu milik keluarga Asih yang mana mustika itu sudah disusupi kekuatan kegelapan dan ini adalah salah satu dampaknya" jawab Edy menjelaskan.


Lee tampak terdiam dan bengong dengan penjelasan Edy.


"Apakah Asih akan berhasil membawa penawar tersebut?" tanya Lee dengan penuh harapan, sembari menatap para pasien yang berjuang hidup melawan racun yang menyebar tersebut.


Edy mendenguskan nafasnya "Doakan semua berajalan dengan lancar, dan tugasmu juga tugasku mencegah para mutan itu untuk menyebarkan kembali ramuan racun tersebut" ucap Edy dengan serius.


Bukankah lebih baik kita temukan akarnya?" ucap Lee menyarankan.


"Ya.. Tentu saja.. Namun Wei bukanlah tandingan kita" Jawab Edy.


Lee terdiam dan mencoba memikirkan jalan apa yang tempuh sebelum wabah ini semakin fatal.


"Ini tidak dapat dibiarkan begitu saja, harus ada yang menghentikan Wei, dan sumbernya ada pada mustika tersebut, maka Kita harus menemukan mustika itu secepatnya, sementara itu Asih akan mencari penawarnya" ujar Lee.


"Apakah Kau tau dimana keberadaan Wei?" tanya Edy dengan cepat.


Lee menatap pada Edy "Sebaiknya kita telusuri dari gudang narkotika yang diseludupkannya" jawab Lee.


Edy menganggukkan kepalanya "Baiklah.. Apakah Kau membawa laptop?" tanya Edy.


Lee menganggukkan kepalanya lalu menuju ke arah parkiran untuk mengambil tas ranselnya yang berisi laptopnya.


Edy mengekori Lee dari arah belakang. Sesampainya di parkiran, Ia meraih tas ranselnya dan membuka tas ransel tersebut, lalu membuka layar laptopnya dan mencari informasi tentang keberadaan Wei dengan cara meretas informasi yang mereka inginkan.