
Rere yang mendengar ucapan Pria tampan yang tak lain adalah Andre, memasang senyum sinis.
"Ciiih..!! Siapa kau harus mengaturku..!" Rere mencibirkan bibirnya.
Jawaban gadis itu membuat para Bodyguard dan yang lainnya merasa geram. Hal tersebut semakin membuat mereka ingin cepat-cepat menghabisi nyawa gadis tomboy dan temannya itu.
"Ternyata nyalimu besar juga. Apakah kau tidak takut mati..? Berani sekali kau gadis kecil.!!" Hardik Andre yang mulai Kesal.
Chakra yang masih bingung dengan kata chips tersebut, lalu memandangi orang-orang disekitarnya.
Ia memastikan jika orang-orang ini bukanlah irang baik, begitu juga dengan pria yang kini dihadapannya. Namun hatinya mengatakan, Ia ingin menatap pria itu terus.
Lalu terdengar Rere menantang ucapan Andre."Tidak ada chips yang kau maksud..!" jawab Rere dengan senyum liciknya.
Lalu kesabaran Andre hilang, Ia bwranjak bangkit dari duduknya. Menengadahkan tangannya kepada Bodyguard disisi kanannya, lalu Bidyguard itu memberikan sepucuk senjata api jenis softgun.
Andre berjalan menghampiri Rere tawananya, lalu tangan kirinya menjambak pony sang gadis, hingga kepala Rere mendongak keatas.
Dengan rasa geram dan penuh amarah, Ia mengarahkan senjata api yang ditangan kanannya kearah pelipis sang gadis. "Apakah kau ingin aku meledakkan kepalamu..?! Atau aku mencincangmu dan memberikan dagingmu kepada penangkaran buaya..?! " Ancam Andre dengan geram.
Chakra melihat Rere meringis kesakitan. Lalu mencoba menghentikan perbuatan Pria itu.
"Heeei.. Pak.. Mengapa kau begitu sangat kasar terhadap seorang gadis..? Apakah kamu tidak membayangkan jika itu ibumu, istrimu atau anak gadismu yang diperlakukan orang seperti itu, apakah kamu akan diam juga..?" ucap Chakra dengan polosnya. Bahasanya begitu berbeda.
Lalu Andre melepaskan cengkramannya dirambut Rere dan beralih kepada Chakra.
"Apakah kau ingin kuledakkan juga kepalamu, sama seperti temanmu.? Jangan mencoba menceramahiku..!" ucap Andre dengan nada bergetar, sembari meletakkan senjata apinya dikening Chakra.
Namun Chakra hanya menatapnya dengan tatapan sendu.
"Siall..! Mengapa tatapannya mengingatkanku pada gadis itu..!" Andre memaki dalam hatinya.
"Bawa Pemuda ini kegudang sebelah.. Aku ada urusan lain dengannya.!!" perintah Andre kepada para bodyguardnya.
Sementara itu, Arini mengambil pisau kecil sari dalam tas sandang Chakra dengan mulutnya, yang mana pisau itu biasa dibawa oleh Chakra, lalu melemparkannya tepat digengaman tangan Rere.
Ekor mata Rere memandang kepada hewan yang tak pernah lepas dari Chakra tersebut. Ia merasa bingung bagaimana seekor hewan imut itu begitu sangat cerdasnya, namun Ia senang, karena piasau itu dapat digunakannya sebagai pemotong tali untuk melepaskan dirinya.
Lalu mereka dengan sigap membawa Chakra kegudang sebelah, dengan ikatan kursi ditubuhnya, tentu membuatnya berjalan tertatih.
Kelinci itu menatap Rere, lalu mengedipkan matanya, sampai tubuh Chakra menghilang dari balik pintu.
Para bodyguard itu tampak sangat kasar memperlakukan Chakra, mereka mendirong tubuh Chakra agar masuk kedalam gudang dan meninggalkannya disana sendirian.
"Masuk..!! Dan jangan mencoba untuk kabur.!" ancam para bodyguard itu kepada Chakra, lalu mereka mengunci pintu gudang dan kembali pada bosnya.
sementara itu, Rere sedang berusaha memotong tali ikatan yang dipergelangan tanganya.
"Sudah Bos.. Kami sudah membawanya kegudang sebelah." lapor salah satu dari mereka dan berjalan mengarah kepada meraka.
Rere sudah hampir selesai memotong talinya, sedangkan Andre kembali menghampirinya.
"Katakan.. Dimana kay sembunyikan Chips itu..?" tanya Andre sekalilagi, dengan tatapan tajamnya.
Sementara disisi lain, Arini sibuk memotong tali ikatan Chakra dengan giginya.
Hjngga akhirnya tali itu terlepas dan Chakra terbebas dari ikatannya. Ia menghampiri dinding gudang yang terbuat dari papan kayu. Ada sedikit lubang disana, Ia melihat jika Rere sedang dalam kondisi bahaya. Ia mencari cara agar dapat meloloskan diri dari gudang tersebut. Matanya menyapu seluruh ruangan. Ia melihat ada sebuah celah disana.
Kembali kepada Rere, Ia mulai mencari cara melepaskan ikatan talinya yang sudah melonggar.
"Kataakaan dimana..!!" ucap Andre mulai tidak dapat mengontrol emosinya.
Lalu tanpa diduga, Rere bangkit dari kursinya, dan melepaskan ikatan talinya.
"Disini..!!" jawabnya, sembari melayangkan sebuah tendangan tepat di perut Andre, hingga menyebabkan Andre mundur beberapa langkah.
perkelahian tak dapat dihindarkan. Mereka menyerang Rere dari segala arah, memberikan segala hujanan pukulan dan tendangan yang membuat Rere sedikit kewalahan.
Sementara itu, Chakra memanjat dinding gudang, meraih langit-langitnya, dan dengan cekatan naik keatas, lalu merangkak menuju gudang sebelah yang menyatu dengan gudang tempat Ia disekap.
Saat posisinya sudah tepat berada diantara perkelahian antara Rere melawan ke enam orang oria berbadan kekar itu.
Chakra menjatuhkan dirinya diantara mereka,.
"aaaaaaarrgh.." teriaknya saat tubuhnya jatuh tepat dipundak seorang bodyguard yang sedang menyerang Rere.
Seluruh orang terkejut, menatap kedatangan Chakra yang tiba-tiba saja dihadapan mereka, dan nangkring diatas pundak seorang penyerang.
Rere memandangnya sekikas, lalu tersenyum manis, dan melanjutkan perkelahiannya.
Layaknya seorang anak kecil yang sedang dijunjung diatas kedua phndak, Chakra mengaitkan kedua kakinya kedua tangannya mengunci leher pria itu, hingga kesukitan bernafas.
Setelah pria itu tak bernafas dan hampir roboh, Chakra melepaskan dirinya, dan melompat kelantai.
Lalu Chakra membantu Rere menghadapi ke 5 orang asing tersebut. Dengan cekatan, Ia membantai mereka. Ia menarik lengan seorang diantara mereka, lalu dengan gerakan seperti sedang beroelukan dari arah depan, Chakra menyikut dada pria itu, lalu menendangkan betis depan atau tulang kering pria itu, dan melumpuhkannya.
kini tersisa hanya dua orang saja. Lalu Rere dan Chakra berhasil melumpuhkan keenam pria tersebut.
Kini yang tersisa hanyalah Andre, Ia merasa terpojok dengan kondisi yang ada, dimana kini hanya Ia sendirian. Sedangkan Chakra dan Rere berjalan mengahmpirinya.
Andre terus berjalan mundur. Dengan merasa tertekan, Andre menembakkan timah panas kearah kening Rere. Lalu dengan cepat Rere bergerak menghindar, dan peluru itu mengenai dinding papan kayu gudang dan menembus keluar.
Terdengar suara tembakkan yang membahana diseluruh gudang.
Duuuuuaaaar..!!
Lalu Andre beralih kearah Chakra, pelatuk sudah ditariknya dan tinggal melepaskan peluru itu kearah dada Chakra. Namun hatinya melarang, membuatnya semakin dilema.
Hingga akhirnya Ia membidik tumit pemuda yang sudah membuatnya lemah.
Chakra melompat menghindari peluru tersebut. Hingga
Duuuuuuuar..!!
Kembali suara letusan dari senjata api itu saat meloloskan pelurunya.
Suara desingan yang menyapu lantai gudang...wuuuuusssh...
Lalu Andre kembali menembak Rere, dan kali ini, peluru itu menyerempet lengan Rere yang hanya menggunakan tanktop.
Peluru itu kembali melesat diudara dan mengenai dinding gudang, hingga menimbulkan lubang kecil disana.
"Aaaaaaaggghh.." Rintih Rere menahan sakit, lalu memegangi luka goresan dari pekuru tersebut.
Chakra memandang sang gadis, lalu berjalan dengan cepat dan membuat satu lompatan tepat dihadapan Andre yang kini sudah berada terpojok didinding gudang.
Chakra menarik kerah baju Andre, Satu kepalan tinju siap mendarat diwajah tampan pria paruh baya itu, namun ketika tatapan mata mereka beradu, Chakra merasakan sesuatu yang berbeda, dan Ia menarik kembali kepalan tinjunya. ingin rasanya Ia menghajar pria brengsek dihadapannya, namun naluri menahannya.
Andre yang semakin terpojok, pelurunya sudah tinggal satu saja, dan dengan mudah Ia untuk membunuh Chakra dengan jarak yang begitu dekat. Namun tangannya melemah, seperti tanpa tenaga.
Seketika Chakra beringsut dari tempatnya. melepaskan cengkramannya dengan kasar. Lalu berjalan mundur, meninggalkan pria paruh baya itu. Lalu Rere meraih tangannya, membawa Chakra keluar dari gudang, dan dengan memanfaatkan salah satu mobil milik para bodyguard itu, Rere meninggalkan lokasi penyekapan mereka.
Selama perjalanan, Chakra terdiam, membisu dalam alam fikirannya.
"Siapa pria itu..?" tanya Chakra lirih kepada Rere yang masih fokus menyetir.
"Dia Andre, Big Bos mafia yang bergerak dalam perdagangan manusia dan penyeludupan narkoba dan pucuk senjata api." jelas Rere kepada Chakra.
Namun Chakra diam menanggapinya. Ia masih bingung dengan perasaannya terhadap Pria itu.