Buhul ghaib

Buhul ghaib
episode 218



Traaang..


Suara dentingan senjata tajam yang saling beradu terdengar begitu sangat membahana ditengah kondisi jalanan sunyi.


Para warga menutup horden mereka dan seolah tak melihat apa yang terjadi diluar sana.


Edy dan pria berjubah hitam itu akhirnya sama mundur kearah belakang dengan seperti terseret oleh angin.


Lalu keduanya masih tampak bersiaga untuk saling menyerang.


Sang pria berjubah hitam melihat sebuah mobil truck pemabawa sembako yan melintas. Lalu dengan kekuatannya Ia menghentikan mobil tersebut dan mengangkatnya ke atas kepalanya hanya menggunakan dengan kedua tangannya dengan sopir yang masih berada didalamnya.


Edy yang melihat hal tersebut melompat dan menyelamatkan sang sopir lalu membawanya keluar dan menjauh.


Lalu Edy kembali menuju ke arah tempat dimana pria berjubah tersebut masih mengangkat truck yang sedang diatas kepalanya dan dengan mudahnya ia putar-putarkan layaknya gasing.


Edy mengambil busurnya, lalu menarik anak panah dan membidik pria tersebut yang kini melempar truck tersebut ke arahnya.


Saat bersamaan, Edy melepaskan anak panahnya dan melesat menuju ke arah pria berjubah tersebut.


Sedangkan Edy melompat saat mobil truck itu melayang ke arahnya dan Ia menapaki kepala truck hingga berada diatasnya.


Sedangkan anak panah itu melesat melewati bawah truck, dan..


Wuuussh...ssssst..


Anak panah itu menembus tubuh sang pria berjubah hitam.


Namun tampaknya anak panah itu tidak berpengaruh pada sang pria berjubah yang mana luaknya kembali menutup setelah tertembus anak panah tersebut.


lalu pria berjubah itu menengadahkan kepalanya menatap pada Edy dengan senyum seringai yang membuat orang akan merasa bergidik.


pria itu melemparakan dua buah pisau dengan kedua tangannya yang mana bentuk pisau ramping dengan ujung runcing dan melesat cepat mengarah kepada Edy.


Sementara itu, Edy menggunakan pedangnya menahan serangan pisau yang datang bertubi-tubi kepadanya.


Edy dengan cepat menangkis serangan tersebut dan dengan gerakan memukul bola kasti, Ia memukul pisau-pisau yang terus dilemparkan kepadanya.


Sehingga bebebrapa pisau yang datang berbalik arah kembali menyerang pemiliknya.


Dengan cepat pisau itu melesat menancap di tubuh sang pria berjubah.


Lalu pria itu mencabutnya dan lagi-lagi luka itu kembali sembuh dan tak berbekas.


"Sialll..!! Ternyata dia bukan manusia, sepertinya dia Mutan" guman Edy sembari berdiri tegak diatas kepala truck yang kini sudah terjatuh diatas jalanan.


Pria itu mengeluarkan pedangnya dan kembali menyeretnya dijalanan melayang menyerang Edy.


Dengan cepat Edy menahan serangan itu, hingga membuat suara dentingan dari dua benda tajam yang saling beradu.


Keduanya saling serang, dan ujung pedang pria berjubah berhasil menggores lengan Edy. Darah segar mengucur dari luka goresan tersebut.


Edy memundurkan langkahnya sebanyak 3 langkah. Lalu dengan cepat Ia memegang luaknya, dan mencoba kembali berdiri tegak.


Edy mengambil sesuatu dari dalam saku celananya yang berada disamping lututnya.


Dengan gerakan cepat, Edy menarik pemantik dari benda bulat hitam yang tak lain adalah sebuah bom molotov.


Lalu Ia melemparkannya ke arah pria berjubah itu dan..


Sebuah ledakan dengan sangat mengerikan dan membuat tubuh pria itu hancur beserakan diudara dengan menjadi kepingan- kepingan daging hangus.


Edy segera melesat pergi menjauh, lalu menghampiri truck dan mencoba mengembalikan ke posisi semula.


Sepertinya setelah mendapatkan transfer tenaga dalam dari Asih Ia merasakan tubuhnya semakin kuat.


Sementara itu, Lee dan Rebecca berada diantara para pasien yang sedang dalam membutuhkan perobatan.


Keduanya tampak menggunakan alat pelindung diri lengkap dan ikut memberikan bantuan berupa oksigen kepada para pasien yang mengalami sesak nafas.


Beberapa pasien meninggal dunia dan tak dapat diselamatkan. Jasad- jasad pasien yang tak dapat diselamatkan di tata didalam sebuah tenda khusus sebelum dilakukan pemakaman secara protokol kesehatan sesuai anjuran yang ditetapkan.


Para jenazah itu dimasukkan kedalam kantong jenazah sebelum diangkut mobil ambulance setelah para petugas penggali kubur dengan menggunakan alat berat dan sebagian jasad dimakamkan dalam satu liang dengan jumlah jasad yang cukup banyak.


Hal ini bertujuan untuk menghemat pemakaman karena kondisi lahan yang terbatas.


Sementara itu, supir pembawa sembako kembali mengemudikan trucknya dan menuju kearah gudang logistik untuk nantinya disalurkan kepada para warga sedang melakukan isolasi.


Polisi yang saat ini sedang melintas karena ingin merazia warga yang membandel berkeliaran diluar rumah, harus menghentikan mobil patroli saat melihat adanya bekas ledakan yang meninggalkan beberapa kerusakan fasilitas umum seperti rusaknya lampu jalan dan pecahan beberap kaca gedung karena terkena getaran bom molotov yang dilempatkan oleh Edy kepada pria berjubah tersebut.


Polisi melihat serpihan daging berwarna hitam tanpa ada bercak darah sedikitpun.


Polisi itu memungutnya dan menjadilannya sample untuk uni laboratorium.


Begiitu juga sisa ledakan dari bom molotov yang digunakan untuk menghancurkan benda yang mirip daging manusia, namun juga sedikit berbeda.


Polisi menyisir lokasi kejadian perkara, untuk mencari benda yang dapat dijadikan sebagai alat bukti lainnya.


Lalu salah seorang diantara mereka menemukan pecahan botol tabung yang masih tersisa sedikit dari zat racun yang berwarna hitam tersebut.


Polisi itu memungutnya dan memasukkan ke ke kantong plastik transfaran.


Lalu terdengar satu mobil sirene polisi yang juga menghampiri lokasi kejadian yang tampak sangat berantakan.


Para kepolisian itu tidak menegetahui apa yang sedang terjadi sebenarnya, sebab tidak ada warga sekitar gedung yang melaporkannya.


Dalam kondisi yang seperti ini, Edy tidak ingin sampai Ia tertangkap kepolisian.


Edy memilih untuk segera pergi dan bersembunyi agar tidak terlihat lagi oleh kepolisian.


Edy menyusup diantara gedung "Jika negara-negara lain sudah terkena dampak penyebaran racun tersebut, maka siapapun penyebar dari racun itu tidaklah dalam jumlah satu saja, Ia meyakini diluar sana masih ada para penyebar racun tersebit.


Edy menyelinap masuk kerumah salah satu warga, tampak sangat lengang, sepertinya pemiliknya sedang berada dirumah sakit karena terserang penyakit aneh yang juga sangat tiba-tiba tersebut.


Edy menyasar sebuah laptop yang tampak tergeletak diatas meja dan membuat Edy menghampirinya.


Ia berselancar didunia maya dan memcoba mencari berita terkini tentang perkembangan racun yang kini sedang dialami oleh hampir seluruh negara dibelahan dunia.


Edy mengetik kata kunci dengan 'wabah racun' yang saat ini sedang menyebar dan belum diketahui penyebab dan jenis racunnya apa.


Seketika bermumculan artikel dan juga wacana berita nasional dan internasional yang memperlihatkan betapa mengerikannya wabah tersebut.


Sebab banyaknya korban tewas adalah lansia dan juga anak-anak serta balita.


Para medis mencoba memberikan perawatam sedanya dengan pemberian obat yang hanya dapat menekan jumlah penyebaran racun itu keseluruh tubuh.


Tak jarang para medis banyak yang kelelahan dan ikut meninggal dunia karena tak mendapatkan waktu istirahat sebab sibuk melayani pasien yang terus berdatangan.